The Legend [Tae Wang Sa Shin Gi] – Episode 06

Kak-dan kalah melawan Damdeok dalam pertarungan mereka dan membiarkannya pergi. Ia kemudian memberitahukan namanya lagi, Kak-dan, pada Damdeok.

Ki-ha tertangkap basah mencoba meninggalkan Shin Dang oleh Pendeta Tinggi dan dihukum. Pendeta Tinggi curiga dan menduga sesuatu, ia bertanya pada Ki-ha apakah orang yang selalu bersama-sama dengannya tiap malam adalah Damdeok? Ki-ha akan dihukum oleh Pendeta Tinggi tapi seorang suruhan dari keluarga Yeon datang dan mengundang kehadiran Ki-ha, mengatakan kalau Ki-ha dibutuhkan di kediaman Yeon untuk alasan khusus.

Damdeok pergi ke kediaman keluarga Yeon untuk meminta bantuan membebaskan para anggota Tim Hitam yang dikurung di tempat mereka. Seorang dari desa Geo-mool melihatnya dan memberitahu Hyon-go.

Damdeok bertanya apakah Yeongaryo menginginkan posisi Putera Mahkota dan apakah ia ingin dirinya, Damdeok, untuk  menyerahkan posisinya sebagai Putera Mahkota? Garyeo kemudian bertanya apakah Damdeok tahu bahwa seorang Putera Mahkota nantinya akan menjadi Raja? Damdeok menyahut bahwa ia tak berharap menjadi seorang Raja. Ia tahu kalau Ho-gae lahir di bawah bintang Jyooshin, dan ia juga berharap Raja Jyooshin lah yang akan menjadi Raja Goguryeo. Tapi Damdeok meminta sedikit waktu lagi karena ayahnya masih hidup. Ia akan menyerahkan posisinya itu nanti.

Hyon-go dan seorang rekannya melihat Ki-ha tiba di kediaman Yeon dan mereka bertanya-tanya mengapa ia ada di sana. Tapi tanpa mereka ketahui, Sa Ryang sedang mengawasi mereka berdua. Dan kemudian Damdeok pergi dari kediaman Yeon.

Dae Jangro memberitahu Ki-ha bahwa Damdeok baru saja dari tempat itu dan kelihatannya akan menyerahkan tahta pada keluarga Yeon nantinya setelah ayahnya wafat. Tapi Dae Jangro tak mau menunggu selama itu dan ia ingin menguji apakah Ho-gae benar-benar sang Raja Jyooshin malam itu juga.

Tampak Soojinee sedang berjudi dengan orang-orang yang satu sel dengannya …

Damdeok kembali ke Tae Shil dan melihat ayahnya di sana. Ayah Damdeok menghukumnya karena Damdeok bermain di even Kyuk-ku padahal seharusnya ia menyembunyikan kemampuannya. Lalu Damdeok bertanya apakah ayahnya bahagia, hidup sebagai seorang Raja? Damdeok memberitahu ayahnya bahwa ia hanya ingin hidup dengan wanita yang dicintainya. Dan Raja Gogookyang bertanya apakah wanita itu adalah Ki-ha dari Shin Dang. Ayah Damdeok mengatakan kalau Damdeok masih belum mengerti akan dirinya sendiri. Siapa sebenarnya dirinya? Siapa itu Damdeok? Dan tak peduli betapa sulitnya, Damdeok harus menunggu.

Ho-gae masuk ke ruangan dan melihat Ki-ha sedang menyalakan lilin dan kemudian menarikan sebuah tarian. Mungkin berusaha merayu Ho-gae? Tapi apapun itu, saat Ki-ha menari, ia terus memikirkan Damdeok. Dan pada saat yang bersamaan Damdeok sedang memikirkan Ki-ha. Dan Ho-gae memikirkan Ki-ha (saat mereka masih muda) … dan Sojinee? Ia sama sekali tak memikirkan siapapun😛 …

Tapi tiba-tiba, jantung Joojak bercahaya dan saat yang bersamaan, Sojinee memimpikan kehidupan sebelumnya sebagai Sae-oh, saat ia menjadi Joojak Hitam dan memulai kehancuran bumi.

Tampaknya jantung Joojak bercahaya dikarenakan sang Raja Jyooshin “terbakar oleh hasrat” saat ia memikirkan Ki-ha bukan karena Ho-gae adalah seorang Raja Jyooshin. Dan yang pasti Ki-ha dan Sojinee mampu mengendalikan api dan jantung Joojak karena keduanya di kehidupan sebelumnya adalah Joojak dan mampu mengendalikan api (Ka-jin dan Sae-oh)

Hyon-go dan rekannya sedang membicarakan mengenai kisah Empat Dewa dan Simbol Dewa mereka dan sang Raja Jyooshin.

Ho-gae nyata-nyata sangat senang ketika melihat Ki-ha, wajahnya tak bisa menyembunyikan perasaannya. Ia sendiri sudah menunggu untuk waktu yang lama agar bisa berduaan saja dengan Ki-ha.

Raja mengadakan sebuah pertemuan dengan para menteri dan kepala-kepala suku. Pihak Yeongaryo mengatakan bahwa Ho-gae dilahirkan di bawah bintang Jyooshin dan juga memiliki rupa seorang Raja. Tak seorangpun yang mendukung Damdeok sebagai Pangeran Mahkota, karena mereka semua yakin bahwa Ho-gae lah sang Raja Jyooshin jadi mereka meminta agar Raja menurunkan Damdeok dan mengangkat Ho-gae sebagai Putera Mahkota.

Hok Gae (bukan Ho-gae), Pemimpin suku Chor No berkunjung ke Istana untuk meminta pembebasan anaknya dan orang-orangnya yang lain, yang bermain sebagai Tim Hitam, tapi dihentikan oleh para pengawal Istana.

Perdebatan sengit berlanjut terus dan mereka semua menekan Raja untuk menurunkan Damdeok dari posisinya sebagai Pangeran Mahkota. Karena tak ada keputusan maka Pendeta Tinggi dipanggil.

Pendeta Tinggi mengatakan bahwa 17 tahun yang lalu, ia sudah meramalkan mengenai bintang Jyooshin, demikian juga dengan bintang-bintang yang lain yang juga akan lahir.

Pendeta Tinggi tampaknya mengetahui kalau ibu Damdeok lah yang akan melahirkan sang Raja Jyooshin, ia lah yang menemukan  Damdeok dan ibunya berada tepat di bahwa Bintang Jyooshin. Karena itu Pendeta Tinggi menyatakan bahwa Damdeok lah sang Raja Jyooshin karena ia dilahirkan tepat di bawah Bintang Jyooshin!

Semua orang menjadi terkejut dan pihak Yeon mengatakan bahwa semua orang tahu kalau Ho-gae lah yang dilahirkan di bawah Bintang Jyooshin. Tapi Pendeta Tinggi tak bergeming bahkan menyatakan bahwa Shin Dang hanya mengakui Damdeok lah Raja Jyooshin yang sejati.

Gam Dong, seorang peduduk Desa Geo-mool, memberitahu Hyon-go mengenai berita bahwa Damdeok juga dilahirkan di bawah Bintang Jyooshin dan Shin Dang hanya mengakuinya tidak yang lain. Hyon-go segera bergegas menuju ke desa Geo-mool dan mengumpulkan semua penduduk desa, memberitahu mereka mengenai Damdeok. Tampaknya Hyon-go meminta semua orang untuk mempersiapkan diri mendukung Raja Jyooshin. Ia kemudian memberitahu Gam Dang, bahwa Sojinee harus menanti saat yang tepat mulai sekarang.

Tampak Ho-gae bercakap-cakap dengan ayahnya mengenai apakah ayahnya percaya semua hal yang berkaitan dengan Bintang Jyooshin yang dikatakan oleh Pendeta Tinggi Shin Dang? Tapi Yeon Garyo tetap bersikeras kalau Ho-gae lah yang akan menjadi Raja, meskipun nantinya memang benar kalau Damdeok dilahirkan di bawah Bintang Jyooshin. Dan kemudian Ho-gae bertanya apkah mereka akan mengadakan pemberontakan?

Pendeta Tinggi sedang bercakap-cakap dengan Raja Gogookyang. Pendeta Tinggi sangat cemas karena sekarang rahasia, yang seharusnya mereka simpan sampai saat yang tepat yakni ketika Raja Jyooshin “bangkit sendiri”, sudah terbongkar. Raja Gogookyang mengatakan, jika Damdeok memang benar Raja yang sejati, ia akan tetap selamat walaupun masalah datang menghampirinya.

Damdeok masih dikurung di dalam Tae Shil. Ia melihat sebuah pedang dan tertarik. Ia bertanya pada Kak-dan apakah itu adalah pedang dari Raja Joomong (pendiri Goguryeo) ? Ka-dan tak mau mengatakannya.

Damdeok berbicara pada si pedang bahwa Ho-gae lah orangnya, Raja Jyooshin. Dan sebenarnya dirinya dulu sangat  ingin menjadi temannya tapi dirinya  telah mengakibatkan kematian Ibu Ho-gae. Damdeok berkata bahwa Ho-gae akan menjadi Raja yang baik … Dan tiba-tiba pedang itu bercahaya …

Kepala Suku Chor No bercakap-cakap dengan Raja. Tampaknya sang Raja meminta  sang Kepala Suku untuk mendukung Damdeok dan meminta padanya agar memberikan anak gadis Chor No pada Damdeok sebagai Ratu. Raja Gogookyang  kemudian berkata kalau ini semua akan membawa kesulitan yang amat banyak pada mereka karena begitu banyak musuh di sekeliling mereka. Tapi Kepala Suku menjawab, Raja tak pernah meminta bantuan pada rakyatnya, ia hanya memerintah atas mereka dan rakyat akan mendengarnya.

Garyeo pergi menemui Dae Jangro dan meminta bantuannya untuk menjadikan Ho-gae seorang Raja. Tentu saja Dae Jangro sangat sangat bersedia untuk membantunya.

Dae Jangro segera mengumpulkan semua pengikutnya dan mengumumkan bahwa setelah 2000 tahun, Raja Jyooshin dan Joojak telah ditemukan. Dan semua orang segera menggemakan: “Tae Wang,  Sa Shin” (Raja Agung, Empat Dewa). Suasana sungguh membuat bulu roma merinding.

Setelah semua persiapan selesai, Dae Jangro mengirimkan orang-orangnya untuk menangkap anak tertua dari ke 3 suku terkuat.

Ki Ha kelihatannya memohon sesuatu demi Damdeok pada Daejangro, yang menduga kalau Ki-ha menyukai Damdeok. Dae Jangro memberitahu Ki-ha untuk tidak lupa siapa diri Ki-ha dan apa telah terjadi ( yang dimaksud Dae Jangro di sini adalah Ki-ha saat ia adalah Ka-jin).

Ke tiga kepala suku berkumpul di kediaman Yeon. Mereka pikir bahwa Raja lah yang melakukan penculikan terhadap anak-anak mereka karena mereka telah menentang Damdeok sebagai Pangeran Mahkota.

Garyeo kemudian mengumumkan bahwa Ho-gae adalah Raja Jyooshin, dan kemudian Ki-ha masuk. Ki-ha kemudian menunjukkan pada mereka semua akan kekuatan Api yang dimilikinya. Kemudian Ki-ha berjalan ke hadapan Ho-gae dan berlutut di hadapannya ….

One comment on “The Legend [Tae Wang Sa Shin Gi] – Episode 06

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s