The Legend [Tae Wang Sa Shin Gi] – Episode 03

Sinopsis singkat:

Hyon-go melihat pria yang terluka sebelah wajahnya, Sa Ryang (anak buah Dae Jang Ro) di pasar dan meminta Soojinee untuk mengikutinya. Ia menemukan bahwa Nyonya Yeon membeli racun yang sangat kuat dari Sa Ryang. Racun ini sangat kuat sehingga itu akan membunuh seseorang dalam waktu sebulan.

Malam itu, ketika Damdeok kembali ke Perpustakaan Istana, ia menemukan sebuah hadiah dari Ki-ha, semacam pemberat kaki. Mungkin itu karena Ki-ha melihatnya kemarin malam saat ia berlatih bela diri dan kuda-kudanya kurang mantap saat melakukan gerakan-gerakan bela diri. Apapun itu, Damdeok berlatih dengan keras dan Ki-ha mengawasinya dengan diam-diam dengan senyuman manis tersungging di bibirnya ketika melihat kalau Damdeok menggunakan hadiahnya.

Ho-gae baru saja kembali dari peperangan dengan membawa kemenangan, rakyat mengelu-elukannya. Malam harinya keluarga Yeon mengadakan perayaan di rumah mereka dan mengundang rekan-rekan seperjuangan Ho-gae dan beberapa orang penting lainnya. Malam itu juga, Damdeok datang ke rumahnya dengan membawa hadiah emas dan yang lainnya bagi Ho-gae dari sang Raja. Nyonya Yeon merasa sangat iri dan marah, karena semua hadiah itu bisa saja milik Ho-gae jika ia menjadi Raja. Nyonya Yeon kesal dan minum sampai mabuk dan sangat emosional. Damdeok memberitahu Ho-gae bahwa ia bisa memahami perasaan ibu Ho-ge karena itu adalah Ho-gae.

Nyonya Yeon mengunjungi Raja membicarakan masalah Ho-gae. Seperginya Nyonya Yeon, Raja merasakan kesakitan di perutnya setelah meminum teh, Damdeok sangat khawatir. Damdeok mencari obatnya, ia mendatangi taman Shin Dang dan melihat Ki-ha, sedang bersama-sama dengan gadis lainnya, sedang memetik bahan obat. Damdeok bertanya pada Ki-ha apakah ia tahu mengenai pengobatan dan obat-obatan. Damdeok memohon padanya untuk merawat ayahnya, sang Raja karena tidak banyak orang yang bisa ia percayai sepenuhnya, dan Damdeok merasa kalau ia bisa mempercayai Ki-ha.

Ki-ha mendiagnosa bahwa Raja telah diracuni. Malam itu, ia meminta penawar racun dari Sa Ryang. Ia tahu kalau racun itu adalah dari klan nya.

Hari berikutnya, Raja memerintahkan Jenderal Kho Woo Choong untuk memeriksa kamar sang Tabib Istana yang selama ini merawatnya. Damdeok dan Ki-ha mengawasi pemeriksaan itu. Para pengawal Raja menemukan racun yang sama dan juga emas batangan.

Damdeo segera menyadari  kalau ini hasil perbuatan Nyonya Yeon, yang menjadi dalangnya, karena saat ia melihat batangan-batangan emas itu, ia melihat tanda khusus, yang sama dengan batangan-batangan emas  yang diberikan Raja pada keluarga Yeon sebagai hadiah untuk Ho-gae.

Damdeok sangat frustasi karena ia tahu bahwa keluarga Yeon mungkin bahkan lebih berkuasa daripada Raja sendiri. Ia memberitahu gurunya untuk tidak cemas, ia tidak akan melakukan apapun sementara ini sampai ia yakin ada kesempatan untuk mengalahkan mereka.

Ho-gae melihat Ki-ha dan berhenti untuk berbicara dengannya. Sangat terlihat kalau Ho-gae merasa tertarik pada Ki-ha. Ho-gae bertanya apakah Ki-ha mengingat siapa dirinya.

Malam itu, Damdeok merasa terganggu mengenai situasi yang terjadi sampai sejauh ini. Ia berteman baik dengan Ho-gae dan juga sepupu dekat. Ia merasa tak berdaya karena ia ingin membantu ayahnya. Damdeok merasa ia harus mengambil suatu keputusan, Ki-ha memberi penghiburan dan semangat, dan pada akhirnya Damdeok mengatakan, “Selalu berada di sisiku. Saat aku menoleh, biarkan aku selalu bisa mellihat dirimu!” … Ahhhhh ….

Hari berikutnya, Damdeok memanggil Nyonya Yeon dan mengkonfrontasi bibinya itu. Tapi sebelum itu, ia memastikan agar Ho-gae dikelilingi dan dikepung oleh pengawal pribadinya. Damdeok menipu Nyonya Yeon bahwa Ho-gae telah menandatangani surat pengakuan dan sekarang dalam genggaman Damdeok. Nyonya Yeon terdesak dan tak punya pilihan lain. Damdeok melakukan semua ini dengan tujuan agar Nyonya Yeon menyudahi semua kemelut ini saat itu juga dan berjanji kalau Ho-gae tak akan dihukum. Tapi Nyonya Yeon yang merasa terpojok akhirnya mengambil keputusan nekat, ia kemudian mengambil racun dan meminumnya. Ia mati di hadapan Ho-gae. Tapi sebelum mati, ia memberitahu anaknya kalau ia harus menjadi Raja dan berhati-hati terhadap Damdeok.

Ho-ga merasa hancur hatinya.  Paginya Damdeok mengunjungi kediaman keluarga Yeon untuk memberikan penghormatan di altar ibu Hogae. Dia juga menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

———————

Jika kau datang ke sini untuk membaca buku secara sembunyi-sembunyi seperti aku, maka jangan menyembunyikan diri sehingga membuatmu tidak nyaman. Duduklah dan baca saja buku yang ingin kau baca. Mungkin buku-buku di sini lebih senang dibaca oleh seseorang daripada ditumpuk dan tertutup oleh debu.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk} Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha akhirnya memutuskan untuk pergi, apalagi kakinya sudah menjadi kesemutan. Ia berdiri dan melangkah tertatih-tatih karena kakinya yang kesemutan. Tapi terkejut saat tiba-tiba Damdeok menggebrak meja dan berdiri.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk} Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha menoleh pada Damdeok, yang ternyata sedang berlatih jurus bela diri dari buku yang ia baca.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk} Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Tampaknya Damdeok mengalami kesulitan memahami buku yang ia baca karena ia tersandung disebabkan kakinya saling membelit.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk} Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok: Aku tidak tahu. Apanya ya yang salah?

Ki-ha merasa tergerak hatinya dan tertarik melihat seseorang yang seperti Damdeok …

Ki-ha: (menghadap sebuah rak buku) Aku adalah murid magang Sindang, dan aku tidak boleh berbicara dengan orang luar sampai pelatihan berakhir. Jadi, sekarang, aku bicara ke rak buku. (Damdeok memandangnya dan tersenyum geli)

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk} Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Aku belajar bahwa dasar-dasar Bobeop memerlukan kekuatan kuda-kuda dari tubuh bagian bawah. (Damdeok mendengarkan dengan seksama) Tak peduli seberapa mudahnya suatu gerakan bela diri, tubuh bagian bawah harus dilatih disiplin melakukan kuda-kuda. Bukankah demikian …. Tuan Rak Buku?

Damdeok tergelitik dan melihat pada Ki-ha tetapi gadis itu sudah menghilang … Damdeok sangat heran …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk} Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha berlari secepat mungkin menuju hutan, tiba-tiba ia diserang oleh orang tak dikenal. Ki-ha mengelak dan menghindari semua serangan jarak-jauh itu dan menjumput sebuah ranting. Ia melemparkannya ke arah dari mana serangan itu berasal. Penyerang Ki-ha terluka di lengannya. Ternyata Sa Ryang yang menyerang Ki-ha. Ki-ha memandangnya dan tersenyum manis.

Di markas Hwacheon di luar Istana.

Sa Ryang memakaikan kembali baju Ki-ha dan beranjak pergi …

Ki-ha: Sa Ryang!

Sa Ryang: (membungkuk hormat) Ya, Nona Ki-ha …

Ki-ha: Beritahu pada para tetua kalau catatan mengenai Empat Simbol Dewa tidak ada di Perpustakaan Istana. (mengangkat cangkirnya) Tampaknya aku harus menggali lebih dalam lagi.

Sa Ryang: Keselamatanmu adalah yang terpenting! Kuminta berhati-hatilah!

Sa Ryang membungkuk hormat kemudian pergi, Ki-ha memandang punggungnya sampai menghilang kemudian tersenyum kecil saat mengingat kejadian di perpustakaan.

______

Hyon-go melihat Sa Ryang di pasar, ia segera menyuruh Sojine, yang sedang makan, untuk mengikutinya. Mulanya Sojinee menolak karena belum selesai makan, tapi Hyon-go menariknya dan mendorongnya pergi. Sojinee berpapasan dengan tukang cerita (dari Desa Geo-mool).

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hyon-go memanggil si tukang cerita dan bertanya apakah Sa Ryang orang yang ia maksudkan. Si tukang cerita memberitahu kalau penjual obat (Sa Ryang) itu sering terlihat keluar masuk kediaman keluarga Yeon. Bulan lalu ia pergi ke sana tiga kali. Hyon-go merasa tukang cerita terlalu lengket padanya sehingga menyuruhnya menjauh …😀

Si tukang cerita melanjutkan bahwa tak seorangpun di Gooknaeseong yang tahu mengenai dia. Pasti dia mengambil barang-barangnya dari wilayah lain.

Sojinee berhasil mengikuti Sa Ryang sampai masuk ke kediaman Yeon. Ia berpura-pura menyapu dan mengintip ke dalam satu ruangan di mana Sa Ryang terlihat masuk. Di dalam Sa Ryang sedang bercakap-cakap dengan Nyonya Yeon.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sa Ryang: Ini telah digunakan oleh para shaman di masa yang lampau. Aku telah mempertaruhkan nyawaku mendapatkan ini demi dirimu.

Nyonya Yeon: Aku tak butuh ceritamu. Beritahu padaku bagaimana cara menggunakannya!

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sojinee kembali ke gurunya dan memberitahu hasil memata-matainya.

Sojinee: Ia mengatakan kalau itu adalah obat yang telah digunakan oleh para shaman di masa yang lampau. Dan Nyonya Yeon membelinya! Dengan harga yang sangat mahal!

Hyon-go: Jadi …  Obat macam apa itu?

Sojinee: Apa?

Hyon-go: Obat macam apa itu sehingga si Nyonya berani membayar mahal? Sebotol cairan awet muda? Sesuatu yang seperti itu?

Sojinee: Dia berkata kalau kematian akan datang dalam sebulan!

Hyon-go: (heran) Kematian?

Sojinee: Iya! Paling lambat tiga bulan katanya! Ia memberitahu kalau yang terbaik adalah memberikan dosis kecil selama tiga bulan sehingga tak akan ketahuan. Ia katakan kalau tak seorangpun akan tahu.

Hyon-go: (kesal, menepuk meja) Jadi obat macam apa itu?

Sojinee: (meringis) Obat … Apakah aku juga harus mengetahui nama obat itu?

Tukang cerita: Bukan! Bukan nama obatnya! Tapi kau seharunya mencari tahu untuk siapa obat itu?

Sojinee: Apa? Aku juga harus mencari tahu itu juga?

Tukang cerita: (berseru) Ya tentu saja!

Hyon-go: (berseru kesal) Tentu saja!

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sojinee: (tidak terima diteriaki) Dasar kalian tukang rodi! (marah) Kalian berdua hanya duduk-duduk saja di sini sementara aku yang melakukan semua hal yang berbahaya! Betapa teganya kalian mengirim aku, yang paling rapun dan lemah, dari kita semua ke tempat yang sangat berbahaya! Apalagi sarapanku tadi hanya kue beras, dan makan siang … (berpikir sejenak) … bahkan aku belum makan siang!Apa maksud kalian ….

Hyon-go segera menekap mulut Sojinee … si tukang cerita berusaha membujuknya dengan permen yang dijualnya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sojinee berusaha untuk melepaskan mulutnya dari tangan Hyon-go

Tiba-tiba …

Ba Son: (menaikkan satu kakinya di atas meja) Siapa itu? Siapa yang menyakiti anak kecil?

Sojinee, Hyon-go, dan si tukang cerita menoleh, memandang padanya heran … Sojinee memanfaatkan kesempatan itu melepaskan diri dan berlari memeluk Ba Son.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sojinee: (merengek) Ahjumma …

Ba Son: Huh? Apa?

Sojinee: (merengek manja) Unni …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ba Son segera memeluknya, Sojinee melirik Hyon-go dan tersenyum nakal …

Malam harinya …

Perpustakaan Istana di Gooknaeseong …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok kembali datang ke perpustakaan bermaksud untuk membaca dan berlatih. Ia menemukan dua bungkusan merah muda di tempat biasanya ia membaca buku. Damdeok membukanya.

Suara Ki-ha: Tak peduli seberapa mudahnya suatu gerakan bela diri, tubuh bagian bawah harus dilatih disiplin melakukan kuda-kuda. Bukankah demikian …. Tuan Rak Buku?

Damdeok tersenyum geli mengingat pertemuan mereka sebelumnya.

Di sebuah lapangan rumput di luar Istana …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha mengendap-endap melinat Damdeok sedang berlatih ilmu pedang dengan memukuli boneka bambu. Damdeok kemudian duduk di dekat api unggun. Ia melepaskan pemberat kaki di kakinya. Ki-ha yang melihat Damdeok menggunakan pemberat kaki hadiahnya sangat senang dan tersenyum manis.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Tambur berbunyi, rakyat berbaris di sepanjang jalan menyambut pasukan mereka yang baru saja pulang berperang membawa kemenangan.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Yeon Ho-gae berada di depan, melambaikan tangannya pada rakyat yang melambaikan tangan padanya. Wajahnya menunjukkan rasa senang, bangga, dan puas.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Rombongan pasukan itu lewat dengan penuh kegemilangan perang. Ba Son menghitung senjata-senjata para prajurit itu.

Ba Son: Satu .. Dua .. Tiga .. Lihatlah senjata-senjata itu. Senjata-senjata yang telan mencicipi darah memang terlihat berbeda. Begitu senjata itu bersimbah darah, mereka akan segera mulai berkarat … (Sojinee meninggalkannya, ingin mengikuti parade pasukan itu, Ba Son bingung karena kehilangan Sojinee) … Hei Sojinee … Sojinee ! (Ba Son segera menyusul Sojinee)

Siang harinya …

Di Perpustakaan Gooknaeseong

Damdeok sedang membaca di perpustakaan.

Anak A: Tuan Ho-gae dilahirkan di bawah Bintang Jyooshin ..

Anak B: Tidakkah kau mendnegarnya? Hanya dengan satu anak panah …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Anak A: Dengan satu anak panah meleweati beribu-ribu prajurit dan mengenai tepat di dahi Jenderal musuh yang bersembunyui di balik pasukannya.

Damdeok penasaran sehingga ia mencari sumber suara itu dan mendekati mereka.

Anak B: Aku juga mendengar kisah itu. (memberikan sebuah kitab)

Anak A: Tuan Ho-gae memang luar biasa! (menerima kitab itu dan menaruhnya di rak di belakangnya)

Anak B: Aku heran … bagaimana bisa Tuan Ho-gae tahu di mana Jenderal musuh itu bersembunyi?

Anak A: Karena itu bukankah Tuan Ho-gae sangat luar biasa?

Anak B: Dia memang sungguh hebat!

Damdeok ingin berbicara dengna mereka berdua, tapi seorang anak lain masuk dan memberitahu mereka kalau Ho-gae datang, ketiganya segera pergi dari perpustakaan.

——————–

sori … aku masih lanjutin sinopsis singkatnya dulu sampai tamat baru balik lagi ke episode 03😀

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s