The Legend [Tae Wang Sa Shin Gi] – Episode 18

Gooknaeseong

Damdeok sedang mengadakan pertemuan dengan para utusan dari Shilla. Park Jae Sang, Duta Besar Shilla menghadap pada Raja …

Park Jae Sang: Seperti yang diketahui dengan baik oleh Yang Mulia, Shilla selalu diserang oleh negara-negara dari seberang laut [Wa = Jepang], tapi itu bukanlah masalah besar.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Meskipun sangat sulit untuk mengetahui di garis pantai mana mereka akan mendarat dan membangun pertahanan, tapi begitu mereka mendarat, kami dapat mengalahkan mereka dengan mudah. Tapi sekarang kami dengar kalau mereka akan membangun markas mereka di Gaya. Jika itu terjadi maka mereka akan terus-menerus menyerang kami, dan jika kami tak dapat menghadang serangan mereka, kami akan menderita kerugian yang sangat besar.

Damdeok: Mereka bertujuan membangun markas di Gaya dikarenakan adanya dukungan dari Baekjae.

Park Jae Sang: Itu benar! Jadi mengapa Baekjae berani melakukan hal semacam itu? Itu dikarenakan kami melakukan persekutuan dengan kerajaan Yang Mulia, Goguryeo.

Damdeok: Aku sadar mengenai hal ini. Itulah alasan lain mengapa Baekjae Timur memilih untuk tidak mengirimkan pasukan bantuan mereka saat kami menyerang Gwanmiseong.

Park Jae Sang: (tersenyum senang) Jadi kau memang menyadari hal ini, Yang Mulia….

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sementara itu …

Gam Dong dan beberapa orang berjalan membawa kotak-kota berukiran dan bercorak indah.

Ruangan penelitian Geo-mool di Istana Raja

Tetua Geo-mool bertanya pada Hyon-go, kapan terakhir kalinya Raja mendapatkan tidur malam yang nyenyak? Dia sudah berkuda dan bertarung dengan Hwacheon. Kini dia bahkan tidak dapat bersantap dengan baik karena berdebat dengan para duta besar! Seharusnya ada yang bisa mereka lakukan, tapi Hyon-go tak mendengarkannya, justru ia sibuk memilih kotak-kotak yang dibawa oleh Gam Dong, mencari sesuatu yang terlihat antik dan seakan-akan sudah ada sejak permulaan dunia ini. Hyon-go ingin sebuah kotak untuk menaruh Simbol Chung Ryong di dalamnya dan memberikannya pada Cheoro.

Hyon-go bertanya pada Huk-gae yang sedang mondar-mandir disana tampak sedang berpikir sesuatu. Tapi Huk-gae tiba-tiba menepuk meja dan berkata, “Itu dia”, lalu segera pergi, Hyon-go menatapnya kebingungan, pada yang lain, “Jadi yang mana?”

Soojinee mengendap-endap keluar dari gudang minuman Istana, membawa dua botol anggur, lalu mengawasi ke sekeliling dan berlari terburu-buru, namun berpapasan dengan Huk-gae yang tampaknya memang sedang menunggunya … Soojinee segera mengepit dua botol minuman itu di dadanya dan membalikkan tubuhnya, berusaha menyembunyikan kedua botol itu. ^^ Huk-gae menatapnya dengan penuh selidik, mengamatinya dari atas sampai kaki seperti seekor singa lagi mengamati mangsanya ^^

Huk-gae: (dengan suara keras) Hei kau! (Soojinee terperanjat)

Soojinee: Aku tahu ini dari gudang anggur kerajaan, tapi …

Huk-gae: (memotong, memandang dengan tajam) Kau ini seorang yatim piatu, benar khan?

Soojinee: Huh?

Huk-gae: Soojinee, kau ini seorang yatim piatu yang bahkan tidak dapat mengingat wajah orangtuanya, benar khan?

Soojinee: (merasa tersinggung) Jadi kenapa .. ?

Huk-gae: Jadi … bagaimana … apa yang kau pikirkan mengenai diriku?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee: (mengalihkan pandangannya dari Huk-gae) …. (mengira Huk-gae sedang merayunya) ^^

Huk-gae: Apa pendapatmu jika aku menjadi ayahmu?

Soojinee: …. (menoleh, tak paham maksudnya)

Huk-gae: (dengan suara keras membuat Soojinee terlonjak kaget) Aku adalah Kepala Suku dari Jeolno, Huk-gae! (berjalan mengelilingi Soojinee yang gelisah) Aku memiliki dua anak lelaki, yang satu gugur di Daejaseong dan yang lain selalu membuntutiku kemanapun aku pergi. (Soojinee gugup) Tapi aku tak punya seorangpun anak perempuan! (Huk-gae menyenggol Soojinee) Jadi bagaimana pendapatmu mengenai diriku sebagai ayahmu?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee menoleh pada Huk-gae, menelan ludah, berpikir keras, merasa terintimidasi dengan Huk-gae, tapi juga merasa tertarik … ia ingin merasakan bagaimana sih memiliki seorang ayah … Hyon-go bukanlah ayahnya, ia itu gurunya …

Beberapa saat kemudian …

Tampak Huk-gae terengah-engah menaiki tangga sehingga terpeleset jatuh …

Di dalam kamar Raja ..

Damdeok sedang berdiskusi dengan Tetua Geo-mool dengan diterangi lilin … mendengarkan perkataan Huk-gae … tapi menjadi terkejut saat mendengar usulannya ..

Damdeok: Apa katamu? Kau akan melakukan apa?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Huk-gae: Apakah kau sudah lupa? Aku tidak pernah melupakannya untuk sedetikpun … Aku belum melupakan sepatah katapun yang dikatakan Raja sebelumnya padaku: “Aku memintamu untuk memberikanku seorang Ratu bagi anakku!” Itulah yang ia katakan padaku …

Tetua Geo-mool terkejut hingga bangkit berdiri, Damdeok tersenyum geli …

Huk-gae: Aku telah berjanji padanya untuk memberikan seorang gadis dari keluargaku untuk menjadi Ratumu …  (Damdeok tertawa kecil) Kau adalah Raja yang akan menaklukkan Utara, Selatan, Timur, dan Barat! (berlutut di hadapan Damdeok) Untuk melakukannya, kau pasti akan sering meninggalkan Gooknaeseong! Ketika itu terjadi, maka semua pejabat dan menteri yang serakah akan mencoba untuk membuat masalah di sini saat kau tidak ada! (bersemangat) Itulah mengapa kau harus memiliki seorang Ratu! Seseorang yang dapat berdiri teguh melawan semua orang yang mencoba untuk menentangmu! Tak peduli pada perkataan siapapun! Tak peduli apapun yang terjadi! Kita membutuhkan seseorang yang cukup teguh untuk selalu berada di sampingmu!

Damdeok: (bangun berdiri) Begini Jenderal … (berusaha membangunkannya)

Huk-gae: (berdiri sendiri) Yang Mulia, kuminta kau melihat anak gadisku dahulu .. ! Aku tidak pernah bertemu seorang gadis lain yang lebih keras kepala daripada gadis ini! ^^ Dan dalam hal kesetiaan kepadamu, ia persis sama dengan diriku! Dan ia bahkan dapat mengalahkan beberapa orang pria sekaligus …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok: (tersenyum simpul) Kudengar kalau anak gadismu sudah menikah.

Huk-gae: (mendongak, menggauk dahinya) Oh iya .. erhm .. begini .. (sedikit gugup) Aku mendapatkan anak gadis yang baru malam ini …

Damdeok: (tidak paham) Huh?  …. Wahahahah tampak Damdeok benar-benar seperti orang bodoh ^^ ….

Di bagian lain Istana Raja ..

Perayaan atas pengadopsian Soojinee oleh Huk-gae diadakan …

Joomochi sedang bertanding minum dengan rekan-rkannya … Hyon-go menghampirinya dan bertanya di manakah si Huk-gae … Joomochi mengatakan kalau ia tidak tahu … Hyon-go kemudian mendengar suara tawa Soojinee yang sedang bersenda gurau dengan  si pria pendek dari Geo-mool.

Tiba-tiba terdengar seseorang memanggilnya, Huk-gae berjalan ke arahnya dennna melompat-lompat kecil, ia tampak gembira sekali … Dalgoo mengikuti di belakang ayahnya dengan tersenyum kecil melihat tingkahnya … Huk-gae menghampiri Hyon-go, memanggilnya sebagai guru anak gadisnya, kemudian memeluk Hyon-go baru pergi melanjutkan minum-minum …

Tetua Geo-mool mendesak Hyon-go untuk memberitahu sesuatu pada Huk-gae … Hyon-go segera menyeret Huk-gae ke tempat sepi …. Huk-gae menyadari kesalahannya dan mengatakan kalau seharusnya ia memang memberitahu Hyon-go dulu kalau ingin mengangkat Soojinee sebagai anak gadisnya dan memberitahu penduduk Desa Geo-mool bersama-sama tapi ia sungguh tidak sabar lagi …  Soojinee melihat mereka dan bermaksud menghampiri tapi terhenti sejenak saat mendengar nama Yang Mulia Raja disebut … Huk-gae mengira kalau Hyon-go tidak senang karena memberitahu Yang Mulia Raja dahulu sebelumnya … dengan berteriak Huk-gae menyatakan itu karena ia adalah orang yang tidak sabaran! Hyon-go tak mau semua orang mendengar sehingga menyeret Huk-gea ke tempat lain … Soojinee mengamati keduanya pergi dengan rasa  penasaran … Joomochi menghampirinya ..

Dalgoo mengawasi Soojinee, yang sedang bercakap-cakap dengan Joomochi.

Soojinee bertanya bagaimana tampangnya sekarang, ia sedang mengenakan baju baru karena hari ini adalah hari di mana ia mendapatkan seorang ayah! Soojinee tertawa senang dan memukul Joomochi yang sedang minum sehingga menjadi tersedak … ^^ … Soojinee bertanya tidakkah Joomochi menjadi terkejut? Ia akan menjadi anak gadis dari Kepala Suku Jeolno! Anak gadis dari seorang Kepala Suku! Joomochi menatapnya kemudian bertanya apakah Soojinee begitu gembiranya karena diangkat anak? Soojinee mengangguk, tampak gembira, dan mengatakan kalau ahjussi (si pria pendek) mengatakan kalau banyak kedai minuman di mana-mana di Jeolno!Ada ribuan botol anggur disana!

*Ahjusii (atau Ahjumma) adalah sebutan terhadap seorang yang lebih tua, yang kalau dalam bahasa kita secara kasarnya berarti Om (atau Tante) …

Si pria pendek mengiyakan perkataan Soojinee, ia bahkan melihatnya dengan kedua matanya sendiri, dari yang berusia tiga tahun sampai ratusan tahun! Semuanya berderet-deret seperti prajurit sedang berbaris di benteng … Joomochi mengatakan kalau Soojinee nampak aneh dengan pakaian seperti itu. Soojinee mengangguk dan mengatakan kalau saja Dalbee masih ada di sini maka ia pasti akan memperbaiki pakaian ini untuk Soojinee.

Joomochi menjadi muram wajahnya mendengar nama Dalbee disebut dan berteriak ke arah dalam kapan pestanya dimulai? Jika mereka mengundang seseorang seharusnya ada peertunjukan yang meriah! Si pria pendek menyahut kalau mereka harus menunggu kedatangan Yang Mulia dulu. Ini adalah perayaan yang menggembirakan! Kepala Suku Jeolno mengangkat seorang anak gadis! Tapi anak gadis itu juga saudari angkat dari Yang Mulia! Si pria pendek tertawa terbahak-bahak, tapi Joomochi berdiri dan menatapnya dengna tajam … membuat si pria pendek (separuh tinggi  Joomochi) tampak seperti anak kecil dan menutup mulutnya …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sementara itu ..

Hyon-go menyeret Huk-gae ke tempat terpencil dan sepi, Huk-gae merasa kesal dan mengatainya seorang pria yang penakut … seorang pria sejati seharusnya berbicara dengan lantang di tengah cahaya dan mati dengan berdiri kokoh! Tapi mengapa sekarang ia menyertenya ke tempat yang sepi seperti ini? Huk-gae segera beranjak pergi, tapi Hyon-go segera menahannya ..

Hyon-go: Kau sama sekali tidak tahu siapa sebenarnya dia, benar khan?

Huk-gae: Siapa? Anak gadisku?

Hyon-go: (kesal) Dia itu bukan anak gadismu! Dia belum jadi anak gadismu! Kau tidak tahu siapa keluarganya yang sesungguhnya, benar khan?

Huk-gae menoleh pada Hyon-go …

Cheonji Shindang ..

Ki-ha menyentuh perutnya yang membuncit .. Sa Ryang muncul di dekatnya ..

Sa Ryang: Nona Kiha, tetua telah pindah ke lokasi yang lain. Dia sedang menunggumu.

Ki-ha menunduk, melihat pada perutnya …

Gooknaeseong

Di kamar Raja

Damdeok sedang membaca buku … tapi tampaknya ia tidak bisa berkonsentrasi sehingga menutup buku dan menumpuk di sampingnya. Damdeok kemudian berdiri dan bermakud memadamkan penerangan, tapi ia justru menjadi teringat …

Saat Damdeok diperlihatkan kemampuan Ki-ha menyalakan api penerangan di kuil … Damdeok sangat senang sehingga meminta Ki-ha untuk melakukannya lagi …

Damdeok: Sungguuh mengagumkan! Apakah kau maksudkan kalau kau terlahir dengan kemampuan seperti ini?

Damdeok memadamkan lilin di hadapannya … lalu meatap asap yang keluar …

Cheonji Shindang, saat Damdeok menemui Ki-haa dengan alasan Upacara Pemurnian

Ki-ha Aku tak tahu apa lagi yang mampu kulakukan … Bunuh aku sekarang dan hentikanlah diriku!

Damdeok: Sebenarnya ada sedikit harapan tersisa di dalam hatiku … karena itulah aku datang kemari untuk menemuimu …Tapi sekarang … semuanya berakhir. Aku sudah selesai dengan dirimu …

Damdeok pergi meninggalkan Ki-ha …

Cheonji Shindang

Ki-ha sedang duduk di ruangannya, mengingat hal yang sama … menahan tangisnya …

Kediaman Huk-gae, Goongnaeseong

Tampak Soojinee berjalan mondar-mandir … Dalgoo hanya melihatnya …

Soojinee: Apa yang barusan kau katakan?

Dalgoo: Hah .. kau tidak tahu?

Soojinee: (pada si pria pendek) Apa yang barusan ia katakan?

Pria pendek: Itu tidaklah rumit untuk dipahami. Kau mendengarnya dengan jelas.

Soojinee: Jadi .. alasan mengapa Jenderal Huk-gae ingin aku menjadi anak gadisnya karena apa tadi?

Dalgoo: Ratu! Istri sang Raja! Ibu dari kerajaan ini! Kami tak bisa mengakui seorang anak yatim piatu yang tak karuan asal-usulnya tiba-tiba menjadi seorang Ratu! Karena itulah, ia ingin mengangkatmu terlebih dahulu menjadi anaknya, dan kemudian berusaha membuatmu menjadi ….

Soojinee duduk di samping Dalgoo dan tampak muram karena kepalanya tiba-tiba menjadi pusing tujuh keliling sehingga menghela napas berat, membuat Dalgoo heran dan tak melanjutkan perkataannya … Soojinee tiba-tiba berdiri dan memukul kepala Dalgoo …

Soojinee: (marah dan menghadapinya) Pilih gurauanmu lebih berhati-hati lain kali! Apakah raja itu mainanmu? Apakah itu sungguh menyenangkan? Aku tak percaya kalau kau bisa membuat gurauan semacam itu!

Si pria pendek menghampiri Dalgoo yang mengelus kepalanya, yang baru saja dipukul keras oleh Soojinee … ^^

Pria pendek: Dia bukannya tak karuan asal-usulnya, tahu! Dia berasal dari Desa Geo-mool! Errr … tapi secara teknis sih …

Dalgoo: (bangun dan menghampiri Soojinee) Tapi … apakah ayahku … apakah jenderal tidak mengatakan apapun? Apa dia hanya mengatakan “Jadilah anak gadisku”? Dan kau langung menjawab, “Ya”?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee: … (menatap pada Dalgoo)

Dalgoo: Ohhh … aku tak bisa percaya ini …

Soojinee beranjak pergi tapi ditahan oleh si pria pendek ..

Pria pendek: Itu adalah wasiat dari Raja sebelumnya! Dia meminta Kepala Suku Jeolno untuk memberikan seorang Ratu padanya dan … (Soojinee tak mau mendengar lagi dan segera pergi meninggalkan mereka) Hey .. hey .. hey! Kemana kau akan pergi?

Dalgoo: (memandang kepergian Soojinee) Dia itu sungguh …sukar dipahami …

Pria pendek: (menoleh dan memegang pundaknya) Tapi kau belum pernah jatuh cinta, khan?

Dalgoo: (tak paham) Siapa? … Aku?

Pria pendek: Karena itulah mengapa kau mengatakan sesuatu yang konyol! Kau tidak tahu kalau ada sesuatu yang aneh dan misterius yang akan terjadi dalam sebuah hubungan antara pria dan wanita, yang disebut dengan cinta … (menepuk pundak Dalgoo) Bahkan aku saja tahu akan hal itu …  ^^

Di lain tempat …

Huk-gae sudah mendengarkan penjelasa dari Hyon-go mengenai asal-usul dari Soojinee ..

Huk-gae: Jadi dia berasal dari …. keluarga Hae di Baekjae ?

Hyon-go: Aku katakan padamu kalau Soojinee ditemukan di kediaman mereka!

Huk-gae: (masih tidak paham) Jadi apa masalahnya .. ?

Hyon-go: Tidak tahukah kau kediaman macam apa itu? Di malam Bintang Jyooshin muncul, sinar kemerahan Joojak bersinar darisana!

Huk-gae: (membentak) Jadi masalahnya apa?

Hyon-go: Jadi …. (merasa lelah sendiri … ^^ ia segera menoleh pada Gam Dong) Kau .. kau saja yang menerangkannya …!

Gam Dong: Ketika kami melihat sinar itu, anggota Geo-mool berkuda kesana. Ketika kami sampai disana, seluruh keluarga Hae telah dibantai habis. Kami tidak dapat menemukan Simbol Joojak. Tapi kami menemukan Soojinee. Kami melihat Simbol Joojak di dahinya, meskipun itu hanya sekilas saja.

Huk-gae: (memandang ke arah Cheonji Shindang) Lalu bagaimana dengan wanita itu? (berbalik pada Hyon-go) Wanita yang sekarang menjadi Pendeta Tinggi?  (berseru) Bukankah kalian mendengar sendiri saat ia mengatakan kalau dirinya Pelindung Joojak!?

Hyon-go: Dia bisa saja satu dari dua hal ini: asli atau palsu!  Jika dia Pelindung yang asli, maka Soojinee kita adalah seorang gadis biasa. Jika dia palsu maka Soojinee kita adalah … (tak tahu lagi apa yang harus dikatakan) Aku harap ia bukanlah yang asli …!

Huk-gae: (tak mau percaya, berteriak) Apa yang sedang kalian bicarakan!

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Gam Dong: Kekuatan Api dulunya adalah milik Bumi. Tapi ketika manusia menggunakan kekuatan itu untuk mencelakai dan membunuh yang lain, Yang Mulia Hwan Woong mengambil kekuatan itu, menyebutnya Jantung Joojak, dan memberikannya pada seorang wanita biasa. Tapi setelah itu …

Hyon-go: (mendorong dada Huk-gae, yang mundur sampai dinding) Jadi aku beritahu padamu … Pada akhir masa pemerintahan Yang Mulia Hwan Woong, Joojak … menjadi liar … Dan dia mengubah dunia ini menjadi lautan api! (berbisik) Jadi apa kau sudah paham sekarang?

Soojinee: Apa? (Hyon-go dan semua terkejut melihat kemunculan Soojinee)

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hyon-go: …. (uh oh … )

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee mendekati mereka dan menatap pada Hyon-go meminta penjelasan ….

Hyon-go menyeret Soojinee ke sebuah ruangan kosong …

Soojinee: Kau katakan kalau wanita Hwacheon itu adalah pelindung Joojak!

Hyon-go: Itulah yang sebelumnya memang kita harapkan! Aku berharap kalau bukan dirimu! Karena itulah saat wanita itu muncul, aku seakan-akan ingin menari dengan sukacita! Tapi …. Apakah kau masih ingat? Saat kau masih kecil, kau bisa mengendalikan api?

Soojinee: (mulai paham) Itukah alasannya mengapa kau tidak pernah memperbolehkan aku bermain-main dengan api?

Hyon-go: (berseru) Itu benar!

Soojinee: (dengan wajah muram) Jadi apa yang terjadi jika aku adalah Joojak yang-kau-tahu-apa ?

Hyon-go: Jika kau mulai menunjukkan gejala-gejalanya, maka kami harus membunuhmu sebelum semuanya terlambat. (Soojinee menatap Hyon-go) Itulah mengapa kami selalu mengawasi dirimu.

Soojinee sudah paham sekarang, saat hatinya merasa sedih dengna takdirnya ini dan mulai akan menangis, Soojinee segera berpura-pura tertawa tak percaya …

Soojinee: (menahan tangis) Bagaimana bisa aku yang menjadi Pelindung Joojak? Aku mungkin adalah pelindung minuman anggur, tapi … ini semua omong kosong! (Soojinee beranjak pergi)

Hyon-go: (menahannya pergi)  Tapi karena ada kemungkinan seperti itu, kemungkinan satu dibandiing jutaan, aku tak bisa mengijinkan kau untuk menjadi istri sang Raja. (Soojinee menoleh pada Hyon-go) Setelah wanita itu menjadi istri dari Yang Mulia Hwan Woong dan melahirkan anaknya, dia mengubah Bumi menjadi lautan api. Kekuatan yang meledak dari kemarahannya sangatlah kuat sehingga tak seorangpun yang dapat menghentikan keganasannya …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee: (mata berkaca-kaca sedih) Dan …? (air mata mengalir di pipi Soojinee)

Hyon-go: Demi menghentikan kehancuran Bumi, Yang Mulia Hwan Woong terpaksa harus membunuh wanita yang amat ia cintai.

Soojinee: (menangis sekaligus tertawa tak percaya) Kalau begitu aku tak perlu khawatir … Aku tak pernah menerima cinta dari Yang Mulia. Lagipula itu tak akan pernah terjadi ….

Soojinee pergi meninggalkan Hyon-go … Tapi Hyon-go tahu lebih baik dari Soojinee …

(Andy: Raja memang tak pernah mengatakan cinta pada Soojinee karena Raja menganggap bahwa Soojinee adalah seseorang yang akan dan selalu ada di sisinya, seperti pepatah: Semut di ujung lautan kelihatan, tapi gajah yang berada dekat di pelupuk mata tak terlihat … (bener gitu nggak ya?? Ahahaha rada lupa nih >.<) Karena itulah Raja masih belum menyadari perasaannya pada Soojinee, menganggap semua perasaannya pada Soojnee hanyalah perasaan biasa seorang teman. Ingat … Damdeok tak pernah berteman dan bergaul akrab dengan wanita lain kecuali dengan Ki-ha, jadi ia “nol putul” dalam soalasmara…. )

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee menyendiri di Aula Istana, duduk di tempat para menteri biasanya duduk sambil minum-minum … ia memikirkan perkataan gurunya … tak disangkal lagi Soojinee merasa hatinya tertekan setelah mendengar kisah Joojak … Soojinee menyandar pada dinding dan menghela napas berat … Tiba-tiba Soojinee mendengar suara langkah kaki. Ia segera mengambil tempat untuk bersembunyi …

Tampak Damdeok yang pikirannya sedang gelisah dan hendak mencari udara malam, memasuki Aula Istana …

(Andy: Adegan ini mengingatkanku pada saat Damdeok bertemu pertama kali dengan Ki-ha di perpustakaan Istana)

Damdeok masuk Aula dengan langkah perlahan, kemudian ia menuju ke dekat kursi takhta, memandangnya sejenak dan berjalan ke tempat Soojinee tadi duduk …

Dmdeok: Keluarlah … Aku dapat mencium bau alkohol dari sini. Apa ada orang lain yang begitu berani minum-minum di Aula Istana?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee muncul dari balik sebuah tiang dengan paras murung …

Soojinee: (nada lesu) Maafkan aku … Aku janji tak akan melakukannya lagi ..

Damdeok: (duduk di tempat Soojinee tadi) Aku dengar kalau kau menolak untuk diadopsi … Tidakkah kau dengar kalau di antara Lima Propinsi Goguryeo, Jeolno memiliki gudang anggur terbesar?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee: (masih berdiri di bekas tempatnya bersembunyi) Ukuran bukanlah segalanya. Dan juga, sekarang aku sudah sedikit lebih dewasa … Aku sekarang juga  peduli dengan kualitas anggurnya …

Damdeok: (tersenyum geli) Apakah kau sama sekali tidak menyukai tawaran itu? Menolak akses ke gudang anggur terbesar?

Soojinee diam saja … Damdeok merasa kurang sreg jadi ia menepuk-nepuk lantai di sebelahnya … memberi tanda pada Soojinee agar duduk di sampingnya.

Damdeok: Kau pernah berkata kalau minum anggur seharusnya minum bersama-sama …

Soojinee terpaksa turun dari tempatnya dan mendekati Damdeok, yang segera meraih botol minumannya, Soojinee duduk sedikit menyamping dari Damdeok, menghindari pandangannya .. Damdeok minum dari botol anggur Soojinee … Soojinee gelisah dan salah tingkah tapi Damdeok biasa-biasa saja …

Damdeok: (mendesah lega setelah minum) …. Kau punya kebiasaan selalu minum sampai tak bisa bangun lagi dan aku punya kebiasaan tak bisa tidur setiap malam (insomnia) … (menoleh pada Soojinee) Bukankah sangat baik? Kita bisa bersama-sama setiap malam?

Soojinee: (menoleh pada Damdeok) Kapan terakhir kali kau tidur?

Damdeok: Kau tidak menyukainya?

Soojinee: Bisakah aku bertanya sesuatu padamu sekarang?

Damdeok: Kau nantinya pasti tetap saja bertanya padaku …

Soojinee: Ketika jenderal memberitahumu kalau ia akan mengadopsi aku, kau merasa kesal, benar khan?

Damdeok: ….

Damdeok tidak menjawabnya, tessenyum sendiri kemudian meneguk anggur dari botol minuman, Soojinee menoleh padanya … menjengitkan bibirnya lalu merebut botol itu …

Soojinee: Tak bisakah kau berbohong padaku dan mengatakan tidak? … “Jika kau menjadi anak gadisnya aku pasti akan …” (Soojinee tak melanjutkannya justru meneguk botol anggur)

Damdeok: (melanjutkan) … merasa sangat senang?

Soojinee tersedak, anggur keluar dari hidungnya ^^ ia menutup mulutnya dan segera menghapus cairan dari mukanya dengan punggung tangannya ..

Soojinee: Eh .. errr .. mungkin bukan “merasa sangat senang” tapi …

Damdeok: (memotong) Bisakah aku bicara sejujurnya padamu?

Soojinee: (mendesah) Meskipun aku katakan tidak, bukankah kau tetap akan mengatakan sejujurnya padaku?

Damdeok: (suara lembut) Aku akan merasa sedikit menyesal … dan mungkin … bahkan merasa sedih … (Soojinee menoleh tak mengerti) … karena aku akan kehilangan teman terbaikku.

Soojinee merasa sedikit kecewa … mungkin ia berharap Damdeok akan mengatakan “wanita yang kucintai?” bukannya “teman terbaikku”. Apapun itu, Soojinee juga merasakan sedikit rasa hangat dan senang di hatinya karena Damdeok menganggapnya bukan sekedar teman biasa, tapi teman terbaik … Siapa di negeri ini rakyat biasa yang memiliki teman baik seorang Raja?

Damdeok tersenyum lalu menggeser duduknya mendekati Soojinee dan merebut botol dari tangannya …

Damdeok: Aku bertanya-tanya apakah kau tahu kalau aku masih merasa menyesal sampai sekarang? (Ia meneguk lagi botol itu)

Soojinee melihat Damdeok yang tampaknya murung hatinya merasa sedih sehingga berusaha mengalihkan pembicaraan yang sedih ini …

Soojinee: Apakah kau tahu arti dari namaku? Itu artinya seekor elang yang sudah dijinakkan tapi masih diijinkan untuk terbang bebas di angkasa … Jadi jika kau mencoba untuk menangkap dan merantainya melawan keinginannya sendiri, maka elang itu akan segera mati. (menoleh pada Damdeok) Lucu tidak?

Damdeok tersenyum geli lalu menjulurkan botol itu pada Soojinee, yang menerimanya dan langsung meneguk isinya. Damdeok melihat ke arah Soojinee kemudian dengan spontan ia merangkul Soojinee dan merebut botol itu kemudian meneguk botol anggur itu.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee terkejut dan merasa salah tingkah tapi ia tak berani menghindar … ^^ Mereka bergantian meminum seteguk demi seteguk dari botol itu … Damdeok sangat menyukai anggur yang diminumnya … Lalu Soojinee memberanikan diri menyenderkan kepalanya pada bahu Damdeok … soooooo cute …. ^^

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

——————-

Keesokan harinya …

Goongnaeseong

Paraanggota Dewan Istana kembali menunggu Raja di Aula Istana … Yeon Garyeo juga menunggu di antara mereka. Tapi Damdeok tidak datang lagi. Yeon Garyeo menjadi tidak sabar lagi, bukan ini yang ia harapkan. Ia sudah melakukan dosa yang tak terampuni dan bersedia membayar harganya, tapi tidak dengan cara seperti ini … ia lebih baik mati daripada nasibnya digantung oleh Raja … Yeon Garyeo segera bangun dan meminta Gam Dong untuk mengantarnya menemui Raja.

Yeon Garyeo memasuki kamar kerja Damdeok dan duduk berhadap-hadapan dengan Rajanya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Yeon Garyeo: Semua bawahanmu telah menunggu-nunggumu sepanjang hari dan malam,  bersiap untuk menerima hukuman mati mereka. Kumohon gunakanlah belas kasihan dan keadilanmu … untuk memisahkan orang-orang yang seharusnya dihukum mati atau dieksekusi.

Damdeok: (heran) Mereka sedang menunggu untuk dihukum mati maupun diasingkan?

Yeon Garyeo: Benar, Yang Mulia. (Damdeok tak mengira) Dan aku lebih gelisah daripada semua orang karena akulah yang bertanggungjawab atas semua kejadian ini. Aku seharusnya membunuh dan melenyapkan diriku sendiri atas semua kejahatan yang telah kulakukan. Aku ingin menebus dosa-dosaku.

Damdeok: Apakah itu sangat sulit bagimu? Meninggalkan anakumu untuk mengakuiku sebagai sang Raja Jyooshin?

Yeon Garyeo: (menatap Damdeok dengan pandangan hormat) Aku telah merasa curiga saat Simbol Hyunmo bangkit di Daejaseong. Aku menduga-duga apakah memang benar anakku yang memiliki takdir Bintang Jyooshin … Tapi kali ini …Aku melihat Simbol Chung Ryong bangkit di hadapan kedua mataku sendiri.  Ketika aku sedang menunggumu di Aula Istana beberapa waktu yang lalu, aku memikirkan semuanya lagi dan lagi … dan aku mendapat kesimpulan. Meskipun Langit telah memilihmu 18 tahun yang lalu, aku memilih anakku Ho-gae. Sama seperti Langit telah membuat keputusannya, aku juga membuat keputusanku sendiri. Jika itu dianggap karena rasa harga diriku yang tinggi dan penghujatan terhadap Langit maka aku akan menerima semua konsekuensinya.

Damdeok: (berpikir sejenak) Mari kita pergi ..

Damdeok diiringi oleh Yeon Gareyo memasukai Aula Istana dan langsung mengajukan pertanyaan pada mereka sembari ia berjalan menuju ke depan kursi takhta …

Damdeok: Aku akan mengajukan pertanyaan pada kalian, rakyat Goguryeo. Raja macam apa yang kalian harapkan? Apakah kalian tak peduli siapapun orang itu asalkan ia memiliki bebereapa Simbol Legenda yang berdebu?

Huk-gae, Jenderal Kho, dan beberapa orang bergegas berdiri di belakang Raja.

Damdeok: 2 ribu tahun yang lalu, Jyooshin adalah wilayah yang sangat luas, terbentang ke arah utara, selatan, timur, dan barat. Apakah kalian menginginkan wilayah itu? Itukah mengapa kalian membutuhkan Raja Jyooshin?

Khitan

Ho-gae dan pasukan elitenya sedang berhadap-hadapan dengan pasukan dari Suku Jildus Khitan …

Kembali ke Gooknaeseong …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok: (berjalan ke hadapan para anggota Dewan Istana) Wilayah itu … Bagaimana caranya aku mendapatkannya untuk kalian? Katakan sesuatu ! (menatap Chojodo) Jika aku membunuh pria, wanita, anak, anak, bahkan binatang-binatang mereka, maka wilayah mereka memang akan menjadi milik kita. Tapi anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka akan bersumpah untuk membalakan dendam pada kita maka kemudian kita akan berperang lagi dan membunuh dan membunuh! Apakah wilayah seperti itu yang kalian inginkan?

Khitan

Kepala Suku Jildus mengumandangkan perintahnya untuk menyerang, beratus-ratus orang segera menyerbu ke pasukan Ho-gae.

Ho-gae segera memimpin pasukannya untuk melakukan serangan, ia membagi pasukannya menjadi tiga, menusuk dari arah kanan, kiri dan tengah … para pemanah berkuda melakukan tugas mereka dengan baik, banyak di antara prajurit Jildus yang tewas. Ho-gae menghadapi kepala suku Jildus dan berhasil membunuhnya dalam perterungan satu lawan satu di atas kuda.

Kembali ke Gooknaeseong ..

Huk-gae walaupun terlihat kasar dan tampak tak memiliki intelektual tinggi, maju menghadap Raja dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang juga menjadi pertanyaan di hati semua orang …

Huk-gae: (menghampiri Raja) Aku ini berotak lambat dan karena itu aku tidak bisa memahami perkataanmu. Apakah kau ingin mengatakan kalau kau tidak ingin melakukan peperangan lagi? Apakah kau mengatakan kalau kita seharusnya puas hanya dengan wilayah Goguryeo kita yang kecil ini? Bahkan meskipun negeri-negeri lain menyerang kita, kita tak usah melakukan apapun? … Apakah itu yang ingin kau katakan pada kami?

Damdeok: (dengan pandangan tajam) Jika kalian memberiku waktu sebelumnya, aku bisa membawakan pada kalian berlusin-lusin benteng Baekjae tanpa sekalipun maju perang! (pada semua orang) Jika kalian semua tidak mengirimkan 40 ribu orang untuk berperang tanpa alasan yang jelas … Jika kalian memberiku cukup waktu …

Damdeok maju ke depan sebuah peta yang telah dipersiapkan …  (jadi guru SD ^^ )

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok: (menunjuk ke suatu tempat di peta) Di sini, Baekjae Timur dan Barat …Jika kita dapat mengurung mereka di wilayah ini, kita bisa membagi dua mereka. (menunjuk ke tempat lain) Kita bisa meminta Shilla untuk menyerang Baekjae. Dan juga suku-suku yang ada di dataran ini …  (pada Huk-gae) Kepala Suku Jeolno!

Huk-gae: (memberi hormat) Ya, Yang Mulia!

Damdeok: Mengapa mereka selalu menyeberangi perbatasan kita?

Huk-gae: Karena mereka membutuhkan hasil-hasil bumi kita ..

Damdeok: Dan apa yang mereka miliki?

Huk-gae: Kuda-kuda yang istimewa dan bermacam-macam ternak …

Damdeok: Tuan Yeon ..

Yeon Garyeo: Ya, Yang Mulia ..

Damdeok: Apa yang dimiliki oleh Khitan?

Yeon Garyeo: Di luar Delapan Suku besar di Khitan, Biryeoh memiliki ladang garam dengan jumlah yang tak terhingga banyaknya.

Damdeok: Dan siapa yang paling membutuhkan garam itu?

Yeon Garyeo: Itu adalah suku nomad Sookshin

*Suku Sookshin adalah salah satu suku nomad yang hidup di Timur Laut Manchuria.

Damdeok: Apa yang dapat kita berikan pada mereka?

Yeon Garyeo: Itu adalah besi.

Damdeok: Dan bagaimana  jika kita dapat menyediakan masing-masing negeri ini dengan barang-barang yang mereka perlukan? Dan bagaimana jika kita menjadi titik pusat .. di mana semua dari kita menjadi saudara-saudara dan hidup damai beratus-ratus tahun lamanya? …. (memandang pada semua orang) Apakah kalian masih belum mengerti ? (nada keras) Apakah kalian ingin menaklukkan suatu wilayah tapi sekaligus menabur benih dendam? (nada berat) Apakah kalian masih tidak memahami apa yang aku rasakan?

Semua orang terdiam, mereka baru saja diberi penjelasan suatu hal yang luar biasa … tak ada yang dapat mereka katakan …

Sementara itu …

Hyon-go ditemani Hyeonjang, membawa kotak berisikan Simbol Chung Ryong, mencari keberadaan Cheoro. Soojinee mengikuti mereka berdua dengan tanpa tujuan ..

Hyong-go menemui Cheoro, yang ternyata sedang menyendiri di luar Istana, sedang duduk menyandar ke sebuah pohon besar … mengingatkan pada kondisi kamarnya di Gwanmiseong. Saat itu Soojinee pergi entah ke mana.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hyon-go memperkenalkan dirinya sebagai Kepala Desa Geo-mool sekaligus Pelindung Hyunmoo, kemudian membujuknya agar menerima kotak yang berisikan Simbol Chung Ryong. Dulu ia dipaksa keadaan sehingga Simbol itu dimasukkan ke dalam jantungnya sehingga ia menjadi seorang Iblis, tapi sekarang karena Simbol itu sudah dikeluarkan dan bangkit, oleh “belas kasihan yang dingin” dari Raja Jyooshin, maka sudah selayaknya Cheoro untuk mengambil kembali Simbol Chung Ryong dan melindunginya. Cheoro selama Hyong-go berbicara hanya duduk diam saja, kemudian ia bangkit berdiri ….

Cheoro: Selama Simbol itu ada di jantungku, hal baik yang kualami hanyalah mimpi-mimpiku saja. Aku memimpikan mimpi yang sama ribuan kali. Bumi yang dilihat dari mata penghuni Langit … Orang-orang yang ada di tempat yang jauh … Dan dia (Sae-oh)  …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Tapi sekarang aku telah bertemu dengannya (Soojinee) … jadi …aku tidak lagi membutuhkan benda itu …

Cheoro beranjak pergi …

Hyeonjang: Penguasa …

Cheoro: Aku tidak akan pergi jauh! Aku akan selalu berada di dekat Raja Jyooshin. Jika ia membutuhkan diriku, aku akan mengetahuinya.

Hyeonjang masih berusaha menahannya, namun Hyon-go memberitahu rekannya itu kalau sekarang ini sudah cukup, Cheoro sadar kalau dirinya adalah Pelindung Chung Ryong yang bangkit. Mereka bedua mengawasi kepergian Cheoro …

Di Istana

Joomochi dan rekan-rekannya menemui Raja, yang sangat senang melihat kedatangan mereka.

Damdeok: Berapa lama kira-kira kalian akan pergi?

Joomochi: (dengan nada bangga) Kami adalah Suku Shiwoo. Kami telah belajar berkuda bahkan sebelum kami belajar berjalan sejak bayi. Tak peduli di manapun Ho-gae berada di Khitan, kami akan dapat menemukannya hanya dalam beberapa hari saja.

Damdoek: Tapi … Apa memang kau harus pergi?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Joomochi: (tertawa keras, merasa senang) Kau pasti merasa tak tenang karena aku tak akan berada di sampingmu lagi …

Damdeok: Aku merasa tak tenang karena takut kau akan menimbulkan masalah!

Senyum di wajah Joomochi menghilang, semua anakbuah Joomochi segera terkikik geli … Joomochi sangat kesal sehingga melirik mereka dan memandang  dengab tajam, membuat mereka langsung berhenti tertaawa … wahahah … Joomochi keren banget saat melirik .. lirikannya maut ^^

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok: Anakbuahmu tahu apa yang harus mereka lakukan, khan?

Joomochi: (pada anakbuahnya) Apa kalian mengerti?

Semua: Ya!

Joomochi: Tuh .. mereka bilang mengerti!

Damdeok: Bawa kembali pandai besiku dan wanitamu …

Joomochi tertegun, semua anak buahnya saling berpandangan .. heheh ternyata sang Raja tahu juga ^^\

Joomochi: (maju mendekat) Huh .. ? Aku apa?

Damdeok: (malas mengulang, juga bermaksud menggoda) Yang pasti jangan membuat masalah … !

Joomochi: (tampak kecewa) Cih … dasar kau …

Damdeok: (tersenyum geli, menepuk pundak Joomochi) Kita akan bertemu selekasnya di Khitan. Sampai saat itu, berhati-hatilah!

Joomochi: (tertawa senang) Ya …  (pada anakbuahnya) Kalian semua mendengarnya khan?

Semua: Ya, tuan!

Joomochi: (berangkat) Ayo kita berangkat!

Damedok masih tersenyum dan memandang mereka sampai menghilang di balik pintu …

Sementara itu, Cheoro masuk ke hutan dan menemukan Soojinee tampak tidur di atas sebuah meja batu dengan nyenyak. Cheoro duduk di tanah di sebelahnya untuk menjaga Soojinee.

Perkemahan Pasukan Utama Ho-gae, di dataran garam Khitan.

Para penjaga memberitahukan kedatangan pembawa pesan, pintu gerbang segera dibuka. Kurir pembawa pesan segera masuk disertai oleh Joomochi dan orang-orangnya.

Jenderal B bertanya-tanya siapa para bandit yang datang bersama dengan kurir itu.

Si kurir segera turun dari kudanya dan memberi hormat. Ia meminta untuk bertemu dengan Komandan Ho-gae karena ada perintah dari Gooknaeseong.

Jenderal B: Siapa orang-orang yang datang bersama denganmu ini? Apakah semua prajurit Goguryeo mati? Mengapa kau membawa para bandit ini untuk mengawalmu?

Kurir: …

Joomochi: Hey kurir, lakukan tugasmu saja!

Kurir: Aku membawa pesan untuk Komandan Ho-gae.

Jenderal B: Komandanmu itu tidak ada di sini sudah beberapa saat lamanya! Karena itu aku yang akan menerima pesan ini bukan dirinya. Jadi apa isi pesannya?

Kurir: Yang Mulia memberikan peringatan terakhir bagi Komandan Ho-gae. Raja memerintahkan agar Komandan Ho-gae segera kembali dengan pasukannya. Jika tidak maka …

Jenderal B: (membentak) Aku sudah memberitahumu kalau Komandan tidak ada di sini!

Si kurir merasa serba salah …

Joomochi: Sampaikan pesan selanjutnya …

Kurir: (melanjutkan) Jika tidak maka Raja akan menganggapnya bersalah karena melakukan pengkhianatan tingkat tinggi.

Jenderal B: Apa? … Kau … (mencekal baju si kurur) Omong kosong macam apa ini? Pengkhiantan tingkat tinggi? Dari siapa? Siapa? Mengapa?

Joomochi mendengar siulan, ia mengawasi ke sekelilingnya dan melihat anakbuanya, si kuncir, ada di balik sebuah kereta. Joomochi sangat senang melihatnya dan segera turun dari kudanya lalu menemui si kuncir.

Joomochi menyeret si kuncir ke tempat sepi dan menyuruhnya untuk melepas pelindung kepalanya.

Joomochi: Jadi di mana sekarang mereka?

Kuncir: Komandan Ho-gae membawa mereka berdua, Ba Son dan Dalbee!

Joomochi: (cemas, suara keras) Atas alasan apa bajingan itu membawa mereka? Untuk apa?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Si kuncir gelisah karena suara Joomochi yang terlalu keras dan menyuruh kepala sukunya untuk diam. Joomochi mana bisa diam ^^ …

Joomochi gelisah dan meminta si kuncir untuk membawanya kemana kedua perempuan itu dibawa pergi. Ia segera mendorong si kuncir … ^^

—————–

Ho-gae dalam pencariannya mencari Simbol Baekho menyerang setiap desa yang ia temui dan membunuh habis semua penduduknya tanpa kecuali.

Desa Khitai, Khitan

Pada akhirnya Ho-gae berhasil tiba di Desa Khitai … mereka membakar dan membunuh orang-orang Khitan yang mereka temui di desa itu ..

Tak lama kemudian beberapa orang tawanan dihadapkan pada Ho-gae, termasuk kepala desa Khitai. Ho-gae menyuruh Ilsuh agar menanyainya ..

Ilsuh: (membuang alat pertanian di depan kepala desa) Kami sedang mencari pandai besi yang membuat alat-alat pertanian ini.

Kepala Desa Khitai: (nada sedih) Mengapa … ? Mengapa kalian tidak bertanya dulu pada kami sebelumnya? (berteriak) Mengapa? Mengapa kau harus membunuh orang-orang?

Ilsuh: (mendorong si kepala desa hingga terguling) Apakah kau mengetahui pandai besi yang membuat benda-benda ini? (membentak) Di mana dia?

Si Kepala Desa memandang pada Ho-gae lalu berseru menyebutnya, “Pembunuh!”

Ilsuh: (marah) Bunuh mereka!

Paraprajurit segera memukuli orang-orang desa yang selamat. Ilsuh berlutut dan mencengkeram baju si Kepala Desa ..

Ilsuh: Aku bertanya apakah kau tahu di mana dia?

Ho-gae menghampiri si kepala desa .. Ilsuh menyuruh para prajurit menghentikan tindakan mereka memukuli penduduk desa Khitai.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ho-gae: (berlutut menekuk satu kaki, nada dingin) Pak tua .. kami harus melakukan hal yang sama pada desa berikutnya …Tapi jika kami tahu kemana kami akan pergi maka tidak akan lagi pembantaian.

Kepala Desa: Namanya …Bool Deul … seorang pandai besai …

Akhirnya … Ho-gae membatin … ia menemukan orang yang dicari-carinya …

Di sebuah gua rahasia …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sa Ryang: Nona Ki-ha mengatakan kalau ia akan tetap tinggal di Kuil.

Dae Jangro: Kau katakan kalau dia sendiri yang memberitahu Raja kalau dia adalah seorang Hwacheon?

Sa Ryang: Ya, itu benar.

Dae Jangro: Markas rahasia kita di Gooknaeseong telah dihancurkan. Raja tidak akan melepaskan dirinya tanpa terluka sedikitpun.

Sa Ryang: Jika seusatu buruk terjadi, Nona Ki-ha dapat memberitahu Raja kalau …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dae Jangro: (berseru) Dia tak boleh memberitahu Raja sama sekali! Kita sudah bekerja begitu keras untuk memisahkan mereka berdua! Kita tak boleh membiarkan mereka berdua bersatu kembali.

Sa Ryang: Dia sekarang telah memiliki 3 Simbol, termasuk permata merah milik kita.

Dae Jangro: Simbol Hyunmmoo dan Chung Ryong telah bangkit, tapi simbol Baekho masih tetap diam. Kita bahkan masih tidak tahu di mana keberadaannya.

Sa Ryang: Apakah Ho-gae akan membawanya kembali?

Dae Jangro: Dia mungkin dapat membawanya kembali, tapi dia tak akan dapat membangkitkannya …

Sa Ryang: Kalau begitu …

Dae Jangro: Kita harus bersabar menunggu .. Sampai kita menemukan pelindungnya, dan pelindung itu bertemu dengan Raja Jyooshin.

Sa Ryang: Meskipun semua Simbol telah bangkit dan kita memiliki semuanya, kita masih membutuhkan darah dari keturunan Hwan Woong. Damdeok … dia bukanlah musuh yang empuk!

Dae Jangro: Saat empat Simbol bangkit, darah dari keturunan Hwan Woong akan menjadi kuncinya untuk melepaskan segel dari kekuatan Langit. (mengeluarkan sebuah kotak kecil berukir di tutupnya) Pada hari di mana Ki-ha melahirkan, kau harus bersamanya. Perhatikan baik-baik, lihatlah apakah bayi itu laki-laki atau perempuan. Jika perempuan, dia akan menjadi Pendeta Tinggi selanjutnya dari Hwacheon. Jika laki-laki, kau harus mengambil jantungnya saat itu juga. (membuka kotak kecil yang mengeluarkan kabut dingin)  Taruh jantung itu di sini dan bawa dengan hati-hati padaku … sehingga darah keturunan Hwan Woong tidak akan mengering maupuan terbuang sia-sia.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dae Jangro menutup kotak itu dan mengulurkannya pada Sa Ryang, yang mengambilnya …

Gooknaeseong

Soojinee kembali ke Istana dan ingin menemui Raja, namun terhenti di luar ruangan saat mendenngar ada orang yang bercakap-cakap di dalam …

Di dalam ruangan, Damdeok sedang memeriksa sebuah gulungan …  Jenderal Kho, Hyon-go dan Huk-gae ada di dalam menemani Raja.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Huk-gae: Aku tidak mengerti. Bagaimana bisa kau mengijinkan orang itu tetap tingal di kuil? Bukankah sudah terungkap sepenuhnya kalau ia berasal dari Hwacheon? Wanita yang licik itu berada di pihak yang sama dengan musuh kita …!

Damdeok tak mempedulikan sama sekali omongan Huk-gae .. bahkan mengambil gulungan yang lain inign memeriksanya.  Hyon-go sudah tidak tahan lagi ..

Hyon-go: Kuil adalah Kawasan Langit, yang tak boleh disentuh oleh sembarangan orang. Yang Mulia, wanita itu telah membunuh raja sebelumnya!

Damdeok: Apa kau mempunyai buktinya?

Hyon-go terdiam tak tahu harus menjawab apa …

Huk-gae: Jika kau tidak dapat memerintahkan sendiri pengeksekuisan dirinya maka aku akan mengurusnya.  Entah itu eksekusi atau pembunuhan gelap, aku akan  melakukannya!

Huk-gae segera beranjak pergi, Damdeok memandang Jenderal Kho, yang menghadang jalan pergi Huk-gae …

Jenderal Kho: Seperti Goguryeo di hakimi menurut hukum-hukumnya yang berlaku, Cheonji Shindan juga dihakimi oleh Langit sendiri.

Huk-gae: Hukum? Hukum apa?

Damdeok: Aku memberitahunya kalau aku tak akan membunuhnya.

Huk-gae: Mengapa?

Damdeok: (duduk kemudian memandang Huk-gae) Jika aku tidak memberitahumu, akankah kau melanggar perintahku lagi? (Huk-gae hanya terperangah tak dapat menjawabnya)

Hyon-go: Aku mungkin sedikit lamban tapi perasaanku tidak .. Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu? (Damdeok memandangnya) Wanita itu dapat mengendalikan api. Menurut legenda, seorang wanita Bumi yang dapat mengendalikan api … (Soojinee menguping dari balik jendela) … mencuri hati dari Yang Mulia Hwan Woong sang Putra Kaisar Langit, dan terbakar dalam api membara. Karena itu, Bumi menjadi neraka api …

Damdeok: (nada menusuk) Apakah kau mau bertanya padaku, apakah hatiku masih menjadi miliknya?

Hyon-go: Apakah aku salah?

Damdeok tak langsung menjawabnya, ia memandang tajam pada Hyon-go … Soojinee di luar juga tergelitik rasa ingin tahunya sehingga meneruskan untuk menguping …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Tangan Damdeok tampak mencengkeram kursinya dengna keras …

Damdeok: Apakah kau bertanya padaku sekarang … apakah aku masih mencintai wanita itu … yang telah membunuh raja sebelumnya, yang juga ayahku, dan Pendeta Tinggi yang seperti ibu bagi kerajaan kita?

Soojinee merasa cukup mendengarkan … ia tahu dalam hatinya kalau dari nada suara dan juga pertanyaan Damdeok kalau Damdeok masih memikirkan wanita itu … ia segera pergi dengan berlinangan air mata …

Di ruangan rahasia dalam Istana Gooknaeseong.

Dua Simbol Dewa, yakni Joojak dan Chung Ryong disimpan dalam suatu ruangan rahasia yang dijaga dengna ketat. Di luar ruangan para prajurit khusus menjaga jalan ke ruangan rahasia. Di dalam, para anggota Geo-mool bergantian menjaga.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Di pasar Gooknaeseong

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pemain sandiwara memainkan kisah mengenai Raja Damdeok, yang telah mengalahkan 10 benteng dan bahkan menguasai Benteng Gwanmi. Ia memuji-muji keperkasaan dan kekuatan Pasukan Gaema Jyooshin, bahkan nama mereka telah menggetarkan kolong langit, tersebar ke seluruh penjuru wilayah Selatan: Baekjae, Shilla, dan Gaya, ke penjuru Utara: Malgal dan Buyeo …. ke Barat: Khitan dan Houyan .… Rakyat sangat senang mendengar semua ini termasuk si pria pendek dari Geo-mool … ia kemudian pergi berkeliling berjualan permen … Tiba-tiba ia melihat seorang prajurit berkuda sedang menuju ke arah Kediaman Yeon … si pria pendek merasa curiga dan membuntutinya.

Di Istana

Gam Dong memberitahu Raja, yang berada di kamar kerjanya sedang memeriksa peta besar, kalau Yeon Garyeo ingin menemuinya … Wajah Tuan Yeon tampak menunjukkan rasa tidak senang dan Gam Dong mengusulkan apakah ia menyuruhnya pergi saja …. Tapi Damdeok memutuskan untuk menemui Yeon Garyeo.

Yeon Garyeo masuk untuk menemui Raja …

Damdeok menghampirinya dan menuangkan anggur bagi Yeon Garyeo sambil mengatakan kalau salah satu temannya sangat ahli dalam anggur dan temannya itu mengatakan kalau anggur ini adalah anggur terbaik dalam gudang anggur kerajaan. Damdeok kemudian duduk dan menuang anggur bagi dirinya sendiri.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Yeon Garyeo: Aku dengar kalau kau mengirim surat perintah kerajaan pada Ho-gae.

Damdeok: Ya aku memang mengirimnya.

Yeon Garyeo: Kau memerintahkannya untuk kembali dengan para prajurit?

Damdeok: Ya

Yeon Garyeo: Mereka adalah pasukan veteran yang masih belum merasakan perang sedikitpun …. Tak mudah untuk meminta mereka kembali kemari hanya karena mereka diperintahkan. (meminum anggur di cawannya)

Damdeok: Aku juga berpikiran hal yang sama.

Yeon Garyeo: (meletakkan cawan ke atas meja) Aku juga dengar kalau mereka tak mematuhi perintahmu, kau akan menganggap mereka semua sebagai penjahat pengkhianat. Aku yakin kalau aku telah salah mendengar …

Damdeok: (tersenyum)  Tidak, kau tidak salah mendengar.

Yeon Garyeo: (terkejut) Yang Mulia …

Daemdeok: Ya, aku berharap kalau Ho-gae tak akan mematuhi perintahku dan menjadi pengkhianat.

Yeon Garyeo: Apakah kau berkeinginan untuk membunuhnya?

Damdoek: Saat semua persiapan sudah selesai, aku akan pergi ke Khitan. Aku hanya membawa beberapa orang dan menuju ke Khitan. Aku berencana untuk mejalin persahabatan dengan orang-orang disana.

Yeon Garyeo: (tidak paham) Menjalin persahabatan dengan orang-orang Khitan? Di tempat di mana Ho-gae telah membuat sungai darah?

Damdeok: Kau tidak berpikir kalau ini mungkin? (Yeon masih belum paham) Aku berencana memberitahu mereka kalau aku ke sana dalam rangka menyerang pengkhianat Goguryeo. Aku berencana untuk meminta mereka jika mereka bersedia menjalin persekutuan denganku untuk menyerang Ho-gae bersama-sama.

Yeon bangun berdiri tak menyangka kalau Damdeok setega itu ..

Damdeok: Suku-suku Khitan yang telah diserang oleh Ho-gae pasti menjadi yang paling senang mendengar ini dariku.  Bagaimana pikiranmu?

Yeon Garyeo hanya bisa memendam kemarahannya …..

Sementara itu

Cheoro menggunakan jarinya untuk mencolek sedikit cairan anggur di tepi botol lalu menjilatnya, ia mengernyitkan keningnya karena tak menyukainya. lalu melirik pada Soojinee, yang sedang minum-minum …

Soojinee: (mium-minum) Tahukah kau ..? (bersender ke dinding) Ada sesuatu yang bahkan Raja pun tak dapat melakukannya. Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku ke Kuil dan melakukannya saja? Ah .. tidak … (menggaruk kepala) Dia mungkin saja akan berkata kalau tidak mau bertemu denganku lagi ..

Kau tahu … aku tak terlalu mengingatnya, tapi … aku dulu sepertinya memiliki seorang ayah dan ibu. (berkaca-kaca) Ayah … Ibu … (Cheoro hanya meliriknya, Soojinee kemudian menegakkan tubuhnya dan menghapus air mata) Apa kau tahu? Aku telah minum-minum sejak berumur 7 tahun dan tak pernah menjadi mabuk. (bangun dan berjalan) Dari sejak itu aku tahu kalau kadangkala kita  tak perlu menggunakan kepala kita. (berhenti berjalan) Bertindak dulu berpikir kemudian! (tersenyum geli kemudian berteriak dan pergi)

Cheonji Shindang

Sa Ryang menemui Ki-ha di ruangannya …

Ki-ha: Sa Ryang, apakah tetua masih belum pulih?

Sa Ryang: Ya ..

Ki-ha: Itu adalah Simbol Chung Ryong yang dapat melukainya, seorang yang tak bisa terluka? Kau pernah melihat Simbol itu sebelumnya?

Sa Ryang: Aku pernah melihatnya di malam Bintang Jyoohsin di Benteng Jin Baekjae.

Ki-ha: (duduk) Apakah sembarang orang bisa menggunakan Simbol itu?

Sa Ryang: Hanya yang terpilih bisa menggunakannya. Jika Simbol itu ditusukkan ke jantung orang yang tak terpilih, maka akan ada reaksi kuat.

Ki-ha: Itulah mengapa ada ledakan besar di sana?

Sa Ryang: Kami mengira kalau anak itu telah terbunuh dan Simbol itu lenyap.

Ki-ha: Tapi Simbol itu muncul kembali di Gwanmiseong …

Sa Ryang: Kemungkinan besar kalau Penguasa Gwanmiseong adalah anak kecil yang ada di Jinseong bertahun-tahun yang lampau.

Ki-ha: (berdiri) Dan pria yang muncul di kediaman Yeon adalah Penguasa Gwanmiseong … ?

Sa Ryang: Itulah yang dikatakan orang-orang.

Ki-ha: (beranjak pergi) Aku ingin bertemu dengan orang ini ….

Sa Ryang: Boleh aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu? … Nona Ki-ha!

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha: (berhenti) Sa Ryang … Apa niatan Hwacheon terhadap anakku? Akankah kau membunuhnya?

Sa Ryang: Aku tak mengerti apa maksudmu ..

Ki-ha: (berseru) Kau pasti tahu! … (penuh dengan tekad) Aku harus melindungi anakku! .. Selama tetua masih hidup …

Tiba-tiba …

Pendeta wanita: (dari luar kamar) Pendeta Tinggi …

Ki-ha: Ada apa?

Pendeta wanita: (masuk) Ada seorang gadis yang ingin bertemu, namanya Soojinee ..

Soojinee berpikir sebentar mengingat siapa Soojinee … kemudian ia memutuskan untuk keluar menemuinya …

Ruang Sembahyang, Cheonji Shindang

Ki-ha masuk ke ruang sembahyang …

Pendeta wanita: Gadis ini menolak untuk menyerahkan senjatanya.

Soojinee ada di lorong bersama dengan Cheoro, dihadang oleh para pendeta wanita

Soojinee: Dia ini memang terlihat sedikit bodoh, tapi dia ini adalah Penguasa Gwanmiseong (Ki-ha terkejut dan menatapnya) dan dia tak bisa berpisah dari tombaknya bahkan sewaktu tidur sekalipun. Jadi tak bisakah kalian memberi pengecualian?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha: (pada pendeta wanita) Mereka ini adalah orang-orang yang memang ingin kutemui. Pastikan di sekeliling tempat ini aman.

Pera pendeta wanita keberatan tapi kemudian membiarkan Soojinee dan Cheoro masuk dengan membawa senjata mereka.

Soojinee masuk diikuti Cheoro dan berhadapan dengan Ki-ha ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha: Aku dengar kalau kau berkontribusi sangat besar atas kemenangan Yang Mulia Raja dalam peperangan. Namamu Soojinee?

Soojinee: Aku datang kemari ingin bertanya sesuatu padamu … (menghampiri Ki-ha) Simbol Joojak yang dulu berada dalam kepemilikanmu … itu dicuri dari keluarga Hae di Baekjae, benar khan?

Ki-ha: (tak paham) Keluarga Hae di Baekjae?

Soojinee: Di sanalah sinar Joojak bercahaya di malam Bintang Jyooshin muncul. Seseorang membantai seluruh keluarga itu dan mencuri Simbol Joojak dari mereka. Itu adalah hasil kerja dari Hwacheon, benar bukan?

Ki-ha: (menatap pada Soojinee) Sa Ryang …

Sa Ryang memunculkan dirinya dari balik tiang … Soojinee dan Cheoro menjadi waspada ..

Ki-ha: Apakah Simbol Joojak diambil dari Keluarga Hae di Baekjae?

Sa Ryang: Ya, memang demikian ..

Soojinee tampak menahan marahnya …

Ki-ha: Mengapa jawaban itu begitu penting bagimu?

Soojinee: Itu penting! Karena aku seharusnya adalah anak gadis mereka! (Semua orang terkejut) Jadi orang-orang yang telah membunuh kedua orang tuaku dan membumihanguskan rumahku adalah Hwacheon kalian!

Ki-ha: (tampak tergoncang) … Rumah … Orangtua … (mencoba mengingat) …

Soojinee: Dan kau juga telah membunuh Raja sebelumnya dan Pendeta Tinggi! Dan kau sekarang berdiri di sini sebagai Pendeta Tinggi!

Ki-ha: Pendeta Tinggi tak bisa dihakimi oleh manusia!

Soojinee: Aku tahu itu! Bahkan Raja juga tak bisa menghakimimu! Tapi apa yang harus kami lakukna? Aku tak peduli dengan semua kejahatan yang telah kau lakukan. Apa yang kuinginkan adalah pembalasan atas kematian kedua orangtuaku!

Soojinee mengambil pedang pendeknya dari balik betisnya dan menyerang Ki-ha namun Sa Ryang segera menghalanginya. Mereka berdua bertarung sengit tapi Soojinee kalah unggul dan tertendang hingga terjatuh, Sa Ryang akan membunuhnya namun Cheoro beraksi, ia bertarung satu lawan satu melawan Sa Ryang.

Soojinee menggunakan kesempatan itu untuk menghampiri Ki-ha dan menyerangnya. Ki-ha berulangkali dapat menghindar, dan ketika ia mendapatkan kesempatan untuk menusuk Soojinee, yang menatapnya dengan mata yang penuh nafsu membunuh, Ki-ha tiba-tiba teringat masa kecilnya, saat ia dengan riang gembiranya membawakan bunga bagi adik perempuannya yang masih bayi.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee memanfaatkan kelengahan Ki-ha dan berusaha menusuknya, namun Ki-ha berhasil mengelak bahkan berhasil melukai Soojinee, yang terjatuh kesakitan, darah mengucur dari lengannya. Ki-ha tertegun melihat darah itu dan kemudian ia seakan-akan melihat bayangan ibunya, yang sekarat di depan matanya, dan teringat perkataan ibunya untuk melindungi adiknya …

Soojinee kembali bangun dan menyerang Ki-ha kembali tapi lagi-lagi Ki-ha dengan mudah mengelak semua serangan Soojinee sampai satu kali ia menangkap lagi tangan Soojinee … Mereka berdua saling pandang …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

29 comments on “The Legend [Tae Wang Sa Shin Gi] – Episode 18

  1. hahaha nih ep paling menarik?tak sabar pengen nonton,sujinie bnr2 telmi…btw mas andy nih drama berakhir tragis ato hepi ending ya?

    • lah khan Ki-ha kakaknya, dan Damdeok pria yang dicintainya? … Justru Soojinee sangat menyayangi Ajik bahkan sampai rela mengasingkan diri demi melindungi keselamatan Ajik .. ouch spoiler ^^

  2. Co cweet… (^o^)
    Sejauh ΐήΐ episode favoritq 17 ϑäπ 18, coz aksi sujini ϑäπ damdoek keren ßǎ̜̣̍nǥéτ.
    Teruskan karyamu Hyung…
    Semangat…

  3. mungkin yg dmaksud bang andi menggantungx endingx. raja dam duk ga menikahi ki ha atau soo jini. Hikz kalo ngegantung, jd tambh gemes ma ceritax y? Tp memang episod ini yg bwt kt tmbh penasaran ma kelanjtannya

  4. walaupun sudah nonton hbis ceritany. tetap z senang bca sinopsinya dsini. soalny penulis mendalami bnget karakter setiap pemain (ada cata2n khusus penulis). kalau sya asal nonton, jdi banyak hal yg tidak dipahami, akhirnya jengkel. seperti endingny, gemeeeeeeeeeeees bnget…
    keep fight…..

  5. masa`sih damdeok kawin ma Ki-ha kasian Soojinee, knp Soojinee g`jadian ma Cheoro kyknya dia suka ma Soojinee, seruuuuuuuuuuuuu bngt cerita g`sabar mo yg nonton ne

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s