Geosang Kim Man Deok [The Great Merchant] – Episode 01

Prolog

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Mandeok berada di atas sebuah kapal dan sedang berlayar di atas lautan yang tertutup kabut  dan memasuki Hanyang [Seoul] pada musim gugur tahun 1796.

Beberapa hari kemudian, ia diangkat sebagai seorang dokter wanita dari Rumah Sakit Istana, dan tinggal di Istana sebagai kepala dari semua dokter wanita.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Mandeok memasuki Istana dan secara resmi memperkenalkan dirinya kepada Raja.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

[Setahun sebelumnya, di Pulau Jeju]

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pada tahun 1795,  tahun ke-19 masa pemerintahan Raja Jeongjo,

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

kelaparan yang hebat telah melanda Pulau Jeju dan mengambil banyak korban jiwa.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Karena itulah, Mandeok lalu mengambil tindakan, ia mengambil 1000 uang emas nya dan menggunakannya untuk membeli beras dari daratan utama. Dan rakyat memujinya karena hatinya yang sungguh baik dan pemurah.

Diambil dari Kisah Hidup Mandeok oleh Che Je-gong, Kumpulan Kisah Beonam, Edisi 55.

———————————————————————————————————

Pasar Hanyang

Seorang gadis remaja, Hong, yang dikelilingi oleh 2 gadis kecil dan 2 bocah lelaki, sedang menuangkan beberapa genggam beras ke dalam mangkuk yang dipegang masing-masing dari mereka.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: (berjongkok) Percayalah padaku kali ini! (berjalan memutar dan memeluk gadis-gadis itu dari belakang) Ini adalah berasku yang telah kutabung, segenggam penuh setiap kali giliranku untuk memasak. (nada membujuk) Ini yang harus kalian lakukan jika kalian ingin mencari uang!

Mokbo: (ragu-ragu) Aku sudah dalam masalah karena aku tidak membuat sandal jerami …. Baiklah, tapi jika kita tertangkap, kau yang membawa kantungnya.

Hong: Dasar nyali ayam!

Hong melihat beberapa nyonya-nyonya sedang berjalan menuju ke pasar …

Hong: (pada yang lain) Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan, khan?

Ketiga teman Hong mengangguk dan segera berlari ke depan nyonya-nyonya itu sambil membawa mangkuk berisi beras dan menjulurkannya pada nyonya-nyonya, yang menjadi tertegun dan bingung.

Hong tak menyia-nyiakan kesempatan bagus ini …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: (nada memelas) Tidakkah kalian mau membeli beras dari kami? (Ketiga nyonya melihat pada Hong) Pikirkan saja mereka seakan-akan anak kalian sendiri yang akan kelaparan. Kumohon …

Ketiga rekan Hong memasang wajah memelas membuat ketiga nyonya saling berpandangan dan merasa iba. Mereka segera mengambil uang dan membali beras yang dipegang oleh ketiga rekan Hong. Hong tersenyum senang karena rencananya berhasil.  Ketiga rekan Hong berterima kasih pada ketiga nyonya itu dan merasa senang, mereka kemudian segera menghampiri Hong dan menyerahkan uang padanya. Hong sangat senang dan menghitungnya …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: Bagaimana kedengarannya bubur kedelai merah? Aku akan traktir kalian. Ayo kita pergi!

Semua: (berlompatan senang) Hore !!!

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong segera membalikkan badan lalu berjalan diikuti yang lain, sambil menaruh sekeping mata uang di matanya dan melihat melalui lubang uang, tapi ia segera menjadi terkejut saat menyadari ada beberapa orang sedang mendatangi mereka.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Uh oh … masalah datang >.<

Beberapa orang itu tampak sedang mengawasi ke sekeliling sampai seorang dari mereka menyadari keberadaan Hong dan yang lain, Hong segera berteriak pada teman-temannya untuk melarikan diri.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Orang-orang itu segera berteriak pada mereka untuk berhenti dan segera mengejar Hong dan lainnya.

Dalam pelariannya, kantung beras Hong jatuh dan membuat beras berserakan di tanah. Hong segera berhenti dan berusaha mengumpulkannya kembali, tapi para pengejarnya berhenti di dekatnya. Hong segera berdiri dan mendorong seorang dari mereka, yang ambruk menimpa rekan-rekannya, kemudian melanjutkan lari, meninggalkan berasnya yang berserakan di tanah untuk menyusul teman-temannya.

Anak-anak itu terus berlari di tengah pasar dan kemudian berpencar melalui lorong-lorong pasar, para pnegejarnya juga segera berpencar mengejar mereka satu persatu.

Anak-anak itu dalam pelariannya justru membuat kekacauan yang lebih banyak, ada yang menyenggol seorang pelayan kedai sehingga nampan dan barang-barang di atsanya jatuih dan pecah.Adayang berlari dan menyenggol penyangga guci, membuat gucinya jatuh dan pecah. Bahkan Hong masuk ke sebuah gelanggang gulat dan menerobos di antara ke dua pegulat, tapi sebelumnya ia menabarak seorang yang membawa tepung sehingga jatuh berserakan di tengah gelanggang.

Pada akhirnya, anak-anak itu tidak hanya dikejar oleh pengejar mereka yang pertama tapi juga beberapa orang di pasar yang dibuat kacau oleh mereka. ^^

Hong terus berlari dan keluar dari pasar, masih dikejar beberapa orang. Tak sengaja dalam pelariannya itu ia menumbuk seorang pemuda bangsawan sampai terjatuh. Hong berhenti sejenak meminta maaf tapi kemudian segera melanjutkan larinya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Pemuda bangsawan itu segera bangun dibantu oleh seorang pembantunya dan beranjak pergi, tapi ia melihat sebuah suling kecil berornamen terjatuh di tanah. Pemuda itu segera memungutnya dan memandang ke arah Hong yang melarikan diri.

Beberapa saat kemudian …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong dan yang lainnya tertangkap dan sedang digiring kembali dengan telinga masing-masing dijewer para penangkapnya. ^^

Seorang wanita separuh baya menghampiri mereka dan segera menghentikan langkah mereka ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nenek Kim: Saudara-saudara, apa artinya semua ini?

Pria A: Selamat sore, Nyonya.

Hong dan yang lainnya terkejut melihat si wanita dan segera mengambil kesempatan saat para penangkapnya lengah karena bertemu dengan si wanita untuk melepaskan diri dan bersembunyi di toko terdekat. ^^  Hong bersembunyi di dalam toko sutera, yang dijaga oleh Maksoon.

Nenek Kim: Apakah anak-anakkku telah melakukan kesalahan?

Orang-orang itu sungkan dan sulit untuk menjawabnya …

Nenek Kim: (nada mendesak) Katakan saja. Jika mereka telah melakukan sesuatu yang salah, maka itu adalah tanggungjawabku.

Pria B: Memang benar kalau mereka itu masih anak-anak, tapi tetap saja perbuatan mereka melanggar hukum, yang mana melarang berjualan jika tak memiliki ijin. Jika kau tidak dapat mengendalikan anak-anakmu, maka kami nantinya yang mendapatkan masalah.

Nenek Kim segera melirik ke arah persembunyian anak-anaknya …

Sementara itu Hong memberikan tanda pada Maksoon agar tidak bersuara dan memberitahukan persembunyiannya. Maksoon tertawa geli …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong sangat mengagumi Maksoon yang bekerja di toko sutera, bersentuhan dengan banyak kain sutera yang mahal harganya dan indah.

Hong terbangun dari lamunannya ketika Pengurus Oh, yang juga merupakan paman dari Maksoon, keluar dari dalam toko dan menegurnya …

Pengurus Oh: Hei … bukankah kau adalah gadis dari Pusat Pelatihan?

Hong: (bangun dan memohon) Kumohon, Tuan, biarkan aku di sini hanya satu menit. Satu menit saja!

Pengurus Oh: (nada marah) Kau kira ini taman bermain?

Sementara itu …

Nenek Kim: (pada para pedagang) Aku minta maaf. Aku telah memberitahu mereka berulangkali mengenai hukum yang berlaku. Aku akan memberitahu mereka sekali lagi dan mencegah hal ini terjadi lagi. Kembalilah ke toko kalian.

Pria B: Bagaimana dengan uangku?

Pria A merasa tidak enak dan  menyenggol Pria B … tapi Pria B tetap bersikukuh ..

Pria B: Tidakkah kau akan memberikan ganti rugi pada kami akibat hilangnya waktu dan bisnis kami?

Pria A: (nada menegur) Ayolah kawan! … Jangan menjadi orang yang tak tahu berterima kasih!

Wanita C: Benar. Kau tahu mengapa? Karena nyonya ini lah alasan kita bisa melakukan bisnis di tempat ini dari mulanya!

Pria A dan yang lainnya mengangguk kepala, setuju dengan perkataan si wanita.

Nenek Kim: (nada tegas) Aku akan membayar untuk apapun kerusakan yang ditimbulkan oleh anak-anakku.

Semua orang sungkan tapi juga merasa lega dan berterima kasih pada Nenek Kim. Mereka segera membungkuk hormat padanya dan beranjak pergi, kembali ke toko mereka masing-masing.

Tiba- tiba …

Hong: Tapi tuan …

Tampak Pengurus Oh menyeret Hong keluar dan mendorongnya sehingga terjatuh ke jalanan. Hong terjatuh dan terguling di tanah tapi segera bangkit berdiri, memandang sejenak pada Nenek Kim, yang meliriknya,  kemudian pergi ke tempat teman-temannya yang sedang bersembunyi di toko seberang.

Nenek Kim merasa gusar dan memandang pada Pengurus Oh, yang baru menyadari kehadiran dari si wanita tua.

Pengurus Oh: Oh .. Nyonya … (maju menghampiri) Sebenarnya ini bukanlah urusanku jika kau memungut anak-anak gelandangan ini dan memberi makanan, pakaian, dan mengajari mereka bagaimana menjadi seorang pedagang, tapi mereka seharusnya tidak dibiarkan berkeliaran dan mengganggu bisnis. Kuminta kau mengawasi mereka dengan baik.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nenek Kim: Aku minta maaf. Tapi majikanmu si Daebang Gang dulunya juga salah satu dari anak-anak gelandangan yang pernah berada di bawah asuhanku. Dan … Siapa tahu? Gadis yang baru saja kau lempar keluar mungkin suatu hari nanti menjadi seorang pedagang besar seperti Daebang Gang.

Pengurus Oh tak bisa membalas perkataan dari si Nenek Kim, dan menahan rasa kesal di hatinya.

Nenek Kim: (nada menasihati) Tak seorangpun tahu mengenai masa depan. Berikan salamku pada Daebang Gang.

Pengurus Oh terpaksa mengangguk dan kembali ke dalam toko sutera dengan menahan kesal di hatinya.

Anak-anak yang menyaksikan dari toko seberang sangat senang dan kagum …

Nenek Kim segera mengawasi anak-anaknya yang bersembunyi di toko seberang …

Nenek Kim: Keluarlah dari sana!

Nenek Kim tanpa menunggu anak-anak itu segera berjalan pulang.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Mokbo: (nada pasrah) Matilah kita!

Hong: Tidak! Tidak karena sesuatu yang seperti ini. Menjual beras lebih menguntungkan daripala menjual sandal jerami. (mengeluarkan sekeping uang dan memandangnya) Nenek pasti akan mengubah pikirannya begitu ia melihat ini.

Beberapa saat kemudian …

Pusat Pelatihan

Tampak banyak anak kecil dan remaja berkumpul di halaman, menyaksikan Hong sedang dipukuli betisnya oleh Nenek Kim. Hong yang terakhir menerima hukumannya dan mendapatkan pukulan yang paling keras dari yang lainnya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Setiap pukulan mendarat di betisnya, Hong berseru kesakitan. Dong-ah yang melihatnya dari samping juga merasa apa boleh buat, merasa bersimpati pada Hong.

Nenek Kim: Berdiri yang benar!

Hong menahan sakit meluruskan kakinya … ^^

Nenek Kim: (sambil memukul betis Hong) Apa yang akan membuatmu belajar? Kau berdagang dengan tujuan untuk makan makanan yang lebih enak dan memakai pakaian yang lebih bagus? Apa yang pernah kukatakan padamu? Berdagang adalah ketulusan hati! Berapa kali harus aku katakan padamu? (memukul lagi betis Hong, kemudian pada yang lain) Ide siapa ini?

Anak-anak yang lain terkejut dan segera menunduk, tak berani bersuara, apalagi kemudian Hong ber “Hah!” pada mereka … ^^

Nenek Kim: (kesal) Apakah aku harus memukuli kalian semua lagi untuk mendapatkan jawabannya? (memukul betis Hong dengan keras)

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong sekarang hanya menjengitkan alis mata dan menggigit bibirnya tapi tak mengeluh kesakitan sama sekali.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Seorang gadis paling kecil, Myeonghee, dari “rekan kejahatan” Hong mulai menangis dan menjadi semakin keras. Hong tak tega dengan yang lainnya … terutama dengan si gadis kecil yang disayanginya.

Hong: Itu semua adalah ideku.

Nenek Kim menjadi marah dan memukul betis Hong lebih keras berulangkali sampai alat pemukulnya patah. Hong tetap tidak bersuara.

Nenek Kim sangat kesal dan membanting alat pemukulnya yang patah. Hong segera jatuh terduduk sambil mengelus betisnya yang tercetak bilur-bilur merah akibat pukulan si nenek.

Dong-ah merasa tak tega hatinya dan membujuk si nenek ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dong-ah: Nenek, kumohon kau sudi memaafkannya. Aku yakin Hong sekarang merasa menyesal.

Nenek Kim: (merasa tidak tega) Kau tidak akan dimaafkan jika kau sekali lagi menjual barang apapun di pasar.

Hong menatap si nenek sejenak kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan uang hasil penjualan beras tadi kemudian menjulurkan tangannya di hadapan si nenek.

Hong: Lihat! Menjual beras jauh lebih baik daripada menjual sandal jerami.

Nenek Kim menatap uang di tangan Hong kemudian pada wajah Hong …

Nenek Kim: Apakah uang sebegitu berartinya bagimu?

Hong tak menjawab tapi tetap menjulurkan tangannya, matanya memancarkan jawabannya …

Nenek Kim: Jika kau mencintai uang sebegitu banyak, taruh di mulutmu dan rasakan itu.

Hong sangat kesal … ia memandang pada uang itu kemudian pada si nenek dan mengambil keputusan. Ia mengambil sekeping uang dan menaruhnya di mulut. Dong-ah terbelalak dan menggelengkan kepalanya melihat kekeraskepalaan dari si Hong. ^^

Nenek Kim: Jika kau menyukai rasanya yang tidak enak itu, makan saja uang itu!

Hong: … (meringis kesal)

Nenek Kim: Rasanya pahit karena kau mendapatkannya dengan menggunakan rasa simpati dari orang-orang pada anak-anak kecil. Kau boleh melepaskan uang itu dari mulutmu sekarang.

Hong hatinya masih kesal, menoleh pada si nenek ..

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: (sambil menggigit uang) Oh tidak! Rasanya sangat enak koq!

Nenek Kim: Kalau begitu tetap taruh uang itu di mulutmu sampai kau mau mengakui apa yang kau lakukan itu salah.

Hong menatapnya marah … Nenek Kim memandang yang lain …

Nenek Kim: Apa yang sedang kalian lakukan dengan berdiri saja? Pergi dan selesaikan tugas kalian sehari-hari!

Anak-anak yang lain segera berhamburan pergi untuk melakukan tugas harian mereka. Tinggal Hong berhadapan dengan Nenek Kim, yang mengawasinya dengan kesal.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Suara Nenek Kim: Kalian berada di sini tidak untuk belajar menjadi seorang pedagang.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hanya ketika kalian telah belajar untuk bekerja dan belajar menghargai pekerjaan itu, kalian akan menyadari etika yang nantinya akan dipraktekkan oleh para pedagang. Dan seorang pedagang tanpa etika tak jauh lebih baik daripada seorang pencuri.

Hong dikurung di sebuah gudang dan ia berlutut di sebuah tikar masih dengan sekeping uang logam di mulutnya.

Tiba-tiba ia mendengar suara dan menoleh ke arah jendela di mana sumber suara itu berasal. Tampak dua buah boneka berwarna putih biru dan merah saling berhadapan.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Boneka Merah [Dong-ah]: Mengapa kau terus melakukan hal-hal yang kau tahu nantinya akan membuatmu mendapatkan hukuman?

Beneka Putih Biru [Dong-ah] : Karena aku merasa aku sepertinya harus melakukan sesuatu tapi aku selalu dibilangi kalau aku tak boleh melakukan apapun.

Hong melihat kedua boneka itu dan tersenyum geli …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Kedua boneka tadi diturunkan dan Hong memandang pada pintu gudang, benar saja, tak berapa lama Dong-ah masuk menghampirinya sambil membawa kedua boneka itu di tangannya.

Dong-ah: Ambillah koin itu dari mulutmu sekarang.

Tapi Hong menggelengkan kepalanya berulangkali sambil menggigit uang itu. Dong-ah tertawa geli meilhat tingkah si Hong.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dong-ah: Aku mengerti. Kau marah dengan kenyataan bahwa kau akan berakhir sebagai seorang penenun atau penyulam hanya karena kau seorang wanita sementara para bocah lelaki yang paling tidak bisa apa-apa pun mendapatkan kesempatan untuk bekerja di pasar.

Hong bersemangat menganggukkan kepalanya dan mau menjawab Dong-ah, lupa kalau ia sedang menggigit koin sehingga ia membuka mulut dan membuat koin itu masuk ke mulut dan tertelan.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

^^ Mata Hong terbelalak menyadari kesalahannya … Dong-ah juga terkejut … Hong terbatuk-batuk dan berusaha mengeluarkan koin itu tapi sudah terlambat .. hahahah ….

Dong-ah: (nada khawatir) Apakah kau menelannya?

Hong: (terbatuk-batuk) Aku harus pergi ke kakus…

Hong segera berdiri dan beranjak pergi dengan menahan sakit di dadanya … Dong-ah merasa khawatir dan mengikutinya …

Malam hari …

Kamar tidur

Hong dan anak-anak yang lainnya masuk ke kamar tidur, bersiap untuk beristirahat.

Mokbo: (masuk) Aku telah membuat 20 pasang sandal jerami hari ini, dan sekarang aku bahkan tidak bisa menekukkan jari jemariku.

Hong masuk dan akan beranjak tidur …

Hong: Minggir sedikit jadi aku bisa berbaring …

Hong berbaring di tempat tidur dengan tangannya memegang perut. ^^

Kotnim: (duduk) Hong, lihat apa yang terjadi pada betisku yang mulus karena dirimu.

Hong: (melirik) Mulus? Mulus gemuk maksudmu?

Kotnim: (cemberut) Apakah kau menikmati rasanya menipu Nenek dan menjual barang-barang tanpa ijin?

Hong: Jika aku ingin menjadi seorang pedagang besar nantinya, aku harus memulai lebih awal. Pertama-tama aku akan menghasilkan banyak uang dan membeli sebuah perahu. Dan kita akan pergi ke seluruh pelosok dunia untuk berdagang, kita semua.

Hong membayangkan dirinya berhasil menjadi pedagang wanita yang sukses …. Beserta dengan rekan-rekannya dari Pusat Pelatihan menjadi kelompok pedagang yang besar …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: Dong-ah, Seungchil, Gitae, Mokbo, Kotnim …Kita semua akan naik sebuah perahu yang besar dan berlayar ke negeri yang jauh. Tak ada tempat di dunia ini yang perahu kita tak dapat membawa kita kesana. Jepang, China, Vietnam, dan di balik padang gurun dan lautan sampai ke ujung dari Asia…  Kita akan menunggang unta, bertemu dengan harimau …

Kotnim: Bagaimana dengan para naga?

Hong: Ya, kita akan melihat para naga juga.

Kotnim: Dan makan banyak makanan yang enak?

Hong: Tentu saja! … Kita akan menghasilkan cukup banyak uang dengan berdagang sehingga bisa makan apapun dan melihat semua hal yang kita inginkan.

Tiba-tiba ….

Hong: Aduh ….

Hong terbangun dan merasa kesakitan di perutnya …

Hong: Oh … perutku bergemuruh … (menyadari sesuatu) … Minggir … Aku harus keluar …
Hong segera bangun dan keluar dari kamar tidur ….

Sementara itu …

Pelabuhan Hanyang

Di dalam sebuah kapal dagang, Daebang Gang sedang melakukan pertemuan dengan seorang pedagang Qing dan memeriksa sutera-sutera yang dibawa si pedagang Qing.

Pedagang Qing: Banyak para pedagang mencari sutera kami di Joseon.

Daebang Gang: Tapi aku, Daebang Gang, satu-satunya orang yang dapat membeli seribu gulung untuk saat ini.

Pedagang Qing: Aku dengar kalau segulung kain sutera Joseon ditukarkan untuk sekarung beras. (Daebang Gang mengangguk) Kain sutera dari Qing berharga lima kali lipat. (nada heran) Bagaimana bisa kau menjual 1000 gulung kain sutera tiap bulan selama tiga tahun di negeri kecil seperti Joseon?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Daebang Gang: Joseon mungkin sebuah negara kecil, tapi harga diri dari para pejabat yang bertransaksi denganku lebih besar daripada wilayah Joseon. Dan di Joseon saat ini, seorang bangsawan tidak dianggap seorang bangsawan yang sebenarnya tanpa sebuah jubah dari sutera Qing yang tersampir di pundaknya. Jadi kau tidak usah khawatir mengenai penjualannya.

Pedagang Qing: Benarkah demikian? Kalau begitu kita akan melakukan perjanjian transaksi.

Daebang Gang merasa puas dan menganggukkan kepalanya. Pedagang Qing segera menunjukkan jalan untuk melakukan transaksi tertulis.

Daebang Gang memberikan capnya di atas suratperjanjian jual beli, yang menandakan kalau ia akan membeli sutera Qing 1000 gulung setiap bulannya selama tiga tahun. Seorang pemuda asisten Daebang Gang memandang semua ini dengan hati gelisah.

Tak berapa lama …

Pusat Pelatihan

Nenek Kim: (menggebrak mejanya) Apa?

Pemuda asisten Daebang Gang:  Daebang Gang baru saja telah menandatangani sebuah kontrak untuk membeli sejumlah 1000 gulung sutera Qing tiap bulan.

Nenek Kim: Pasar sekarang ini sedang dipenuhi dengan banyaknya kain sutera yang melimpah ruah. Istana tidak akan berdiam diri  dan hanya mengawasi saja. Suatu tindakan balik pasti akan dilakukan oleh mereka. Daebang Gang buta mengenai hal ini karena yang bisa ia lihat hanyalah uang semata.

Pemuda asisten Daebang Gang: Apakah ada sesuatu lain yang bisa kulakukan?

Nenek Kim: Hanya berhati-hatilah. Mereka akan menyakitimu jika mereka mendapat tahu kalau kau yang memberikanku informasi.

Pemuda asisten Daebang Gang: Tak usah cemas, Nyonya.

Nenek Kim menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan tindakan Daebang Gang …

Kamar tidur

Hong masuk kembali setelah sekian lama di kakus … ^^

Hong: (mengeluh) Mengapa masih saja tidak bisa keluar?

Tiba-tiba terdengar suara lonceng bergema membangunkan semua anak-anak …

Mokbo: (mengucak matanya) Lonceng itu … suatu kali aku akan menghancuarkannya …

Daegu: Tapi kita telah bekerja sepanjang malam. Mungkin Nenek akan membiarkan kita tetap tidur.

Kotnim: Bermimpi saja!

Hong pasrah dan jatuh terduduk tapi merasakan perutnya sakit saat pantatnya menumbuk kasurnya.

Hong: (pada Kotnim) Hey, aku pikir aku akan segera mati. Jual saja semua beras yang telah kutabung dan berikan penguburan yang layak padaku. (meraih tangan Kotnim dan menepuk-nepuknya) Dan uang …terasa sangat tidak enak. (berseru pada yang lain) Dengarkan nasehatku! Jangan sekali-kali memakannya!

Dong-ah membuka pintu kamar dan menjengukkan kepalanya ke dalam ..

Dong-ah: Lekaslah. Nenek sudah bangun!

Semua anak segera bergegas bangun dan pergi ke halaman depan.

Di halaman, anak-anak yang lebih besar membantu mencuci muka dan menyeka anak-anak yang lebih kecil.

Hong berlari-lari masuk ke halaman depan dan tampak bersemangat …

Hong: Dong-ah, anak-anak, akhirnya koin itu keluar juga!

Hong mengangkat koin itu dan menunjukkannya pada yang lain sambil tertawa senang tapi kemudian menyimpannya kembali saat melihat Nenek Kim keluar kamar. Semua anak segera berkumpul di depan kamar Nenek Kim. Nenek Kim memandangi mereka satu-persatu dan melihat beberapa di antara anak-anak yang lebih kecil masih mengusap-usap mata, pertanda kantuk masih belum sepenuhnya hilang.

Nenek Kim membawa semua anak ke sebuah bukit di dekat pasar Hanyang dan mengajak mereka menyaksikan kesibukan orang-orang dari atas bukit.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nenek Kim: Atasi godaan untuk tidur saat subuh. Hanya mereka yang meninggalkan jejak pertama kali di pasar pada saat matahari mulai muncul sementara yang lain sedang pulas barulah bisa dihitung akan menjadi pedagang yang baik. Barang-barang baru apa saja yang telah datang hari ini, berapa harga barang-barang itu akan dijual, siapa para pembelinya dan siapa yang menjualnya … Informasi ini hanya berguna jika kau mendapatkannya lebih awal. Karena itulah mengapa kita datang kemari setiap pagi dan mengamati pasar. Apakah kalian mengerti?

Semua: (mengangguk) Ya!

Nenek Kim: Daegu, Myeonghee, kalian berdua akan mencari berapa harga pasar dari garam dan rami hari ini.

Daegu dan Myeonghee: Ya, nenek!

Hong: (bersemangat) Bagaimana denganku?

Nenek Kim: Mokbo, kau dan anak-anak lelaki lainnya akan berkeliling di toko-toko sepatu dan mendapatkan pesanan mereka.

Mokbo: Ya, nenek!

Hong: Nenek, bagaimana denganku?

Nenek Kim: (pada Mokbo) 20 pasang adalah jumlah minimum mu.

Mokbo: Beri kami kelonggaran, nenek! Siapa yang akan memesan begitu banyak ketika tak ada seorangpun yang akan mengenakan sandal jerami di musim dingin?

Nenek Kim: Jika kau mendapatkan pesanan berlebih, maka sisanya adalah milikmu, tapi jika kau tidak mencapai jumlah minimum mu, maka tak akan ada makan malam bagimu malam ini!

Mokbo: Tak ada makan malam? Oh tidak .. aku akan mati jika aku tidak makan.

Nenek Kim: Kotnim, pergi ke rumah Perdana Menteri Kim. Mereka akan memberimu sejumlah pakaian yang butuh dijahit yang harus kau bawa pulang. (Hong tampak cemberut dan kesal) Dan Dong-ah … aku ingin kau tetap tinggal di rumah mulai besok pagi dan berkonsentrasi pada pelajaranmu. Ujian penerjemah yang akan kau ambil hanya tinggal 5 hari lagi.

Dong-ah: Ya, nenek.

Hong: (tak sabar) Bagaimana denganku? Aku sudah bertanya dua kali.

Nenek Kim tak menggubrisnya dan mengajak semuanya segera pergi untuk melakukan tugas mereka masing-masing. Hong tertinggal sendiri di bukit dengan perasaan kesal.

Hong: Tunggu, ne …. (nenek dan yang lain sudah pergi) Apa yang seharusnya kulakukan?

Hong segera pergi menyusul Nenek Kim, Dong-ah dan beberapa anak lainnya yang menuju ke pasar.

Nenek Kim menghentikan langkahnya saat dekat dengan pasar karena melihat pemandangan yang mengejutkan. Tampak beberapa orang sedang membuat kekacauan di pasar, menggulingkan tempat dagangan dan menendangi para pedagangnya. Para pedagang berusaha mencegah perbuatan orang-orang itu tapi tak berdaya karena kalah tenaga dan jumlah. Ternyata Pengurus Oh yang memimpin orang-orang pengacau itu.

Nenek Kim menjadi marah dan mempercepat langkahnya …

Nenek Kim: (membentak) Hentikan kekerasan ini sekarang juga!

Orang-orang itu segera berhenti dan menoleh ke sumber suara. Pengurus Oh membalikkan badan dan melihat Nenek Kim berjalan ke hadapannya. Ia memberi hormat pada Nenek Kim.

Pengurus Oh: Selamat pagi, Nyonya. Kau pasti sedang berjalan-jalan untuk menunjukkan kapal pedagang pada anak-anak ini.

Nenek Kim: (nada keras) Apakah kau sekarang menjadi pengacau? Apa artinya ini?

Pengurus Oh: Berjualan tanpa ada lisensi dianggap melanggar hukum, nyonya.

Nenek Kim: Jadi kelihatannya Daebang Gang sekarang menugaskanmu untuk memukuli para pedagang untuk keluar dari bisnis mereka.

Pengurus Oh maju menghampiri Nenek Kim dan dengan suara rendah memperingatkannya.

Pengurus Oh: Nyonya, kuminta agar kau tidak ikut campur. Kau mungkin melukai hubunganmu yang sudah berpuluh tahun terjalin dengan Daebang Gang.

Nenek Kim: Daebang Gang akan membuat semua orang berbalik melawannya nanti.

Pengurus Oh tak menggubris pada nasehat Nenek Kim …

Pengurus Oh: (pada orang-orangnya) Apa yang sedang kalian tunggu? Bersihkan area ini!

Nenek Kim, Hong, dan Dong-ah sangat geram tapi tak dapat berbuat apa-apa …

Nenek Kim: Pergi beritahu Daebang Gang! Aku akan mengunjunginya hari ini.

Beberapa waktu kemudian …

Pengurus Oh memberitahu pesan Nenek Kim pada majikannya.

Daebang Gang: Apa sebenarnya yang diinginkan oleh wanita tua itu dariku?

Pengurus Oh: Aku rasa ini lebih menjurus ke arah kesepakatan perdagangan sutera daripada yang lainnya, tuan.

Daebang Gang: Dia tidak lain tidak bukan hanyalah seorang pengasuh anak-anak yatim piatu belaka. Bagaimana bisa dia mengetahui mengenai kesepakatanku dengan pedagang Qing?

Pengurus Oh: Dia banyak memiliki koneksi di mana-mana, mulai dari pasar sampai ke dalam Istana Kerajaan.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Daebang Gang: Koneksinya di Istana sama tuanya dengan dirinya itu. Semua yang ia miliki sekarang hanyalah Pusat Pelatihan yang mengumpulkan anak-anak yang terlantar di pasar.

Pengurus Oh: Dan jika saja bukan karena kontribusi darimu, maka Pusat Pelatihan itu pasti sudah tutup sekarang. Tuan, dia memang membuat investasi awal di toko sutera ini, tapi kau telah menyuntikkan dana beberapa kali lipat dari jumlah itu selama bertahun-tahun.

Daebang Gang: … (ragu-ragu)

Pengurus Oh: Jika kau menghentikan kontribusimu, maka Pusat Pelatihan mau tidak mau akan tutup. Tidakkah itu akan secara tidak langsung membuat wanita tua itu pergi dari hadapanmu?

Daebang Gang tampak memikirkan perkataan bawahannya itu kemudian menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan usulan dari Pengurus Oh.

Pasar Hanyang

Hong mengintil di belakang nenek Kim, yang sedang melakukan perjalanan menuju ke toko sutera Daebang Gang di pasar Hanyang.

Nenek Kim: Mengapa kau mengikuti aku terus?

Hong: Aku juga ingin bertemu dengan Maksoon. (nada memohon) Nenek, kumohon kirimlah aku keluar seperti Gitae dan Seungchil. Kau khan tahu kalau aku ini gadis yang cerdik dan berkaki cepat. Aku akan menjadi gila jika menenun di rumah seharian penuh! Aku ingin menghasilkan uang, menemukan keluargaku, dan memiliki usaha dagang yang besar suatu hari nanti.

Nenek Kim berhenti melangkah sehingga Hong mau tak mau berhenti juga.

Nenek Kim: Apakah kau ingin pergi?

Hong: (sedikit ragu-ragu) Ya!

Nenek Kim: Tapi kau tidak punya rumah untuk kembali seperti anak-anak yang lainnya.

Hong: Tentu saja aku punya. Ayahku ada di suatu tempat di luar sana. Sebelum ibuku meninggal …

Hong mencari sesuatu di sakunya tapi menjadi kebingungan ketika ia tak menemukannya, dan berusaha mencari di sekujur tubuhnya tapi benda itu tak ada. Nenek Kim heran dan memandanginya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: Huh? Kemana perginya benda itu? … (menggeledah sakunya yang lain) Uh … aduh .. Nenek, serulingku hilang!

Nenek Kim memandangnya iba tapi tak ada yang bisa dilakukannya sehingga ia beranjak pergi. Hong menjadi kebingungan dan sedih ….

Hong:  (memaki dirinya sendiri) Aduh … bodoh! Dari semuanya, mengapa itu yang hilang … (mengawasi ke sekelilingnya)

Sementara itu …

Nenek Kim masuk ke ruangan tamu dan menemui Daebang Gang, yang sedang duduk. Daebang Gang berdiri dan dengan enggan menyerahkan kursi utama pada Nenek Kim.

Daebang Gang: Ada urusan apa kau kemari, Nyonya?

Nenek Kim: (duduk) Bukankah kau sudah tahu?

Daebang Gang: Jika ini mengenai para pedagang ilegal, kau telah menyia-nyiakan waktumu. Itu adalah tugasku sebagai Daebang dari pasar ini untuk menghentikan ulah mereka yang mengganggu ketertiban umum.

Nenek Kim: Sejak kapan kau menjadi seorang Daebang dari pasar ini? Apakah kau sudah lupa mengapa aku memberikan padamu, seorang pedagang keliling dari Jeju yang tak memiliki uang sesenpun, semua macam informasi dari Istana dan juga uang untuk memulai sebuah usaha dagang dan juga keahlian untuk menjalankannya?

Daebang Gang: …. (tak enak hati)

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nenek Kim: Kejahatan monopoli dapat dicegah dengan persaingan yang sehat! Perkataanmu yang penuh dengan hasrat telah menggerakkan hati seorang wanita yang baru saja meninggalkan seluruh kehidupannya di dalam Istana Raja. Tapi … sekarang aku dengar kalau kau berkeliling dan mengisi kantung-kantung dari orang-orang yang salah.

Daebang Gang: … (berdehem)

Nenek Kim: Apakah kau menghindariku selama ini karena aku selalu menentang mengimpor kain sutera dari Qing? Perhatikanlah baik-baik! Ada kelebihan persediaan sutera di pasar sekarang ini. Istana Raja sama sekali tak memandang dengan senang kepada mereka yang berkeliling mengenakan kain sutera Qing. Tindakan tegas akan diambil tak berapa lama lagi.

Daebang Gang: Aku menghargai nasihatmu, tapi … aku sekarang punya cukup pengaruh atas keputusan dari Istana Raja, jadi janganlah ikut campur.

Nenek Kim: Aku ternyata salah menilaimu selama ini. Apa yang terjadi dengan prinsipmu yang mulia itu?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Daebang Gang: Prinsip hanyalah tinggal sebuah prinsip tak peduli seberapa mulia prinsip itu. Kekuasaan datang dari tempat lain. Seorang pedagang rendahan tak dapat mengubah dunia ini. Semua yang bisa kulakukan hanyalah menjalankan usaha dagangku dengan lancar dan baik.

Nenek Kim: Manisnya rasa uang tak akan bertahan lama.

Daebang Gang: Nyonya, kau bukan lagi seorang wanita muda sekarang. Ijinkan aku untuk mengembalikan investasimu sehingga kau dapat menghabiskan sisa hidupmu di desa yang tenang dan damai.

Nenek Kim: (menatap tajam) Kau boleh menyimpan semua uang itu. Mengapa kau menjadi begitu baik hati padaku? Benar bukan?

Daebang Gang: … (hatinya dipenuhi amarah)

Beberapa saat kemudian …

Nenek Kim keluar dari toko sutera dengan perasaan kesal dan gusar … ia memandang sebentar ke dalam kemudian dengan apa boleh buat melangkah pergi dari sana.

Sementara itu …

Pengurus Oh: Menyingkirkannya? Aku tak mengerti maksudmu.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Daebang Gang: (menggebrak meja) Dia seharusnya tahu bahwa ia akan patah jika ia tak mau melenturkan dirinya. Tak seorangpun dikotaini yang tak mendengar kalau aku bisa berhasil sampai sekarang dikarenakan aku membuntuti di belakang wanita tua itu. Aku sudah muak dengan semua itu! Di atas semuanya itu, ia nantinya pasti akan menjadi penghalang jalanku dalam menjalankan usahaku ini. Jadi .. urus masalah ini dan selesaikan segera untuk selama-lamanya!

Pengurus Oh: Aku akan melihat apa yang bisa aku lakukan, Tuan. (beranjak pergi)

Daebang Gang: (duduk santai) Kapan anak dari Menteri Hukum mengambil ujian negara yang pertama untuk menjadi pejabat sipil?

Pengurus Oh: (berbalik) Besok, Tuan.

Daebang Gang: Siapkanlah seratus gulung sutera Qing untuk dihadiahkan sebagai ucapan selamat jika ia lulus ujian itu.

Pengurus Oh menganggukkan kepalanya dan segera pergi dari ruangan.

Kediaman Keluarga Jeong

Di dalam kamar Jeong Hongsu

Ibu Hongsu mengepas baju pada anaknya …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ibu Hongsu: Kau terlihat persis ayahmu pada masa mudanya saat kau berpakaian seperti ini.

Hongsu: Kapan kau membuatkanku pakaian ini, eomonni?

Ibu Hongsu: Saat kau mengurung diri di kamarmu untuk belajar demi mempersiapkan diri menghadapi ujian. Aku menjahitnya satu demi satu dengan sepenuh hatiku. (meraih tangan Hongsu) Kau sudah belajar dengan sangat giat, anakku.

Hongsu: Aku akan melakukan yang terbaik.

Ibu Hongsu: Usahakan untuk tidak menjadi terlalu gugup dan pasti nantinya akan mendapatkan hasil yang baik. Percayalah pada dirimu sendiri dan lakukan yang terbaik!

Hongsu: Ya, eomonni.

Ibu Hongsu menepuk-nepuk tangan anaknya dan merasa sangat puas. Ia lalu mengambil pakaian lama anaknya yang ada di atas meja, tapi sesuatu terjatuh di atas meja. Hongsu segera memungutnya, yang ternyata  sebuah suling kecil berornamen. Ibu Hongsu heran …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ibu Hongsu: Apa itu?

Hongsu: Bukan sesuatu yang penting.

Sementara itu …

Hong menggeledah di setiap sudut pasar, bahkan sampai mengangkat meja dagangan untuk mencari sulingnya yang hilang … tapi tentu saja tak akan ditemukannya di mana-mana ….

Saat Hong  sedang mencari sulingnya ia bertemu dengan Pengurus Oh yang diiringi oleh beberapa orang. Kemudian tak berapa lama ia bertemu dengan Maksoon sendiri yang heran dan bertanya apa yang sedang dicarinya.

Maksoon: Apa kau kehilangan sesuatu?

Hong: Aku kehilangan suling kecil  peninggalan ibuku.

Maksoon: (pada pemuda di sampingnya) Pergilah lebih dahulu, nanti aku menyusul.

Pemuda A: Kau harus kembali sebelum kami kembali dari mengantar barang ini.

Maksoon: Ya …

Pemuda itu dan yang lain segera pergi meninggalkan Maksoon dengan Hong, yang masih mencari-cari suling kecil.

Maksoon: Aku akan membantumu untuk menemukannya. Bukankah kau katakan itu satu-satunya benda peninggalan ibumu?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: Ibu berkata kalau ayahku akan tahu siapa diriku ini dengan menunjukkan suling kecil itu saat ia bertemu denganku. Oh … omong-omong, apakah mereka tidak membutuhkan bantuan tenaga lagi di toko sutera?

Maksoon: Usahakan kau mendapatkan ijin dari Nenek dahulu jika kau ingin bekerja di toko sutera.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: (mendesah) Aku tak bisa. Ia katakan kalau itu nantinya akan menghancurkan diriku jika aku belajar mengenai dagang di tempat sebesar itu.

Maksoon: (tertawa geli) Tapi kau masih ingin tetap bekerja di sana?

Hong: Uhm … Aku pikir itu luar biasa bagaimana kau bisa mengambil satu warna kain sutera dan menggabungkannya dengan warna yang lain untuk menciptakan sesuatu yang terasa sangat berbeda. Dan aku sangat menyukai membujuk orang untuk membeli barang-barang, dan aku sangat iri saat melihatmu menangani kain-kain sutera itu, karena tanganmu mengingatkanku akan kipas bunga tipis yang melambai-lambai.

Nenek Kim datang dan mengawasi keduanya, yang tak menyadari kehadirannya karena sedang asik bercakap-cakap …

Maksoon: (tersenyum geli) Kipas bunga? Aku mendapatkan semua luka-luka ini karena menangani kain-kain sutera setiap hari.

Hong: Mana mana? Kedua tanganmu terlihat halus di mataku. (Hong meraih tangan Maksoon dan merabanya)

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Maksoon tertawa geli tapi kemudian ia menyadari kehadiran Nenek Kim yang sedang mengawasi mereka berdua. Hong heran dan membalikkan tubuhnya untuk menemukan kalau Nenek Kim sedang memandang tajam padanya.

Maksoon: Nenek …

Keduanya segera menghampiri si nenek  …

Maksoon: (memberi hormat) Bagaimana kabarmu nek? Aku minta maaf karena aku masih belum sempat untuk menemuimu. Oh ya, aku telah membuatkan sepasang penutup telinga untukmu nek. Tunggulah sebentar di sini, aku akan kembali dan mengambilnya.

Nenek Kim: (tegas) Tak usah!

Maksoon: (salah tingkah) Tapi .. aku telah membuatkannya sepenuh hatiku, jadi …

Nenek Kim: (nada dingin) Apakah kau benar-benar merasa senang untuk melihatku? Atau .. apakah kau hanya ingin mendapatkan persetujuanku?

Maksoon merasa sakit hati dan menundukkan kepalanya, ia menahan tangisnya. Hong merasa tidak tega melihatnya.

Hong: Ambillah penutup telinga itu. Aku akan memberikannya pada nenek nanti.

Maksoon: Tak perlu! (pada Nenek Kim) Apakah kau masih merasa sakit hati padaku karena aku pergi bekerja untuk Daebang Gang ketika kau memberitahuku untuk tinggal dan belajar lebih lama lagi di Pusat Pelathan?

Nenek Kim hanya memandangnya dengan dingin dan segera beranjak pergi melewati Maksoon, tapi Maksoon masih belum selesai dengan perkataannya …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Maksoon: Aku mempelajari lebih banyak hal di tempat itu daripada jika aku nantinya masih tetap ada di bawah asuhanmu … jadi aku sama sekali tak menyesal. Pada kenyataannya, aku senang karena aku bisa pergi dari sana.  Tahukah kau betapa merdeka rasanya itu?

Nenek Kim hanya diam saja tapi kemudian tanpa mempedulikan pada Maksoon, ia berseru pada Hong …

Nenek Kim: (berseru) Hong, kau mau pulang tidak?

Nenek Kim segera beranjak pergi tanpa menoleh sekalipun. Hong tak bisa mengerti dengan tindakan si nenek dan merasa serba salah dengan Maksoon, tapi ia lebih berat dengan si nenek sehingga menyusulnya. Di temgah perjalanan, Hong masih menyempatkan diri untuk menoleh, memandang pada Maksoon yang tampak sangat kesal pada Nenek Kim.

Hong menyusul nenek Kim yang berjalan dengan cepat sekali, melewati Pengurus Oh dan beberapa orang di sebuah toko, yang mana pemiliknya adalah si Pria A dan B, yang menangkap dan menjewer Hong dan kawan-kawan.

Pengurus Oh menemui beberapa pemilik toko dan berbicara entah apa dengan mereka. Saat ada yang menolak, Pengurus Oh segera menoleh pada anakbuahnya, yang langsung mengambil tindakan mengancam, membuat pemilik toko tak berkutik dan terpaksa mau tidak mau menuruti kemauan dari Pengurus Oh.

Pusat Pelatihan

Nenek Kim dan Hong melangkah masuk ke dalam Pusat Pelatihan

Hong: (menggerutu) Sulingku masih hilang, dan sekarang Maksoon marah …

Nenek Kim: Apa yang sedang kau gumamkan?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: (nada kesal) Bagaimana kau bisa begitu jahat? Maksoon hanya merasa senang karena bisa melihatmu lagi. (duduk kesal dan bergumam) Seharusnya aku juga mengemasi barang-barangku dan pergi kepadanya ketika ia pergi bekerja ke toko sutera  …

Nenek Kim: Apakah kau benar-benar berpikir kalau yang dilakukan Maksoon itu adalah berdagang? Dia menjual kain sutera padahal ia bahkan tidak memahami apa sebenarnya sutera itu.

Hong: (mendesah kesal) Itu adalah barang-barang dagangan dan ia hanya menjualnya.… Jika itu bukan berdagang, jadi kalau begitu apa itu berdagang?

Nenek Kim: Apakah kau benar-benar ingin menjadi seorang pedagang? Apakah kau sebegitu menginginkannya?

Hong: (tak paham) Huh? (menunduk dengan suara pelan) Ya …

Nenek Kim: bahkan meskipun kau harus mempertaruhkan semuanya?

Hong: (berdiri dan dengan nada memohon) Aku akan melakukan apapun. Hanya saja berikan aku sebuah kesempatan untuk melakukannya.

Nenek Kim: (mengangguk) Baiklah … (Hong tersenyum senang) Untuk menjadi seorang pedagang, kau butuh sebuah pondasi.

Hong: (tak mengerti) Sebuah pondasi?

Nenek Kim: Berpikirlah dengan sungguh-sungguh mengenai apa yang kau miliki.

Hong: … (berpikir)

Malam hari …

Hong masih belum tidur, ia mengingat kata-kata nenek tadi sore ….

Nenek Kim: Untuk menjadi seorang pedagang, kau butuh sebuah pondasi. Apa yang kau miliki?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: (berpikir) Lidah perakku ? ….. Kakiku yang cepat ? …. Atau uang? … (mengawasi ke teman-temannya yang sudah tidur) Atau anak-anak ini?  … (mendesah) Aiyoo …. Apa sebenarnya pondasi yang yang dibicarakan oleh nenek yah?

* Lidah perak = pandai berbicara / keahlian berbicara

Hong mendesah sedih tapi terkejut saat tiba-tiba ia mendengar suara keras di luar ….

Kamar Nenek Kim

Seorang pedagang pasar menemui Nenek Kim ….

Nenek Kim: Apa katamu? Para pedagang di pasar?

Pedagang A: Ya. Mereka berbicara seakan-akan mereka sudah bersiap untuk menutup Pusat Pelatihan ini besok.

Nenek Kim: … (terkejut dan memutar otaknya)

Pedagang A: Mereka bahkan berbicara mengenai penolakan bersama terhadap anak-anak dari Pusat Pelatihan,

Nenek Kim: Bisakah kau mencari tahu orang-orang yang mungkin ingin mengambil anak-anak yang lebih besar? Orang-orang itu tak harus para pedagang.

Pedagang A: (terkejut) Kau tidak .. berpikir untuk menutup tempat ini, benar khan?

Hong yang ada di luar sangat terkejut mendengar percakapan ini …

Nenek Kim: Ini hanyalah permulaan saja. Jika Pengurus Oh mengusik para pedagang untuk melawan diriku, itu artinya Gang Gaeman sedang mencoba untuk mengusir aku dari pasar ini.

Pedagang: (mengangguk tanda mengerti) Kalau begitu apa yang akan kau lakukan?

Nenek Kim: Gang Gaeman bukanlah satu-satunya orang yang memiliki pengaruh di pasar ini.

Pedagang: Kalau begitu, apakah kau akan bangkit melawan Daebang Gang?

Nenek Kim: (nada tegas) Aku tak bisa membiarkan anak-anakku ditendang ke jalanan. Jika ia ingin menjatuhkan diriku maka aku tak akan berbaring diam saja.

Sementara itu …

Hong masuk ke dapur dan mondar-mandir dengan gelisah di dalam …

Hong: (pada diri sendiri) Menutup Pusat Pelatihan? Tidak, aku tak mau dipisahkan dari teman-temanku … tapi apa yang harus kulakukan ? (pandangan Hong terbentur pada guci penyimpanan berasnya) Benar … ini dia …

Hong menghampiri guci beras dan membukanya, meraup segenggam beras di tangannya dan dipandanginya …

Hong: Aku mengerti sudah! Pondasiku adalah hasratku untuk tetap bersama dengan teman-temanku. Lalu .. apa yang harus kulakukan … Apa … ?

Keesokan harinya …

Banyak orang berkumpul di depan papan pengumuman yang mencantumkan kertas yang berisikan nama-nama peserta ujian yang lulus. Mereka mencari nama-nama peserta ujian … beberapa ada yang gembira karena lulus tapi ada juga yang menangis sedih karena gagal.  Di antara mereka terdapat Hongsu yang wajahnya tetap tenang saat membaca pengumuman itu lalu segera keluar dari kerumunan ditemui oleh pembantu setianya, Chilbok.

Chilbok: (nada cemas) Tuan Muda! Bagaimana?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hongsu tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya, si Chilbok sangat senang dan berseru-seru ..

Chilbok: Ya! Hore! Tuan Mudaku  lulus ujian dengan nilai memuaskan!

Hongsu: (tertawa geli) Berhentilah membuat keributan di tempat umum …  (Chilbok memaksa dirinya untuk diam) Chilbok …

Chilbok: (nada heran) Mengapa kau memanggilku dengan nada lembut, tuan?

Hongsu memegang telinga Chilbok dan mendekatkan mulutnya untuk berbisik.  Tampak Chilbok sangat terkejut saat mendengar permintaan si tuan mudanya.

Chilbok: Huh? Apa? (nada memelas) Tuan Muda, kau akan membuatku terbunuh nanti!

Hongsu: Aku selama setahun penuh ini tak melakukan apapun kecuali belajar untuk persiapan ujian.  Nah .. sekarang aku ingin belajar mengenai dunia luar … (nada membujuk) Ayolah, Chilbok …

Chilbok kebingungan dan tak tahu harus bagaimana …. ia mendesah panjang …… ^^

Sementara itu …

Kediaman Menteri Kehakiman, Jeong Dong

Tampak dua gerobak penuh berisi gulungan kain sutera ada di depan pintu gerbang dan beberapa orang sedang memindahkan gulungan kain sutera itu ke dalam rumah.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Tiga orang sedang mengawasi kegiatan itu dari kejauhan untuk beberapa saat. Seorang petugas datang menghampiri mereka.

Kim Ungryeol: Apakah kalian menemukan sesuatu?

Ketiga orang itu segera bangkit dan memberi hormat.

Asisten Kapten: Itu kain sutera Qing, Tuan. Jumlahnya sangat banyak.

Kim Ungryeol: Seberapa banyak?

Asisten Kapten: Kira-kira sekitar seratusan gulung, Tuan.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Kim Ungryeol: Seratus gulung kain sutera Qing sebagai hadiah? … Hah! …  Kau tak bisa menyebutnya sebagai hadiah. (nada memerintah) Selidiki mengapa Gang Gaeman melakukan penyuapan ini, dan apakah ada orang lain yang diberi suap oleh Gang.

Asisten Kapten: (memberi hormat) Baik, Tuan!

Kim Ungryeol menatap ke arah kediaman Jeong dan membuat keputusan.

Kim Ungryeol: Hah! .. Aku tak sabar menunggu untuk melihat wajah Menteri Kehakiman saat aku muncul di sana dan merusak pestanya.

Kim Ungryeol segera bergegas melangkahkan kakinya menuju ke arah kediaman Menteri Kehakiman. Si Asisten Kapten hanya bisa memandanginya saja.

Di Dalam Kediaman Menteri Jeong

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sebuah pesta sedang diadakan untuk merayakan keberhasilan putera dari Menteri Kehakiman lulus ujian. Semua orang terlihat bersuka ria dan memberikan ucapan selamat pada Menteri Kehakiman. Gang Gaeman juga hadir di sana.

Daebang Gang: Aku membawakan sedikit hadiah untuk memberikan ucapan selamat atas keberhasilan putera Anda dalam ujian pertamanya.

Gang Gaeman mengambil segulung kain sutera dari samping tempat duduknya dan mempersembahkannya di hadapan Menteri Kehakiman, Jeong Dong.

Daebang Gang: Ini adalah kain sutera dengan kualitas terbaik dari Qing.

Jeong Dong: (merasa puas) Kau benar-benar seorang yang cerdas dalam memanfaatkan kesempatan. (tertawa senang)

Jeong Dong segera mengambil kain sutera itu dan berniat mengamatinya tapi terdengar suara penjaga dari luar ..

Penjaga: Tuanku, Kapten Kim Ungryeol dari Biro Pengawas Perniagaan datang untuk bertemu dengan Anda.

Wajah Jeong Dong dan Gang Gaeman segera berubah begitu mendengar nama Kim Ungryeol.

Jeong Dong: (mencondongkan tubuh ke arah Gang Gaeman) Seorang tamu tak diundang sudah datang untuk bergabung dengan kita. Jangan pedulikan dia dan nikmatilah pesta ini.

Daebang Gang: … (menganggukkan kepalanya dan tersenyum paksa)

Jeong Dong: (minum secawan teh) Persilahkan ia masuk ke dalam.

Gang Gaeman dengan gelisah menanti kedatangan Kim Ungryeol, yang segera masuk begitu dipersilahkan dan menghadap pada semua orang yang sedang berpesta. Musik segera berhenti demikian juga dengan para penarinya, membuat suasana tambah sunyi dan sedikit tegang.

Jeong Dong: Oh .. Kapten Kim, Aku sebenarnya tak mengharapkan kalau kau akan datang.

Kim Ungryeol tersenyum dan memberikan hormatnya ..

Kim Ungryeol: Aku hanya mampir untuk memberikan ucapan selamat atas keberhasilan putera Anda di ujian negara, Tuan. (memandang sejenak ke sekeliling) Oh .. aku harap kedatanganku tidak mengganggu suasana pesta.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Jeong Dong: Oh tidak! Tidak! Aku justru sangat senang dengan kedatanganmu kemari. Ada seseorang yang memang bermaksud untuk kuperkenalkan kepada dirimu. Duduklah dahulu.

Kim Ungryeol memandang pada Daebang Gang, yang berpura-pura membetulkan duduknya,  kemudian segera mengambil tempat duduk di ujung meja.

Jeong Dong: Kapten Kim, orang ini adalah Daebang Gang dari Toko Enam Lisensi. (pada Daebang Gang) Dan beliau ini adalah Kapten dari Biro Pengawasan Perniagaan yang baru saja diangkat. Silahkan kalian berdua saling berkenalan satu sama lain.

Daebang Gang segera menghadap ke arah Kim Ungryeol dan memberikan hormatnya, sementara Kim Ungryeol tak bergerak untuk membalas hormat itu. Daebang Gang hanya tersenyum kecil dan menghadap kepada si Menteri Kehakiman, Jeong Dong.

Daebang Gang: Tuanku, para pedagang ilegal telah banyak berkeliaran di pasar baru-baru ini. Aku rasa kalau Biro Pengawasan Perniagaan tak cukup baik dalam mengawasi mereka itu.

Jeong Dong: … (meminum tehnya)

Kim Ungrryeol: (tertawa kecil) Aku menerima sebuah laporan kalau para pedagang ilegal secara dramatis meningkat sejak kau menjadi Daebang dari Toko Enam Lisensi.

Daebang Gang: Beberapa orang mengatakan bahwa segalanya berubah lebih mudah bagi para pedagang ilegal sejak kau diangkat, Kapten Kim.

Kim Ungryeol: Jadi itukah alasanmya mengapa kau memutuskan untuk menghukum mereka sendiri dengan memukuli mereka?

Daebang Gang: Sebagai seorang Daebang dari pasar, maka itu adalah tanggungjawabku untuk melindungi para pedagang yang memiliki lisensi.

Kim Ungryeol: (nada tegas) Semua hal yang berkaitan dengan pedagang ilegal akan diurus oleh Biro Pengawasan Perniagaan. Aku tidak akan berdiam diri saja dan membiarkan para pedagang berlisensi untuk memanfaatkan hukum seenaknya sendiri.

Daebang Gang: …

Kim Ungryeol: Aku tahu hukum lebih baik daripada dirimu, jadi aku sarankan padamu untuk mengawasi saja hukum yang berkaitan denganmu, Daebang.

Daebang Gang: (tertawa kecil) Kalau begitu anggap saja kita berdua sudah saling kenal sekarang, Kapten.

Kim Ungryeol: … (menatap dingin pada Daebang Gang)

Daebang Gang: (pada Jeong Dong) Ah … omong-omong, Tuanku, di mana pahlawan kita hari ini?

Daebang Gang dan Kim Ungryeol saling mengawasi satu sama lain dengan pandangan bermusuhan.

Pasar Hanyang

Kesibukan tampak di pasar, banyak orang hilir mudik dan berlalu lalang di sepanjang jalan.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hongsu menyamar dengan pakaian rakyat jelata sedang berjalan sambil makan dan mengawasi ke sekelilingnya, merasa tertarik dengan kesibukan luar biasa yang terjadi di pasar Hanyang.

Hong keluar dari lorong kecil sambil membawa sekantung beras yang dipondongnya. Hong menuju ke toko beras dan menemui pemiliknya.

Hong: Tuan …

Pemilik toko beras, yang sedang memeriksa beras, menoleh dan heran, ia segera keluar menemui Hong.

Pemilik Toko Beras: Loh, bukankah kau anak di lain hari?

Hong: (memberi hormat) Salam Tuan.

Pemilik toko beras heran dengan kantung yang dipondong oleh Hong.

Pemilik toko beras: Apa yang ada di dalamsana?

Hong: Ah … aku butuh sedikit modal. Aku ingin tahu apakah kau tertarik untuk membelinya.

Pemilik toko beras: (nada tawar) Coba di tempat lain saja. Aku tak akan membelinya.

Hong: (nada memohon) Tuan, tolonglah. Semua orang juga menolak diriku. Tolonglah, hanya sekali ini saja … ya … (Hong meraih tangan pemilik toko beras)

Pemilik toko beras: (mendorong pergi Hong) Sudah kubilang tidak!

Hong terdorong jatuh sehingga berasnya berserakan di tanah … Hong berusaha mengumpulkan kembali beras itu.

Tiba-tiba …

Hongsu datang dan segera menegur si pemilik toko beras

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hongsu: Sungguh tindakan yang memalukan terhadap seorang gadis kecil!

Pemilik toko beras: Apa? Apa yang baru saja kau katakan, bocah?

Hongsu: Segera minta maaf pada gadis ini!

Pemilik toko beras: Sungguh tak masuk akal. Ini memang hari burukku.

Si pemilik toko beras segera mengambil sapu lidi dan mengancam Hongsu dengan benda itu.

Pemilik toko beras: Segera pergi dari sini atau kalau tidak … !

Hongsu: Oh ho … Kau berani?!

Hong: (pada Hongsu) Hentikan. Sudah cukup.  (pada pemilik toko beras) Aku minta maaf, tuan.

Si pemilik toko beras mendesah keras dan masuk ke dalam tokonya sambil melemparkan sapu lidi yang dipegangnya.

Hong merasa lega dan mendesah keras, ia memandang pada Hongsu dan menggelengkan kepalanya lalu memunguti berasnya yang tumpah ke jalanan.

Hongsu berjongkok dan membantu Hong mengumpulkan beras yang berserakan.

Hongsu: (nada lembut) Apakah kau baik-baik saja?

Hong: (nada kasar) Urus saja urusanmu sendiri!

Hongsu terkejut dengan balasan yang diterimanya …

Hongsu: Aku hanya mencoba untuk membantumu …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: (menyela, masih kasar) Kau sama sekali tidak membantuku. Kau justru menjadi penghalangku! (bergumam) Dia mungkin saja membelinya karena bersimpati kalau aku terluka ….

Hongsu baru mengerti, justru tindakannya membantu tadi malah merusak rencana si gadis. Hongsu merasa bersalah karena tindakannya si gadis tak berhasil menjual berasnya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hongsu: Oh … aku minta maaf. Lalu apakah ada sesuatu yang bisa kubantu?

Hong memandang pada Hongsu dan mendesah …

Beberapa saat kemudian …

Hongsu dan Hong berjalan di jalanan pasar …

Hongsu: Apa yang akan kau lakukan dengan beras itu?

Hong: Aku sudah tak punya pilihan lain lagi. Aku akan menjualnya di jalanan.

Hongsu: Tapi … bukankah itu ilegal? Jika kau tertangkap oleh yang berwajib …

Hong: (berhenti dan menoleh pada Hongsu) Aku tahu. Aku sudah mendengarnya ribuan kali jadi tak usah kau mengingatkanku lagi.

Hongsu: (kalah) Baiklah kalau begitu, baguslah!

Hong: Haih … tapi aku tak punya pilihan lain. Jangan cemaskan itu dan pergilah.

Hongsu: Tapi … aku tak bisa pergi begitu saja saat aku sudah membuatmu celaka.

Hongsu: Jadi kalau begitu apakah kau akan membantuku untuk menjual ini? (mengamati dari atas ke bawah) Bisakah kau berteriak?

Hongsu: Huh?

Beberapa saat kemudian di jalanan pasar Hanyang …

Hong membuka dagangan di pinggir jalan dengan Hongsu di sampingnya tak tahu harus berbuat apa ^^

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: (berseru lantang) Mari kemari belilah berasmu di sini, saudara-saudara! Ini adalah beras campuran sempurna dari beras manis dan beras putih yang jika dimasak akan lembut dan mudah dikunyah! Ayo ayo … satu nyang untuk satu mangkuk! … dua nyang untuk tiga mangkuk! Mari mari saudara-saudara! Dapatkanlah beras yang enak ini!

Hong memandang pada Hongsu yang hanya diam saja mengamatinya dari tadi karena tak tahu harus bagaimana … Hongsu yang dipandang sedemikian rupa menjadi serba salah … ahahah …

Hong: Bukankah kau tadi mengatakan kalau kau akan membantu?

Hongsu dengan apa boleh buat berdehem dan bersiap …

Hongsu: (suara normal) Beras … beli beras ..

Hong: (menoleh ke arah Hongsu) Aigooo … bahkan kau tidak akan menarik perhatian seekor semut dengan suara seperti itu.

Hongsu merasa diremehkan dan memberanikan dirinya …

Hongsu: (berseru keras)  Beras putih dan beras manis! …. (menoleh pada Hong) Omong-omong, apa itu beras manis?

Hong menatapnya tak percaya untuk sekian detik ….

Hong: Tak masuk akal … benar-benar tak masuk akal ….! (berseru lantang pada orang-orang di sekitarnya) Mari kemari dapatkan berasmu di sini, saudara-saudara!

Tiba-tiba …

Tampak sepasukan prajurit sedang mendatangi tempat para pedagang ilegal berjualan …

Kepala Prajurit: Tangkap semua para pedagang yang tak berlisensi!

Para prajurit segera membuang barang-barang para pedagang ilegal yang mereka temui ke jalanan. Beberapa orang ditangkap dan dipukuli serta ditendangi. Hong terkejut dan ketakutan.

Hong: Lari!

Hongsu: … (masih diam di tempatnya)

Hong mengemasi berasnya dan panik, apalagi melihat Hongsu sama sekali tak menggerakkan kakinya.

Hong: Lari! Jika kita tertangkap, semuanya akan berakhir!

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong segera lari sambil membawa kantung berasnya, diikuti oleh Hongsu. Para prajurit berlarian mengejar semua pedagang ilegal termasuk Hong dan Hongsu.

Toko Sutera Daebang Gang

Maksoon dan Hyang Suhn serta dua orang pemikul barang sudah siap mengantarkan pesanan kain sutera Qing, mereka menunggu kedatangan Pengurus Oh, yang baru saja keluar dan menemui mereka.

Pengurus Oh: Kirim semua barang ini ke kediaman Menteri Kehakiman. Pastikan semuanya dalam kondisi yang sempurna.

Hyang Suhn: Jangan cemas, Tuan.  Aku telah melakukan ini sudah berulang kali banyaknya.

Pengurus Oh hanya memandanginya lalu pergi masuk ke dalam. Hyang Suhn menyerahkan buntalan di tangannya pada Maksoon dan mengajak mereka semua pergi. Maksoon menjengitkan bibirnya karena tingkah Hyang Suhn yang angkuh.

Sementara itu …

Hongsu berlari sambil membawa kantung beras dan salah satu tangannya menggandeng tangan dari Hong  Mereka berdua melarikan diri dari para prajurit yang mengejar mereka dengan gigih. Dalam pelariannya, mereka berdua berpapasan dengan Maksoon yang akan berangkat menuju ke rumah Menteri Kehakiman. Maksoon terkejut dan mengenali Hong, tapi tak tahu apa yang sedang terjadi dan mengapa Hong berlari-lari.

Beberapa saat kemudian …

Para pedagang ilegal dimasukkan ke dalam sel tahanan, demikian juga dengan Hong dan Hongsu yang berhasil ditangkap.  Hongsu tidak terima dan menegur para penjaga penjara ..

Hongsu: (berseru) Hei lihat sini! Aku tak peduli apa yang akan kau lakukan padaku, tapi kau tidak bisa menahan seorang gadis muda!

Penjaga penjara: (tak menggubris) Namamu?

Hongsu: Namaku Jeong Hongsu!

Penjaga penjara menulis nama Hongsu dan melanjutkan pertanyaannya …

Penjaga penjara: Nama ayahmu?

Hongsu ragu-ragu tapi saat melihat Hong, ia merasa iba …

Hongsu: Menteri Kehakiman adalah ayahku!

Hong terkejut dan menoleh ke arah Hongsu …. Tapi penjaga penjara tidak mempercayainya dikiranya Hongsu main-main …

Penjaga penjara: Tutup mulutmu, bocah! Kau tidak lain tidak bukan hanyalah seorang pedagang kakilima jalanan!

Prajurit Kim datang dan menghampiri rekannya …

Prajurit Kim: Oh ho .. keributan apa ini? (ia melihat ke arah sel dan terkejut) Loh, Hong, apakah itu kamu?

Hong: (mendongakkan kepalanya dan terkejut) Tuan!

Sementara itu di Pusat Pelatihan …

Anak-anak panti asuhan sangat senang saat mengetahui kalau Dong-ah telah lulus ujian penerjemah yang pertama. Mereka berkumpul untuk makan kamar mereka. Kotnim datang dengan membawakan makanan.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Kotnim: Tidakkah ini luar biasa? Dong-ah sekarang menjadi pejabat penerjemah di pemerintahan!

Semuanya: Selamat!

Dong-ah: (tersenyum lebar karena senang) Aku masih belum menjadi penerjemah. Aku masih ada ujian kedua yang masih harus kuambil.

Mokbo: (nada heran) Omong-omong di mana Hong?

Kotnim: Sungguh aneh. Aku yakin dia lebih gelisah dari semua orang untuk mengetahui hasil dari ujianmu.

Mokbo: Iya!

Tiba-tiba …

Terdengar suara pintu dibuka dengan keras dan teriakan orang memanggil Nenek Kim.

Suara Pria: Nyonya! Nyonya!

Dong-ah dan yang lain heran ribut-tibut apa ini …

Ternyata prajurit Kim datang memberitahu Nenek Kim mengenai tertangkapnya Hong.

Nenek Kim keluar dan menemui prajurit Kim.

Nenek Kim: Katamu Hong ditahan?

Prajurit Kim: Ya, kau harus segera melakukan sesuatu !

Nenek Kim: Jika ia melanggar hukum, maka ia memang harus menghadapi konsekuensinya.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Prajurit Kim: (gelisah dan panik) Nyonya, kau sama sekali tidak mengerti! Kapten Kim Ungryeol dari Biro Pengawasan Perniagaan adalah orang yang tanpa belas kasihan.

Nenek Kim terkejut mendengar nama Kim Ungryeol ….

Prajurit Kim: (gelisah) Mengapa ia tertangkap di hari-hari seperti ini ….

Nenek Kim tampak sangat shock  sehingga sedikit terhuyung, Dong-ah yang ada di sebelahnya segera membantunya.

Nenek Kim: Apakah kau baru saja mengatakan Kim Ungryeol? (berpkir lagi) Kim Ungryeol ….

Halaman Kantor Biro Pengawasan Perniagaan

Beberapa orang sedang dihukum karena melakukan perdagangan ilegal. Para terhukum dibaringkan telentang dan diikat kaki tangannya kemudian dua orang prajurit di kanan kiri memberikan pukulan bergantian di pantat. Tampak Kapten Kim Ungryeol sendiri yang mengawasi pemberian hukuman ini. Seseorang kepala prajurit menghampiri Kapten Kim.

Kepala Prajurit: Aku yakin kalau para terhukum sudah menyadari kesalahan mereka, Tuan.

Kim Ungryeol: Pimpin aku ke sel tahanan.

Kepala Prajurit: Huh?

Kim Ungryeol: Aku juga akan menginterogasi para hukuman yang tersisa.

Di jalanan Hanyang

Prajurit Kim disertai Nenek Kim dan Dong-ah berjalan tergesa-gesa menuju ke Kantor Biro Pengawasan Perniagaan.

Prajurit Kim: Nyonya, kita harus bergegas sekarang! Anak-anak itu akan segera dipanggil keluar untuk diinterogasi setiap saat!

Nenek Kim: Anak-anak?

Prajurit Kim: Putera Menteri Kehakiman ditangkap bersama-sama dengan Hong!

Nenek Kim kembali terkejut …

Dong-ah: Nenek!

Nenek Kim: Dong-ah, pergi ke kediaman Menteri Kehakiman dan beritahu pada mereka kalau putera mereka telah ditahan. Lekas!

Dong-ah: Baik, nek!

Dong-ah segera lari melakukan perintah Nenek Kim.

Sel tahanan

Kim Ungryeol memeriksa sel tahanan dan mengawasi semuanya sampai di depan sel tahanan di mana Hong dan Hongsu ditahan dan melihat keduanya.

Kim Ungryeol: (pada penjaga penjara) Apakah semua ini adalah terhukum yang berdagang tanpa ada lisensi?

Penjaga penjara: Benar, Tuan!

Kim Ungryeol memandang ke arah Hong, yang mengangkat kepalanya dan membalas pandangan dari Kim Ungryeol.

Sementara itu …

Prajurit Kim dan Nenek Kim masih di tengah perjalanan sedang bergegas ke arah kantor Biro Perngawasan Perdagangan.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nenek Kim: (dalam hati) Langit sungguh kejam … aku harus menghentikan ini. Aku tak bisa mengijinkan Hong dan Kim Ungryeol bertemu!

Sel tahanan Biro Pengawasan Perniagaan

Kim Ungryeol: Tidakkah kau tahu kalau kau telah melanggar hukum negara?

Hong: Aku sudah mencoba untuk menjual beras pada pedagang yang berlisensi, tapi mereka semua menolak untuk membelinya. Jadi …

Kim Ungryeol: (menyela) Jadi kau tahu kalau kau melanggar hukum, tapi kau tetap melakukannya, begitu?

Hongsu: Tuan! Sebuah aturan memang telah dilanggar, tapi pasti ada alasan di balik semua ini jika sampai seorang anak kecil terpaksa menjual beras di jalanan. Aku memohon kemurahan hatimu.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Kim Ungryeol: Hukum negara adalah sama dan setara untuk semua orang. Siapa yang akan mematuhi hukum jika para terhukum diampuni karena mereka masih muda?

Hong: (merasa diperlakukan tak adil) Kalau begitu, mungkin ada sesuatu yang salah dengan hukum tersebut.

Kim Ungryeol: Apa?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: Tak ada orang yang boleh membeli atau menjual apapun di manapun kecuali di toko-toko berlisensi. Tapi jika toko-toko itu menolak untuk bertransaksi denganmu, kau tak punya pilihan lain selain menjadi pelanggar hukum.  Dan jika sebuah hukum justru membuat kita menjadi seorang pelanggar hukum, bukankah ada sesuatu yang salah dengan hukum itu?

Kim Ungryeol: Kau memang gadis kecil yang bermuka tebal! Bukannya menunjukkan rasa penyesalan atas kejahatanmu, kau malah sibuk membuat banyak alasan. Aku akan menunjukkan padamu betapa tegasnya hukum itu hari ini!

Hong dan Hongsu tahu mereka tak dapat berbuat apa-apa …

Beberapa saat kemudian …

Kapten Kim membawa tahanan tersisa keluar menuju ke halaman untuk dihukum.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong dan Hongsu termasuk di antara para tahanan itu.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nenek Kim dan Dong-ah sudah tiba di halaman dan menyaksikan keduanya berlutut di hadapan Kapten Kim. Nenek Kim pasrah ….

Kim Ungryeol: Melakukan transaksi tanpa adanya lisensi dan karenanya menghindari pajak dianggap setara dengan pencurian!

Hong tahu kali ini ia tak bisa lolos dari hukuman sehingga sedikit ketakutan …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hongsu: Aku akan menerima hukumanku. Tapi aku memohon padamu, agar lebih dahulu mendengarkan apa kisah dari gadis ini.  Jika sampai seorang anak kecil dipaksa untuk keluar di jalanan dan menjual makanan yang seharusnya ia makan, maka pasti ada alasan di balik semuanya itu yang patut untuk dipertimbangkan kembali!

Kim Ungryeol merasa alasan Hongsu ada benarnya juga sehingga ia menujukan pandangannya pada Hong.

Kim Ungyreol: Mengapa kau ada di jalanan menjual beras? Siapa yang membuatmu melakukan itu?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hong: (ragu-ragu) Tak ada seorangpun, Tuan! Aku hanya tak ingin terpisah dari keluargaku … Jadi aku mencoba untuk menjual beras yang telah kusisihkan segenggam demi segenggam setiap kali aku memasak.

Kim Ungryeol: (heran) Apa tujuanmu menyisihkan beras itu?

Hong: Tak ada alasan khusus. Aku hanya ingin berjaga-jaga saja.

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Kim Ungryeol: (tertarik) Berjaga-jaga? … Menyisihkan segenggam beras setiap kali memasak adalah trik mengurus rumah tangga yang dipraktekkan oleh para wanita dari Pulau Jeju … Apakah ibumu berasal dari Pulau Jeju?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nenek Kim tampak terkejut saat Kim Ungryeol menyinggung Pulau Jeju …

Hong: (tak paham) Huh?

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Kim Ungryeol memandang pada Hong dengan penuh perhatian …. Hong balas memandang Kim Ungryeol tak mengerti …

Sinopsis Drama Kerajaan [Sageuk] Korea | https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

6 comments on “Geosang Kim Man Deok [The Great Merchant] – Episode 01

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s