Warrior Baek Dong Soo – Episode 23

Iring-iringan rombngan ziarah Pangeran berangkat untuk melakukan kunjungan ke makam tapi di tengah jalan mereka disergap secara bergantian sehingga sampailah di kota hantu, dan terlihat Un sedang memacu kudanya menuju ke Pangeran Mahkota. Dong Soo berlari dan melemparkan diri ke arah Un, memaksa Un untuk turun dari kudanya. Un terus maju ke depan untuk mendekati Pangeran, menjatuhkan Cho Rip dan beberapa pengawal. Saat ia maju mendekati Pangeran, dan Dong Soo yang menyusul di belakangnya tak berdaya untuk menghentikan Un, seorang pemanah melepaskan anak panah ke dada sang Pangeran. Photobucket

Photobucket

Un berhenti maju dan membiarkan Dong Soo serta para pengawal menyelamatkan Pangeran. Saat mereka berhasil mendekati Pangeran, Dong Soo memeriksa Pangeran. Kelihatannya dugaan Cho Rip menjadi kenyataan, ia berhasil mendapatkan baju pelindung yang bagus  untuk sang Pangeran, yang kemudian menggunakannya di bawah jubahnya. Anak panah itu mengenai baju pelindung dan sang Pangeran tak kurang suatu apapun.

Photobucket

Dengan ketiga pengawal pribadi Pangeran dan juga Cho Rip ada di antara Un dan Pangeran, Dong Soo dan Hong Doo segera mundur ke tempat yang lebih aman bersama-sama dengan sang Pangeran. Saat mereka masih berdiri di tempat itu, Cho Rip bertanya bagaimana semuanya bisa terjadi seperti ini. Satu dari ketiga pemuda pengawal yang juga rekan Dong Soo dan Un mengatakan bahwa Un tak akan sanggup menghadapi empat orang, yang mana Un hanya memberikan sahutan pendek: “Oh .. benarkah?” Pemuda yang lain memintanya untuk mundur saja. Sebaliknya, Un dengan secepat kilat berhasil menjatuhkan mereka berempat dan segera berlari mengejar Dong Soo.

Kembali ke tempat Tuan Hong, sisa rencana sedang mereka diskusikan. Mereka beranggapan jika Pangeran masih hidup, maka ia pasti akan menuju ke pos penjagaan dengan kandang kuda yang terdekat untuk mencari kuda pengganti, tapi di sana mereka juga sudah menempatkan sekelompok orang di bawah pimpinan Kenjo, yang akan menangani semuanya. Di dalam hutan, Pangeran hanya dikawal sedikit pengawal, Dong Soo dan juga Hong Do. Mereka sampai di tempat yang telah mereka sepakati sebelumnya untuk berkumpul jika terjadi masalah dan berhenti untuk beristirahat sejenak.

Ternyata, Kenjo, Jung si raksasa, dan beberapa pembunuh gelap sedang menyembunyikan diri mereka dan menanti kedatangan rombongan Pangeran.

Hong Do bertanya pada Kenjo apakah ini adalah perintah dari Jepang. Kenjo menyahut jika itu memang benar maka perang akan pecah. Segelintir pembunuh gelap segera maju menghadapi Dong Soo, dan dengan mudah diatasi oleh Dong Soo dengan hanya beberapa kali tebasan.

Photobucket

  Photobucket

Masing-masing pihak berhenti dan mengatur diri. Dong Soo bertanya pada Pangeran apakah ia tahu bagaimana menggunakan pedang. Ya tentu saja. Jadi Pangeran mengambil pedang dan bersiap, sedangkan Hong Do, yang tidak memegang apapun dan hanya bersenjatakan kuasnya, pergi ke belakang mereka. Dong Soo menasehati Pangeran bagaimana caranya mengatasi musuh-musuh mereka, dan tiba-tiba pertarungan pecah, ketika Dong Soo diserang oleh Kenjo sedangkan Jung melawan Pangeran. Para pengawal juga terjun dalam pertempuran dengan para pembunuh gelap, masing-masing sibuk mempertahankan diri mereka.

Photobucket

Sementara itu Hong Do dengan tingkahnya yang lucu berhasil memberikan pukulan di kepala si Jung dengan tas pelukisnya namun Jung tak merasakannya, hanya saja ini membuatnya sangat kesal.

Tiba-tiba sebuah pisau melesat terbang dan menancap di seorang pembunuh gelap, selanjutnya sebatang anak panah menancap di seorang lagi. Semua orang terkejut dan menghentikan pertarungan ketika kelompok bandit dari Sa Mo dan Jin Ju datang untuk membantu pihak Pangeran. Kenjo, Jung dan beberapa orang yang tersisa berkumpul kembali dan meninggalkan tempat itu,  Kenjo mengatakan pada Dong Soo, “Kita lanjutkan lagi lain kali!” lalu pergi. Dong Soo menahan orang-orang yang akan mengejar musuh yang mundur, mereka harus tetap pada tujuan semula, menjaga keselamatan Pangeran.

Photobucket

Saat Dong Soo dan yang lainnya memeriksa siapa-siapa yang terluka dan tewas, dan Hong Do sedang sedikit membual bagaimana ia memukuli Jung dengan tas pelukisnya, seorang pemanah yang bersembunyi mengarahkan busurnya pada Pangeran. Tapi saat ia akan melepaskan anakpanahnya, Un datang dan menghentikannya, kemudian membunuhnya.

Di tempat Tuan Hong, mereka mendiskusikan mengenai rencana terakhir mereka. Jika semuanya gagal, Kenjo dan Un harus menunggu di pos penjagaan, di mana mereka berharap Pangeran akan datang untuk mengganti kuda dan melanjutkan perjalanan mereka.

Dong Soo bertanya pada Sa Mo dan Jin Ju, apa yang membuat mereka begitu lama sampai ke tempat ini … Loh …  Tunggu dulu, bukankah Sa Mo ditahan? Ehm …. memang demikian sih seharusnya, tapi ternyata Sa Mo masih memegang plak tanda pengenal dari Raja yang diberikan oleh Gwang Taek. Plak tanda pengenal itu memberikan sang pemegang kekuasaan tinggi. Dan ketika pasukan Hong  Sa Hae melihatnya, mereka membatalkan untuk menangkap kelompok Sa Mo. Hong Sa Hae sendiri hanya bisa melongo.

Lalu Cho Rip, ketiga pengawal pribadi Pangeran, dan iring-iringan pengawal yang tersisa segera bergerak menuju ke tempat pertemuan yang telah disepakati. Saat mereka semua kembali berkumpul, Dong Soo memutuskan kalau mereka tidak seharusnya pergi ke pos penjagaan terdekat. Ia merasa lebih aman jika mereka mengambil jalan yang lebih jauh dan menghindari rute yang satunya.

Photobucket

Pada kenyataanya, ide ini juga timbul dalam pikiran Tuan Hong. Ia bertanya apa rencana yang mereka miliki jika rombongan para Pangeran mengambil rute yang lebih jauh. Sang mata-mata mengakui bahwa mereka tidak memliki rencana untuk rute itu, karena mereka pikir rombongan Pangeran pasti mengambil rute terdekat.

Dan memang pada saat itu, di pos penjagaan, Kenjo dan Un sedang bersembunyi menanti rombongan Pangeran. Dan setelah menunggu begitu lama tapi rombongan itu belum mencul, mereka segera menyadari dan beranggapan bahwa rombongan Pangeran pasti mengambil rute yang lain, dan Un beranjak pergi. Kenjo menghentikannya dan mengatakan kalau dirinya mendengar bahwa Un adalah seorang petarung yang andal, hanya sedikit di bawah Gwang Taek dan Chun. Kenjo bertanya apakah itu benar?

Photobucket

  Photobucket

Un,yang sangat jelas TIDAK menyukai Kenjo, memberitahunya bahwa jika Kenjo memang ingnin mati maka ia boleh mencobanya. Kenjo menghunuskan pedangnya, dan dalam dua gerakan yang sangat cepat, Un sudah menaruh pedangnya di leher Kenjo. Kenjo mengatakan bahwa kelihatannya keahlian Un sedikit lebih baik daripada Dong Soo. Un menyahutnya bahwa jika Kenjo ingin menantangnya lagi, ia selalu siap setiap waktu.

Photobucket

Raja berhasil sampai dengan aman ke makam, di mana ia memberikan penghormatan pada “Ayah” barunya. Sementara itu mata-mata Hong mengawasinya dari kejauhan dan mengatakan dalam hatinya bahwa mereka tidak dapat menyembunyikan pembunuh gelap di sana karena dijaga dengan sangat ketat. Si mata-mata kembali melapor dengan berlari panik pada Tuan Hong. Ketika ia masuk, Hong memberitahunya untuk tidak mengatakan apapun karena jelas Dong Soo lah yang bertanggungjawab sehingga semua rencana tak berjalan sesuai dengan harapan mereka ….

Photobucket

Beberapa hari kemudian, sang Pangeran kembali ke Istana dengan selamat dan memilih untuk melapor pada Raja bahwa tidak ada suatupun yang terjadi selama perjalanan mereka yang perlu dibahas.

Photobucket

Dong Soo dan kawan-kawannya sampai ke rumah dengan selamat, di mana Jang Mi kemudian menyiapkan hidangan besar yang telah ia rencanakan bagi mereka.

Mereka juga melapor pada Gwang Taek, dan memberitahunya bahwa Un juga ada di sana. Setelah mendengar ceria mereka, Gwang Taek menekankan bahwa Un sebenarnya tidak membunuh siapapun (kecuali tentunya si pemanah gelap, tapi mereka sama sekali tak tahu itu). Gwang Taek lalu meminta mereka agar membantu Un di masa yang akan datang jika mereka bisa.

Di Hoksa Chorong, Un sedang minum-minum, dan memikirkan perkataan yang diucapkan padanya oleh Cho rip dan ketiga pemuda Pengawal Pribadi Pangeran, yang dulunya juga bekas rekan-rekannya. Gu Hyang datang menemuinya dan meminta Un untuk berhenti minum. Un bertanya apakah Gu Hyang juga mengira ia telah menjadi seorang yang jahat? Gu Hyang menduga kalau Un telah bertemu dengan bekas temannya. Gu Hyang memberitahunya untuk melepaskan semua itu jika terasa menyakitkan. Un bertanya padanya apakah ia pikir Un masih bisa berubah? Gu Hyang menjawab agar Un mengikuti kata hatinya bukannya takdir.

Photobucket

Pagi hari berikutnya, Gwang Taek bangun lebih pagi untuk pergi ke Istana. Ia bergantian bertemu dengan Raja kemudian Pangeran. Pada Raja ia mengungkapkan maksudnya bahwa ia datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Raja bertanya bagaimana keadaanya, dan Gwang Taek menjawab agar Raja tidak mencemaskannya. Raja mengangguk dengan sedih dan bertanya apakah ia masih berencana untuk pergi jauh dan hidup dengan tenang bersama wanita yang ia cintai dalam hatinya. Dengan meyakinkan, Gwang Taek mengatakan bahwa ia akan pergi bersama dengan wanita itu ke suatu tempat di mana tak seorangpun dapat menemukan mereka. Hal yang sama ia katakan pada Pangeran bahwa ini adalah pertemuan terakhir mereka karena ia tak akan kembali lagi.

Gwang Taek kembali  ke kediaman Sa Mo dan berkemas-kemas, Sa Mo mendatanginya dan mengatakan kalau Gwang Taek tak mungkin kalah dari Chun, jadi mengapa dirinya tak boleh menemani? Gwang Taek menyahut karena itu adalah sesuatu yang memang harus ia lakukan sendirian. Gwang Taek kemudian bertanya di mana Jin Ju, hal ini membuat Sa Mo sedikit bingung, tapi Jin Ki mengatakan kalau ia sedang menunggu untuk berbicara dengan Gwang Taek sebelum pergi.

Photobucket

Jin Ju sebenarnya sedang mondar-mandir di halaman dengan perasaan gelisah dan gugup, dan Mi So menasehatinya untuk mengatakan apapun isi hatinya sebelum Gwang Taek benar-benar pergi.

Chun ada di gubuk di gunung di mana ia dulu pernah bersembunyi dengan Jin Ju, memikirkan mengenai Jin Ju dan juga Ji. Dia kemudian mulai membersihkan gubuk dan mengumpulkan kayu. Tampak ia masih pincang karena lukanya masih belum sembuh saat bertarung dengan Chang.

Pada sore itu, Jin Ju akhirnya bertemu dengan Gwang Taek, tapi tak dapat mengatakan sesuatupun padanya. Di lain pihak, Gwang Taek bertanya pada Jin Ju apakah ia bisa meletakkan pedang, karena tidak peduli alasan apapun, tangan yang memegang pedang akan ternoda darah. Harapannya adalah Jin Ju bisa hidup dengan damai.

Photobucket

Mereka semua mempersiapkan pesta besar, dan Gwang Taek memberitahu Sa Mo untuk lekas-lekas menikahi Jang Mi sebelum terlambat … 😀 … Jin Ju yang terakhir datang, dan Hong Do segera bangkit berdiri untuk menawarinya tempat duduk. Salah satu pemuda pengawal pribadi Pangeran ingin tahu apa sih sebenarnya yang Hong Do lihat di Jin Ju, dan Jin Ki menyahut bahwa pemuda itu juga bukan pemuda yang tampan … Jin Ju dengan diam melayani dan mengambilkan beberapa makanan bagi Gwang Taek seperti seorang anak gadis yang baik, dan Dong Soo satu-satunya di meja itu yang mendapatkan suatu perasaan bahwa ada sesuatu yang benar-benar aneh mengenai bagaimana Gwang Taek mengucapkan  kata-kata perpisahannya.

Photobucket

  Photobucket

Mereka berdua keluar untuk berbicara, dan Gwang Taek merasakan kesakitan lagi. Ia memberitahu Dong Soo mengenai kisah bagaimana 5 orang teman menjadi saudara angkat sedarah, dan kemudian bekerja di bawah Pangeran Mahkota Sado. Ia mengatakan kalau dirinya tidak datang tepat waktu untuk melindungi Pangeran Mahkota Sado, jadi itu adalah kesalahannya.  Gwang Taek merasa bahwa itu adalah kewajibannya untuk melindungi sang Pangeran sampai hari di mana dirinya mati. Dong Soo mengatakan kalau ia merasakan hal yang sama mengenai melindungi sang Pangeran Yi San.

Gwang Taek memberitahu kalau ia merasa lebih baik karena mengetahui Dong Soo akan berada di samping Pangeran untuk melindunginya sementara dirinya tidak bisa. Gwang Taek meminta Dong Soo untuk melindung Pangeran baik-baik.

Dong Soo, yang kadang-kadang sedikit telmi, sebenarnya bukan seorang yang bodoh, jadi ia ingin tahu mengapa Gwang Taek mengatakan semua hal ini.

Gwang Taek mengelakkan pertanyaan itu dan mengatakan mereka harus masuk ke dalam. Dong Soo tetap pada pendiriannya dan mendesak mengapa Gwang Taek berkata-kata seakan-akan mereka tidak akan pernah melihatnya lagi. Ia meminta Gwang Taek untuk berjanji akan kembali. Gwang Taek hanya tersenyum dan mengatakan bahwa kadangkala segala sesuatu memang tidak bisa sesuai dengan harapan kita.

Di tempat tuan Hong, Hong Sa Hae dan sepupunya melapor bahwa Gwang Taek kelihatannya sedang berkemas pergi entah ke mana. Hong memikirkan ini dan menyimpulkan bahwa tidak peduli apapun yang terjadi, Gwan Taek harus dibunuh, entah oleh Chun atau mereka.Tuan Hong juga membeberkan kesimpulannya selama ini, bahwa tidak peduli siapapun yang menang, ia pasti dalam keadaan lemah dan terluka, sehingga membuka kesempatan bagi mereka untuk menyerangnya.

Photobucket

Chun sedang mengingat kembali pertarungannya dulu dengan Gwang Taek

Photobucket

Sementara itu di depan halaman rumah, Jin Ju tertidur saat menunggu kembalinya Dong Soo dan Gwang Taek. Gwang Taek menyelimutinya dengan jubahnya serta meninggalkan surat untuknya.

PhotobucketPhotobucket

Gwang Taek berangkat subuh keesokan harinya, bertemu dengan Dong Soo, yang terjaga sepanjang malam dengan tujuan untuk melihat Gwang Taek untuk yang penghabisan. Dong Soo memberikan penghormatan besar terhadap Gwang Taek, mengucapkan rasa terima kasih sedalam-dalamnya karena telah menjadi guru baginya selama ini, ia tak akan pernah melupakan kebaikan Gwang Taek seumur hidupnya. Dong Soo mulai memerah matanya ketika ia memberitahu Gwang Taek bahwa ia akan menunggu di tempat ini sampai Gwang Taek kembali. Dong Soo mengatakan bahwa Gwang Taek harus kembali, karena dirinya masih membutuhkan bimbingan dari Gwang Tek. Gwang Taek menepuk-nepuk pundah Dong Soo dan beranjak pergi.

Photobucket

Jin Ju terbangun dan menemukan jubah dan juga surat Gwang Taek. Saat ia selesai membaca surat itu, ia segera mengejar Gwang Taek dan berhasil menyusulnya di dekat danau. Jin Ju masih belum bisa mengucapkan apapun, jadi dalam hatinya, Jin Ju berjanji jika Gwang Taek kembali maka ia akan memanggilnya “Ayah”!

Photobucket

Sa Mo bangun dan menemukan Gwang Taek sudah pergi dan Dong Soo masih berlutut di halaman.

Sementara sedang membersihkan rumah, Mi So menemukan surat lain dari Gwang Taek. Ia membawanya ke semua orang yang sedang berkumpul mengelilingi meja dengan perasaan cemas tampak pada wajah mereka. Dalam surat itu, Gwang Taek memberitahu Sa Mo untuk menikahi Jang Mi, berterima kasih pada Jin Ki karena telah menjaga Ji dan memintanya untuk merawat Jin Ju, ia memberitahu Cho Rip untuk tidak terlalu memikirkan hal-yang yang terlalu detil, dan meminta ketiga pemuda pengawal Pangeran untuk menjaga keselamatan Pangeran dengan baik, Gwang Taek juga meminta maaf pada Mi So karena tidak menjaga ayah Mi So dan juga Mi So sendiri, dan memintanya untuk melupakan seni bela diri karena Mi So bisa terluka karenanya.

Sa Mo menjadi sangat kesal dan sedih karena menyadari bahwa surat itu seperti ucapan perpisahan terakhirnya.

Di dekat danau, Jin Ju membaca surat yang ditinggalkan Gwang Taek padanya. Dalam surat itu Gwang Taek sangat berharap dirinya bisa melihat pernikahan Jin Ju. Tapi jika ia tak ada di sana pada waktu itu, janganlah terlalu bersedih, karena saat itu ia dan ibunya akan bergandengan tangan dan mengawasinya. Jadi, janganlah menangis karena dirinya (yang mana justru membuat Jin Ju menangis sesenggukan).

Sementara itu Gwang Taek sambai di gubuk di atas gunung, di mana Chun sedang mengumpulkan kayu bakar. Chun melontarkan sepotong kayu pada Gwang Taek dengan maksud bercanda. Karena sekarang mendekati malam dan mereka belum makan, maka Chun mengundang Gwang Taek untuk memancing di danau.

Photobucket

Photobucket

Chun dan Gwang Taek duduk berdampingan dan kemudian memancing, tiba-tiba Gwang Taek merasakan rasa sakit tapi ditahannya.

Chun kemudian memasak makan malam, yang mana membuat Gwagn Taek terkejut. Chun mengatakan kalau ia juga pernah memasak bagi Jin Ju. Chun bertanya apakah Jin Ju mengatakan sesuatu padanya sebelum ia pergi? Lalu ia melanjutkan perkataannya bahwa Jin Ju sama persis seperti ibunya, Ji, dalam kebiasaannya tidak mengatakan apapun.

Sa Mo pergi keluar untuk mencari Gwang Taek, dan tak menyadari sedang  diikuti oleh Hong Sa Hae dan mata-mata Hong.

Chun dan Gwang Taek keluar memancing lagi, sedang duduk berdampingan di sisi danau. Chun mengomentari Gwang Taek yang belum menangkap satupun ikan, tapi Chun sudah menangkap cukup banyak. Tapi Chun sangat heran ketika Gwang Taek mengangkat pancingnya dari dalam sungai, melihat bahwa Gwang Taek tidak memasang umpan sama sekali.

Sa Mo melihat mereka berdua dan kemudian kembali ke rumah.

Tuan Hong mendapatkan laporan mengenai lokasi mereka berdua, kemudian mengirimkan Hong Sa Hae dengan pasukan untuk membunuh keduanya.

Gu Hyang menguping pembicaraan mereka ini dan melaporkannya pada Un, yang segera keluar mengatakan bahwa kedua orang itu bukanlah orang-orang yang bisa “diurus” hanya dengan sepasukan prajurit.

Jin Ju di rumah masih memeluk jubah Gwang Taek. Jin Ki melihatnya dan bertanya ada apa, tapi Jin Ju menjawab kalau ia tak dapat menjelaskannya pada ayah angkatnya, namun ia merasakan firasat buruk mengenai hal ini. Jin Ki berusaha menghiburnya.

Saat makan malam, Chun bertanya pada Gwang Taek apakah kondisinya baik-baik saja. Gwang Taek justru balik bertanya apakah mereka harus menunggu kesembuhan dari Chun? Mereka saling bersulang dan minum-minum.

Photobucket

Pagi harinya, di Istana, Raja berkomentar bahwa segala sesuatunya tampak sangat tenang. Ia bertanya pada Pangeran apakah ia cemas karena kepergian Gwang Taek. Pangeran bertanya mengapa Raja tidak berusaha membujuknya untuk tetap tinggal. Raja memberitahunya bahwa Gwang Taek menderita kanker perut, dan tidak ada sesuatupun yang dapat mereka lakukan untuk menyembuhkannya. Pangeran tampak sangat terkejut. Dalam pada itu, seorang dayang menguping pembicaraan mereka dan segera berlari melapor pada Tuan Hong untuk memberitahukan mengenai apa yang ia dengar.

Pangeran memberitahu ketiga pemuda pengawal pribadinya, yang langsung berlomba lari keluar.

Hong sangat kesal ketika ia mendengar mengenai penyakit Gwang Taek, dan tidak seperti Tuan Kim, yang merasa kalau semuanya itu sangat mengherankan kalau tidak sangat ironis, Tuan Hong  menyadari bahwa Gwang Taek mungkin sedang mencari cara untuk mati.

Hong segera mengirimkan mata-matanya untuk menghentikan Hong Sa Hae yang sedang ditugaskan untuk membunuh Chun atau Gwang Taek, siapapun yang menang.

Cho Rip dan ketiga pemuda pengawal pribadi Pangeran memberitahu Dong Soo mengenai penyakit Gwang Taek, dan mereka kemudian segera pergi keluar mencari Sa Mo dan memberitahunya. Dong Soo memohon pada Sa Mo untuk memberitahu dirinya di mana Gwang Taek berada, dan akhirnya Sa Mo memberitahunya. Dong Soo, diikuti oleh Jin Ju, segera berlari untuk menghentikan perterungan antara Chun dan Gwang Taek.

Sementara itu, Gwang Taek sedang duduk di dalam  bangunan lama bekas terbakar, sedang minum-minum dengan asiknya. Chun datang dan duduk, bergabung minum. Ketika mereka berdua menaruh cangkir minuman, Chun bertanya apakah Gwang Taek sudah siap.

Photobucket

Photobucket

Merekas egera menaruh cangkir mereka di meja, masing-masing menghunus pedang dan pertarungan dimulai. Ketika mereka bertarung, Gwang Taek tersabet melintang di dadanya tapi masih sanggup melanjutkan pertarungan. Beberapa saat kemudian setelah mereka saling bertukar tusukan dan sabetan pedang, mereka berhenti sejenak. Chun bertanya apakah mereka harus beristirahat dulu, tapi mereka segera melanjutkan pertarungan lagi. Kali ini Gwang Taek terkena sabetan lagi. Mereka bertarung beberapa jurus dan kemudian berhenti lagi. Pada wajah Chun tampak perasaan sedikit tak percaya ketika Gwang Taek mulai terbatuk-batuk. Gwang Taek mengatakan kalau mereka seharusnya keluar dan mencari udara segar.

Photobucket

Di halaman, mereka melangkah berputar, saling mengawasi lawannya.

Sementara itu di balik rimbunnya pepohonan, para pemanah sedang menempati posisi mereka. Hong Sa Hae mengawasi pertarungan keduanya dan tiba-tiba ia memberikan tanda pada anakbuahnya untuk melepaskan anak panah … Chun sedang memainkan jurus pedangnnya ….

One comment on “Warrior Baek Dong Soo – Episode 23

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s