The Legend [Tae Wang Sa Shin Gi] – Episode 07

Sinopsis singkat:

Ki-ha, dengan kalung jantung Joojak di lehernya, melepaskan kekuatan apinya kemudian berlutut di hadapan Ho-gae, menyatakan bahwa ia adalah Raja Jyooshin.

Seorang anakbuah Hyon-go melihat ini dari luar kediaman Yeon dan segera mengirim pesan kepada Hyon-go, yang kemudian segera mengadakan pertemuan di desa Geo-mool. Burumsae dikirim keluar untuk memberitahu semua penduduk desa. Ketika Sojinee melihat burung itu, ia mencoba untuk meloloskan diri dari penjara, menarik terali jendela dan mendobrak pintu penjara. Para tahanan yang lainnya berpikir kalau Sojinee telah menjadi gila. Dan dengan cukup lucu untuk dilihat, pantat si Sojinee membentur hidung seseorang, lagipula mengapa tuh hidung bisa di belakang Sojinee?  Sojinee kemudian menoleh pada orang itu dan memberitahunya, jika pria itu nanti bertemu dengan gurunya (si Hyon-go) maka ia harus memberitahu kalau Sojinee sudah berusaha dengan keras untuk menghadiri pertemuan desa setelah melihat Burumsae. Lalu … ahahaha … ia pergi tidur. Dasar gadis yang nakal … sebenarnya ia tak berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meloloskan diri dari penjara.

Pertemuan di desa Geo-mool, mereka sudah mendengar bahwa Simbol Joojak telah ditemukan dan kekuatannya dilepaskan. Mereka dulu berpikir bahwa Ho-gae lah Raja Jyooshin dan Ki-ha adalah Joojak. Sekarang mereka sangat dibingungkan mengapa ada dua Joojak, karena mereka telah megetahui kalau  Sojinee ditemukan oleh Hyunsoo, Hyon-go dan yang lainnya dengan tanda Joojak di dahinya. Mereka juga baru tahu kalau Ki-ha ternyata bersama-sama dengan Dae Jangro, Kepala Suku Hwacheon, yang sekarang bekerjasama dengan keluarga Yeon.

Seorang penduduk desa bertanya mengapa pemilik jantung Joojak bersama-sama dengan orang-orang jahat dari Hwacheon? Kelihatannya seseorang dari desa dulunya pernah tertangkap oleh suku Hwacheon dan dilepaskan dengan cap Hwacheon di punggungnya. Semua yang dicap menjadi sangat kasar dan brutal, selamanya berada dalam genggaman Hwacheon.

Ki-ha mencoba untuk menghilangkan cap Hwacheon di punggungnya tetapi gagal.

Kak-dan datang memberitahu Damdeok bahwa ia akan dimahkotai pada hari itu dan Raja sedang menunggu dirinya. Daemdeok meminta pada ayahnya untuk tidak melakukan ini. Semua orang tahu kalau Ho-gae lah Raja Jyooshin dan ingin agar ia yang menjadi Raja. Damdeok juga bersedia untuk menyerahkan posisi Putera Mahkota kepada Ho-gae.

Raja kemudian memberikan pada Damdeok sebuah botol pewangi yang dulunya milik ibu Damdeok. Ibu Damdeok sendirian saat melahirkannya. Raja memberitahu Damdeok bahwa ia dilahirkan di bawah Bintang Jyooshin. Tapi semua yang mengetahui ini tak dapat mengungkapkan rahasia ini sampai Raja Jyooshin terbangun …

Kelihatannya Pendeta Tinggi dapat melihat masa depan, dan memberitahu keluarga Ojiji bahwa istrinya akan melahirkan seorang anak, yang merupakan Raja Jyooshin, dan memperingatkan mereka. Mungkin juga itulah alasannya mengapa ibu Damdeok pergi ke tempat sepi di pedalaman gunung untuk melahirkan anaknya sehingga anaknya aman. Tapi karena hawa dingin yang menyerang, ibu Damdeok meninggal pada hari ke-4. Dan sekarang ayahnya, Raja Gogookyang, ingin memenuhi ramalan itu dan juga harapan ibu Damdeok dengan menjadikannya sebagai Raja. Tapi Damdeok enggan menerima semua ini karena akan menyebabkan peperangan di antara dua pihak (pihak Raja dan pihak keluarga Yeon) lagipula itu hanyalah sekedar legenda mistik.

Raja sedikit berharap bahwa Damdeok akan dapat menerima semua ini, tapi Damdeok tampak ragu-ragu dan mengatakan kalau semua hal ini tak masuk akal … ia terlihat sangat marah …

Hari penobatan Damdeok sebagai Putera Mahkota secara resmi telah tiba tapi ternyata yang hadir hanyalah suku Chor No.

Ki-ha terbangun dan tampaknya ia tak begitu bisa mengingat sepenuhnya apa yang terjadi semalam, hanya sepotong-potong saja. Kelihatannya Ki-ha dalam hipnotis Dae Jangro.

Pendeta Tinggi meminta semua menteri dan para kepala suku untuk menghadiri upacara penobatan karena semua suku harus ada untuk memberikan persetujuan mereka di hadapan Pangeran sebelum ia dapat menjadi Raja. Tapi para kepala suku menginginkan Raja agar mengembalikan anak-anak lelaki mereka sebelum mereka mau menghadirinya.

Ki-ha mendapat tahu mengenai anak-anak kepala suku yang telah diculik dan berpikir bahwa Ho-gae terlibat. Ia tak mengingat sama sekali menyebut Ho-gae sebagai Raja Jyooshin kemarin malam. Ho-gae tampak sangat bingung dan frustasi karena Ki-ha pagi ini tampak seperti orang yang sangat berbeda dengan kemarin malam.

Ki-ha meminta Ho-gae untuk membantunya dan membiarkannya pergi. Ia harus menyelamatkan seseorang. Ho-ge bertanya siapa orang itu? Dan Ki-ha menjawab bahwa jika orang itu mati, maka ia tak sanggup untuk hidup lagi. Tapi kelihatannya Ho-gae enggan untuk melepasnya.

Damdeok mendapat tahu bahwa anak-anak lelaki para kepala suku telah diculik dan para kepala suku menyangka kalau ini adalah hasil kerja dari sang Raja.

Ho-gae pergi ke Hwacheon untuk menanyai Dae Jangro mengenai penculikan itu. Ho-gae bertanya apakah memang harus ada darah yang tercurah untuk insiden ini?

Damdeok memberitahu pada Kak-dan bahwa ia tak akan datang ke upacara penobatan dan ia memitanya untuk melindungi sang Raja, katanya “Aku memintamu untuk melakukan ini sebagai seorang saudara” …

Raja meminta Cheok-hwan, Kepala Pasukan Gaema, untuk melindungi Damdeok, yang akan menjadi Raja baru mereka. Cheok-hwan tampak bertanya-tanya megnenai sesuatu, karena ia melihat apa yang Ki-ha lakukan di kediaman Yeon dan mengakuinya sebgai Raja Jyooshin.

Gaeryo menuduh Suku Chor No yang menculik anak-anak dari kepala suku yang lain, karena terbukti kalau anak sulung dari Chor No saja yang aman ( di dalam sel tahanan di kediaman Yeon). Tentu saja mereka tidak tahu dan menjadi marah.

Damdeok memutuskan untuk menemukan anak-anak lelaku sulung dari para kepala suku. Ia pergi bersama-sama dengan Ki-ha dan Pasukan Gaema.

Berita menyebar bahwa ke-3 kepala suku telah mengirimkan pasukan pribadi mereka dan akan segera tiba di Istana. Raja segera memerintahkan untuk meutup semua gerbang Istana.

Rombongan Damdeok tiba di dekat di mana anak-anak para kepala suku ditahan. Ki-ha mengusulkan mereka untuk menyerang langsung, tapi Damdeok tidak ingin melukai siapapun. Jadi ia memberitahu Cheok-hwan bahwa mereka harus menyusus rencana yang rapi.

Cheok-hwan, kepala pasukan Gaema, yang seharusnya melindungi Damdeok, memintanya untuk mengorbankan dirinya demi Goguryeo …

Di dalam Istana, Jenderal Kho meminta pada Raja untuk meloloskan diri ke tempat lain yang aman. Kepala Suku Chor No bersumpah bahwa ia akan melindungi Raja dari musuh-musuh yang menyerbu di luar. Kepala Suku Chor-no menunjukkan wibawanya sebagai seorang Kepala Suku, sangat berwibawa dan penuh dengan aura kekuasaan, tapi pada saat yang bersamaan sangat menghormati sang Raja.

Lali Raja meminta sang Kepala Suku untuk kembali ke Jeolnoboo, daerah asal mereka, daripada tetap tinggal di Istana untuk melindunginya. Satu, karena anaknya masih dalam tahanan di keluarga Yeon dan yang kedua, ia ingin agar sang kepala suku membantu Damdeok nantinya. Kepala Suku Chor No menyatakan protesnya tapi Raja mengatakan, “Ini bukanlah permohonan tapi perintah dari Rajamu!” (Mengembalikan perkataan si kepala Chor No sebelum ini, bahwa Raja seharusnya tidak memohon, tapi memerintah dan rakyat akan mendengarnya)

Cheok-hwan memberitahu Ki-ha bahwa ia melihat apa yang terjadi pada malam sebelumnya dan bahwa ia menyebut Ho-gae, Raja. Cheok-hwan kemudian bertanya mengapa ia melindungi Damdeok bukannya Ho-gae. Damdeok menyadari  menyadari kalau Ki-ha adalah Joojak dan memandangnya dengan terkejut.

DAmdeok bertanya apakah Raja Jyooshin (Ho-gae) yang menculik anak-anak dari para kepala suku dan kemudian menjatuhkan kesalahan itu pada Raja? Juga, apakah Raja Jyooshin ini yang menginginkan dirinya, Pangeran Mahkota, untuk mati? Pada saat itu, Ho-gae muncul …

Pendeta Tinggi mengumumkan bahwa pnobatan akan ditunda … Para kepala suku bertanya mengenai anak-anak mereka …

Ho-gae memberitahu Damdeok bahwa ia telah mengetahui kalau bukan ia satu-satunya orang yang lahir di bawah Bintang Jyooshin, Damdeok juga lahir di malam itu. Tapi tak ada 2 Raja di Goguryeo. (Semua prajurit segera menghunuskan pedang mereka, mengancam Damdeok) Ki-ha segera menghunuskan pedangnya dan maju, berdiri di depan Damdeok, menatap dengan pandangan penuh kemarahan pada Ho-gae. Ho-gae tampak terluka saat meihat Ki-ha, wanita yang dicintainya, melindungi Damdeok, musuh bebuyutannya, dengan hidup Ki-ha sendiri.

Ki-ha membuat Damdeok pingsan dengan menusukkan jarum akupungtur pada titik nadi tidurnya. Ia berjanji akan kembali lagi saat matahari terbit keesokan harinya. Ho-gae memberitahu Ki-ha untuk membawa Damdeok pergi dan agar mengingatkan Damdeok bahwa ia tak boleh melangkah sedikitpun ke dalam Istana lagi atau Raja akan dalam bahaya. Ia tak punya keyakinan akan melepaskan Damdeok kembali untuk kedua kalinya. Ho-gae juga mengatakan bahwa ia tak terlibat dengan urusan penculikan dan menyatakan bahwa ia akan menjadi seorang Raja dengan cara yang benar.

Pemberitahuan diumumkan bahwa penobatan tak dapat dilaksanakan dan dibatalkan untuk saat ini.

Gaeryo sangat marah terhadap anaknya karena membiarkan Damdeok pergi. Ho-gae mengatakan kalau ia tahu kalau ayahnya melakukan semua ini demi menobatkan dirinya menjadi Raja, karena percaya bahwa dirinya adalah Raja Jyooshin setelah melihat kekuatan Joojak dari Ki-ha. Ho-gae mengatakan kalau ia akan menjadi seorang Raja yang sah tanpa semua cara-cara yang licik seperti ini!

Garyeo memberitahu anaknya untuk tidak mengacaukan rencana mereka hanya karena seorang wanita! Dae Jangro kemudian memberitahu Ho-gae bahwa banyak orang akan mati karena apa yang telah dilakukan oleh Ho-gae.

Dalam tempat persembunyian di luar Istana, Damdeok bangun, dan melihat rakyat di luar sangat miskin dan kelaparan, saling berkelahi memperebutkan makanan. Ia kemudian bertanya pada Ki-ha apakah mereka semua ini adalah rakyat dari Goguryeo? Betapa buruk nasib dan kondisi mereka, tapi di manakah bantuan dari kerajaan? Apakah ada perang 3 tahun yang lalu?

Damdeok ingin menyentuh seorang bocah lelaki tapi menemukan kalau bocah itu ternyata sudah mati, dan ia sangat sedih dan berduka …

Mungkin pengalaman inilah menjadi titik balik baginya, benar-benar ingin menjadi Raja, bukan karena paksaan atau dorongan orang lain, tetapi karena ia menginginkan agar ia bisa memberikan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang.

Damdeok: Apa yang dapat kulakukan? Para kepala suku telah menyatakan perlawanan mereka terhadap ayahku! mereka ingin membunuhku demi mengangkat orang lain menjadi seorang Raja. Para prajurit yang seharusnya melindungiku sekarang justru ingin membunuhku. Wanita yang kupercayai ternyata adalah bawahan dari orang lain.

Kiha: Tidakkah kau marah padaku?

Damdeok: Wajahmu terlihat pucat …

Ki-ha: Kau seharunya memarahiku. Aku telah menipumu.

Damdeok bertanya, apakah hati Ki-ha juga merasa seperti itu? Apakah semua yang ia lakukan ini adalah keinginannya sendiri? Apakah ia menipunya dengan sengaja?

Damdeok kemudian memberitahu Ki-ha kalau Ki-ha harus mengikuti takdir dari Joojak (mereka berdua masih meyakini kalau Ho-gae lah Raja Jyooshin), Ki-ha tak seharusnya menderita oleh karena dirinya.

Damdeok kemudian dengan mata berkaca-kaca mengatakan kalau ia merasa sendirian dan kesepian di dunia ini.

—————

Ini adalah lagu di latar belakangnya

Lagu ini berjudul 허락 [Approval = Persetujuan]  oleh Jun Seo:

또 다시 태어나는 그날에
The day we are born gain

Hari di mana kita dilahirkan kembali

하늘이 허락하길 바래요
May the Heavens approve

Semoga Langit menyetujuinya

우리의 이뤄질수 없었던 사랑을…
Our love which could not be realized…

Cinta kita yang tak dapat diwujudkan …

하늘아 내 사랑을 가려줘
Dear Heaven, cover up my love

Oh Langit, lindungilah cintaku

바람아 내 아픔을 날려줘
Dear wind, blow away my pain

Oh Angin, tiuplah pergi semua penderitaanku

그대가 내 눈물을 모르게 부탁해 …
Please don’t let my tears be known to him/her…

Kumohon jangan sampai airmataku diketahui oleh dirinya …

—————

Sementara itu Ho-gae yang malang sedang duduk sendirian di ruangan ditemani cahaya lilin yang remang-remang … memikirkan Ki-ha dan semua yang terjadi.

Dan kemudian, pemandangan “ehem”, di mana baju Damdeok terbuka dan tangan Ki-ha di atas dadanya yang telanjang … (Andy: silahkan berintepretasi sendiri :D)

Dua dari para pengungsi datang memberikan informasi pada Ki-ha, mungkin mengenai keberadaan dari anak-anak lelaki dari para kepala suku.

Ki-ha pergi berkuda sendirian dan tertangkap oleh Dae Jangro dan orang-orangnya. Dae Jangro bertanya apakah ia lebih suka menghabiskan malamnya bersama dengan Damdeok? Ia mengingatkan Ki-ha bahwa ia akan terluka jika ini terus berlanjut. Ki-ha segera berlari menyerbu mereka tapi kemudian berhenti tepat di depan Dae Jangro, yang menggunakan kekuatannya pada Ki-ha.

Hyon-go sedang memberitahu seorang rekannya mengapa ada 2 Joojak. Pada dasarnya, Ka-jin memiliki kekuatan api itu terlebih dahulu tapi kemudian diambil oleh Hwan Woong, yang kemudian memberikan jantung Joojak pada sae-oh. Jadi keduanya bereinkarnasi dan keduanya juga adalah Joojak. mereka sekarang harus sebera bergegas untuk menyelamatkan Sojinee.

Damdok bangun dan menemukan sepucuk surat dari Ki-ha, memberitahunya bahwa ia kembali ke Istana untuk mencari bantuan (mungkin ingin menemui kepala suku Chor No) dan ia akan membawa Raja bersamanya, jadi Ki-ha memohon pada Damdeok agar menunggunya. Ki-ha juga menuliskan bahwa ia akan tetap bersama dengan Damdeok meskipun itu artinya ia harus melanggar takdir sebagai Joojak.

Catatan:

Aku sedikit merasa simpati untuk Ki-ha … tapi pada satu pihak, keinginannya separuh terpenuhi. Sebagai Ka-jin, ia tidak memiliki cinta Hwan Woong, yang akhirnya menuntunnya membuat tindakan drastis dengan menculik bayi Sae-oh dan menjatuhkannya ke bawah jurang. Sebagai Ki-ha, ia memiliki cinta dari Damdeok, yang merupakan reinkarnasi dari Hwan Woong … hanya saja takdir tampaknya tidak mengijinkan mereka berdua untuk tetap bersama.

Dan Ho-gae yang malang … semua yang terjadi bukanlah kesalahannya. Ia pria yang baik dan akan menjadi Raja yang baik bagi rakyatnya dalam kondisi yang normal. Hanya saja ia menjadi seperti sekarang dikarenakan “maksud baik” dari orang-orang di sekeliingnya.

Iklan

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s