Dae Jang Geum – Daftar Episode

Sekitar 500 tahun yang lalu pada masa Dinasti Joseon/Chosun, Korea memiliki struktur hirarkis dan sosial yang kaku,  yang didominasi laki-laki. Terletak pada periode ini, “Jewel in the Palace” dibuat berdasarkan pada kisah nyata tentang seorang gadis legendaris (Jang Geum) yang menjadi wanita pertama yang menjadi dokter dengan tingkatan tertinggi di Kerajaan pada waktu itu.

Meskipun terlahir  sebagai gadis kelas rendah dalam masyarakat yang didominasi laki-laki, Jang Geum mampu mengatasi serangkaian diskriminasi sosial dan berhasil menjadi juru masak kerajaan, kemudian menjadi dokter kerajaan, bahkan akhirnya menjadi dokter pribadi yang bertanggung jawab terhadap kesehatan raja. Dia bahkan diberikan gelar oleh raja sebagai  “Dae Jang Geum (Jang Geum Yang Agung).” Kisah hidup nya yang penuh perubahan, baik kesuksesannya maupun kejatuhannya, serta kisah cintanya yang indah diungkapkan. “Jewel in the Palace” pasti menyentuh hati Anda.

Baca lebih lanjut

Iklan

Dae Jang Geum – Episode 72 (Finale)

Tak terasa beberapa tahun telah berlalu, dan sejarah kembali terulang. Jang-geum (dengan nama samaran) dan Jeong-ho telah menikah dan mempunyai seorang putri bernama Soo-hyun, yang tidak kalah cerdas dan bandel dibanding sang ibu saat kecil. Sudah tentu, pukulan rotan juga tidak lepas dari betisnya.

Jeong-ho sendiri mengisi waktu luangnya dengan mengajar, sementara Jang-geum tetap menjadi dokter bagi orang-orang yang membutuhkan. Saat berusaha menyelamatkan seorang ibu yang kandungannya sungsang, ia nyaris dihakimi massa dan diserahkan ke pihak berwenang kalau Jeong-ho tidak muncul dan mengajaknya lari.

Kebetulan, aksi ketiganya terlihat oleh Duk-gu yang langsung pulang dan melaporkan keberadaan Jang-geum sekeluarga pada Shin-bi, yang kemudian meyampaikan pada Ratu Soo-waen. Meski dicegah oleh Kepala Dayang Min dan Dayang Utama Jang, ia nekat menyampaikan berita itu pada Permaisuri, yang justru memberi reaksi mengejutkan.

Dalam melakukan pekerjaannya mengobati orang banyak, Jang-geum mendapat bantuan tak ternilai dari putrinya Soo-hyun, yang kadang bahkan nekat kabur dari rumah hanya supaya bisa membantu sang ibu. Kalau sudah begitu, giliran sang ibu yang berusaha menyelamatkan putrinya dari omelan Jeong-ho.

Ketika sampai di rumah, ketiganya telah dikepung oleh pasukan kerjaan, yang ternyata datang untuk menjemput mereka kembali ke istana. Di istana, pertemuan Jang-geum dan Jeong-ho dengan para kenalan lamanya berlangsung mengharukan, semua begitu gembira bisa berkumpul lagi termasuk para menteri yang dulu begitu memusuhi.

Kedatangan Jang-geum disambut langsung oleh Permaisuri, yang menjadi pemegang roda pemerintahan, yang saking gembiranya mengembalikan status mantan dokter nomor satu itu dan suaminya Jeong-ho seperti semula. Selain usia yang bertambah, praktis tidak ada perubahan berarti di lingkungan istana.

Gembira bisa kembali ke istana, namun Jang-geum sadar kalau tempatnya yang sebenarnya adalah berada di tengah rakyat jelata. Meski sedih, Permaisuri mengabulkan permintaan itu dengan syarat Jang-geum harus selalu siap bila dipanggil kembali.

Dalam perjalanan kembali ke desa, Jeong-ho meminta Jang-geum berjanji untuk tidak akan pernah melakukan operasi karena selain belum diakui, tindakan itu bakal membuat keselamatan keduanya kembali terancam. Sudah tentu, sang istri dengan manja menolak permintaan itu.

Dasar nasib, ketiganya malah bertemu seorang wanita yang tinggal di sebuah gua terpencil dan bakal melahirkan dalam waktu dekat. Masalahnya, tidak ada cara lain untuk menyelamatkan ibu dan bayi kecuali dengan operasi.

Sebelum melakukannya, Jang-geum lebih dulu meminta ijin sang suami, yang dengan berat hati akhirnya mengangguk. Apa yang diduga wanita itu sejak jauh-jauh hari akhirnya menjadi kenyataan : operasi berjalan sukses dan selain berhasil menyelamatkan ibu-bayi, Jang-geum sekaligus menghadirkan terobosan baru di dunia kesehatan Korea

sumber: http://www.indosiar.com

Dae Jang Geum – Episode 71

Dengan mengeraskan hatinya, Jeong-ho juga meminta Jang-geum untuk melupakan hubungan mereka. Menjalankan tugasnya dengan sekuat tenaga, gadis itu memberanikan diri meminta kepada Raja supaya diperbolehkan menggunakan kebun istana sebagai tempat melakukan riset penyakit.

Meski sudah berpisah, Jang-geum tidak pernah melupakan setiap nasehat Jeong-ho dan merasa pria itu selalu berada disisinya. Tidak hanya menjaga kesehatan Raja, ia juga tidak segan-segan belajar dari rakyat jelata tentang hal-hal kecil yang bisa digunakan untuk mengembangkan pengetahuan pengobatannya.

Lewat penelitiannya saat mengobati kelinci, Jang-geum menemukan cara untuk melakukan operasi tanpa si pasien merasakan sakit. Bersamaan dengan itu, ia mendapat kabar bahwa sakit Raja semakin parah karena gangguan akut pada sistem pencernaan yang dikombinasi dengan usia yang semakin lanjut.

Kehabisan akal, Jang-geum menuturkan pada Dokter Shin dan Won-baek akan satu-satunya cara. Namun, Jang-do langsung mencegah karena tahu cara tidak konvensional itu bakal ditentang semua orang. Rupanya, cara itu adalah dengan membuka perut Raja alias melakukan operasi.

Begitu masalah sensitif itu terdengar oleh para menteri, mereka langsung menghadap Raja dan meminta supaya Jang-geum dihukum atas kelancangannya mengajukan ide mustahil itu. Kontan, mereka langsung diusir keluar dan Raja mengatakan ia percaya sepenuhnya pada sang dokter pribadi.

Begitu semuanya keluar, Raja tidak bisa menahan air matanya didepan Jang-geum dan mengatakan sadar betul kalau biar bagaimanapun ia tidak bisa melawan waktu dan berterima kasih pada sang dokter yang telah menguatkannya menghadapi hari-hari di kerajaan.

Perhatian Jang-geum yang begitu besar membuat Raja semakin menyayangi gadis itu, diam-diam ia mengutus Kasim Jung untuk menjemput Jang-geum. Namun, yang terjadi malah sebaliknya : Jang-geum dimasukkan dalam karung dan dibawa ke sebuah kapal.

Rupanya, itu strategi Raja mengeluarkan Jang-geum dari istana karena ia tahu nyawanya tidak akan lama lagi, dan Jang-geum pasti bakal dihukum mati setelah itu. Tidak hanya itu, Raja juga seolah ingin menebus kesalahannya dan kembali mempersatukan Jang-geum dengan Jeong-ho.

Dikerubungi oleh para menteri, selir dan putra-putrinya, Raja akhirnya menghembuskan napas terakhir. Jang-geum yang mendengar kabar itu sangat terpukul dan sempat berencana kembali ke istana, namun Jeong-ho berhasil membujuknya mengurungkan niat itu.

sumber: http://www.indosiar.com

Dae Jang Geum – Episode 69 & 70

Keputusan menjadikan Jang-geum sebagai pejabat mendapat pukulan berat ketika Ibu Suri menghadap Raja dan melakukan tindakan yang membuat Raja tidak punya pilihan lain kecuali membatalkan titah.

Lelah fisik dan mental karena mendapat serangan terus-menerus, Jang-geum dikejutkan oleh kemunculan Raja di rumah sakit istana. Sadar sang pemimpin negara sedang dilanda kegalauan, gadis itu memberanikan diri mengajak Raja berjalan-jalan untuk memberi masukan.

Ucapan Jang-geum, yang meminta Raja berjalan dengan kaki telanjang, bagaikan air dingin yang menyiram hati Raja yang sedang panas. Ketika kembali ke istana, masalah baru kembali menghadang : para menteri meminta supaya Jeong-ho dihukum dan diasingkan keluar dari istana.

Satu-satunya orang yang bisa dipercaya bakal mendengarkan adalah Jang-geum, yang terus mendengarkan cerita Raja yang sadar kalau dirinya lemah dan kerap dimanfaatkan oleh para menterinya.

Ketika bertemu Jeong-ho, Raja mencari tahu bagaimana pria itu dan Jang-geum pertama kali bertemu dan menceritakan kalau pertemuannya dengan gadis itu terjadi jauh sebelum Jang-geum bertemu Jeong-ho.

Ketika bertemu Jang-geum, Jeong-ho mengingatkan kalau kedekatan gadis itu dengan Raja bakal memancing isu tidak sedap. Benar saja, Ibu Suri yang juga sudah mendengar memanggil putranya dan meminta Raja mengambil Jang-geum sebagai selir.

Berita itu langsung tersebar luas, ujian terberat bagi hubungan Jang-geum dan Jeong-ho dimulai. Ketika berdiskusi, pihak rumah sakit istana meminta Jeong-ho membujuk Permaisuri untuk membatalkan perintah itu.

Raja sendiri mulai sadar kalau dirinya menyimpan perasaan khusus pada Jang-geum. Kesempatan itu digunakan para menteri untuk menyingkirkan dua orang yang dianggap mengganggu sekaligus, mereka meminta Raja secepatnya menjadikan Jang-geum sebagai selir dan menyingkirkan Jeong-ho.

Dengan pengaruhnya, Ibu Suri menekan Permaisuri untuk segera mensahkan Jang-geum sebagai selir Raja. Di istananya, Ratu Soo-waen mendengar dari Jang tentang hubungan Jang-geum dan Jeong-ho dan sadar kalau sahabat baiknya sangat tersiksa dengan keadaan sekarang.

Melihat sahabatnya bercucuran air mata ketika ditanya soal Jeong-ho, Ratu Soo-waen sadar kalau berita itu benar dan memeluk Jang-geum. Kemudian, ia memberanikan diri menghadap Raja dan membuka siapa pria yang dicintai Jang-geum. Di depan Raja, dengan jujur dan berani Jang-geum mengakui kalau dirinya mencintai Jeong-ho serta secara halus menolak tawaran menjadi selir.

Ketika diceritakan, bukannya sedih Jeong-ho malah merasa bangga karena Jang-geum berani mengakui perasaannya didepan Raja. Dasar apes, kebersamaan mereka terlihat oleh Raja yang melalui Kasim Jung meminta keduanya menunggu sang pemimpin kerajaan di halaman belakang istana keesokan harinya.

Panas menghadapi persaingan memperebutkan cinta Jang-geum, Raja mengajak Jeong-ho adu ketangkasan dalam memanah dengan mempertaruhkan barang berharga. Kegalauan hati akhirnya membuat Raja kalah di putaran terakhir, terutama setelah mendengar penuturan Jeong-ho sendiri yang menyebut dirinya sangat mencintai Jang-geum.

Belakangan, Jang-geum baru sadar kalau Raja telah mengetahui perasaannya terhadap Jeong-ho dari Ratu Soo-waen dan hanya bisa menangis tersedu-sedu karena tahu hubungannya dengan sang kekasih sulit dipertahankan terutama bila surat perintah keluar.

Teringat dengan ucapan Raja yang menyebut dirinya juga menyukai Jang-geum, Jeong-ho memutuskan menghadap Raja dan membeberkan semua yang dirasakannya tentang gadis itu. Bahkan, ia berani meminta Jang-geum tetap dijadikan dokter pribadi dan supaya dirinya dihukum karena telah menyebabkan kekacauan di istana.

Menunggu dengan kuatir, Jang-geum langsung memberondong Jeong-ho dengan sejumlah pertanyaan sambil mengingatkan janji pria itu untuk bersamanya seumur hidup. Bagi Raja, ucapan Jeong-ho membuatnya sadar kalau untuk kesekian kalinya ia kembali kalah dari pria itu, yang rela mengorbankan segalanya demi orang yang dicintai.

Setelah berpikir panjang, Raja memutuskan untuk tidak menjadikan Jang-geum sebagai selir namun ia tetap memohon supaya gadis itu tetap berada disisinya. Tidak hanya itu, ia juga menemukan jalan untuk memberi kedudukan pada Jang-geum dan memberinya gelar Dae Jang-geum.

Waktu penobatan dilangsungkan, semua langsung menunduk hormat menyambut kesuksesan Jang-geum. Tidak menyerah begitu saja, para menteri mendesak Raja mengasingkan Jeong-ho karena menganggapnya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi.

Kebahagiaan Jang-geum langsung berubah begitu ia mendengar Jeong-ho telah diusir keluar istana dan bakal diasingkan ke tempat terpencil. Berhasil mengejar rombongan, Jang-geum diminta kembali ke istana dan Jeong-ho berpesan supaya gadis itu bisa bekerja lebih keras lagi.

sumber: http://www.indosiar.com

Dae Jang Geum – Episode 68

Tergerak oleh perintah Raja, Dokter Shin mengunjungi pondok tempat Jang-geum berada pada malam hari dan melihat dengan mata-kepala sendiri bagaimana besar kecintaan gadis itu terhadap para pasien. Kerja keras itu ternyata berbuah manis : seorang anak pengemis berhasil sembuh tanpa bekas permanen di kulitnya.

Tantangan berikutnya adalah menyembuhkan Pangeran, sampai-sampai Permaisuri sendiri datang untuk menjemput Jang-geum. Kali ini, kembalinya Jang-geum ke istana disambut hangat oleh rekan-rekan sejawat yang semula memusuhinya.

Menyembuhkan penyakit Pangeran ternyata tidak semudah yang dibayangkan, mereka terus memantau perkembangan anak itu setiap gejala baru muncul. Berkat kerja keras tim rumah sakit, Pangeran akhirnya sembuh total serta membuat Raja dan Permaisuri begitu bahagia.

Jasa Jang-geum membuat Permaisuri sadar akan kesalahannya dan berjanji bakal memberi dukungan pada gadis itu. Di istana, Raja memutuskan menaikkan Jang-geum menjadi pejabat istana, yang membuat semuanya terperangah tidak percaya.

Tepat pada saat semua menteri mengajukan protes, muncul Dokter Shin yang memberikan laporan kepada Raja dan mengutarakan bahwa dirinya dan tim rumah sakit kerajaan siap menerima perintah dan menjadi bawahan Jang-geum. Hal ini sudah tentu menjadi keuntungan bagi Jang-geum, sebab kini sekutunya bertambah satu lagi.

Alasan yang disampaikan sangat sederhana : Jang-geum sangat berjasa mencegah penyebaran wabah dan ketulusannya dalam merawat pasien sangat pantas diacungi jempol. Kengototan para menteri malah membuat Raja semakin berang dan terus menaikkan posisi Jang-geum.

Niat Jeong-ho menjalankan perintah Raja otomatis membuatnya dimusuhi oleh para menteri termasuk mentornya. Ketika rapat, Dokter Shin meminta tim rumah sakit istana menerima keputusannya karena keberadaan Jang-geum membuatnya sadar akan tujuan utama menjadi dokter : menolong orang lain dengan usaha maksimal.

Dae Jang Geum – Episode 67

Tertekan karena diinterogasi oleh Ibu Suri dan Permaisuri, Selir Soo-waen jatuh pingsan dan akhirnya air ketubannya pecah. Jang-geum dan Shin-bi yang diberitahu langsung bergegas menyelamatkan kehamilan prematur itu, apalagi kondisi sang ibu yang lemah.

Meski bayi perempuannya lahir dengan selamat, jantung Selir LI sempat berhenti. Hal ini membuat Jang-geum panik dan berusaha sekuat tenaga menyelamatkan nyawa sahabat baiknya tersebut, dan saat berhasil, ia sadar bahwa kecelakaan tersebut diakibatkan oleh keputusan cerobohnya yang malah membahayakan orang-orang yang dicintai.

Begitu Selir Li alias Yeon-seng sadar, Jang-geum menghadap Raja untuk meminta supaya penunjukannya sebagai dokter pribadi dibatalkan. Bertepatan dengan itu muncul kabar buruk baru : putra Permaisuri jatuh sakit secara mendadak.

Ketika Raja menawari supaya Jang-geum memeriksa sang pangeran, Permaisuri menolak dan dengan memelas membeberkan isi pembicaraannya dengan Jang-geum beberapa waktu sebelumnya dan memohon maaf pada Raja atas tindakan cerobohnya itu.

Berpapasan dengan Jang-geum, Raja mengobrol dengan gadis itu dan menceritakan bahwa ucapan Jang-geum ketika kecillah yang menjadi alasannya berhasil menjadi pemimpin. Waktu kembali ke istana, ia menemukan Jeong-ho disana yang mendesak supaya Raja bisa memisahkan orang-orang yang setia dengan yang tidak.

Kedekatan Jeong-ho dengan Raja malah ditanggapi berbeda oleh para menteri senior, mereka menganggap pemuda itu sengaja melakukannya untuk mendapat simpati dan kedudukan tinggi sehingga otomatis Jeong-ho ikut dimusuhi bersama Jang-geum.

Di istana sebuah peristiwa besar kembali terjadi : pangeran putra Permaisuri terkena penyakit cacar yang saat itu dianggap mematikan. Hal ini kontan membuat seisi istana panik, tim dokter langsung dikerahkan untuk mencari cara menyembuhkan.

Mereka langsung bergerak cepat, tim dibagi dua untuk mencari tahu apakah ada pasien yang mengalami gejala sama dengan yang dialami Pangeran. Selidik punya selidik, akhirnya ketahuan bahwa ada seorang anak yang sedang diobati oleh Jang-geum,orang yang justru sedang dimusuhi pihak rumah sakit istana.

sumber: http://www.indosiar.com

Dae Jang Geum – Episode 66

Jeong-ho sadar bahwa perintah Raja tidak mungkin dibantah dan bakal menghadirkan konflik berkepanjangan. Tidak ingin gadis yang dicintainya kembali terlibat dengan politik istana yang kotor, Jeong-ho memutuskan untuk meneruskan rencana pelariannya dengan Jang-geum.

Benar saja, keputusan Raja langsung membuat seisi istana geger, pasalnya penunjukan perawat wanita sebagai dokter pribadi bertentangan dengan semua peraturan kerajaan. Tidak hanya itu, penunjukan Jang-geum akan membuat posisi rumah sakit kerajan menjadi tidak jelas.

Sepanjang perjalanan, Jang-geum terus menanyai Jeong-ho soal penderitaan yang harus dialami pria itu setelah memutuskan bersama dengannya, namun dengan tersenyum Jeong-ho mengaku sanggup melewatinya. Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan, bahkan saat menembus padang salju, Jeong-ho menggendong Jang-geum dipundaknya.

Sayang, beberapa saat menjelang kebebasan keduanya dicegat oleh pasukan istana yang dipimpin oleh atasan Jeong-ho. Diberi waktu berdua, pemuda itu berusaha mengajak Jang-geum untuk meneruskan pelariannya.

Namun dengan berlinang air mata gadis itu menolak karena tahu hal itu hanya akan membahayakan nyawa pria yang dicintainya. Berbeda dengan nasehat atasannya, Jeong-ho malah mendesak Jang-geum untuk menerima posisi sebagai dokter pribadi Raja karena ia yakin gadis itu tidak akan menyalahgunakan kekuasaannya.

Di istana, tak kurang dari Selir Soo-waen dan Dayang Utama Min meminta Jang-geum menolak supaya nyawanya tidak berada dalam bahaya. Berada dalam posisi terjepit dan nyaris semua orang menentangnya, Jang-geum akhirnya menerima tawaran tersebut.

Permaisuri dan Ibu Suri berusaha membujuk Raja untuk mengubah keputusan namun gagal, namun perkembangan baru kembali terjadi. Dari laporan seorang dayang, mereka malah mengira keputusan Jang-geum adalah berkat pengaruh Selir Soo-waen yang tak lain adalah sahabatnya sejak kecil.

Keputusan Jang-geum membuat Profesor Shin mengundurkan diri dari jabatannya, dan belakangan Won-baek menambahkan kalau rumah sakit kerajaan tidak akan mendukung gadis itu. Dari sekian banyak seteru baru, hanya Shin-bi yang betul-betul memahami motivasi Jang-geum yang murni.

sumber: http://www.indosiar.com

Dae Jang Geum – Episode 65

Keesokan harinya, Jang-geum akhirnya berterus-terang kalau yang diinginkan sebenarnya adalah bertemu Jeong-ho setiap hari. Sikap pria itu langsung berubah ketus dan melangkah pergi, namun rupanya itu hanya siasat Jeong-ho untuk mengerjai Jang-geum karena kemudian ia membalikkan tubuhnya sambil tertawa lebar.

Di istana, posisi Dayang Utama kembali bakal dikompetisikan karena petugas yang lama mengaku bakal mundur karena usia tua. Mendengar itu, Dayang Min yang semula berprinsip memilih hidup tenang memutuskan ikut, yang kontan membuatnya ditertawai sang asisten Jang.

Ketika terpilih, Dayang Min malah bingung setengah mati dan langsung mencari Jang-geum. Rupanya, wanita itu sangat tidak percaya diri mengingat para dayang Utama sebelumnya mempunyai kemampuan spesial. Namun, ucapan Jang-geum membuat semangat Dayang Min bangkit, ia bertekad meneruskan ajaran Dayang Jung dan Dayang Han.

Tak berapa lama, Jang-geum kembali dipanggil ke istana. Rupanya, Permaisuri menghadapi masalah berat karena dirinya dikelilingi banyak musuh yang menginginkan posisinya turun. Karena itu, ia meminta Jang-geum untuk kembali ke rumah sakit kerajaan.

Masalah yang terjadi ternyata lebih rumit dari itu, secara halus Jang-geum diminta untuk melenyapkan nyawa putra mahkota supaya putra Permaisuri-lah yang naik tahta. Hal ini kontan membuat gadis itu berada dalam dilema, biar bagaimanapun tugasnya sebagai dokter adalah menolong nyawa orang lain dan bukan mencabutnya.

Jang-geum hanya bisa memendam kesedihannya dalam-dalam, ia bahkan tidak bisa menceritakan rahasia besar itu pada Jeong-ho yang sempat mencetuskan niat untuk menikahinya dan pindah ke kota kecil. Apalagi, Permaisuri berulang kali menegaskan supaya Jang-geum membayar hutang budinya.

Untuk melupakan kemelut dihatinya, Jang-geum menghabiskan waktu seharian bersama Jeong-ho dan keduanya saling bertukar hadiah satu sama lain (ia memberikan benda kenangan peninggalan sang ayah pada Jeong-ho). Dengan membulatkan tekad, gadis itu memberanikan diri menghadap Permaisuri dan menuturkan tidak bisa melakukan yang diminta.

Ucapan tersebut rupanya terdengar oleh Raja, yang meminta Jang-geum menemuinya di tempat Selir Soo-waen secara rahasia. Meski didesak, gadis itu tetap menolak membeberkan apa yang dibicarakannya dengan Permaisuri dan lebih memilih mati.

Jang-geum memutuskan untuk menceritakan masalah itu kepada Jeong-ho, namun keduanya saling mencari satu sama lain dan baru bertemu ketika malam tiba. Tidak tahan lagi dengan beban yang ditanggungnya, Jang-geum langsung memeluk Jeong-ho dan meminta pria itu membawanya pergi ke tempat terpencil untuk memulai hidup baru.

sumber: http://www.indosiar.com

Dae Jang Geum – Episode 64

Kematian Dayang Choi mendapat tanggapan senada dari semuanya, kecuali Geum-young yang menangis terisak-isak. Semua yang terlibat diusir dari istana dan dikirim ke pengasingan (kecuali Geum-young), dan Pan-sool meninggal dalam perjalanan.

Sebelum meninggalkan istana, Geum-young memberikan surat peninggalan Myeong-yi pada Jang-geum. Berpapasan dengan Jeong-ho saat berjalan keluar, dengan wajah sendu wanita itu meminta supaya saat bertemu di kehidupan mendatang, pria yang dicintainya itu tidak lagi meminta maaf.

Di hadapan Raja yang telah berjanji, Jang-geum menyampaikan tiga permohonan : supaya status Dayang Han dan ibunya Myeong-yi dikembalikan sebagai dayang istana yang mempunyai reputasi terhormat, dan kembali ke dapur kerajaan. Begitu melihat siapa Dayang Utama yang baru, Dayang Min dan asistennya Jang terkejut bukan main karena orang itu tak lain adalah Jang-geum.

Meski sudah lama tidak memasak, keahlian Jang-geum dalam meracik makanan ternyata tidak berkurang sedikitpun. Rupanya, ia hanya menjabat sementara sebagai Dayang Utama sampai ada pengganti posisi tersebut.

Tidak hanya itu, Jang-geum juga punya alasan lain kenapa ia meminta untuk ditempatkan di posisi prestisius itu : menuliskan kisah ibunya di catatan rahasia para dayang utama. Ketika berkeliling menginspeksi dapur, Jang-geum merasakan seolah dirinya bertemu dengan mendiang Dayang Han (seperti yang dijanjikan sang guru).

Dari belakang, Jeong-ho hanya bisa terpaku melihat Jang-geum menangis tersedu-sedu dihadapan tempat penyimpanan cuka sang guru. Belakangan karena tidak tahan mendengar cerita sedih Jang-geum, Jeong-ho menarik gadis itu dan mendekapnya erat-erat.

Ketika menghadap Raja untuk melaporkan tugasnya sebagai Dayang Utama telah selesai, Jang-geum terkejut mendengar pemimpin kerajaan itu masih mengingat dirinya saat masih kecil dan mengantar minuman anggur. Mendengar Jang-geum meminta supaya ditempatkan untuk bisa mengobati rakyat biasa, dengan berat hati Raja menyanggupinya.

Sebelum pergi, Jang-geum meminta tolong pada Shin-bi untuk menjaga Selir Soo-waen, yang langsung sedih mendengar sahabatnya memutuskan pergi dari istana untuk meningkatkan kemampuan pengobatannya. Saat berpamitan dengan Permaisuri, ia dipesankan untuk mau kembali ke istana setiap kali diminta.

sumber: http://www.indosiar.com

Dae Jang Geum – Episode 63

Keadaan semakin ruwet setelah Raja membaca surat wasiat dan memerintahkan supaya insiden bebek sulfur beberapa tahun silam diusut tuntas. Di penyelidikan, dengan berani Dayang Min membeberkan semua kejadian dan mendukung kesaksian Menteri Oh.

Namun Dayang Kepala Choi benar-benar licin, ia mampu memberi bukti bahwa saat kejadian insiden bebek sulfur dirinya sedang diasingkan sehingga tidak mungkin bisa berbuat macam-macam. Hal itu juga diperkuat oleh kesaksian sejumlah dayang lama.

Namun di saat terakhir kejutan lain muncul : Jang-geum dan Jeong-ho membawa masuk dokter Yon-saek yang ternyata masih hidup. Pertengkaran dan aksi saling tuding akhirnya terjadi antara Dayang Kepala Choi dan Menteri Oh, wanita licik itu bahkan berusaha melimpahkan kesalahan ke Jang-geum.

Usaha tersebut tidak membuahkan hasil, apalagi belakangan muncul bukti-bukti kuat dari Hung dan mantan Kepala Dayang Yong-shin yang menitipkan surat pada hakim. Dari para tertuduh, hanya Geum-young yang terdiam karena ia sadar kalau semuanya telah berakhir.

Begitu mendengar perintah Raja untuk menghukum semua yang terlibat (termasuk dokter Yon-saek dan Rie), para petugas istana langsung bertindak. Berusaha melarikan diri, Pan-sool akhirnya malah tertangkap oleh Duk-gu. Saat persidangan, Menteri Oh masih berusaha membela diri namun mati kutu ketika keterlibatannya dengan pemerintah Jepang dibongkar.

Dari semua tersangka ternyata masih ada satu yang lolos : Dayang Choi yang masih berusaha mencari perlindungan dari keluarga Raja. Sayangnya, kali ini semua usaha tersebut percuma karena tidak ada satupun dayang yang mau menolong. Bersembunyi di gudang, gerak-geriknya diketahui oleh Dayang Min yang kemudian memberitahu Jang-geum.

Bukannya memberitahu pihak petugas, Jang-geum memutuskan untuk masuk ke dalam gudang dan sambil menahan serangan Dayang Choi, dengan wajah sedih memohon supaya wanita itu menyerah sehingga Geum-young tidak harus menanggung semua penghinaan untuk keluarga Choi.

Dengan langkah gontai, Dayang Choi melangkahkan kakinya ke satu tempat : makam Myeong-yi. Disana, ia bersimpuh dan setelah puluhan tahun, mengakui semua dosa-dosanya didepan musuh bebuyutannya itu. Saat hendak menyerahkan diri, Dayang Choi terjauh ke jurang saat melihat sebuah pita yang mengingatkan pada masa lalunya, kemudian menyusul Dayang Han dan Myeong-yi di alam baka.

sumber: http://www.indosiar.com