The Legend [Tae Wang Sa Shin Gi] – Episode 19

Ruang Sembahyang, Cheonji Shindang

Ki-ha masuk ke ruang sembahyang …

Pendeta wanita: Gadis ini menolak untuk menyerahkan senjatanya.

Soojinee ada di lorong bersama dengan Cheoro, dihadang oleh para pendeta wanita

Soojinee: Dia ini memang terlihat sedikit bodoh, tapi dia ini adalah Penguasa Gwanmiseong (Ki-ha terkejut dan menatapnya) dan dia tak bisa berpisah dari tombaknya bahkan sewaktu tidur sekalipun. Jadi tak bisakah kalian memberi pengecualian?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha: (pada pendeta wanita) Mereka ini adalah orang-orang yang memang ingin kutemui. Pastikan di sekeliling tempat ini aman.

Pera pendeta wanita keberatan tapi kemudian membiarkan Soojinee dan Cheoro masuk dengan membawa senjata mereka.

Soojinee masuk diikuti Cheoro dan berhadapan dengan Ki-ha ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha: Aku dengar kalau kau berkontribusi sangat besar atas kemenangan Yang Mulia Raja dalam peperangan. Namamu Soojinee?

Soojinee: Aku datang kemari ingin bertanya sesuatu padamu … (menghampiri Ki-ha) Simbol Joojak yang dulu berada dalam kepemilikanmu … itu dicuri dari keluarga Hae di Baekjae, benar khan?

Ki-ha: (tak paham) Keluarga Hae di Baekjae?

Soojinee: Di sanalah sinar Joojak bercahaya di malam Bintang Jyooshin muncul. Seseorang membantai seluruh keluarga itu dan mencuri Simbol Joojak dari mereka. Itu adalah hasil kerja dari Hwacheon, benar bukan?

Ki-ha: (menatap pada Soojinee) Sa Ryang …

Sa Ryang memunculkan dirinya dari balik tiang … Soojinee dan Cheoro menjadi waspada ..

Ki-ha: Apakah Simbol Joojak diambil dari Keluarga Hae di Baekjae?

Sa Ryang: Ya, memang demikian ..

Soojinee tampak menahan marahnya …

Ki-ha: Mengapa jawaban itu begitu penting bagimu?

Soojinee: Itu penting! Karena aku seharusnya adalah anak gadis mereka! (Semua orang terkejut) Jadi orang-orang yang telah membunuh kedua orang tuaku dan membumihanguskan rumahku adalah Hwacheon kalian!

Ki-ha: (tampak tergoncang) … Rumah … Orangtua … (mencoba mengingat) …

Soojinee: Dan kau juga telah membunuh Raja sebelumnya dan Pendeta Tinggi! Dan kau sekarang berdiri di sini sebagai Pendeta Tinggi!

Ki-ha: Pendeta Tinggi tak bisa dihakimi oleh manusia!

Soojinee: Aku tahu itu! Bahkan Raja juga tak bisa menghakimimu! Tapi apa yang harus kami lakukna? Aku tak peduli dengan semua kejahatan yang telah kau lakukan. Apa yang kuinginkan adalah pembalasan atas kematian kedua orangtuaku!

Soojinee mengambil pedang pendeknya dari balik betisnya dan menyerang Ki-ha namun Sa Ryang segera menghalanginya. Mereka berdua bertarung sengit tapi Soojinee kalah unggul dan tertendang hingga terjatuh, Sa Ryang akan membunuhnya namun Cheoro beraksi, ia bertarung satu lawan satu melawan Sa Ryang.

Soojinee menggunakan kesempatan itu untuk menghampiri Ki-ha dan menyerangnya. Ki-ha berulangkali dapat menghindar, dan ketika ia mendapatkan kesempatan untuk menusuk Soojinee, yang menatapnya dengan mata yang penuh nafsu membunuh, Ki-ha tiba-tiba teringat masa kecilnya, saat ia dengan riang gembiranya membawakan bunga bagi adik perempuannya yang masih bayi.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee memanfaatkan kelengahan Ki-ha dan berusaha menusuknya, namun Ki-ha berhasil mengelak bahkan berhasil melukai Soojinee, yang terjatuh kesakitan, darah mengucur dari lengannya. Ki-ha tertegun melihat darah itu dan kemudian ia seakan-akan melihat bayangan ibunya, yang sekarat di depan matanya, dan teringat perkataan ibunya untuk melindungi adiknya …

Soojinee kembali bangun dan menyerang Ki-ha kembali tapi lagi-lagi Ki-ha dengan mudah mengelak semua serangan Soojinee sampai satu kali ia menangkap lagi tangan Soojinee … Mereka berdua saling pandang …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha menggunakan kekuatannya untuk melemparkan Soojinee. Soojinee terpental ke belakang, Cheoro segera melompat di dekat Soojinee dan mengayunkan tombaknya, berusaha menyerang Ki-ha. Ki-ha menggunakan lengan jubahnya menghempaskan sebuah lampu penerangan ke arah Cheoro sambil menggunakan kekuatan Apinya.

Cheoro terpental membentur sebuah tiang dengan pakaian di dadanya berlubang dan tampak di bola api menempel di dada Cheoro. Cheoro berteriak kesakitan …

Soojinee menjadi cemas dan mendekati Cheoro, tak tahu apa yang harus dilakukanya … Ia berusaha membuka baju Cheoro dan menyentuh bola api itu namun tangannya tertolak.

Selama kejadian itu, Ki-ha hanya mengamati saja, dan terbelalak melihat Soojinee tak apa-apa saat menyentuh bola api itu.

Soojinee menoleh pada Ki-ha ..

Soojinee: Apa yang telah kau lakukan padanya? (berteriak) Padamkan itu! Aku bilang padamkan itu!

Ki-ha: Aku hanya bisa mengeluarkan kekuatan Api, tapi tak bisa memadamkannya.

Soojinee melihat pada Cheoro dan tampak Cheoro sangat menderita. Soojinee tak tega melihatnya dan berusaha membantunya, ia meletakkan tangannya di atas bola api itu.

Siniopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Tangan Soojinee langsung melekat pada bola api dan tak bisa dilepaskan, kekuatan bola api itu mulai merambat ke tangan Soojinee. Ki-ha dan Sa Ryang sangat terkejut melihatnya …

Soojinee berhasil menarik keluar semua kekuatan bola api sehingga padam, tapi kekuatan api itu sebaliknya merasuki tubuhnya dan membangkitkan kekuatan api milik Soojinee sendiri. Soojinee dipenuhi rasa amarah, bangkit berdiri dan mengambil pedang pendeknya, tanpa sadar mengerahkan kekuatannya membuat pedang pendeknya membara dengan kekuatan api.

Siniopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee maju dengan perlahan menuju Ki-ha, yang sangat shock melihat kekuatan Soojinee. Sa Ryang menjadi khawatir dengan keselamatan Ki-ha, berusaha menghalangi Soojinee, namun hanya dengan sekali kibas, Sa Ryang terpental jauh. Ki-ha menjadi sadar dan terkejut …  Sa Ryang berusaha bangkit namun ia gagal dan memuntahkan darah segar dari mulutnya, organ dalamnya terluka parah … Ki-ha cemas melihatnya.

Soojinee masih maju mengarah pada Ki-ha dengan pedang berapi di tangannya … Ki-ha mulai merasa takut … Soojinee mengayunkan pedang berapinya ke hadapan Ki-ha, yang mundur dan terjatuh di tanah.

Siniopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha: (nada memohon) Berhenti …Kumohon jangan sakiti anakku!

Tapi Soojinee hatinya dipenuh marah dan dendam, tak mendengar permohonan Ki-ha, ia terus maju menghampiri Ki-ha dan mengayunkan pedangnya, berniat membunuh Ki-ha ….

Ki-ha: (berteriak memohon) Berhenti … !

Soojinee mengayunkan pedang berapinya dan tampaknya tak akan ada yang dapat menyelamatkan Ki-ha, yang pasrah dan memejamkan matanya, namun sesaat sebelum pedang berapi itu menyentuh Ki-ha, sebuah kekuatan besar menghalangi pedang Soojinee dan membuatnya terpental jauh …

Siniopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha bernapas terngah-engah, merasa lega namun juga heran … tampaknya Langit tak mengijinkan anaknya terbunuh …

Siniopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee terpental jauh dan terbaring di tanah, darah mengucur deras dari lukanya, perlahan-lahan kesadaran Soojinee menghilang … kegelapan menghampirinya …

——————-

Ki-ha masih berada di ruangan sembahyang, yang kacau balau akibat perterungan yang terjadi tadi … untuk beberapa waktu yang lama, Ki-ha tampak memikirkan banyak hal dan ingatannya perlahan-lahan mulai pulih …

Ia teringat saat pertama kali datang ke Abullansa dan bertemu dengan Dae Jangro, yang menggunakan kekuatannya untuk membuat segel di punggungya, yang tampaknya juga menyegel ingatannya membuat Ki-ha hilang ingatan megenai keluarganya.

Ki-ha juga mengingat di malam keluarganya dibantai oleh Hwacheon, di mana ibunya meminta agar Ki-ha melindungi adiknya.

Kilas balik …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ibu Ki-ha sambil menggendong bayinya, mengajak Ki-ha bersembunyi di sebuah bangunan.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ibu Ki-ha: Ki-ha, bayi ini adalah adik perempuanmu, dan kau adalah kakaknya. Kau harus melindungi adikmu apa pun yang terjadi. Kau bisa melakukannya, khan?

Ki-ha menganggukkan kepalanya, Ibu Ki-ha memberikan si bayi untuk digendong Ki-ha kemudian ia melepaskan kalung di lehernya, yang ternyata adalah kalung Joojak, dan mengalungkannya di leher Ki-ha.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Simbol Joojak bercahaya …

Terdengar suara orang berusaha mendobrak pintu, Ibu Ki-ha menjadi terkejut dan Ki-ha ketakutan. Ia segera menyembunyikan kedua anaknya di ruangan bawah tanah bangunan itu dan menyamarkannya sehingga pintu kamar rahasia itu tak terlihat .

Ibu Ki-ha berusaha menahan pintu tapi terlambat, para anggota Hwacheon berhasil mendobrak dan pemimpin Hwacheon menusuknya. Ibu Ki-ha jatuh lunglai di depan pintu kamar rahasia.

Ki-ha melihat wajah ibunya yang sekarat di depan matanya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Mata Ibu Ki-ha menatap Ki-ha, menampakkan permohonan agar Ki-ha melindungi adiknya, lalu ia memejamkan mata dan meninggal.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha: (berbisik sedih) Ibu … ibu!

Para anggota Hwacheon tidak menemukan seorangpun dan segera membakar bangunan itu dan bangunan yang lainnya. Ki-ha terperangkap di bangunan yang terbakar.

Asap masuk ke ruangan rahasia, membuat napas Ki-ha menjadi sesak sehingga ia terbatuk-batuk. Ki-ha segera membuka gentong besar tempat menyimpan gandum dan memasukkan adik perempuannya ke dalam gentong itu kemudian menutupnya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ki-ha pingsan karena telah menghirup asap terlalu banyak. Simbol Joojak bercahaya dan kemudian memanifestasikan kekuatannya demi melindungi Ki-ha sehingga api di sekitar bangunan itu padam.

Kembali ke masa kini …

Ki-ha sudah mengingat semuanya, ia jatuh terduduk di tanah, menangis sedih … Adiknya .. adik perempuannya yang sudah lama berpisah dengannya, baru saja berusaha membunuh dirinya … dan ia sendiri berusaha membunuh adiknya … Ki-ha terus menangis sambil menggelengkan kepalanya, tak dapat mempercayai kenyataan yang sekarang terbentang di depan matanya …

Ki-ha: (menoleh) Sa Ryang … (Sa Ryang duduk tak bergerak, Ki-ha berteriak) Sa Ryang ..! (Sa Ryang perlahan-lahan menolehkan wajahnya) Dia … adalah adik perempuanku, benar khan?

Sa Ryang tetap diam tapi wajahnya sudah menjawab pertanyaan Ki-ha. Ki-ha menangis sedih …

——————

Gooknaeseong

Raja mengadakan rapat militer, semua pejabat militer menghadirinya …

Raka masuk disertai oleh Jenderal Kho dan Huk-gae, berkeliling menyapa jenderalnya satu persatu ..

Damdeok: Apakah kalian semua telah berkumpul kembali dengan keluarga kalian?

Semua: Ya, Yang Mulia.

Damdeok: (pada seorang jenderal) Jenderal ..

Jenderal A: Ya, Yang Mulia ..

Damdeok: Apakah istrimu sudah melahirkan?

Jenderal A: Ketika aku kembali, ia sudah melahirkannya. Dia seorang anak perempuan! (semua orang tertawa)

Dadmeok: Oh, ya  .. bukankah bayi Jenderal Woosub sudah berumur 2 tahun sekarang?

Jenderal Woosub: Benar, Yang Mulia. Ia seorang laki-laki!

Damdeok: (sangat senang) Kalau begitu mengapa keluarga kalian berdua tidak menggabungkan takdir mereka berdua?

Jenderal Woosub: Anak gadisnya pasti akan memiliki rupa sama dengannya! Kau terlalu kejam, Yang Mulia ..

Jenderal A: (tidak terima) Kau ini ..

Huk-gae: (memotong) Entah itu anak gadis atau anak laki-laki, tak pantas lah kalian saling mengkritik rupa yang lain!

Semua orang tertawa terbahak-bahak …

Jenderal A: Yang Mulia, kapan kita akan berangkat ke Khitan?

Damdeok: Kita akan meninggalkan tempat ini selekasnya.

Damdeok mengajak semua orang ke meja besar yang terdapat sebuah peta.

Huk-gae: Yang Mulia, kupikir kalau kita seharusnya mengumpulkan pasukan lebih banyak lagi. Dan ketika para prajurit baru itu masuk, kita harus melatih mereka.

Jenderal Woosub: Dan kita harus segera bergegas menuju lokasi Komandan Ho-gae berada. Kita tak bisa membiarkan pasukan Khitan menghadang kita.

Huk-gae: Aku setuju. Karena Ho-gae sudah membantai begitu banyak maka Khitan akan menunggu waktu yang tepat untuk membalaskan dendam mereka! Pasukan kita harus dibentuk dan hanya dari Pasukan Gaema Jyooshin.

Damdeok: (tersenyum sabar) Tak akan ada penambahan lagi ke dalam pasukan. (semua orang terkejut) Tapi aku berencana membawa beberapa ratus kuli pengangkut. Aku membutuhkan banyak orang untuk membawa beberapa barang … (pada semua orang) Jenderal .. !!  (Semua orang berdiri tegak) Pergi dan beritahukan pada orang-orang kita ini: Kita tidak akan pergi ke Khitan untuk berperang! Itu adalah tujuan kita untuk menghindari peperangan sampai saat terakhir kalau mungkin. (berjalan mengelilingi meja) Siapapun yang memulai sebuah pertempuran tanpa alasan yang bisa dibenarkan akan dihukum mati saat itu juga. Ingatkanlah mereka mengenai hal ini lagi dan lagi …

Huk-gae: (maju) Yang Mulia! Apakah kita akan pergi ke Khitan hanya untuk menjadi kuli pengangkut bagi Ho-gae?

Damdeok: (tertawa geli) Tidak! Kita akan pergi ke Khitan untuk memberikan hadiah pada mereka yang akan menjadi saudara kita.

Kita tidak punya waktu untuk menambah jumlah pasukan dan melatih mereka. Kita sudah menggerakkan lebih dari 40 ribu orang. Jika kita merekrut lebih banyak prajurit maka para wanita dan orang-orang tua akan terpaksa harus bertani dan berburu.

Ketika kita mulai untuk mengumpulkan barang-barang dari para bangsawan kerajaan kita dan para pedagang, maka barang-barang akan menjadi terbatas di pasar dan harga akan meroket, lalu rakyatlah yang akan menderita.

Kita tidak punya banyak waktu lagi. Kita harus pergi segera dan kembali hanya dengan barang-barang yang sangat kita butuhkan saja.

Ini adalah perjudian …

Gamdong membacakan keinginan Damdeok pada semua pedagang besar dan para bangsawan …

Gam Dong: Yang Mulia sedang mengumpulkan barang-barang persediaan untuk misinya kali ini. Tolong berkontribusi sebesar dan semampu yang kalian bisa.

Chojodo: Maafkan aku karena bertanya ini, tapi bagaimana dengan pembayaran atas barang-barang kami?

Gam Dong: Negara tidak akan membayar kalian sesenpun.

Chojodo: (terkejut) Lalu … apakah kau ingin kami memberikannya gratis?

Gam Dong: Yang Mulia telah menyatakan kalau ia akan meberikan hak perdagangan garam berdasarkan seberapa banyak kontribusi kalian!

Catatan: Tidak seperti sekarang yang sudah banyak, garam pada jaman dahulu adalah barang yang sangat langka dan mahal. Kelihatannya belum banyak yang tahu cara pembuatan garam dari air laut. 

Semua orang segera berkasak-kusuk mendengar ini … siapa sih yang tidak mau hak dagang garam??

Gam Dong: Di Barat Laut Khitan, setelah kalian melintasi sebuah gunung, kalian mungkin pernah mendengar mengenai sebuah wilayah garam. Dikatakan oleh banyak orang kalau wilayah itu sangatlah luas seperti lautan. Kita akan mengambil garam dari tempat itu dan memperdagangkannya ke seluruh penjuru, ke negara-negara lain.

Semua orang segera bangun berdiri dan saling berdiskusi, Chojodo keluar ruangan dan menemui Yeon Garyeo di kediamannya …

Kediaman Yeon

Chojodo: Penawaran Yang Mulia terlalu menggoda hati .. Para pedagang dan juga keluarga bangsawan sangat bersemangat mendengar ini. Apa yang akan kau lakukan Pedana Menteri?

Yeon Garyeo tak menjawab dan terus menulis surat di mejanya …

Chojodo: Paling tidak kita seharusnya berpura-pura memberikan beberapa barang. Kita tak boleh menjauh dari perhatian Yang Mulia!

Yeon Garyeo: Persiapkan kuda yang tercepat dan kurir. (menggulung surat yang selesai ditulisnya)

Chojodo: (heran) Apakah itu pesan untuk Tuan Ho-gae?

Yeon Garyeo keluar kamar diikuti oleh Chojodo

Yeon Garyeo: Ibu dari anakku mengatakan ini sebelum kematiannya: “Waspadalah pada seseorang yang memiliki kepintaran seekor ular” (Yeon terhuyung dan bersandar pada dinding, Chojodo cemas) Aku tak pernah memahami maksud perkataannya itu. Istriku sedang sekarat, tapi aku tidak mendengarkan dengan seksama akan kata-katanya itu.

Chojodo: (cemas) Kau tidak apa-apa?

Yeon Garyeo: Bagi dia, Goguryeo hanyalah sepotong bagian dari teka-teki. Itu terlalu kecil bagi ambisinya. (Yeon berjalan lagi)

Chojodo: Apakah kau membicarakan Yang Mulia? Seperti ia telah mendapatkan Simbol Chung Ryong, ia juga melayangkan pandangannya pada wilayah lain …

Yeon Garyeo: (memotong) Tak ada batasan seberapa banyak jumlah wilayah yang ia inginkan … Ia akan menggunakan segala cara yang diperlukan untuk mendapatkan wilayah-wilayah itu. Tujuannya tidak lagi hanya untuk menghancurkan anakku. Dia bahkan bersedia membuat 40 ribu orang prajurit Goguryeo hanya sebagai umpan belaka. Aku ternyata belum mengenalnya cukup baik. Aku telah meremehkannya. (menatap pada gulungan surat) Aku harus menyampaikan ini pada Ho-gae. Kami tak boleh jatuh ke dalam perangkapnya. Tak boleh! (beranjak pergi)

Malam hari di Istana Raja ..

Para pejabat militer dan jenderal sedang lembur menyelesaikan persiapan dan rencana kepergian mereka ke Khitan. Jenderal Kho memukul seorang perwira untuk membangunkannya, tapi saat melihat Huk-gae yang ngorok, Jenderal Kho hanya mengawasinya sejenak kemudian lewat saja .. ^^ Siapa yang berani membangunkan singa tidur  ^^ ahahaha 😛

Jenderal Kho kemudian menemui Damdeok di ruangan kerjanya …

Damdeok tampak masih terjaga dan wajahnya menunjukkan kalau ia sedang dalam pemikiran mendalam … Jenderal Kho menghampirinya.

Jenderal Kho: (nada lembut penuh perhatian) Apakah kau akan mengijinkan diriku untuk membantumu? (Damdeok mendongak ke arahnya) Kita sudah melakukan pertemuan beruntun. Kecuali kau beristirahat, yang lain tak dapat melakukannya.

Damdeok bangun berdiri …

Sementara itu di ruangan pertemuan, Huk-gae yang ngorok tiba-tiba terjatuh ke belakang dengan kursinya, membuat semua orang yang tertidur menjadi terbangun karena suara berdebam keras ^^ ahahahaha … Huk-gae sendiri mengaduh-aduh kesakitan … ^^  Dalgoo segera memburu ayahnya dan membantunya bangun ^^ … ahaha lucu banget .. ^^ Damdeok datang menemui mereka ..

Damdeok: Sudah cukup untuk hari ini. Aku akan bertemu lagi dengan kalian besok pagi.

Semua orang tampak lega dan segera berkemas ..

Huk-gae menyentuh kepalanya dan merasakan cairan, ternyata darah …

Huk-gae: Aduh … aku berdarah ..!

Damdeok: (heran) Kau berdarah?

Huk-gae: (berpura-pura tak terjadi apa-apa) Aku .. tidak berdarah!

Dalgoo: Tapi kau khan … !

Huk-gae menggunakan sikunya mendorong dada anaknya sehingga terdiam … ^^

Damdeok berbalik dan senyum geli terlihat di wajahnya …  sepeninggal Damdeok, Dalgoo diminta melihat kepala ayahnya … ^^

Damdeok kemudian memasuki ruang penelitian Geolmoo dan mengawasi semua sedang bekerja tanpa kenal lelah, kelihatannya ia sedang mencari seseorang. ^^ Saat ia mau pergi, Damdeok mendengarkan suara keras seperti orang berlari, Damdeok berhenti dan menengok sambil tersenyum, namun dilihatnya itu ternyata si pria pendek.

Si pria pendek menghampiri Hyon-go dan berbisik sesuatu di telinganya, tapi Hyon-go tak bergeming, ia ternyata melamun jauh entah kemana ^^ Si pria pendek kesal dan segera meniup telinga Hyon-go yang langsung sadar dan menegurnya. Si pria pendek membisikkan sesuatu padanya, wajah Hyon-go berubah dan ia segera bangun kemudian pergi,  Damdeok heran melihat tingkah laku kedua orang itu .. tapi tak mengusut lebih lanjut dan pergi dari sana.

Desa Geomool

Soojinee sadarkan diri, ia bangun duduk tapi merasa kepalanya pusing dan berat … Ia duduk sebentar kemudian menyadari keadaannya dan mengingat apa yang telah terjadi. Soojinee menyentuh lengannya yang terluka namun sudah dibebat, bahkan pakaiannya sudah diganti baru … Soojinee kemudian bangkit dari tempat tidurnya, mengambil jubah luar dan segera keluar ruangannya.

Tiga orang Geomool membawakan bahan-bahan obat masuk ke dalam sebuah ruang perawatan. Cheoro nampak berbaring tak sadarkan diri dengan berbagai ramuan obat ditempelkan di atas dadanya, bekas terluka oleh bola api Ki-ha.

Tabib: Ini akan sangat sulit. Itu membakar menembus baju pelindungnya dan mengenai dadanya langsung. Aku tak tahu api macam apa itu, tapi itu telah membakar sepenuhnya sehingga melukainya.

Di sebuah ruangan

Soojinee menceritakan kejadian yang terjadi di Kuil Cheonji Shindang

Hyon-go: Jadi kau tidak dapat mengingatnya?

Soojinee: Aku mengingat apa yang kulakukan.

Hyon-go: Lalu?

Soojinee: Aku tidak dapat mengendalikan diriku sendiri. Tapi tak peduli apapun yang ingin aku lakukan, saat itu aku menjadi sangat marah, memblokir api sehingga tak melukai Cheoro, dan menyerang seseorang. Aku menyerang bermaksud untuk membunuhnya … (mendesah, menoleh pada Hyon-go) Itu seperti ini, benar khan?

Hyon-go: … (mengalihkan pandangannya)

Soojinee: Ketika Pelindung Joojak kehilangan akal sehatnya … itu seperti ini, bukan? (menghela napas) Jadi kalau begitu apakah artinya ini? Itu artinya aku adalah Pelindung Joojak. (tersenyum tak percaya) Ini sungguh gila!

Hyon-go: Jadi …

Soojinee: Bisakah aku mengembalikannya? Apakah aku bisa mengatakan kalau aku tidak menginginkannya?

Hyon-go: (gelisah) Soojinee … Mari kita coba lagi … Mari kita coba seperti sebelumnya … Cobalah untuk kehilangan akal sehatmu di hadapanku dan menjadi marah. Biarkan aku melihatnya.

Soojinee: Kau pernah berkata kalau legenda mengisahkan bagaimana wanita itu kehilangan akal sehatnya dan mencoba untuk membunuh Yang Mulia Hwan Woong.

Hyon-go: (menepuk pahanya sendiri) Aku tidak tahu! Itu hanyalah kisah legenda kuno!

Soojinee: (nada sendih) Jadi aku tidak tahu kapan aku akan kehilangan akal sehatku lagi. Aku tidak akan tahu mengapa aku akan membakar dunia ini lagi, dan mengapa … mengapa aku akan dibunuh oleh Raja, benar khan?

Hyon-go: Tak ada yang tahu. Jadi ayo kita coba lagi. Baru kemudian aku bisa memberitahumu apa yang kupikirkan.

Soojinee: …. Untuk yang terakhir kalinya .. ijinkan aku menemuinya untuk yang terakhir kalinya.

Hyon-go: Siapa?

Soojine: Kau-tahu-siapa nya kita.

Hyon-go: … (ragu-ragu mendesah berat)

Soojinee: (nada memohon) Hanya sekali ini saja.

Hyon-go merasa bingun dan duduk di samping Soojinee.

Soojinee: Sekali ini saja sudah cukup.

Hyon-go menatap pada Soojinee yang berusaha tersenyum. Soojinee kemudian menggenggam tangan Hyon-go.

Soojinee: Aku tak bisa membiarkanmu menjadi orang yang akan membunuhku. Karena jika kau yang membunuhku maka kau akan menangis selama sisa hidupmu. Kau yang menyuapiku dan menggantikan popokku saat aku masih bayi. Semua yang kutahu, kupelajari darimu. Aku tak dapat membalas kebaikanmu dengan penderitaan … Guru … (suara bergetar menahan tangis) aku pikir … aku tak akan mampu membayar hutangku padamu … (Soojinee berdiri, melepaskan tangan Hyon-go)) Beri aku sedikit kebebasan, mau khan?

Soojinee kemudian pergi, Hyon-go yang selama ini diam sebenarnya sedang menahan rsa sedihnya, takut Soojinee tahu kalau ia sedang menahan tangisnya ..

Hyon-go: (mata berkaca-kaca) Dasar gadis itu … (menahan air mata yang mau meleleh)

———————-

Malam hari …

Ki-ha masuk ke dalam gua rahasia Hwacheon, seorang anggota Hwacheon menghadangnya dan memintanya untuk kembail saat matahari sudah terbit. Tapi Ki-ha terus berjalan, anggota Hwacheon itu memengang pundak Ki-ha bermaksud menahannya, namun Ki-ha berbalik dan menghantam dada anggota Hwacheon itu dengan kekuatannya. Anggota Hwacheon itu terpental dan tak sadarkan diri. Beberapa anggota Hwacheon lainnya terkejut dan segera menyerang Ki-ha, tapi Ki-ha dengna mudah mengalahkana mereka semua.

Dae Jangro: Kau sudah datang.

Ki-ha: Di malam Bintang Jyooshin muncul, di rumah yang dekat laut di Baekjae, yang mana sinar Joojak terlihat …

Dae Jangro: (memotong) Bisakah kau memberiku sedikit waktu lagi?

Ki-ha: (tak peduli) Orang yang memerintahkan pembunuhan terhadap keluarga itu dan membumihanguskan rumah mereka …Apakah itu kau?

Dae Jangro: … (terkejut)

Ki-ha: Gadis kecil berumur 5 tahun yang ditemukan di puing-puing rumah itu … Apakah kau yang menghapus ingatannya dan memperlakukannya sebagai seorang budak sampai sekarang?

Dae Jangro: Jadi kau sudah mendapatkan kembali ingatanmu, yang sungguh membuatku menderita saat menghapusnya dari ingatanmu, Nona Ki-ha.

Ki-ha: (nada dendam) Kau lah orangnya yang telah membunuh kedua orangtuaku? Dan sekarang … kau hampir membuatku membunuh adik perempuanku sendiri?

*Dongsaeng berarti adik perempuan … yang mengatakan adalah kakak perempuan …

Dae Jangro: (benar-benar terkejut sehingga membelalakkan matanya) Adik perempuanmu?

Ki-ha: Benar! Adik perempuanku! Adik perempuan yang telah dipercayakan padaku oleh ibuku, sebelum kau membunuhnya! Kau yang tahu semuanya .. Apakah kau tidak tahu mengenai hal ini? (Wajah Dae Jangro menunjukkan kalau ia benar-benar tidak tahu) Kalau begitu kau juga pati tidak tahu kalau kau akan mati di tanganku hari ini.

Ki-ha menusukkan pedangnya ke arah Dae Jangro, tapi tangan kanan Dae Jangro segera menangkap pedang itu dan tampak kekuatan sihir hitam keluar dari tangannya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dae Jangro: (dengan nada tenang) Aku memintamu sedikit waktu lagi karena aku tidak ingin membuatmu terkejut.

Dae Jangro mematahkan pedang yang dipegang Ki-ha, membuat Ki-ha terhuyung mundur dan terkejut melihatnya. Dae Jangro kemudian bangkit berdiri dan menghadapi Ki-ha …

Ki-ha: (nada bergetar) Makhluk macam apa kau?

Dae Jangro: (nada dingin) Aku adalah tetua dari suku Ho-jok,  dari masa ketika kekuatan api dicuri dari kami.

Ki-ha mundur-mundur dengan ketakutan sementara Dae Jangro terus berjalan ke arahnya.

Dae Jangro: Aku juga seorang pria yang menyedihkan yang berhasil mendapatkan kembali tubuhnya dengan bantuan jantung Joojak.

Ki-ha: (mengancam dengan pedang buntungnya) Kau juga adalah pria yang telah membunuh kedua orangtuaku dan menggunakan diriku sebagai budakmu!

Dae Jangro: (membuka kerudung mukanya) Kau telah mendapatkan kembali ingatanmu 20 tahun yang lalu, tapi apakah kau masih belum mendapatkan ingatanmu kembali dari 2 ribu tahun yang lalu?

Ki-ha: Siapa yang peduli mengenai ingatan itu? … Pertama, aku akan membalaskan dendam kedua orangtuaku … dan setelah itu aku akan memikirkan sesuatu.

Ki-ha segera maju dan menusukkan pedang buntungnya dengan kedua tangannya sepenuh tenaga pada tubuh Dae Jangro sambil menggunakan kekuatan apinya, tapi kekuatan sihir hitam Dae Jangro menahannya. Ki-ha tak dapat menggerakkan pedang itu lebih jauh lagi bahkan tak bisa menariknya kembali. Ki-ha terpental ke belakang dan terjatuh ke tanah.

Dae Jangro: Aku sudah katakan padamu, 2 ribu tahun yang lalu aku telah mencuri kekuatan api. (menghampiri Ki-ha) Kau tak dapat membunuh seseorang dengan kekuatan api jika seeorang itu hidup dengan api di dalam tubuhnya. Tahukah kau berapa lama aku telah hidup tanpa mendapatkan kematian yang tenang? (Dae Jangro mencabut pedang buntung dari dadanya dan kekuatan sihir keluar dari luka tusuk dan menutupnya) Hari demi hari terasa begitu lama dan abadi bahkan aku pernah satu kali mencoba untuk menusuk sendiri jantungku. (menjatuhkan pedang ke tanah) Semua yang pernah kulakukan hanya mencuri sedikit bagian saja kekuatan Api tapi sekarang inilah yang menjadi hukumanku.

Nona Kiha …

Ka-jin !

Ingat ini. Kau dulunya adalah Shaman Api!

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dae Jangro menggunakan kekuatan sihirnya pada Ki-ha, membuat segel di punggung Ki-ha membara dan Ki-ha berteriak kesakitan.

Gooknaeseong

Damdeok merasa gelisah dan tak tenang hatinya, ia tak bisa tidur. Damdeok keluar dari kamarnya disertai Gam Dong menuju ke Aula Istana, di mana ia pernah bertemu dengan Soojinee. Tapi Soojinee tak ada disana…

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Desa Geomool

Pagi itu Soojinee berjalan dan kemudian berlutut di hadapan keitga  tetua Geomool.

Hyeonjang: (bangun berdiri) Apakah kau benar-benar menggunakan kekuatan api Joojak?

Hyeondok: Meskipun kita tak bisa memastikannya, tapi kami tak bisa menunggu sampai itu terbukti. Menurut legenda, ketika Joojak terlahir, kami hanya ditugaskan untuk mengambil Simbol Joojak dan membunuh pelindungnya demi kedamaian dunia ini. Pernahkah kau mendengar mengenai legenda ini sebelumnya?

Soojinee menganggukkan kepalanya. Kedua tetua yang lain berdiri.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hyeondok: (pada semua orang) Siapa yang akan membantu anak ini untuk melakukan perjalanan terakhirnya? (menoleh ke kiri) Hyeonjang .. ?

Hyeonjang: … (mengalihkan pandangannya, enggan melakukannya)

Hyeondok: (menoleh ke kanan) Hyeonam …

Soojinee: (memotong) Aku yang akan melakukannya sendir. (tersenyum paksa) Aku selalu menjadi orang yang melakukan pekerjaan kotor di Desa Geomool. (berdiri) Tapi aku benar-benar merasa khawatir. Apa yang kalian akan lakukan tanpa diriku? (semua orang menunduk) Jadi … (maju ke depan) Bisakah aku membuat permintaan terakhir? (Ketiga tetua mengangguk) Kumohon selamatkan Penguasa Gwanmiseong yang terluka karena berusaha menyelamatkan diriku. (tersenyum paksa) Aku merasa tak enak karena harus meninggalkannya.

Hyeondok: Joojak sebelumnya adalah ibu Bumi. Dikatakan sebelumnya bahwa ia tak dapat menahan perasaannya ketika melihat orang yang menderita dan kelaparan. (mengangguk) Baiklah kami akan melakukan apapun yang kami bisa sesuai dengan kekuatan yang kami miliki.

Soojinee melihat pada si pria pendek, yang selama ini terlihat sangat murung dan sedih dalam mengikuti pembicaraan mereka tadi.

Gooknaeseong

Raja sedang dibantu para pengawalnya untuk memakai baju perang …

Soojinee: Bolehkah aku yang melakukannya?

Semua orang segera menoleh ke sumber suara dan melihat Soojinee mendatangi mereka dengan berpakaian indah sebagai seorang gadis. Damdeok tampak tercengang dan merasa sedikit di luar dugaan …

Damdeok: (merasa di luar dugaan) Ada apa ini?

Soojinee: Apa?

Damdeok: Apa itu yang sedang kau kenakan?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee melihat dirinya kemudian segera berbalik mau pergi, merasa malu sendiri, tapi Damdeok memanggilnya …

Damdeok: Hey, kemana kau sekarang mau pergi?

Soojinee berbalik menatap pada Damdeok, yang segera memberi tanda pada kedua pengawalnya untuk pergi. Soojinee kemudian menghampiri Damdeok dengan rasa canggung ^^  Damdeok tertawa geli tapi membalikkan badannya membiarkan Soojinee mengikat tali-tali baju perang.

Damdeok: Lakukan dengan baik kali ini. Jangan biarkan menyembul keluar seperti sebelumnya. Pergi kemana saja kau selama ini? Aku sangat khawatir saat tidak melihatmu di sekitar sini.

Soojinee memandang punggung Damdeok dengan penuh perasan bersalah dan juga menyesal …

Damdeok: Apakah sesuatu terjadi di Desa Geomool? Semua guru-guru meninggalkan Istana tadi malam dengan terburu-buru.

Soojinee tak menjawabnya, matanya berkaca-kaca berusaha menahan tangisnya. Soojinee kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Damdeok, bermaksud mengikatkan tali di pinggangnya, tapi Damdeok segera menahan tangan Soojinee di pinggangnya, membuat Soojinee tak berkutik. Damdeok merasa kalau Soojinee bertindak tak seperti biasanya …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok: Ada apa?

Soojinee: (berusaha mengendalikan suaranya) Apa?

Damdeok: Sangat aneh bagiku ketika kau tak banyak bicara. Apakah kau mendapatkan masalah lagi?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee berusaha melepaskan tangannya dan berhasil … tapi Damdeok memang ingin melihatnya dan akan membalikkan badannya ketika Soojinee justru merangkulnya dari belakang membuat Damdeok tertegun. Damdeok ingin melihat ada apa tapi Soojinee semakin mengeratkan pelukannya … .

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee: Tunggu … (Damdeok heran, Soojinee menahan tangisnya) Kumohon tunggu sebentar saja. Aku perlu berpikir …

Mereka berdiam dalam posisi itu beberapa saat, dan Damdeok mendengar Soojinee sedikit terisak.

Damdeok: (heran) Apa kau … menangis?

Soojinee mengangguk, Damdeok tidak tahan lagi dan ingin tahu, berusaha membalikan badannya namun Soojinee tetap mengeratkan pelukannya membuat Damdeok tak bisa bergerak.

Damdeok: Hei, gadis bodoh, kau tidak bisa merangkul Raja dari belakang seperti ini!

Soojinee sadar dan perlahan-lahan melepaskan rangkulannya, menundukkan wajahnya. Damdeok membalikkan badannya dan sangat khawatir …

Damdeok: Biar kulihat wajahmu ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee mendongakkan kepalanya, terlihat di matanya masih menggenang air mata, dan bekas-bekas air mata juga tampak jelas di pipinya. Wajah Soojinee yang biasanya penuh dengan keceriaan sekarang berubah menjadi sendu dan murung penuh kesedihan.

Soojinee: Aku pasti masih mabuk … (berusaha bersikap biasa) Mereka katakan padaku kalau anggur ini bisa membuatmu menangis dan tampaknya itu benar.

Damdeok tampak tak percaya dengan alasan Soojinee …

Soojinee: Aku … Aku datang untuk mengembalikan benda ini padamu.

Soojinee mengulurkan botol parfum ibu Damdeok, Ko Ya, Damdeok heran dan hanya melihatnya saja.

Soojinee: Kau meminjamkan ini padaku, tapi kau tidak pernah memintanya kembali, jadi aku selalu membawanya bersamaku.

Damdeok memandang Soojinee dengan penuh selidik ..

Soojinee: (mulai bisa mengendalikan diri) Aku selalu berhati-hati agar tidak memecahkannya ketika aku sedang bertarung. Lihatlah .. bukankah ini masih dalam kondisi yang sempurna, benar khan?

Damdeok masih memandang Soojinee dengan tajam … tak menerima botol itu ..

Soojinee tak berani memandang Damdeok, dan ia tahu kalau pertahanan dirinya akan segera runtuh, maka ia mengalihkan pandangannya dari tatapan Damdeok kemudian menaruh botol itu ke atas meja …

Damdeok sama sekali tak melepaskan pandangannya dari Soojinee …

Soojinee: Aku … aku selalu ingin mendengar seseorang mengatakan ini, bahwa aku sedikit cantik … (menertawakan dirinya sendiri)  Karena itulah aku memakai baju ini. Aku pikir kalau aku mungkin akan terlihat cantik saat mengenakannya … Karena aku ingin diingat dalam keadaan seperti ini … (merasa malu) .. duh .. sungguh memalukan! (memberi hormat) Aku akan segera pergi sekarang.

Soojinee membalikan tubuhnya beranjak pergi tapi Damdeok segera mengulurkan tangannya dan menahannya.

Damdeok: Diingat seperti apa? Katakan dengan benar.

Soojinee: Bagaimana seorang mabuk bisa berbicara dengan benar?

Soojinee memandang Damdeok tapi segera menundukkan kepalanya karena pandangan Damdeok sungguh tajam, menusuk hatinya …

Damdeok: (dengan suara lembut) Kau dari dulu selalu terlihat cantik …

Soojinee tak percaya mendengarnya, hatinya berdegup kencang dan mulutnya membentuk senyuman, lalu ia mendongak menatap Damdeok. Tapi di mata Damdeok hanya ada ketulusan dan kejujuran hati …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok: Tak peduli mengenakan baju apapun, kau dari dulu selalu terlihat cantik … Kau senang sekarang?

Soojinee tersenyum manis, hatinya berbunga-bunga … ia memandang Damdeok.

Soojinee: Kau tidak bisa menarik kata-katamu ini nanti loh!

Damdeok: Aku tak akan pernah mengucapkan kata-kata ini lagi nanti.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Soojinee tersenyum semakin lebar …

Soojinee: Kalau begitu aku akan pergi sekarang ..

Soojinee memberi hormat dan mau pergi tapi tak bisa karena tangannya masih dipegang erat oleh Damdeok, yang tampaknya tak rela melepaskannya setelah melihat kondisi Soojinee seperti itu.

Soojinee: Biarkan aku pergi.

Damdeok masih menahannya dan memandang wajah Soojinee …

Soojinee: Kumohon biarkan aku pergi .. (tertawa paksa, salah tingkah)

Damdeok akhirnya melepas tangannya ..

Damdeok: Pergi dan tidurlah, hilangkan pengaruh anggur itu. Kita akan melakukan pelatihan besok. Semua orang akan menunggu kedatanganmu.

Soojinee: (tersenyum puas) Baiklah !

Soojinee memberi hormat kemudian segera pergi. Damdeok memandang punggung Soojinee … Sojinee melangkah pergi tapi kemudian berbalik sebelum keluar ..

Sojinee: Yang Mulia … (malu-malu) Punggungmu baunya sungguh enak .. . Kau tidak tahu itu, khan?

Damdeok merasa di luar dugaan …

Soojinee merasa pertahanannya akan runtuh dan mulai menangis sehingga ia buru-buru pergi dari ruangan itu.

Damdeok merasa tingkah Soojinee ganjil tapi tidak mengerti apa yang sedang terjadi … Tanpa Damdeok ketahui, hari ini adalah terakhir kalinya ia melihat Soojinee sampai beberapa tahun ke depan …

Soojinee keluar dari kamar raja dan melewati lorong istana, bertemu dengan Hyon-go. Soojinee membungkuk hormat cukup lama dengan menahan tangisnya, lalu kembali berdiri. Hyon-go tampak mau menangis …

Hyon-go: Kau tampak lucu …

Soojinee membalikkan badan dengan tersenyum paksa sambil menangis sedih … Soojinee melangkah pergi meninggalkan Hyon-go. Hyon-go sendiri menahan isak tangisnya yang mau pecah …

Perkemahan Pasukan Utama Ho-gae, di ladang garam Khitan.

Para prajurit saling membicarakan mengenai keadaan di Gooknaesong, di mana para bangsawan yang dulunya mendukung Komandan Ho-gae dan menyangka ia yang akan menjadi raja, telah berbalik mendukung Raja yang sekarang sebagai raja yang sah. Bahkan Raja sudah mengeluarkan perintah kalau Komandan Ho-gae tak segera kembali maka mereka semua akan dianggap sebagai pengkhianat. Semua prajurit menjadi terkejut dan cemas akan nasib mereka.

Seorang prajurit melihat si kuncir anakbuah Joomochi dan segera bertanya padanya, karena ia tahu kalau si kuncir baru saja datang dari Gooknaeseong. Si kuncir tak mau menjawabnya karena ia sedang sibuk dan terburu-buru, tapi prajurit itu terus membujuknya.

Prajurit: Ayolah katakan pada kami. Jika kita dianggap sebagai pengkhianat, lalu apa yang akan terjadi?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Si kuncir: Apakah kau bertanya padaku mengenai hukum negaramu? Para pengkhianat yang telah mengkhianati negara mereka sendiri demi negara lain akan dibakar hidup-hidup, kepala mereka akan dipenggal, dan keluarga mereka akan dikirim sebagai budak …! Jika kalian mengkhianati Raja, itu sama saja kalian telah mengkhianati negeri kalian. Tidakkah kalian tahu itu?

Semua prajurit tampak tertegun dan baru menyadari perkataan si kuncir itu …

Sementara itu si kuncir bergegas pergi dan mencari Joomochi dan menemukannya sedang melamun bertumpu pada sebuah palang kayu.

Si kuncir: Ketua, kita sudah melakukan apa yang kita bisa di sini. Kita telah menyebarkan rumor-rumor dan menakut-nakuti para prajurit. Aku rasa kita seharusnya bersiap untuk kembali pulang.

Joomochi: Apa kau sudah mencari tahu?

Si kuncir: Mencari tahu apa?

Si kuncir baru sadar kalau salah berbicara saat Joomochi mendelikkan matanya.

Si kuncir: Tak ada yang tahu! Ho-gae hanya membawa pasukan khususnya dan bahkan para jenderalnya tidak tahu di mana ia sekarang! Jadi bagaimana bisa aku mengetahuinya?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Joomochi sangat marah dan kesal sehingga mematahkan palang kayu di hadapannya. Si kuncir terkejut dan ketakutan ..

Sementara itu ..

Ho-gae masih dalam pencarian Bool Deul … mereka melewati pegunungan terpencil dan memasuki desa pandai besi Suku Khitai Khitan. Kali ini Ho-gae dan pasukannya tidak mengadakan pembunuhan sama sekali. Mereka hanya menangkapi para pandai besi, dan di antaranya ternyata terdapat Bool Deul, hanya saja Ho-gae tidak mengenalinya.

Tapi meskipun Ho-gae tidak mengenalinya, ada orang lain yang bisa. Dalbee dan Ba Son diseret dan didorong ke tempat para pandai besi itu dikumpulkan. Ba Son seperti biasa mengamati satu persatu dan mengenali Bool Deul, yang juga mengenali Ba Son. Ba Son menjadi gugup dan mengatakan kalau kakaknya juga tidak ada di tempat ini. Entah ia mati atau sudah meninggalkan tempat ini.Tapi Ho-gae bukanlah orang yang bodoh dan mudah dikelabuhi. Ilsuh keluar dari sebuah rumah sambil membawa seorang anak, yang menunjuk pada Bool Deul. Ilsuh bertanya apakah orang yang ditunjuk itu namanya Bool Deul, si anak menganggukkan kepalanya.

Para prajurit segera menyeret Bool Deul ke depan. Ba Son sangat cemas melihatnya.

Ho-gae: Aku telah datang kemari demi Simbol Baekho. Mereka katakan kalau kau memilikinya. (Bool Deul tersenyum sinis) Kami telah datang dari jauh dan mengorbankan banyak hal untuk datang kemari. Akankah kau menyerahkannya padaku?

Bool Deul: Apakah kau … Pelindung nya? Hanya Pelindungnya saja yang boleh memilikinya. Itu … adalah yang dikatakan oleh legenda. Hanya pelindungnya saja yang boleh memilikinya.

Ilsuh segera menghunuskan pedangnya dan menghampiri Bool Deul, Ba Son tahu kalau orang-orang ini memang kejam dan bertindak sesuai dengna perkataan mereka, ia segera maju ke hadapan Bool Deul.

Ba Son: Kakak, ini aku, Ba Son.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Bool Deul: (memandang Ba Son dan tersenyum senang) Aku tahu. Aku sudah mengenalimu dari pertama. (Ba Son menangis) Apakah kau baik-baik saja selama ini? Apakah kau sudah menikah? Apakah kau sudah mempunyai anak-anak?

Ba Son: (nada membujuk) Di mana itu? Berikan saja pada mereka!

Bool Deul: (memandang pada Ho-gae kemudian pada Ba Son) Apakah kau yang membawa mereka kemari?

Ba Son: (cemas) Orang-orang itu akan membunuhmu. (berseru) Mereka akan benar-benar membunuhmu!

Bool Deul: (suara tetap tenang) Apakah kau membawanya kemari karena dia adalah seorang Pelindung Simbol? Atau … dia kah sang Raja Jyooshin?

Ba Son menundukkan kepalanya, Bool Deul memandang Ho-gae dan mulai tertawa seperti orang sinting,  Ilsuh menusukkan pedangnya ke betis Bool Deul, yang langsung berteriak kesakitan. Dalbee menjerit dan Ba Son panik … Ba Son menyuruh kakaknya untuk menyerahkan saja Simbol itu pada mereka. Ilsuh memutar pedangnya sementara pedang itu masih ditusukkan, membuat Bool Deul kembali menjerit kesakitan.

Bool Deul: (menahan rasa sakit, terpatah-patah) Ketika … Pelindung yang sejati … datang …mereka katakan … Aku akan dapat mengenalilnya … sampai saat itu … aku tak boleh … menyerahkannya … itu yang dikatakan ayah pada kita …

Ba Son menangis … Ilsuh mencabut pedangnya membuat Bool Deul kembali berteriak kesakitan …

Dalbee segera berlari menghampiri Bool Deul. Ia berusaha menutupi luka Bool Deul yang menganga dan mengeluarkan darah dengan deras dengan kedua tangannya. Ba Son tak tahan lagi …

Ba Son: (panik) Aku .. aku akan mencarinya .. aku akan mencarinya sendiri .. jadi kumohon padamu .. kumohon hentikan ini … Jika kau memberiku sedikit waktu … aku akan mencarinya … Kumohon berikan aku sedikit waktu ..

Ba Son segera pergi untuk mencari Simbol itu …

Dalbee: (menangis) Kumohon agar kau menahannya sedikit lagi ..  Kumohon agar kau bisa menahannya …

Seorang prajurit menyeret Dalbee pergi menjauhi Bool Deul.

Bool Deul sendiri menggertakkan giginya menahan rasa sakit di betisnya, menatap pada Ho-gae dengan pandangan benci …

Ba Son dengan perasaan panik dan tergesa-gesa masuk ke dalam bengkel pandai besi, naik tangga turun tangga, masuk satu ruangan ke ruangan yang lain …

Ba Son: Di mana kau Simbol Baekho… kumohon bantulah kakakku.

Sementara itu …

Ho-gae menghampiri Bool Deul yang menahan rasa sakit.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ho-gae: Apakah benar-benar bukan aku orangnya? Di matamu, apakah aku benar-benar bukan orang itu? (Bool Deul menatapnya dengan perasaan benci sementara menahan rasa sakitnya) Kau tidak merasakan apapun? Sama sekali?

Bool Deul: (menangis menahan sakit) Apakah kau berasal dari kelompok yang sama yang telah membunuh ayak kami? Mereka sama seperti dirimu .. Mereka berusaha mengambilnya dengan paksaan … (menegakkan tubuhnya) Ayah kami telah memberikan hidupnya … untuk melindungi benda itu sampai akhir…. Dan aku .. adalah anak dari ayahku … (memandang penuh kebencian pada Ho-gae kemudian menggigit lidahnya sendiri)

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ho-gae terkejut dan memeluk Bool Deul …

Sementara itu ..

Ba Son merasakan perasaan tidak enak di hatinya …kemudian ia melihat sebuah kantung kulit, yang persis sama dengan yang dipakai kakaknya saat ia melarikan diri beberapa tahun yang lalu.

Di luar ..

Darah mengucur keluar dari mulut Bool Deul, yang matanya terus memandang pada Ho-gae dengan penuh kebencian yang mendalam. Ho-gae menggoncang-goncangkan tubuh Bool Deul …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ba Son membawa kantung kulit itu ke tempat kakaknya dan Ho-gae namun terkejut saat melihat keadaan kakaknya, ia menjatuhkan kantung kulit itu ke atas tanah dan segera berlari menghampiri kakaknya yang berada di pelukan Ho-gae, yang kemudian melepaskan jenazah Bool Deul ke tanah …

Ba Son: (menghampiri kakaknya) Kakak … ! Kakak …! (menelungkup di atas jenazah kakaknya dan menangis sedih) Kakak! Kakak!

Para penduduk desa juga menangisi kematian Bool Deul … Dalbee dan Ba Son menjadi yang paling sedih … memegangi jenazah Bool Deul yang masih membelalakkan matanya …

Cheok-hwan membunngkuk dan memeriksa isi kantung kulit itu, yang ternyata berisikan Simbo Baekho yang selama ini mereka cari-cari … Ho-gae menoleh ke arah Cheok-hwan kemudian bangun dan menghampirinya …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Cheok-hwan mengangkat Simbol Baekho dengan kedua tangannya lalu menyerahkannya pada Ho-gae, yang memandangnya dengna penuh minat  … Pencarian mereka telah berakhir …

Istana Gooknae

Hyeonjang mengambil Simbol Chung Ryong dan memasukkannya ke dalam sebuah kotak.

Desa Geomool

Hyeonjang memasuki kamar tempat Cheoro sedang dirawat lalu meletakkan Simbol Chung Ryong ke atas dada Cheoro. Beberapa saat kemudian Simbol itu bereaksi dengan memancarkan cahaya kebiruan yang menyilaukan mata.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Perlahan-lahan luka di tubuh Cheoro menghilang .. .. Hyeonjang dan yang lain sangat senang, memberikan penghormatan kepada Simbol Chung Ryong dan Cheoro …

Gooknaeseong

Lapangan Latihan Militer

Para prajurit berkumpul di lapangan latihan bersorak-sorak menyemangati Raja mereka yang akan melawan dua orang sekaligus.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok berhadapan dengan dua orang prajuirt … Damdeok mengamati gerakan kedua lawannya dengan seksama. Beberapa kali kedua prajurit itu bekerja sama untuk merubuhkan raja mereka, tapi Damdoek bergerak lebih cepat dari keduanya dan menggunakan taktik mengelak satu menghajar yang lain, menghajar yang satu mengelakkan yang lain … ia tak mau menghadapi keduanya secara bersamaan namun silih berganti .. taktik yang selalu ia gunakan dalam strategi peperangannya … menghadapi satu bekerja sama dengan yang lain, atau kalau tidak membuat negara lain tak mau menyerangnya.

Damdeok terlihat sangat menikmati pertarungan ini karena tampak senyum dan tertawanya selalu timbul di wajahnya.Paraprajurit selalu bersorak ketika raja mereka berhasil menjatuhkan lawan-lawannya.Paraprajurit tampaknya sudah “jatuh hati” pada Raja mereka, yang ternyata seorang petarung yang unggul bukannya seorang pengecut maupun penakut seperti yang selama ini dikabarkan ….

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pada akhir pertarungan, Damdeok memegang tangan kedua prajruit itu dan bersama samam mereka bertiga saling berpegangan tangan dan mengangkat tangan ke udara, para prajurit bersorak sorai kagum …

Hyon-go datang dan Damdeok melihatnya, ia kemudian pergi menemui Hyon-go ..

Seorang perwira maju ke depan dan bertanya siapa yang berani melawannya, semua prajurit segera maju dan menyerbunya sehingga ia terjepit di tengah-tengah ^^

Damdeok dan Hyon-go berjalan-jalan di Istana … Hyeongo menceritakan percobaan mereka terhadap /Cheoro ..

Damdeok: Jadi terbukti kalau Simbol itu memiliki efek ?

Hyon-go: Tak ada perkembangan berarti dari obat-obatan yang diberikan jadi kami pikir mungkin saja Simbol Dewa akan menyembuhnka pelindung terpilihnya. (tertawa puas) Kami sangat beruntung karena itu ternyata berhasil.

Damdeok: Seberapa cepat penyembuhannya? Kita akan pergi besok dan aku harap kalau Penguasa Gwanmiseong akan berangkat bersama-sama kita.

Hyon-go: Ya, dan juga barang-barang persediaan yang telah kita kumpulkan lebih banyak sekitar separuh lebih daripada yang kita harapkan. Keserakahan setiap orang terhadap garam sangat besar.

Damdeok dan Hyon-go diam sesaat tapi kemudian dengan ragu-ragu Damdeok bertanya apa yang selama ini mengusiknya ..

Damdeok: Lalul … Mengapa aku tak melihat bocah itu di mana-mana?

Hyon-go: (tak paham) Bocah itu?

Damdeok: Sudah beberapa waktu aku tak melihat Soojinee.

Hyon-go: (tertegun dan menghentikan langkahnya) Oh .. Soojinee ..

Damdeok berhenti dan membalikkan badan memandang pada Hyon-go, yang nampak gugup dan gelisah.

Damdeok: Jadi .. apakah ia sedang menhindari diriku? (Damdeok mengacu pada kejadian sebelumnya)

Hyon-go: Itu .. akan .. memakan waktu beberapa saat.

Damdeok menghampiri Hyon-go dan memandangnya dengan penuh selidik …

Damdeok: (tak mengerti) Itu akan memakan waktu beberapa saat?

Hyon-go: (memandang ke tempat lain, tak berani menatap Damdeok) Aku mengirimnya ke tempat yang jauh … untuk melakukan sebuah tugas … tugas yang sangat penting bagi Desa Geomool kami. Kumohon kau memakluminya karena aku tak dapat mengungkapkan rinciannya padamu. Jadi .. ia .. sekarang ada di tempat yang sedikt jauh … tempat yang ia tuju … jadi … itu akan memakan waktu beberapa saat lamanya … sebelum kau dapat menemuinya lagi …

Tapi Damdeok sudah mengenal Hyon-go dengan baik, melihat tingkahnya yang ganjil ini Damdeok menjadi curiga kalau ada sesuatu yang terjadi pada Soojinee.

Damdeok segera mendekatinya sampai berhadap-hadapan …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok: (menatap dengan pandangan tajam) Apa yang harus kulakukan sehingga kau memberitahuku apa yang sedang kau sembunyikan dariku?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hyon-go: (memandang pada Damdeok) Soojinee telah pergi .. untuk meninggalkan dunia ini … itu adalah keputusan yang ia buat sendiri … dengan tersenyum. Jadi kuminta kau memahaminya …Yang Mulia …

(Andy: Aku blas ga senang dengan aktingnya Hyon-go pas ini … mentolo pengin ngaplok aja … terlalu dibuat-buat menurutku >.< )

Damdeok merasa kalau Hyon-go menyembunyikan teralalu banyak sehingga ia menjadi marah dan membatalkan rencananya semula, Damdeok pergi ke arah lain …

Desa Geomool

Cheoro perlahan-lahan membuka matanya kemudian bangun duduk dan melihat ke sekelilingnya, merasa heran di mana ia breada …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Cheoro kemudian bangkit berdiri dan berjalan ke arah baskom air, melihat wajahnya yang ternyata normal-normal saja … tiba-tiba ia mendengar keributan …

Damdeok mendatangi Geomool diikuti oleh Jenderal Kho. Hyon-go mengikuti di belakangnya.

Damdeok: Di mana Soojinee?

Hyeonjang:  (gugup) Dia tak berada di sini, Yang Mulia!

Beberapa saat kemudian …

Damdeok: Omong kosong apa yang sedang kalian katakan?!

Hyeonjang: (berusaha menjelaskan) Itu adalah wasiat terakhir dari kepala desa sebelumnya dan sudah menjadi misi dari anggota Geomool.

Damdeok: (dengan nada menusuk) Bagaimana bisa kau mengtakan kalau kau harus membunuhnya karena ia MUNGKIN adalah Pelindung Joojak?

Hyon-go: Bukan Joojak, tapi Joojak Hitam!

Damdeok: Kalau begitu .. wanita itu .. wanita itu yang mengatakan kalau ia adalah Pelindung Joojak. Mengapa kalian belum membunuhnya?

Hyon-go: Kami tidak menemukan sedikitpun bukti bahwa ia adalah Joojak Hitam!

Hyeonjang: Pertama, ia harus memiliki kekuatan api. Kedua, ia tak akan bisa mengendalikannya. Dan ketiga, Tamda Joojak akan terlihat di tubuhnya …

Damdeok memandangnya dengan tajam … Hyeonjang tergetar hatinya dan berhenti berbicara, bahkan mundur sedikit ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Damdeok: Jadi …dikarenakan Soojinee pernah kehilangan akal sehatnya dan menggunakan kekuatan api, maka dia harus dibunuh? ..  (berseru) .. oleh kalian, orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri gurunya!

Hyon-go: Dia sudah menunjukkan kalau memiliki Tanda Joojak! Saat ia masih bayi, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.

Damdeok: (tak peduli) Dimana dia?

Hyeonjang: (menggelengkan kepalanya) Kami tidak tahu ..

Damdeok: (membentak di muka Hyeonjang) Mengapa kalian tidak tahu? (Hyeonjang terperanjat) Kalian ingin dia mati, tapi kalian tidak tahu di mana ia berada?

Hyeonjang: Dia pergi sendirian. Kami tidak bertanya kemana ia akan pergi. (menundukkan kepalanya)

Damdeok tidak bisa menerima semua ini dan berencana pergi untuk mencarinya, tapi Jenderal Kho menghalangi jalannya.

Jenderal Kho: Yang Mulia, kau akan pergi ke Khitan besok.

Tapi Damdeok tak peduli dan tetap hendak pergi, Jenderal Kho terpaksa menahannya ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Jenderal Kho: Kau sendiri yang mengatakan kalau kita harus pergi secepat mungkin demi negara dan rakyat kita. Orang-orang kita akan segera mencapai perkemahan Ho-gae dan melaksanakan misi mereka. Kau sendiri yang memerintahkan untuk melaksanakan misi ini. Kau memberitahu mereka secara khusus kalau ini harus dilaksanakan sesegera mungkin.

Hyon-go: Kau tidak bisa menghentikan misi ini hanya karena seorang gadis, kau adalah seorang Raja!

Damdeok mendesah berat, bingung dan hatinya terbelah, di satu sisi ia ingin menyusul Soojinee, yang menjadi sumber keceriaan baginya tapi di sisi lain ia harus melaksanakan misi yang sudah lama ia rencanakan dan tak bisa ditunda lagi pelaksanannya …

Terdengar suara pintu dibuka …

Cheoro: Aku akan pergi …

Damdeok dan yang lain menoleh dan melihat Cheoro ada di ambang pintu …

Beberapa saat kemudian ..

Damdeok dan Cheoro berjalan di luar desa Geomool diikuti oleh Jenderal Kho ..

Damdeok: Carilah dahulu di rumah-rumah judi dan kedai-kedai minuman. Aku yakin kalau dia akan berkeliaran di tempat-tempat semacam itu. Dia tak mungkin dapat meninggalkan dunia ini meskipun untuk sehari saja. … (berhenti, dengan nada sedih) Dia mungkin bahkan sedang mabuk sekarang …

Cheoro: Aku akan menemukannya. Tak peduli di mana ia berada.

Damdeok: (menoleh pada Cheoro, dengan nada sungguh-sungguh) Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu? Gwanmiseong milikmu telah menjadi milikku. Dapatkah aku menganggap kalau kau juga adalah milikku?

Cheoro tak menjawab namun ia menatap pada Damdeok dan menarik sedikit ujung bibirnya, tersenyum.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Cheoro: Mengapa Raja Jyooshin mengajukan pertanyaan semacam itu?

Damdeok: (tersenyum simpul, menunjukkan sebuah medali) Medali ini melambangkan diriku. Jika kau memperlihatkan ini di manapun di dalam wilayah Goguryeo, kau akan mendapatkan bantuan. (Cheoro menerima medali Raja) Temukanlah dia dan bawa dia kembali padaku.

Cheoro sedikit menganggukkan kepalanya, Damdeok segera pergi diikuti oleh Jenderal Kho dan para pengawal lain.

Khitan

Ho-gae dan pasukan elitenya berkuda dengan secepatnya. Kini Simbol Baekho sudah di tangan mereka, apa yang perlu mereka lakukan sekarang hanyalah kembali dan bergabung dengan pasukan utama baru merencanakan gerakan selanjutnya.

Perkemahan Pasukan Utama Ho-gae, di ladang garam Khitan.

Ho-gae diiringi Cheok-hwan dan Ilsuh masuk ke Tenda Utama di mana para jenderal sedang menunggunya.

Jenderal Obool: Apakah kau kembali tanpa terluka? Kami punya banyak hal yang harus dilaporkan padamu.

Huk-gae tak menjawab hanya meletakkan pedangnya di atas meja …

Gooknaeseong

Semua persiapan sudah selesai dan para Jenderal sedang menunggu Raja yang sedang berpakaian perang dibantu oleh Jenderal Kho…..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

45 comments on “The Legend [Tae Wang Sa Shin Gi] – Episode 19

  1. Makin seru. . . .
    Episode ini sgt aku suka coz akhirx kiha tahu klu soejini adlh adikx gmn dg soejini apakah ia jg tahu?
    Smangat bwt lanjutin sinopsix. . .
    Makin penasaran. . .

  2. seruuu… 🙂
    annyeong readers baru 😀
    aku salah satu penggemar drama the legend ini ^ ^
    makasih uda bkin sinopsis ni drama 🙂

    sebenarnya aku masih bingung, yang dimasalalu itu yang jadi istrinya damdoek siapa ? kiha atau sujini ???

    • Sae-oh bereinkarnasi menjadi Soojinee
      Ka-jin bereinkarnasi menjadi Ki-ha

      Saat dengan Sae-oh, Hwan Woong memiliki anak, dinamai Dan Koon ..
      Saat dengan Ki-ha, Damdeok memiliki anak, Soojinee menamainya Ajik [belum bernama]

      Jadi di masa lalu, Hwan Woong menikah dengan Sae-oh.
      Di masa sekarang, Damdeok menghamili Ki-ha ^^

  3. Di masa lalu yg jdi istri damdeok adlh sujini alias sae oh & punya anak tpi kajin / ki ha cemburu n ingin mbunuh anakx tpi dislmatkan ol hwang yoon/damdeok. . .

  4. Huk gae lincah bangett, padahal di Baker King Kim Tag Goo dia kaleemm..
    siip dah kereeen!! 😄

    fighteeen!! Jiayooo 😀

  5. sudah blom istirahatny???lanjut lg donk…btw knapa cerita the legend and king gwangtea beda banget ya..yg mana yg versiny paling mendekati sejarah asliny ya?

  6. huwa….
    aku penasaran banget ma lanjutannya…
    soojine jangan pergi donk…
    ntar anggur di kerajaan ga da yang minum …. 😀

  7. hik..hik..hik..tenggorokanku udh sakit nih… nahan tangis kasian sm kiha…n soojine
    thanks ya udah buatin sinopsisnya, soalnya aku ndak pernah sempat nonton di LBS….udah ndak sabar ama kelanjutannya….

  8. Smangat ya.. Baca sinopny ja udah nangis, gmana kalo ntony.. Lanjut lg kak, udah gak sabar.. Selesaikan dulu sinop the legend baru drama yg lain..

  9. Figthing kak..
    Baca sinopny ja udah nangis, gmana kalo ntony.. Lanjut lg kak, udah gak sabar.. Selesaikan dulu sinop the legend baru drama yg lain..

  10. sedih……baca sinopsis episode ni….but aq suka episode yg satu ni…..keren,,,,,
    mas andi yg semangat ya……

    bisa minta dikirimin filmx ga lewat email,,soalnya udah nyoba download sendiri gak bisa…….

    • wahahaha attachmentnya kegedean .. uploadnya bakalan lama .. ^^ .. ga bisanya kenapa? aku bisa gitu ^^ … coba kamu cari yang Mediafire, trus kalo ada part1 dan part2 kamu donlod 2 2 nya, baru kemuidan gunakan winrar untuk ekstrak, harus dalam folder yang sama loh … abis gitu nonton deh ^^ gampang koq ga ribet ..

  11. oh ya nanti itu damdoek jadi sama kiha apa suujini?
    dan kalau anaknya damdoek apakah damdoek akan tau ?
    dan apakah damdoek jadi sama sujini?

  12. Mana lanjutannya ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)Ʃ
    Bisa mati peNasaran ҡӑζaƱ ƍäª baca lanjutannya
    Ayo semangaT oPpa..
    Άkϋ transfer energi positif dr sini
    Siat siat siat …
    Wusssssssss..
    SEMANGAT..
    ( ื▿ ืʃƪ)

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s