Tree With Deep Roots – Episode 10

Berita menyebar dengan cepat, dan tak memakan waktu lama sampai Sejong mendengar kalau Ga Ri-on telah ditangkap oleh Biro Investigasi Kerajaan. Ia dituduh dengan dakwaan mengangcam Pelajar Nam Sa-chul, tapi satu jam sebelum tengah malam (saat kejadian itu terjadi),  Ga Ri-on punya alibi sedang bersama dengan dayang So-yi, yang melakukan pertemuan dengannya pada saat itu, yang secara langsung bisa membebaskan Ga Ri-on dari semua tuduhan.

Tapi masalahnya ia tak dapat membuka ini di hadapan biro, karena jika ia lakukan maka  nanti ia akan sulit menjelaskan mengapa sebagai seorang dayang Istana, So-yi telah keluar melewati jam malam yang telah ditentukan.

Tak menunggu waktu untuk mencari penjelasan, Chae-yoon segera menghadapi Mu-hyul dan menanyainya secara langsung mengenai perintahnya kepada Ga Ri-on untuk menggeledah ruangannya.  Mu-hyul menjawabnya dengan acuh tak acuh, mengatakan jika tugas Chae-yoon menyelidiki kasus maka tugasnya adalah menyelidiki Chae-yoon, semudah itu.

Dan untuk masalah ketidakbersalahan Ga Ri-on, Mu-hyul terlihat tidak setuju dengan pendapat Chae-yoon, mengatakan bahwa jika Ga Ri-on  memang tidak bersalah maka semuanya akan terungkap.

Chae-yoon sama sekali tidak senang dengan jawaban semacam itu, meskipun pada permukaan ia setuju. Benar, mungkin kebenaran akan terungkap tapi berapa harga yang akan dibayar? Bagaimana kondisi Ga Ri-on saat kebenaran itu dapat terungkap? Akankah ia masih hidup?

Jo Mal-saeng tak melakukan penyelidikan dengan siksaan kepada Ga Ri-on, karena seperti Chae-yoon, ia tak percaya kalau si penjagal ini bisa menjadi seorang penjahat. Ga Ri-on dengan cepat menyetujuinya bahwa dirinya adalah seorang yang sinting, jika sesudah ia menerima perlakukan khusus dari Raja, tapi kemudian berbalik melakukan kejahatan.

Jo Mal-saeng sangat penasaran mengapa Ga Ri-on ada di Ban Chon padahal ia tak dilahirkan di sana. Si penjagal kemudian memberitahukan kisah sedihnya mengenai bagaimana ayahnya telah terpanah dan terbunuh, sementara dia sebagai anaknya tak mampu untuk mendapatkan kembali jenazahnya. Saat ia berumur dua belas tahun, ayahnya meninggalkan dirinya di Ban Chon. Jo Mal-saeng mendengarkan seluruh ceritanya, mengangguk pada saat-saat tertentu, dan kemudian tersingkaplah tujuan Jo Mal-saeng melakukan semuanya ini, jika Ga Ri-on sedang melakukan tugas tadi malam, siapa yang memintanya untuk melakukan itu?

Petugas Lee Shin-juk, yang selama ini dengan seksama mengamati penyelidikan terhadap Ga Ri-on, dalam rasa terkejut yang amat besar saat ia memasuki ruangannya dan menemukan kalau seseorang telah memasuki kamarnya, meskipun penjaga di luar mengatakan tak melihat siapapun masuk. Ternyata penyusup itu menyampaikan perintah dari Mil Bon.

Sementara itu, Shim Jong-soo menemui sang Nyonya pemimpin mengenai rahasia yang telah ia rahasiakan darinya. Si Nyonya menjelaskan bahwaa itu demi kebaikan semuanya, karena mereka sedang bersiap-siap melakukan kunjungan ke Sungkyunkwan yang akan dilakukan oleh Guru Hae Gang. Dan pada saat itulah Pimpinan Mil Bon, Jung Ki-joon, memilih untuk menampilkan dirinya sendiri.

Kegigihan Chae-yoon sungguh menakjubkan dan dari waktu ke waktu membuktikan bagaimana ia bisa dengan begitu baiknya membaca perilaku dan karakter orang. Kemampuannya ini sangatlah berguna saat ia bertanya pada Ga Ri-on mengenai beberapa pertanyaan beruntun, berharap membantunya untuk menjernihkan namanya. Chae-yoon layaknya seekor anjing yang menemukan tulang setiap kali menemukan sedikit saja keraguan dalam jawaban Ga Ri-on dan terus mencecarnya. Ia tak mau jawaban “tidak” dan sepertinya kesungguhannya ini bukanlah demi dirinya sendiri, ia memiliki tujuan yang lain.

Mungkin Ga Ri-on melihat kesungguhan dalam diri Chae-yoon, jadi ia memberitahunya bahwa selama malam itu, pada malam kejadian itu, dia sedang menerima perintah dari Raja melalui So-yi. Chae-yun merasa terkejut. Perintah Raja macam apa?

Tak butuh waktu lama untuk Chae-yoon menemui langsunn So-yi dan menanyakan mengenai perintah yang diterima oleh Ga Ri-on. So-yi ingin agar Chae-yoon menyelamatkan Ga Ri-on, yang dibalas oleh Chae-yoon kalau itu permintaan yang mustahil, karena tanpa adanya kesaksian dari So-yi untuk membuktikan ketidakbersalahannya, maka sama saja So-yi memberikan hukuman mati kepadanya.

Chae-yoon sangat jelas dalam perasaan kesal sejak ia berbicara dengan Ga Ri-on, dan segera menghakimi baik So-yi maupun raja Sejong saat So-yi memberitahu Chaeyoon kalau perintah itu demi kebaikan yang lebih besar yang tak dapat diungkapkan. Chae-yoon sudah tahu banyak mengenai perkataan “demi kebaikan yang lebih besar” dan menuduh So-yi yang mencoba untuk mengurangi rasa bersalah dalam diri So-yi, bahwa So-yi tahu kalau Ga Ri-on tak bisa diselamatkan tanpa pengakuannya, tapi ia masih ingin agar dirinya untuk menyelamatkan Ca Ri-on? Dengan nada tinggi, Chae-yoon bertanya pada So-yi, apakah Ga Ri-on seharusnya bersyukur kalau mereka tidak membunuhnya langsung, dan merasa berterima kasih hanya dengan pengetahuan bahwa semuanya ini demi kebaikan yang lebih  besar. Apakah demikian adanya?

Kata-katanya sungguh menusuk, dan So-yi menjawab dengan surat yang panjang dan melakukan penyembahan. Ia tidak merasa marah dengan perkataan Chae-yoon, karena ia memahami bagaimana perasaan Chae-yoon.

Tulisan So-yi: “Kau bertanya padaku mengapa aku memakan campuran bahan-bahan obat Tiongkok, benar khan? Ketika aku masih kecil, oleh karena kelakuanku yang kekanakan, ayahku dan orang-orang yang kukasihi telah mati karenaku. Kebaikan yang lebih besar yang diemban Yang Mulia bukan hanya demi Yang Mulia. Itu juga terhubung denganku. Aku juga ingin bisa tidur. Aku ingin lari dari semuanya itu. Aku ingin hidup. Hidupku dan Ga Ri-on dan juga kebaikan yang lebih besar itu bergantung padamu. Kumohon selamatkanlah dia.”

Chae-yoon membaca ini dan melihat kesungguhan dari tindakan So-yi, mau tidak mau tergerak hatinya dan dengan enggan menyetujui permintaannya.

Tanpa banyak membuang waktu, Chae-yoon langsung segera menuju ke Ban Chon dan dengan lisan bertanya pada setiap penduduk desa apakah ada yang melihat seseorang mengambil pisau  Ga Ri-on dari kiosnya. Semua orang yang ada menjawab tidak tahu atau sama sekali tidak mendengar apapun, Chae-yoon semakin lama semakin merasa putus asa, tapi tangan kanan Nyonya Pemimpin (orang y ang sama yang dulunya mengancam leher Ddol-bok) mengatakan kalau ia mendengar suara sapi-sapi pada malam itu.

Chae-yoon langsung mengambil informasi ini dan menelaahnya, ia segera menemui seorang pemain sandiwara, yang dapat menirukan suara apapun di dunia ini, yang sering dipanggil ke Istana Sejong. Chae-yoon segera tanpa tedeng aling-aling mengatakan padanya kalau di tempat jagal Ga Ri-on tak akan ada sapi yang bersuara, ia menyatakan kalau ada saksi orang Ban Chon yang mendengar suara yang dikiranya seekor sapi, padahal kemungkinan besar adalah orang berbakat itu.

Melalui beberapa usaha, baik merayu, menggoda, dan juga menggunakan pertanyaan pancingan, Chae-yoon berhasil mencari tahu kalau si pemain sandiwara ini melihat dua orang keluar dari kios jagal semalam.

Chae-yoon segera pergi keluar dan berlari dengan terburu-buru.

Sejong segera menjadi bersemangat ketika ia menjelaskan proses penciptaan sistem bahasanya pada dua sekutu / kritikus barunya. Terlihat ia begitu berkobar-kobar semangatnya dalam penemuan hebatnya ini, dan kegembiraan yang ia rasakan menular.

Terlihat betul kalau So-yi sangat memuja Sejong bahkan mengidolakannya. So-yi yakin kalau suatu hari nanti, Chae-yoon akan bisa menaruh kepercayaan yang sama dengan dirinya terhadap Sejong.

Sung Sam-moon dan Park Paeng-nyeon terbukti menjadi pemicu dan pendorong proses pembuatan Hangul menjadi lebih efektif dan cepat. Kedua pelajar itu sangat terus terang, dan meskipun Raja Sejong meminta penilaian dan mengharapkan adanya sedikit jawaban positif yang membangun, tapi justru bukan itu yang ia dapatkan. Karena keduanya segera menunjukkan beberapa abjad yang bermasalah, menjabarkan kalau itu belumlah selesai. Tampak dada Sejong naik turun menahan rasa kesal karena dikritik tanpa ampun tapi ia juga ingin tahu pendapat mereka, lalu ia mengatakan pada mereka kalau ia sebenarnya ingin menyelesaikan bagian yang belum selesai itu dengan Ga Ri-on.

Sejong dan Chae-yoon terbukti berada dalam pemikiran yang sama saat mereka berdua menyadari hal yang sama.

Chae-yoon menyimpulkannya melalui semacam kerja sama dengan Jo Mal-saeng, yang memberikan daftar orang-orang yang dicurigai, sementara Sejong berhasil menngambil kesimpulan dari percakapannya dengan dua pelajar. Dia segera mengatur sebuah pertemuan dengan Chae-yoon, yang tak dapat lebih dekat lagi dalam mencari pelaku sebenarnya karena setiap keluarga bangsawan menolak sensus pajak agar tidak lolos. Jika Chae-yoon tidak bisa menyelamatkan Ga Ri-on, maka tak seorangpun yang bisa.

Dan untuk membuktikan betapa keduanya, Sejong dan Chae-yoon, berada dalam pemikiran yang benar-benar satu frekuensi, Sejong memberikan Chae-yoon beberapa kata-kata kode bagaimana manusia akan bertindak tidak masuk di akal saat dalam keadaan bahaya, membuat Chae-yoon bertanya-tanya pada dirinya sendiri, dapatkan ia membaca teror? Sejong juga melakukan ini karena walaupun ia bisa sampai pada kesimpulan yang sama dengan Chae-yoon tapi tak dapat bergerak dengan bebas, lain halnya dengan Chae-yoon.

Sejong tak perlu terlalu mengkhawatirkan mengenai kata-katanya yang terlalu berteka-teki karena Chae-yoon berpikir cepat dalam memahaminya sehingga tahu apa yang sedang dimaksudkan oleh Raja.  Mu-hyul sama sekali tak mengerti apa yang sedang dipercakapkan keduanya ^^. Chae-yoon segera mendatangi tempat kejadian perkara, rumah Nam Sa-chul. Pelajar Nam menyatakan bahwa orang itu adalah pembunuh bertopeng yang meneror Istana baru-baru ini, tapi Chae-yoon dengan mudah membuka kebohongan si Pelajar Nam, karena sama sekali tidak ada bukti teknik lompatan yang tertinggal di rumah itu. Tapi bagaimana dengan bukti terkutuk itu? Pisau jagal Ga Ri-on? Pelajar Nam Sa-hul tampak sangat ketakutan. Kelihatannya Chae-yoon memang dapat membaca teror juga.

Chae-yoon mengatur cara (yang cukup aneh dan lucu) untuk menemukan kebenarannya. Ia sebelumnya memberikan instruksi pada kedua rekannya: Cho-tak dan Park-po, sehingga keduanya melewati rumah Nam Sa-chul sambil bercakap-cakap, sementara Nam Sa-chul ada di dekat mereka berdua. Kedua pengawal Istana itu bercakap-cakap seperti baru saja menghapal dialog ^^ (yang memang mereka lakukan baru saja di Rumah Produksi Kang Chae-yoon ^^), dan berbicara dengan suara keras bahwa mereka telah menemukan seorang saksi mata yang menyaksikan orang yang telah mencuri pisau jagal Ga Ri-on. Dan juga .. sungguh suatu kebetulan, ia adalah seorang pelukis! Cara melukisnya begitu cepat karena ia menggunakan kedua tangannya, dan sekarang sedang mempersiapkan lukisan untuk memperlihatkan pada mereka siapa pelaku sebenarnya. Kali ini orang itu pasti tidak akan lolos  dari tangan mereka!

Dan sungguh bagus karena Nam Sa-chul adalah orang yang mudah panik dan mudah ditipu, dan Chae-yoon adalah pemain sandiwara yang ulung. Hasil yang diharapkan dari permainan sandiwara Chae-yoon segera tampak. Nam Sa-chul terlihat sangat cemas sekarang. Jangan-jangan pelukis itu akan menggambarkan anakbuahnya yang sedang mencuri pisau itu. Ia akhirnya mengambil keputusan, untuk memecahkan masalahnya ini maka ia harus bisa menemukan seorang pembunuh gelap. … huh?

Sementara itu, di Ban Chon, pria yang sebelumnya digunakan oleh Chae-yoon karena besar mulut, ternyata adalah anggota dari Mil Bon. Dia tampak panik dan mengatakan kalau “mereka” sudah ada di ibukota, dan “itu” sudah terjadi. Mereka bercakap-cakap dan menentukan kalau akan ada pemberontakan dalam waktu dua hari, tapi Pyung memutuskan dengan tenang sementara ia menyebutkan kalau orang-orang mereka akan meninggalkan beberapa kode rahasia di seluruh ibukota malam ini sebagai pemberitahuan mengnai rencana mereka itu.

Kelihatannya Duta Besar Ming ternyata juga terlibat dalam kekisruhan di Istana, tapi mereka “melawan” Mil Bon. Dibuktikan dengan penangkapan seorang mata-mata Mil Bon di Kedutaan Ming oleh si “penerjemah”,  Gyeun Jeok-hee. Mata-mata itu tertangkap oleh Gyun Jeok-hee  saat sedang menulis kode rahasia di tanah dan sekarang ia sedang membawanya untuk diinterogasi.

Nam Sa-chul melakukan tindakan sesuai dengan perkiraan Chae-yoon. Ia menemui Chae-yoon di lembah gelap dengan membawa beberapa orang bayaran. Ia pikir dirinya sedang berada di atas angin  atas Chae-yoon si tampang bodoh, dan akan menggunakan cara paksa untuk merebut “lukisan” dari Chae-yoon. Tapi saat ia berhasil melakukannya, tampak lukisan itu ternyata adalah lukisan anjing yang sedang menatap padanya dari atas kertas, bukannya lukisan dari tangan kanannya.

Nam Sa-chul tahu kalau ini jebakan dan segera berusaha melarikan diri, tapi Nam Sa-chul menjadi terkejut karena saat ia berusaha keluar dari tempat itu, Jo Mal-saeng dan para pengawal Istana telah datang bermaksud untuk menangkapnya. Kelihatannya Chae-yoon telah berkoordinasi dengan Jo Mal-saeng.

Kembali ke Sejong dan Mu-hyul. Raja tampaknya sudah diberitahu kalau Nam Sa-chul sudah mengakui perbuatannya. Semuanya. Si pelajar itu merencanakan semuanya mengenai kejadian malam itu, jadi sebenarnya tak pernah ada orang di rumahnya, dan tak pernah ada ancaman. Sejong bertanya-tanya bagaimana sih si pria itu bisa menjadi seorang pelajar?

Tapi Sejong tentu saja sangat puas dengan hasil kerja Chae-yoon, dan tak melewatkan kesempatan ini untu menggoda Mu-hyul mengenai kelambatannya dalam persoalan ini. Mu-hyul tampak tersipu-sipu mendengar sindiran rajanya.  Mereka berdua sudah dekat selama beberapa puluh tahun dan itu cukup bagi Sejong untuk dapat membacanya seperti sebuah buku yang terbuka, dan akhirnya ia beralih dari gurauannya itu ke hal yang lebih serius: mempercayakan semua urusannya pada Ga Ri-on sepenuhnya. Jelaslah sudah, jika si penjagal itu sama sekali tak membuka mulutnya meskipun ia dalam tekanan dan siksaan, maka ia adalah orang yang patut dipercaya.

Chae-yoon menjemput Ga Ri-on di depan Biro. Keduanya saling memandang sesaat. Ga Ri-on tak dapat mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Chae-yoon dengan kata-kata, karena Chae-yoon telah mengalami banyak hal demi menyelamatkan jiwanya. Ga Ri-on bergumam bahwa ia mungkin satu-satunya budak yang pernah keluar dari Biro Investigasi Kerajaan hidup-hidup … dan ia mungkin benar dengan pernyataaanya itu.

Tapi itu belum selesai, ternyata Jo Mal-saeng bergabung dengan mereka berdua sambil membawa sebuah botol minuman anggur untuk diberikan pada Ga Ri-on.

Cho-tak menyadari kalau Chae-yoon tampak sangat senang pada dirinya sendiri, dan ia memang layak untuk mendapatkannya. Chae-yoon menganggap kasus ini sebagai suatu persoalan pribadinya karena ia pernah mengalami hal yang sama di masa kecilnya, tapi Cho-tak memberikan pernyataan yang menohok Chae-yoon. Ia bertanya apakah Chae Yoon berusaha begitu keras untuk menyelamatkan Ga Ri-on karena dia mengingatkan Chae-yoon pada ayahnya?

Chae-yoon masih menyimpan kotak lipstik yang dulu pernah ia berikan pada So-yi, dan teringat pada masa kecilnya. Chae-yoon sangat jelas terlihat kalau ia merindukan masa kecilnya dan mencoba untuk bermain kata-kata yang dulu pernah ia mainkan dengan So-yi, tapi sekarang dengan Cho-tak.

Ga Ri-on terhuyung-huyung mabuk dan berjalan pulang ke rumah, tak menyadari kalau ia sedang diikuti. Ohh …Tidaaakk! Bukankah pria malang ini baru saja keluar dari penjara? Tak bisakah ia beristirahat sebentar? Tapi tidak, seorang pria berseragam menemui si penjagal malang di sebuah lorong. Sungguh sial nasibnya >.<

Sementara itu, Shim Jong-soo telah berhasil membuat sebuah baju setelan yang kuat dan memutuskan untuk memberikannya pada Pyung. Tak sengaja ia bertemu dengan penerjemah Ming, Gyeun Jeok-hee yang sedang memata-matainya, dan berakhir dengan menyelamatkan mata-mata Mil Bon, yang sebelumnya telah ditangkap oleh Gyeun Jeok-hee. Dan melalui mata-mata itu lah Shim Jeong-soo mendapati kalau Nyonya Pemimpin dan Pyung telah menyimpan banyak rahasia (terutama pemberontakan yang dianggap rahasia super rahasia.) dari dirinya, dan ia menjadi sangat sangat sangat kesal sehingga ia bertarung dengan Pyung.

Orang yang berperan dalam penangkapan kembali Ga Ri-on, tidak lain tidak bukan si pejabat Lee Shin-juk, yang memulai percakapan ramah dan hangat dengan si pria malang sebelum kemudian menanyakan pertanyaan penting … apakah ia anggota dari Mil Bon? Ga Ri-on hanya bisa mengatakan kalau ia baru saja keluar dari penjara, tapi ia dipukul lagi.

Tapi Lee Shin-juk membuka secarik kertas di hadapannya, itu adalah perintah yang sebelumnya ia terima dari Mil Bon, dan tertulis di sana: “Selamatkan Ga Ri-on”. Lee Shin-juk tak bisa memahami mengapa Mil Bon akan memberikan perintah padanya untuk menyelamatkan Ga Ri-on jika ia bukan anggota mereka. Jadi, ia menaruh pisau di leher Ga Ri-on dan bertanya lagi. “Apakah kau anggota dari Mil Bon?”

GA Ri-on akhirnya bobol di bawah tekanan, dan mengatakan kalau ia akan memberitahu Lee Shin-juk semuanya jika ia mengirim semua anakbuahnya pergi. Lee kemudian menegurnya karena terlalu menuntut, dan mengatakan kalau Ga Ri-on dapat melakukan perbuatan baik sebanyak 100 kali tapi sekali salah, sebagai seorang budak, itu akan menjadi akhir dari hidupnya. Tidakkah ia tahu itu?

Wajah Ga Ri-on berubah menjadi lebih serius saat mengatakan: “Yah, apa yang akan terjadi jika satu atau dua hal dilakukandengan baik, tapi sesuatu yang lain tidak? Sebagai contoh, jika seseorang seperti kau telah menerima sebuah perintah untuk menjadi seorang pejabat pemerintah, yang memang dilaksanakannya, tapi perintah kedua yang diterimanya dalam dua puluh tahun ini ia abai … OH Ya Tuhan!

AHHHH! GA RI-ON ADALAH JUNG KI-JOON. Dialah Jung Ki-joon! DIA ADALAH JUNG KI-JOON?! Ahhh!! Dia adalah Jung Ki-joon! Huh? Siapa, apa, di mana, kapan, mengapa, BAGAIMANA? Memang sudah diketahui sebelumnya kalau ia mengatakan ia ingin bersembunyi di dalam masyarakat, tapi tak pernah terbayangkan kalau ia akan menyembunyikan dirinya sendiri sebagai seorang yang berada di tingkat terendah dalam masyarakat .. tapi mungkin, itulah mengapa ia memilihnya … tak seorangpun akan berpikir untuk mencarinya di sana. Dan itulah yang ia lakukan. Sungguh jenius!

Kejutan besar … Shim Jong-soo diberitahu langsung oleh si Nyonya pemimpin, dan semua kepingan teka-teki mulai terkumpul dan menjadi satu gambaran besar. Ketika mulanya Ga Ri-on dikejar oleh Jo Mal-saeng, Pyung muncul untuk menyelamatkannya, tapi Ga Ri-on menyuruhnya pergi dan nyaris sesaat sebelum Chae-yoon muncul. Jadi semua kejadian sampai ia dipenjara adalah sebuah tipuan belaka, lalu? Tak disangkal lagi itu membuat kekacauan di dalam Mil Bon saat mengetahui kalau Ketua mereka sedang ditahan, jadi Nyonya pemimpin menjaid orang yang memberikan perintah pada orang dalam mereka di dalam pemerintahan, yakni Lee Shin-juk, untuk menyelamatkan Ga Ri-on.

Ga Ri-on / Jung Ki-joon tampaknya menyimpan sedikit dendam pada Lee Shin-juk, karena ia telah meninggalkan dirinya untuk membusuk di penjara. Tidakkah ia melihat semua pertanda? Kantor percetakan dibakar, pembunuhan berdarah di Istana, yang menandakan kalau ia seharusnya aktif kembali. Ia lalu memberitahu si bekas (?) anggota Mil Bon, Lee Shin-juk untuk menunggu perintah yang berikutnya.

Sementara itu, Sejong berjalan-jalan di luar Istana dalam penyamaran, dengan wajah gembira sedang menantikan pertemuannya dengan temannya, si penjagal alias Ga Ri-on.

One comment on “Tree With Deep Roots – Episode 10

  1. Wee bagus banget..
    Kakak bisa minta sinopsisnya yg episode 24 ndak??
    coz ak ingin taw banget ending nya gimana??
    Thx U

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s