Sungkyunkwan Scandal – Daftar Episode

Sungkyunkwan Scandal berseting di Universitas Sungkyunkwan pada masa Joseon akhir selama pemerintahan Raja Jeongjo, berputar  di sekitar eksploitasi dan kisah-kisah cinta dari empat pemuda/i. Ketika penyakit adik laki-lakinya menjadi semakin  memburuk dan keluarga mereka terancam diusir dari rumah mereka karena kekurangan uang, Kim Yoon Hee masuk sekolah dengan nama adiknya, menyamar sebagai seorang anak laki-laki dalam keputus-asaannya untuk membantu adiknya. Di sana, dia berteman dengan Lee Sun Joon, cerdas dan tegas, playboy Goo Yong Ha dan si pemberontak Moon Jae Shin.

Baca lebih lanjut
Iklan

Sung Kyun Kwan Scandal – Episode 20 (Finale)

In Soo bagai disambar petir, Kim Yoon Shik..seorang wanita?

Sementara itu Yoon Hee menggali tanah di depan gerbang Sungkyunkwan dan mengeluarkan peti, Geum Deung Ji Sa…aku menemukannya, Ayah..disini di pintu rakyat terendah Joseon yang kau maksudkan.

Menteri Kiri Lee, Menteri Ha, Perdana Menteri Che Jegong, Menteri Keadilan/Kepala Inspektur Moon menghadap Jeongjo. Menteri Moon lapor kalau Lee Sun Joon bukanlah Hong Byuk seo.

Jeongjo : Kepala Inspektur, jadi Hong Byuk Seo muncul semalam. Lalu, maksudmu Lee Sun Joon yang sekarang dipenjara bukanlah Hong Byuk seo?

Kepala Inspektur Moon : Itu benar, Yang Mulia.

Jeongjo : Kalau demikian, Menteri Perang, sepertinya yang terbaik adalah kau minta maaf seperti yang diinginkan para pelajar itu.

Menteri Ha : Tapi Yang Mulia, itu sepertinya sedikit…

Jeongjo : Ini akibat yang ditimbulkan dari penggeledahan tidak adil di Sungkyunkwan, didalam Sungkyunkwan, institusi tentang kebenaran, dimana pasukan kerajaan tidak diijinkan masuk. Jika terus dibiarkan, maka rakyat akan mendengar dan mengakibatkan kekacauan. Jadi apa sekarang giliranku memberikan tanggapan?

Para siswa masih berlutut dan berseru agar Lee Sun Joon dibebaskan. Petugas keluar dan tanya dimana kepala siswa (yang memimpin demo). Semua gelisah, mana Kim Yoon Shik?

Yoon Hee datang dan berseru, disini! Yoon Hee lari dengan membawa kotak Geum Deung Ji sa itu dan berkata pada Jae shin dan Yong Ha, Sahyung! aku menemukannya!

Yong Ha dan Jae shin kaget, tapi mereka senang sekali. Akhirnya, Geum deung ji sa.

Yoon Hee maju, ketua siswa/pemimpin protes, pelajar Sungkyunkwan Kim Yoon Shik. Saya siap menerima tanggapan Baginda. Yoon Hee menoleh sekali lagi pada para rekannya terutama kedua sahyung-nya dan masuk ke Daejeon.

Yoon Hee menghadap Jeongjo. Di sana ada PM Che Jegong dan Prof Jung Yak Yong.
Jeongjo : sesuai permintaan pelajar Sungkyunkwan, Lee Sun Joon akan dibebaskan. Aku juga akan menyampaikan secara terbuka permintaan maaf Menteri Perang. Itu tanggapanku.

Yoon Hee tersenyum lega. PM Che dan Prof Jung juga ikut lega. Kasim Kepala masuk dan membawa anggur. Yoon Hee heran.
Jeongjo menjelaskan ini adalah hadiah untuk Yoon Hee. Prof Jung juga menjelaskan ini sudah tradisi untuk menganugerahkan anggur setelah memberikan pernyataan atas protes pelajar Sungkyunkwan. Yoon Hee mengerti.

Yoon Hee : Yang Mulia, saya juga mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan pada Anda. Saya ..sudah memecahkan perintah rahasia.
Jeongjo terperanjat. Prof Jung dan PM Che juga tidak kalah terkejut.

Yoon Hee : Dimana pengajaran menuju. Tempat dimana negara dimulai. Ada di pintu yang terbuka ke tempat rakyat yang paling rendah, Banchon…Geum Deung Ji Sa ada disana.

Jeongjo membuka kotak itu dan mengeluarkan surat-surat mendiang kakeknya (Yeongjo), dengan ini, akankah impian ayahmu dan juga impianku akan menjadi nyata? Terima kasih, Kim Yoon Shik, agar usahamu tidak sia-sia, aku akan berusaha sekuat tenaga. Tiba saatnya bagimu untuk memimpikan impian baru di dalam Joseon baru ini.

Yoon Hee memandang Prof Jung yang mengangguk padanya. Yoon Hee terharu.

Para siswa berdiri di luar tahanan dan menanti Lee Sun Joon. Akhirnya Lee Sun Joon keluar! Semua rekan2nya sorak sorai, Hei! itu Lee Sun Joon! Lee Sun Joon! Diantara mereka, Kang Moo dan Go Bong juga ikut bersorak.

Hae won : Lee Sun Joon! Lee Sun Joon akhirnya dibebaskan.
Woo Tak heran, kau tidak pernah suka dengan Lee Sun Joon.

Hae Won ngeles, kau ini, kalau tidak ada dia, aku tidak punya orang untuk di-olok-olok. Maksudku…aku..
Sun Joon geli, mulai sekarang, aku ingin kau melakukannya terus (mengoloknya), aku bosan juga di dalam sana (penjara).
Ah Do Hyun berkata : Benar! Orang perlu mengalami kesukaran sekali-kali.

Lalu Sun Joon mendekati dua sahabatnya. Jae Shin yang pertama buka mulut,

dengan nada menggerutu seperti biasa : Jangan pernah bertindak sok pahlawan seperti itu lagi. Atau kalau tidak, aku tidak akan pernah melihatmu lagi.

Yong Ha kaget dan menerjemahkan, Gul-oh..jadi maksudmu..kau akan menghabiskan sepanjang hidupmu melihat Lee Sun Joon? Apa kau mengakui cintamu? Di depanku seperti ini? hahahaha…

Jae Shin menatap mata Sun Joon : Kau sudah banyak menderita. (itu pujian)
Sun Joon tersenyum : Terima kasih Sahyung. Aku dengar kalian banyak menderita demi diriku.

Yeorim : Dia yang banyak menderita adalah orang lain. Orang yang kau cari dengan matamu terus menerus. Orang yang memimpin protes ini. Anak yang sangat pintar itu, Daemul.

Sun Joon bergetar hatinya, Kim Yoon shik…dimana dia sekarang?

Ternyata Yoon Hee menghadap Menteri Kiri Lee.

Menteri Lee : Terima kasih. Meskipun kau adalah teman sekamarnya, biarpun aku ini adalah ayahnya, itu juga bukan tugas yang mudah. Aku sangat bersyukur.

Yoon Hee : Setahu saya, tindakan menyelamatkan teman tidaklah sesuatu yang harus dipuji.

Menteri Lee : Benar2 karakter yang kuat. Kau menggantikan ayahmu, aku mengerti. Aku tidak suka dengan ayahmu dari semula.

Yoon Hee terperanjat. Menteri Lee melanjutkan, Terlalu idealis dan romantis sebagai orang yang membantu Raja, aku melakukan segala cara untuk mengubah pemikiran ayahmu. Aku ingin ayahmu mengakuinya, aku ingin dia menyerah pada kenyataan kalau realita tidak-lah sesempurna bayangannya…

Menteri Lee : Tapi, aku tidak berniat membuatnya kehilangan nyawa dengan cara seperti itu. Kebencianmu padaku pasti sangat mendalam.

Yoon Hee : Bukan kebencian. Tapi kewaspadaan.
Menteri Lee : Waspada…
Yoon Hee : Jika seseorang mundur selangkah, orang itu harus mengambil dua langkah untuk memperbaiki salah langkahnya. Jadi jika seseorang melangkah dengan tidak keruan, orang itu akan lupa kemana sebenarnya tujuannya.

Menteri Lee : Aku mengerti sekarang, mengapa anak-ku menganggapmu berharga.

Keduanya minum dan Menteri Lee memperhatikan cincin di jari Yoon Hee.

Yoon Hee kembali ke kampus dan melihat Sun Joon diluar kamar menunggunya.
Sun Joon : Apa kau tidak tahu kalau aku dibebaskan? Apa sebenarnya yang sedang kau lakukan dan kau kemana saja? Apa kau pernah berpikir berapa lama aku menunggumu?

Yoon Hee : Tapi kita sudah ketemu kemarin.

Sun Joon : Apa..apa kita ada dalam hubungan itu jadi kita tidak perlu bertemu hari ini kalau kita sudah bertemu kemarin?
Yoon Hee : Lalu, kita ada dalam hubungan seperti apa?
Sun Joon gemas, Kim Yoon Shik.

Yoon Hee menoleh, hubungan seperti ini?

Yoon Hee menunjukkan cincin di tangannya dan tersenyum. Sun Joon tersenyum dan akan memegang tangan Yoon Hee ketika …

Kepala Yong Ha muncul dari dalam kamar dan memanggil keduanya, mengapa kalian tidak masuk ? kita harus merayakannya.

hahaha..I love the way Yong Ha watches them, just look at Yong Ha’s eyes…

Jalgeum Kuartet bersulang. Yong Ha terus menuang arak untuk Sun Joon dan Yoon Hee.
Yong Ha : ini..ayo minum..minum, dan berkata pada Sun Joon, meskipun kau menjadi anjing piaraan menteri, aku akan baik padamu hari ini. Ayo minum..

Yong Ha memuji Yoon Hee : Aku tidak pernah membayangkan kau bisa melakukan hal seperti ini. Kau benar2 daemul.

Semua ketawa. Yong Ha bertopang dagu dan memandang Yoon Hee, tidak peduli sebanyak apa aku memandangmu. Aku tidak pernah merasa bosan. Kim Yoon shik, kau adalah yang pertama. (Wanita pertama yang tidak membuat Yeorim bosan hehehe)

Dan coba lihat wajah Sun Joon..
Yoon Hee : Mengenai Geum Deung Ji Sa, Baginda berkata sekarang adalah giliran kita untuk memimpikan impian baru di Joseon baru ini.

Jae shin : Lalu…apa impianmu?

Yoon Hee : Aku akan mulai memikirkannya sekarang.

Yong Ha : Ah buat apa? Itu membosankan, Aku sudah tidak tahu apa gunanya mimpi. Dan selain aku tahu siapa diriku ini, aku memiliki kalian yang tidak lari meninggalkanku.
Yong Ha menuang arak lagi, ayo minum..ayo Daemul..hei Lee Sun Joon, jangan melihatku seperti itu…

Sun Joon berkata ini sudah malam. Yong Ha justru berkata o ya? ya sudah aku akan nginap di sini, aku terlalu mabuk untuk bergerak. Dan Yong Ha langsung tidur.

Jae shin berkata pada Yoon Hee : Oi! kau seharusnya tidur di kamar Yong Ha, terlalu penuh di sini.

Sun Joon 100 persen setuju. Yong Ha juga tersenyum mendengarnya.

Tapi Yoon Hee berkata, mengapa? kamarku disini jadi mengapa aku harus meninggalkan kamarku dan pergi ke tempat lain? hahaha …Dan Yoon hee langsung tidur sambil berkata, rasanya nyaman sekali, kita Jalgeum kuartet tidur saja seperti ini.

Yong Ha melek lagi dan tersenyum..anak ini memang tidak mabuk haha
Sun Joon kaget dan Jae shin diam saja.

Malam itu Jalgeum kuartet tidur sekamar. Yong Ha guling sana, guling sini, Sun Joon dan Jae Shin tidur menelungkup di meja (menjaga “pacar” masing2 hehehe), Yoon Hee tidur di belakang Sun Joon. Kaki Yoon Hee juga gerak2 terus.

Tangan Sun Joon bergerak dan memegang tangan Jae shin ^_^ (Mungkin Sun Joon pikir ia memegang tanga Yoon Hee dan Jae shin pikir tangannya dipegang Yoon Hee)

nice…

Byung Pan pulang dan disambut In Soo. Menteri Ha marah, kau ini sungguh payah, mengapa tidak bisa mengatasi masalah seperti ini? Kau bahkan tidak bisa mengatasi satu anak kecil dan bahkan membuat ayahmu terlihat buruk!

In Soo : Anak itu sangat berbahaya, Kim Yoon shik itu..seorang wanita.
Menteri Ha : Apa??
In soo : Kim Yoon Shik sudah melanggar hukum negara dan sekarang ada di Sungkyunkwan.

Keesokan paginya..hari masih berkabut dan Menteri Lee sudah bertemu dengan Menteri Ha.
Menteri Lee berkata Baginda ingin memindahkan pusat pemerintahan ke Hwaseong. Baginda pasti sudah menemukan Geum Deung Ji Sa.

Menteri Ha berkata untuk apa takut? kalau kita punya pedang yang lebih tajam. Menteri Lee tanya apa maksudnya. Menteri Ha berkata, Kim Yoon Shik, anak yang diberi perintah untuk menemukan Geum deung jisa..Kim Yoon shik..adalah seorang wanita.
Menteri Lee terperanjat. Ia sebenarnya sudah bisa menduga tapi sepertinya Menteri Lee tidak menyangka kalau Byung Pan juga akan mengetahuinya.

Di kampus SKK, Yoon Hee mengikuti Sun Joon yang merengut terus. Yoon Hee ingin tahu mengapa dari tadi Sun Joon kesal, katakan padaku. Bagaimana seorang pria bisa sempit pikirannya?

Sun Joon : Aku memikirkan pacarku yang tidak berpikir panjang dan tidur diantara pria2 lain, aku tidak bisa tidur semalaman. Bagaimana aku harus mengatakan-nya pada mu?
Sun Joon jalan pergi dan Yoon Hee menyusulnya, jadi kalau aku tidur di sisimu seperti keinginanmu, apa itu akan membuatmu tenang?

Sun Joon : sesuai keinginanmu.

Yoon Hee ketawa, Jika aku tidur di sampingmu kau akan kurang tidur. Apa tidak apa-apa?
Sun Joon memandang Yoon Hee dengan kaget. Yoon Hee menyadari “arti” lain dari kata-katanya dan ia menutup mulut karena kaget dan jalan pergi.

Yoon Hee masuk perpustakaan dan menyesali omongannya. Sun Joon menyusulnya, jadi apa sebenarnya buku2 yang kau terjemahkan di toko buku?
Sun Joon : Apa mungkin kau orang tidak dikenal yang menerjemahkan novel2 pe o er en o itu?
Yoon Hee : Tidak! aku hanya melakukannya 3 kali.
Sun Joon : 3 kali? benar?
Yoon Hee : Iya, karena bayarannya lebih besar.

Sun Joon menghela nafas, aku tidak tahu bagaimana kehidupanmu sebelum masuk Sungkyunkwan, nanti kalau libur, aku akan mengunjungi rumahmu.
Yoon Hee kaget, rumahku?
Sun Joon : Apa kau punya rumah lain?
Yoon Hee : Tidak, tapi apa maksudmu mengunjungi rumahku?

Sun Joon : Pria dewasa harus berkunjung ke rumah pacarnya.
Yoon Hee kaget campur senang.
Sun Joon : Ini tidak akan menjadi jalan yang mudah, maka aku harus menyiapkan diriku. Aku siap.

Jeongjo minum teh bersama Menteri Lee.
Menteri Lee memohon agar Baginda menguburkan Geum deung jisa kembali. Itu terlalu kejam untuk sang ayah dan sekarang untuk anaknya?

Jeongjo : Apa maksudmu, Menteri Kiri Lee?
Menteri Lee : Kerinduan anda untuk reformasi sudah membuat Profesor SKK Kim Seung Heun berkorban nyawa. Dan sekarang putrinya juga akan tenggelam dalam bahaya.

Jeongjo : Apa maksudmu putri Kim Seung Heun?

Menteri Lee : Pelajar Sungkyunkwan, Kim Yoon Shik. Anak itu adalah seorang wanita.
Demi menemukan Geum Deung Ji Sa, Yang Mulia akan menjadi pendosa yang melanggar “Tiga Ikatan dan Lima Hubungan” (hukum Kong Hu cu)
Jeongjo meletakkan cawannya dan mencengkeram jubahnya.

Hyo Eun minta Yong Ha menemuinya. Yong Ha bertanya ada apa lagi, apa kau masih belum bisa melepaskan Lee Sun Joon.

Hyo Eun berkata kau seharusnya memperlakukanku dengan lebih sopan, karena aku akan menolongmu, kakak-ku sudah tahu kalau Kim Yoon Shik itu wanita. Jangan bilang kalian tidak tahu masalah ini.

Yong Ha kedip-kedip dulu dan baru kaget…

Yoon Hee berhias dan ia mengamati wajahnya di kaca, ia mengenakan hanbok wanita. Yoon Hee keluar dan menunggu Sun Joon.
Sementara Sun Joon jalan menuju rumah Yoon Hee dengan membawa bingkisan. Ia tampak bahagia.

Yoon Hee mengamati bayangan-nya di cermin ketika tiba2 ada orang yang menculiknya.

Moon Jae shin duduk di bukit dan berseru, hei Moon Young Shin! terimalah minuman dariku. Jae Shin meletakkan cawan kecil di tanah dan mengambil guci araknya lalu narasi mulai ketika Jae Shin mengambil cawan itu dan mencurahkannya ke tanah untuk kakak-nya :

“Aku pikir kau membenci dunia ini,kakak. Jadi aku mencoba menjadi orang yang gila untuk melakukan hal yang sama. Tapi sekarang aku tahu. Moon Young shin tidak membenci dunia, tapi kau mencintainya. Sehingga kau bisa hidup seperti itu. Kata-kataku benar kan? ”

Jae shin : Ini benar2 dingin yang menggigit. Dia benci dingin.

Tiba-tiba, Yong Ha teriak, hei Gul-oh! Kita mendapat masalah.

Jae shin dan Yong Ha bergegas ke rumah Yoon Hee. Sun Joon sudah sampai dan ia melihat keduanya. Sun Joon malu dan akan menghindar pergi. Tapi mereka memanggilnya. Hei, Lee Sun Joon!
Yong Ha : Apa kau disini karena kau juga sudah tahu?
Sun Joon bingung. Yong Ha melihat ke tanah dan mengambil kaca rias milik Yoon Hee yang pecah. Ketiganya langsung panik.

Yoon Hee dibawa menghadap Jeongjo, Angkat kepalamu!
Yoon Hee berlutut dan semakin menunduk takut.

Jeongjo berseru : Kim Yoon Shik apa kau tidak mendengar perintahku?
Yoon Hee akhirnya mengangkat wajahnya memandang Jeongjo.

Jeongjo berkata sendiri, jadi benar, aku ini pendosa yang sudah melanggar perintah hukum negara.

Tiba-tiba Prof Jung masuk. Ia terperanjat melihat Yoon Hee dalam busana wanita. Jung Yak Yong terlihat putus asa. Jeongjo menuang arak dan minum untuk menenangkan diri.

Jeongjo pada Jung Yak Yong : Ini akibat kau berdiam diri. Apa kau puas sekarang?

Jung Yak Yong : Jika anda menghukum mati saya, saya akan taat. Tapi mohon, salahkan saya saja.

Jeongjo : Apa ini karena pengajaran Barat/Silhak yang kau percayai? Aku dengar dalam pengajaran Barat, mereka memimpikan dunia dimana pria dan wanita sejajar.

Jung Yak Yong : Saya belajar dari pengajaran Barat kalau semua orang, miskin atau kaya, tua atau muda, pria atau wanita, semua dilahirkan sama. Tapi sebagai pelayan publik dari negeri ini, Saya setuju kalau wanita tidak seharusnya memiliki hak untuk belajar dan menjadi pejabat.

Jeongjo membentak : Lalu mengapa??

Jung Yak Yong : saya belajar dari anak itu..kalau pengetahuan dan kehidupan tidak bisa dipisahkan.

Jeongjo : Sekarang pergi dan minta ampun dari Tuhan kebudayaan Barat yang kau percayai itu.
Jung Yak Yong : Pengajaran Barat hanya satu bagian dari pengetahuan. Penguasa yang saya percaya dan ikuti …hanya anda, Yang Mulia.

Jeongjo melihat ke arah kotak Geum deung Ji sa dan menghela nafas.

Menteri Ha menemui Cho Sun, ada sesuatu yang harus kau lakukan.

Cho Sun meminta Menteri Ha memenuhi janjinya. Tapi Menteri Ha memrintah agar Cho sun membawa Kim Yoon Shik padanya. Sebelum akhir bulan ini, bawa Kim Yoon Shik padaku, dia bukan pria, Kim Yoon Shik itu seorang wanita. Aku akan menangkapnya dan menegak-kan kedaulatan negeri ini.

Cho Sun kaget.

Jung Yak Yong pulang dan sudah ada tiga orang menunggunya. Jae Shin, Sun Joon dan Yong Ha. (Baju Jae shin semakin keren)

Ketiganya memberi hormat, tolong jawab kami. Apakah Kim Yoon Shik…bersama Baginda sekarang?

Yong Ha : Ini untuk melindungi Kim Yoon shik, benarkan?
Jung Yak Yong : Kalian seharusnya kembali, ini sudah malam.

Sun Joon : Akan ada pertemuan dewan akhir bulan ini. Saya dengar akhir bulan ini akan diadakan pertemuan dewan. Dan selama pertemuan ini, Baginda berencana untuk mengumumkan kepindahan ke Hwaseong. Jadi, untuk menekan protes dari Noron, Baginda akan mengeluarkan Geum Deung Ji Sa. Yang Mulia akan melakukannya. Apa saya benar?

Jung Yak Yong : Baginda mungkin akan melakukannya.
Sun Joon : Lalu jika partai Noron dan Menteri Perang akan mengungkapkan kalau Geum Deung Ji Sa itu ditemukan oleh Kim Yoon Shik, yang adalah seorang wanita, dan menggunakan ini untuk menantang Yang Mulia, saya ingin tahu apa yang akan dilakukan Baginda?

Jae shin : Kami punya hak untuk tahu. Tolong jawab kami! Jangan cemas apapun yang terjadi, Baginda harus melindungi Kim Yoon Shik. Itu..itu adalah harapan yang diimpikan Baginda. Mengapa..mengapa anda tidak menjawab kami?

Yong Ha menenangkan Jae Shin
Suara Yong Ha bergetar : Guru…

Sun Joon : jadi karena Kim Yoon Shik menemukan Geum deung Ji sa…maka Yang Mulia akan membuangnya?

Prof Jung tidak bisa menjawab dan pergi. Ke-empat pria ini menangis semua! Untuk wanita berbakat yang mereka sayangi. sebagai murid, teman, sahabat, dan kekasih.

Sun Joon pulang dan duduk di dalam kamarnya tanpa menyalakan lilin. Ayahnya membuka pintu dan masuk, kau orang menyedihkan.

Benar2 bodoh. Masa depan negeri kita tidak tergantung padanya, dan kau ingin menyia-nyiakan hidupmu?
Menteri Lee jalan keluar tapi Sun Joon membungkuk dan berseru, maafkan saya ayah. Saya mohon selamatkan anak itu.
Sun Joon menangis : sebuah dunia baru terbuka untuk saya, bukan dunia yang dipelajari dari buku, melainkan dunia yang ingin saya tinggali. Tapi dunia itu hancur dan saya tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apapun, jadi tolong bantu saya, ayah.

Menteri Lee : Apa kau ini anak-ku?
Lalu pergi meninggalkan Sun Joon yang masih berlutut dalam gelap.

Sementara Jae Shin dan Yong Ha minum-minum untuk melampiaskan kekesalan mereka. Yong Ha kesal, apa kubilang, aku tidak percaya Baginda.
Jae shin : Anak itu (Yoon Hee) pasti ketakutan setengah mati sekarang.

Yong Ha menoleh untuk minta arak lagi ketika ia melihat serombongan sarjana Konfusius (Yoorim) mengeluh karena tidak ada penginapan lagi karena banyaknya jumlah yang datang.
Mereka heran mengapa tiba2 dikumpulkan di ibukota oleh Menteri Perang. Salah seorang berkata mungkin Baginda membuat masalah dan Menteri Perang menginginkan bantuan kita.

Yong Ha heran, Menteri Perang memanggil Yoorim? Jika untuk akhir bulan…
Jae Shin sadar, pertemuan dewan.
Yong Ha setuju, itu hari pertemuan para dewan yang diselenggarakan Baginda.

Paginya, Menteri Kiri Lee mengadakan pertemuan dengan semua anggota partai Noron.

Menteri Lee mengusulkan agar mereka mendukung kepindahan ibukota ke Hwaseong. Jika kita, Noron, mendukung rencana pemindahan ibukota ke Hwaseong, dimana Putera Mahkota Sado dikuburkan, maka Baginda tidak akan menggunkan masa lalu untuk menekan kita lagi.

Seperti yang diduga, anggota partai Noron tidak setuju. Mereka ingin menunggu Menteri Perang dalam pertemuan dewan. Kami perlu pemimpin yang akan bangkit melawan Raja dan melindungi kami, Tuan. (yah seperti itulah Noron-Byeokpa, selalu menentang Raja, mereka ada di pihak Nenek tiri Jeongjo/ Istri kedua Yeongjo) Semuanya pergi meninggalkan Menteri Kiri Lee.

Cho Sun duduk sendiri dan mengingat semua pertemuannya dengan Kim Yoon Shik. Saat Yoon Shik menutup bajunya, saat Yoon Shik minta maaf atas kejadian open house, saat Yoon Shik menolaknya dengan halus, maafkan aku Cho Sun, aku tidak pantas untuk orang secantik dan sebaik dirimu.

Cho Sun memandang bayangannya di cermin.

Di kampus, Yong Ha dan Jae shin sibuk menyusun rencana untuk mengikuti para sarjana Konfusius di penginapan mereka. Lalu seorang penjaga melapor, seorang gisaeng cantik datang untuk mengirimkan surat cinta pagi-pagi sekali. Ah sungguh indah masa muda..

Penjaga itu mengulurkan tangan. Yong Ha tersenyum dan memberikan uang, lalu penjaga memberikan surat. Yong Ha membukanya, ini dari..Cho sun? Lalu Yong Ha menunjukkan pada Jae shin.

Cho sun…?

In soo bersama ayahnya. Byung Pan berencana membawa Kim Yoon Shik di depan para pelajar, ia punya orang yang akan melakukannya.
In Soo : Apakah dia Hong Byuk Seo waktu itu?
Menteri Ha : Orang ini sangat bisa dipercaya dan tidak pernah melanggar perintahku sekalipun.

Tiba-tiba, seseorang datang, saya tidak bisa lagi mematuhi perintah anda.

In soo menoleh dan kaget, Cho Sun! datang bukan dengan hanbok gisaengnya tapi dengan baju Hong Byuk seo, tanpa penutup muka dan jelas-jelas berbahaya.

Byung Choon syok, Ketua..ketua..bukankah itu Cho sun? In soo tidak bisa menjawab dan hanya memandang Cho sun dengan bengong.
Menteri Ha marah, kau..bagaimana dengan gadis itu? Bukankah aku memerintahmu untuk membawa gadis itu di depan para pelajar?

Cho Sun : Tuan, anda tidak akan bisa pergi juga. Karena saya tidak akan membiarkan anda lewat.

In soo selama itu diam saja dan sepertinya masih mencerna, apa sebenarnya yang terjadi. Menteri Ha memberi aba-aba pada pasukannya, serang!

Pasukan Menteri Ha langsung maju dan menyerang Cho Sun.

Cho sun menghunus pedangnya dan mulai bertempur. Cho Sun sepertinya terdesak, ia kalah jumlah. Menteri Ha tersenyum dingin.

In Soo tidak tahan lagi dan maju menghalangi pasukan yang akan menikam Cho Sun. Mereka langsung menahan tombak mereka, karena takut melukai In Soo.

Menteri Ha : Apa yang kau lakukan? Pergi dari situ!
In Soo teriak : Apa yang sudah kau lakukan padanya selama ini? (ok, Cho Sun adalah cinta pertama In Soo, jadi no wonder kalau In Soo bereaksi seperti itu. Tapi baguslah..)

Menteri Ha : Pergi! Aku yang akan mengurusnya.
In Soo melihat ke arah Cho Sun : Tidak! Sekarang setelah aku tahu, aku tidak akan mengijinkan kau melakukannya.

(Ada proses bertahap dalam diri In Soo, pertama pengakuan Yong Ha, kemudian ayahnya menangkap Sun Joon/In soo tidak setuju ini, In soo ditinggal oleh dua anak buahnya, In Soo ditinggal oleh semua siswa SKK, dan puncaknya In Soo melihat Cho Sun akan terbunuh di depannya, so it’s enough dan In soo akhirnya membuat keputusan. Seperti kata Jae shin, bagaimanapun, dia siswa SKK)

Menteri Ha : Biarkan aku lewat! aku harus bertemu para sarjana!

In soo tidak beranjak dan tetap memeluk erat Cho Sun. Byung Choon maju dan melindungi In Soo dan Cho sun dari pasukan. Saat pasukan terus merangsek maju, tiba-tiba…Moon Jae Shin tiba!
Jae shin : Mau lewat? Aku tidak mengijinkannya. Aku bukan orang yang melakukan hal-hal yang tidak aku inginkan.

Jae shin nyengir dan menoleh pada In soo, untuk pertama kalinya, kau bertindak seperti manusia. (well, itu pujian lo..)

Menteri Ha murka : Singkirkan mereka!
Jae shin langsung maju menyerang…

Sementara Yong Ha susah payah menahan pintu yang terus digedor oleh Om-om sarjana Konfusius itu. Yong Ha pusing bukankah seharusnya pesannya sudah sampai? mengapa sampai sekarang Prof Jung belum datang?

Yong Ha heran, mereka ini kerjanya cuma duduk dan belajar tapi mengapa demikian kuat? Para sarjana terus menggedor pintu dan ingin bertemu Menteri Perang, serta ingin tahu kondisi Sungkyunkwan,

Akhirnya Yong Ha tidak tahan lagi dan melepaskan pintu, para sarjana bisa keluar dan melihat Yong ha dengan marah.
Yong Ha mengaku sebagai profesor dan ditugaskan disini oleh Menteri Perang. Yong Ha senyum manis pada mereka plus berkedip.

PM Che Jegong berkata sudah waktunya menuju ke lokasi sidang. Yoon Hee duduk dan menunggu dengan tegang, ia dikurung oleh Baginda.

Sun Joon menghadap Jeongjo,
Sun Joon : Kim Yoon shik..bukan Kim Yoon Hee, saya datang untuk meminta agar anda membuangnya saja, dan saya juga minta agar anda membuang saya juga, karena impian Yang Mulia mengenai Joseon baru tidak memiliki harapan. Alasan Yang Mulia menyerah membela Yoon Hee, bukan karena dia tidak menghargai hukum negara dan lima prinsip (Kong Hu Cu) dengan menyamar dan masuk Sungkyunkwan.

Tapi, karena dia ada di jalan reformasi yang diimpikan Yang Mulia. Orang yang tidak menghargai dasar hukum adalah anda.

Jeongjo : Aku pasti sudah terlalu memanjakanmu.

Sun Joon : Bukannya perjuangan untuk rakyat tapi perjuangan melawan partai Noron? Apakah dunia yang anda impikan adalah untuk rakyat atau untuk kekuatan anda sendiri?

Jeongjo : Cukup! sudah cukup.

Sun Joon mengembalikan kompas hadiah Baginda. Jika jarum kompas tidak lagi bergerak, maka kompas ini tidak akan bisa menunjukkan arah yang benar. Nasihat yang anda berikan pada saya. Sekarang saya kembalikan pada anda.

Sun Joon membungkuk dan jalan keluar. Jeongjo menghela nafas dan melihat kompas itu, ternyata sudah rusak. Dipecahkan oleh Sun Joon.

Sun Joon jalan di sepanjang koridor Daejeon dengan muka muram. Mungkin Sun Joon bertaruh untuk sekali ini mempercayai Raja, bagaimanapun keputusan Lee Sun Joon tidak pernah salah kan selama ini, semoga kali ini pilihannya berharap pada Raja juga tidak salah.

Sekarang kembali ke Gu Yong Ha dengan rombongan Yoorim-nya (Om-om sarjana Kong Hu Cu). Mereka ingin sekali menerobos dan melewati Yong Ha tapi Yong Ha tetap menahan pintu.

Seorang sarjana teriak2, dasar berandal kecil! apa kau tahu siapa aku? Aku adalah putera kedua dari Menteri Keadilan dan Penghukuman, aku Gu Chang Seo! Gu Chang Seo! (lah ini kan yang silsilah-nya dibeli ama papinya Yong Ha itu hehe..kebetulan dong..)

Gu Yong Ha tersenyum senang, apa anda Bangsawan Gu yang tinggal di Jalan Pohon Persik di Myungryunbang? Yong Ha langsung memeluknya dengan hangat, Saya Gu Yong Ha, paman! hahaha
Yong Ha : Apa kau tahu, setelah gagal terus di ujian negaramu, kau memasukkan keluarga kami ke dalam silsilah anda setelah menerima tanah sedikit.
Gu Chang Seo terbata-bata, itu, itu, itu…dia salah tingkah karena ketahuan ngga lulus ujian.

Yong Ha menghela nafas, ya aku tahu, itu adalah tindakan pengorbanan yang merupakan ajaran Konfusius untuk anak menyedihkan seperti aku. Aku yang sudah tidak bisa masuk Sungkyunkwan karena status rendahanku. Yong Ha manis mulai mengusap matanya, menangis (baca: pura-pura)

Gu Yong Ha membuat tulisan di udara (kalau kata anakku magic finger hehehe) : Yoo gyo mu ryu
Belajar itu sama untuk semua orang. Ini adalah analek dari Wei Linggong, anda mengingat itu?

Para Yoorim : Tentu saja, kami ingat!
Yong Ha : Anda sungguh memberi pencerahan pada saya. Yong Ha membungkuk. Gu Chang Seo bingung, benarkah?

Gu Yong Ha’s magic finger : Deuk cheo ha young jae yi gyo yook ji.
Kegembiraan mengajar seorang yang pintar adalah salah satu dari tiga kegembiraan pelajar. Itu adalah ajaran guru Mencius/ Meng Tzi.
Para Yoorim mengangguk-angguk, ya ini ajaran guru Meng Tzi.

Gu Chang seo berkata, aku mengambilmu di bawah sayapku untuk mengajarimu tentang Konfusius dan Meng Tzi (ha!)

Yong Ha menyindir : Anda tidak melupakan pengajaran ini bahkan sebelum tinta yang anda gunakan untuk menulis kembali daftar silsilah keluarga mengering, kan? Jika kita harus membahas kualifikasi pelajar Sungkyunkwan, maka paman dan saya adalah yang pertama harus dihukum.

(dengan kata lain, kalian sama sekali tidak ingat pelajaran apapun dari Sungkyunkwan, baik Meng Tzi, Kong Hu Cu, maupun Wei Linggong, tapi kalian sok jago ingin memberikan pendapat dalam pertemuan dewan dengan menteri perang untuk menentukan kualifikasi Sungkyunkwan, apa ngga salah? Padahal kalian kalah dengan anak kelas rendah seperti aku, yang katanya bukan bangsawan? apa ngga malu sama jenggot? yah mungkin seperti itu kira2 maksud Gu Yong Ha.)

Prof Jung Yak Yong sudah datang dan mendengar percakapan mereka dari balik pintu dan tersenyum geli, Sepertinya anak itu bukan penonton dalam kerumunan orang lagi. Pelajar Gu Yong Ha, Lulus. (Jadi sekarang Gu Yong Ha sudah punya pendirian, bukan hanya penonton dan komentator saja.)

Menteri Ha sepertinya berhasil lolos dari kepungan Jae shin, In Soo, dan Cho Sun. (Byung Choon tidak masuk hitungan, karena sepertinya ngga bisa berkelahi) dan jalan pergi ke pertemuan di istana dengan dikawal.
Yong Ha jalan berputar-putar dan menemui Jae shin, mana menteri Perang?

Jae shin berkata dia pergi untuk pertemuan dewan. Kita sudah susah payah menghentikan pertemuan para sarjana. Sekarang..semua tergantung pada Baginda.

Jeongjo mengadakan pertemuan dengan anggota dewan.

Jeongjo : Aku mengerti kalian menolak memindahkan ibukota ke Hwaseong. Ini adalah impianku yang tidak akan kulepaskan. Karena kekerasan hati kalian tidak ada gunanya,

Aku..sudah menemukan senjata rahasia yang akan membungkam keberatan kalian.

Geum Deung Ji Sa.
Menteri Lee lemas, dan semua anggota dewan gempar dan pucat.

Jeongjo melanjutkan, senjata rahasia ini yang bisa menekan Noron karena sudah melakukan tindak kejahatan dan untuk mewujudkan impianku.

Menteri Ha masuk, saya Menteri Perang Ha Woo Gyu menghadap anda, Yang Mulia.

Jeongjo melanjutkan, ini disini. Jeongjo menepuk kotak Geum Deung Ji Sa.
Menteri Ha memotong, Yang Mulia, itu…

Jeongjo marah dan membentak : Aku belum selesai berbicara, Menteri Perang!
Menteri Ha : Saya tahu bahwa Geum Deung Ji sa …
Jeongjo : Geum Deung Ji Sa..tidak ada…Seolah-olah hanya ingin mencemooh impianku.

Semua terperanjat, Menteri Ha apalagi. Ia sebenarnya ingin menggunakan ini untuk membongkar identitas Kim Yoon Shik, tapi siapa sangka Baginda berkata tidak ada Geum Deung Ji Sa.

Jeongjo kesal sekali dan berkata dengan tegas : Aku tidak akan mundur untuk mewujudkan mimpiku pindah ke Hwaseong. Karena pertempuran ini bukanlah melawan kalian, tapi pertempuran ini untuk rakyatku. Aku berniat mewujudkannya sampai akhir.

Setelah pertemuan usai, para Menteri keluar dari ruangan, ada Menteri Lee, Ha, dan beberapa anggota Noron, mereka tidak mengerti, Geum Deung Ji sa tidak ada..?

Tiba-tiba Kepala Inspektur/Menteri Keadilan Moon berseru memanggil Menteri Perang, Tuan!

Menteri Moon : Saya menyampaikan perintah Raja untuk menahan anda. Sebagai dalang dibelakang pencurian surat wasiat mendiang Raja (Yeongjo)

Byung Pan kaget sekali: Apa..apa katamu?

Jeongjo benar2 keren, meskipun ia harus mengorbankan Geum Deung Ji Sa, tapi ia tetap bisa membangun Hwaseong, menyelamatkan putri sahabat karib/ sekaligus gurunya nya, dan membalas kematian sahabatnya. Bravo Jeongjo!

Yoon Hee menghadap Jeongjo. Baginda membakar Geum deung Ji Sa itu di depan Yoon Hee. Yoon Hee hanya menunduk, ia sadar apa yang dikorbankan Baginda demi dirinya.

Jeongjo : katakan kau akan berjanji padaku. Bukan kematianku yang menyedihkan dan bukan hidupku yang singkat, tapi impianku…Masa depan tanah ini, yang sudah lama aku inginkan. Apa kau akan mengingatnya selamanya? sehingga..aku juga akan hidup dalam ingatanmu?

Yoon Hee terharu : saya akan melakukannya, Yang Mulia.

Keduanya tersenyum.

Yoon Hee keluar dari Daejeon dan bertemu Menteri Kiri Lee di koridor. Yoon Hee terperanjat dan Menteri Lee menatap tajam. Yoon Hee membungkuk. Menteri Lee menerima Yoon Hee di kantornya.

Menteri Lee : Menyamar dan masuk ke Sungkyunkwan? Kau jauh lebih berani dari yang kubayangkan. Agar kau tidak jalan dalam jalan yang zigzag/tidak beraturan, kau akan berlaku waspada padaku, benar kan? Itu akan sulit dilakukan, karena meskipun kedua matamu terbuka, kau bisa membuat kesalahan, itulah hidup.

Tidak akan mudah sendirian. Jadi, apa kau mau ada di samping putraku?

Yoon Hee kaget dan mengangkat wajahnya perlahan.
Menteri Lee : Apa keinginan pria tua ini terlalu banyak?

Yoon Hee tidak percaya pendengarannya, tapi sekaligus lega.

Di bawah pohon ginko, lambang Sungkyunkwan, Sun joon menemui Jae Shin, terima kasih, Sahyung.
Jae shin : Ini yang terakhir kalinya, mulai sekarang adalah giliranmu. Agar aku tidak mencemaskan anak itu lagi. Kau harus melakukannya dengan baik sampai akhir.

Sun Joon : Aku tidak akan pernah melupakan perhatianmu selama ini, terima kasih.

Jae Shin tersenyum : Cukup, kau membuatku malu.
Hei..sekarang Jae Shin sering senyum…sudah berdamai dengan dirinya sendiri dan ia seperti lahir kembali. Ah..kenapa novel yang kedua tidak dilanjutkan, Moon Jae Shin menikah…

Yong Ha menemui mereka (catatan, Yong Ha tidak bisa jalan tanpa putar2 atau loncat-loncat hahaha), apa yang kalian lakukan disini?
Yong Ha : Ayo! tamu kehormatan sudah tiba. Ayo! Daemul ada disini. ayo pergi!
Yong Ha merangkul Sun Joon dan Jae shin dan mengajak mereka menemui Yoon Hee.

Tapi Jae shin menarik kerah baju Yong Ha,

dan berkata pada Sun Joon : Kau pergi saja duluan. Sun Joon tersenyum dan pergi.

Yong Ha masih ingin ikut, Jae shin berkata : Ini bukan sesuatu yang harus kau campuri.

Yong Ha cemberut lalu melihat Jae shin dengan senyum dan meletakkan tangan di bahu Jae shin, lalu, apa tempatku disini?

Jae shin sebal tapi geli, apa? Ia main-main dan memukul Yong Ha. Keduanya saling berangkulan dan senyum lebar.

Yong Ha : Ayo, kita pergi.

Sun Joon masuk ke perpustakaan dan mencari Yoon Hee. Mengingat setiap sudut perpustakaan yang berkesan mendalam bagi mereka, mengingat kata2 Yoon Hee di penjara dan akhirnya menemukan Yoon Hee di sudut.

Sun Joon : Apa kau melihat beruang yang pintar?
Yoon Hee kaget dan senyum : Wang Seo Bang?

Keduanya berhadapan dan senyum lebar.

Lalu waktu berlalu….tidak tahu berapa lama…

Gu Yong Ha jalan bersama seorang wanita, sepertinya Gisaeng paling cantik saat itu. Cho sun sepertinya sudah pensiun dan mungkin sekarang bersama In soo. Sayang kenapa In soo tidak disinggung ya..

Yong Ha sekarang designer hanbok ternama. Ia jalan dengan wanita itu dan mencarikan bahan untuk hanboknya. Sambil membuka baju atasan wanita itu dan mencocok-kan warnanya.
Yong Ha : Warnanya tidak sesuai denganmu. Wajahmu terlalu tradisional untuk mengenakan rancanganku.

Wanita itu tanya, kudengar kau dulu siswa Sungkyunkwan. Darimana kau punya keahlian ini?

Yong Ha : aku terlahir dengan itu. Aku Gu Yong Ha.

Tiba-tiba dari langit jatuh selebaran warna biru.
Yong Ha : Ini Cheong Byuk Seo! Teman ini beraksi lagi.

Lalu seseorang dengan busana hitam-hitam lari di atas atap rumah2 penduduk. Seorang Kapten Uigyeombu lari mengejarnya dan berhasil menghadangnya di atap.
Keduanya bertempur, sinar bulan menerpa wajah sang Kapten, Moon Jae shin!

Jae shin mengalahkan Cheong Byuk Seo dan membuka topengnya. Jae shin terperanjat! seorang gadis! Lalu hik! hik! Jae shin belum sembuh hahaha…

Untuk menutupi kecanggungan-nya, Jae shin mengeluarkan pesan biru dan menunjukkan kertas itu di muka gadis itu.

Jae shin : Lihat ini! Tulisan jelek ini, jika kau meneruskannya, ini akan jadi kebiasaan.

Kertas itu sudah penuh dengan coretan Jae shin disana-sini mengoreksi tulisan Cheong Byuk Seo! hahaha..Jae shin ini perfeksionis juga.

Wajah Cheong Byuk Seo kelihatan kesal tapi heran. Menurutku, Cheong Byuk Seo ini bukan anak yang mirip cewek di ep 5, soalnya anak itu seangkatan dengan Yoon Hee kan, jadi pasti sudah lulus dan Cheong Byuk Seo ini anak angkatan baru.

Jae shin melepaskannya dan jalan, lalu ngomel, apa yang diajarkan Sungkyunkwan dengan anak-anak ini sekarang? Aku belum melihat pesan yang ditulis dengan bagus. Hik!

Jae shin menoleh lagi, tapi Cheong Byuk Seo sudah menghilang. Jae shin kaget lalu menyeringai geli.

Sungkyunkwan…
Sekelompok siswa mengikuti seorang Profesor mungil dan mereka menanyakan sesuatu, Prof itu menoleh, dan tarra…Prof Kim Yoon shik.
Yoon Hee akan menjawab pertanyaan mereka ketika Seorang prof galak datang dan merampas kertas tes mereka.

Prof Lee Sun Joon meneruskan kata2 Yoon Hee : Jika kau hanya belajar, tapi gagal berpikir sendiri maka otakmu akan mengeras menjadi batu.
Yoon Hee dan Sun joon berpandangan dengan dingin.

Prof Sun Joon : Jika kalian tidak mau berpikir sendiri dan menghabiskan waktu mengikuti guru kalian, maka kalian tidak bisa dikatakan sebagai pelajar. Dan, kalian tidak lulus!

Kalian terus saja melihat wajah guru kalian. kalian, tidak lulus!

Prof Kim Yoon shik : Karena terus bertanya tentang pengetahuan adalah dasar pembelajaran. Pelajar ini lulus.

Direktur Choi muncul dan mendorong para siswa. Ia marah2 pada Prof Lee Sun Joon dan Prof Kim Yoon Shik, tidak mengajar atau mengurus siswa, kalian berdua selalu bertengkar. Aku sudah dilewati lagi untuk kesempatan transfer (naik pangkat) karena gagal mengatur para dosenku, Sampai kapan kalian akan terus bertengkar? Dewasalah..dewasalah..kalau begini kapan aku bisa masuk ke Agen Pusat sebelum aku mati?

Lalu Direktur Choi menoleh ke arah para siswa, ini bukan demi keuntungan pribadiku, tapi demi kebaikan Sungkyunkwan.
Prof Lee dan Prof Kim saling berpandangan dan pergi ke arah yang berlawanan, meninggalkan Direktur Choi mengoceh sendirian. Ketika Direktur Choi berbalik, kedua Prof itu sudah menghilang. Ia hanya mendengus kesal.

Malamnya, Yoon Hee mengenakan hanbok tipis dan mengusap/ mengecek lukisan. Yoon Hee kaget, berdebu.
Yoon Hee : Aku percaya Prof Lee Sun Joon bertugas bersih-bersih hari ini. Kau bukannya melakukan tugas bersih2mu tapi justru cemburuan. Bagaimana kau bisa menerima tanda lulus sebagai suami?

Sun Joon mendekat, lalu apa ini bisa dikatakan “Lulus”? dan mengecup bibir Yoon Hee.

Yoon Hee menutup bibir Sun Joon dengan jarinya dan meniup lilin.

Keduanya langsung “berbisnis” dan Yoon Hee tanya, ada apa denganmu hari ini?
Sun Joon : Tunggu sebentar dan meraih buku merah dari Yong Ha. Aku masih belum pengalaman.
Yoon Hee menahan ketawa : Sampai kapan kau akan menggunakan buku itu?
Sun Joon : Oh ini dia.
Sun Joon : Oh, bukan ini?

sumber: kadorama-recaps.blogspot.com

Sung Kyun Kwan Scandal – Episode 19

Yoon Hee ada di dalam kuil dan membuka peti sambil mengucapkan setiap petunjuk ketika tiba-tiba Sun Joon masuk dan berteriak pada Yoon Hee, kenapa pergi sendirian! Diluar, Jae shin bertempur dengan pasukan.
Di dalam, Sun Joon marah, apa kau tidak tahu betapa bahayanya ini? Yoon Hee seperti tidak mendengar Sun Joon, dan hanya berkata tidak ada di sana. Jae shin bertempur mati2an.

Sun Joon tidak tahu berkata apa, tapi ia menyadari Yoon Hee mengenakan cincin mereka di lehernya sebagai kalung, Sun Joon langsung memeluk Yoon Hee. Aku takut kau terluka.

Di luar, Moon Jae shin yang sudah terdesak tidak sanggup menghindari sabetan pedang Kepala pasukan yang mengarah ke dadanya. Jae shin bisa meraih pedang dan melawan lagi tapi kali ini pedang menyambar ke pinggangnya.

Jae shin pasti mati jika seorang tentara tidak lari dan lapor pada Kepala pasukan, Tuan tidak ada siapapun di dalam! Perhatian Kepala pengawal terpecah dan Jae shin bisa kabur dengan pendarahan berat.
Pasukan mengejar Jae shin, tapi beruntung Gu Yong Ha berhasil menyusul Jae shin dan menyembunyikan-nya.

Yoon Hee dan Sun Joon lari keluar dari kuil sambil bergandeng tangan. Keduanya sembunyi saat melihat pasukan dan mendengar mereka berteriak, Hong Byuk seo di sini.

Gu Yong Ha mengerahkan anak buahnya dan membawa Jae Shin ke SKK, ke Banchon, masuk SKK, kalau kita sudah sampai pasukan tidak akan bisa melakukan apa-apa.

Menteri Ha marah karena Hong Byuk Seo lolos lagi, apa kali ini pengawal Baginda lagi? Kepala pasukan berkata, bukan tuan tapi pelayan pribadi.
In Soo kesal dan memutuskan membawa pasukan ke SKK untuk membekuk Hong Byuk Seo.

Yoon Hee dan Sun Joon sampai di gerbang SKK dan sudah hampir jam malam. Penjaga berkata meskipun para profesor tidak di tempat, tapi ini sudah mendekati jam malam, jadi harap segera masuk. Mereka membungkuk kepada Sun Joon dan Yoon Hee lalu patroli lagi.

Yoon Hee bertekad ingin kembali menyusul Jae Shin tapi ternyata Yong Ha sudah sampai di dekat gerbang sambil merangkul Jae shin.

Yong Ha membaringkan Jae shin perlahan di kamarnya, Sun Joon duduk di samping Yong Ha. Sementara Yoon Hee berdiri di luar, berjaga.


Pasukan istana mulai memasuki halaman kampus. Dua penjaga kampus menahan mereka, tuan, meskipun kalian dari pasukan istana, kalian dilarang masuk SKK tanpa ijin. Ini tempat dimana orang belajar tentang Konfusianisme.
In soo datang dan berkata mereka ada atas otoritasnya. Penjaga itu bingung, ketua!

Pasukan terus masuk dan mulai memeriksa dan mengobrak abrik ruang perpustakaan, kelas2, dan bahkan kamar asrama siswa. Mereka mencari Geum Deung Ji Sa. Dua anak buah In soo, Go Bong dan Byung Choon berubah wajahnya melihat buku2 Konfusianisme yang berantakan. sementara siswa lain mulai keluar dari kamar masing2.

Yong Ha dan Sun Joon juga mendengar keributan. In soo dan pasukannya mulai mendekat ke kamar Yong Ha. In soo melihat Kim Yoon shik di luar kamar Yong Ha.

Dengan dingin In soo mendekati Yoon Hee, aku dengar Hong Byuk seo terluka dan sembunyi di SKK, apa kau melihatnya, Kim Yoon Shik?

Yoon Hee tidak bisa menjawab, ia ketakutan.

Di dalam, Yong Ha ingin keluar menghadapi In soo, tapi Sun Joon menahannya. Sahyung! apa kau pikir kita bisa mengatasi ini dengan rencana mendadak?
Yong Ha : Jadi apa sebenarnya maksudmu?

In soo memerintahkan pemeriksaan.

Yong Ha kaget, kau berniat mengaku sebagai Hong Byuk Seo? Sun Joon berkata, dari semua yang ada di Joseon, ada satu hal yang ingin aku lindungi dan pertahankan, yaitu keyakinanku akan kebenaran dan keadilan. Aku tidak bisa mengijinkan Gul-oh sahyung, apalagi dalam kondisi seperti ini untuk ditahan di penjara.

In Soo sudah memerintahkan penjaga menggeledah tiap kamar. Yong Ha keluar dan berteriak, hentikan semua ini! Yong Ha minta In soo hati2 karena semua siswa melihatnya.

Yong Ha menahan In soo, aku tidak ingin kau jadi ketua siswa pertama yang menodai halaman SKK dengan mengijinkan pasukan memasuki kampus.
In Soo melepaskan tangan Yong Ha, aku akan jadi ketua siswa pertama yang menunjukkan kekuatan dan otoritas, kau bisa memastikannya, Gu Yong Ha.

Dari dalam kamar Yong Ha, kepala pasukan keluar membawa baju Jae shin, Hong Byuk seo disini! semua siswa kaget. Hong Byuk Seo disini? Yoon Hee juga panik, sahyung…
Ternyata Sun Joon jalan keluar dari dalam, membuat Ha In Soo kaget. Yoon Hee juga, ia melihat ke arah Yong Ha, Sahyung..? Yong Ha menenangkannya.

In soo melotot ke arah Sun Joon, apa kau pikir aku akan percaya kalau kau adalah Hong Byuk Seo, Lee Sun Joon? Sun Joon diam saja.
Tiba2 Menteri Ha dan pasukan datang, tangkap Hong Byuk seo segera! In soo kaget, ayah! Tapi Byung Pan membentak In soo dan berkata mulai dari sini adalah urusannya, kau tidak berhak ikut campur lagi.

Siswa SKK syok melihat Sun Joon dibawa pergi. Yoon Hee sudah akan menangis. Sun Joon jalan dan menoleh sekali lagi untuk menenangkan Yoon Hee.

Menteri Kiri Lee kaget sekali ketika menerima laporan dari Soon Dol kalau Sun Joon mengaku sebagai Hong Byuk seo. Menteri Lee tidak mengerti mengapa putranya akan melakukan itu?

Yong Ha merawat Jae shin tersayangnya dan meyakinkan Yoon Hee kalau Sun Joon akan baik2 saja. Dia adalah putra tunggal Menteri Kiri Lee. Byung Pan pasti tidak akan sembarangan. Aku tidak melakukannya jika tidak yakin.

Jae shin tiba2 menahan tangan Yong Ha, ia sudah sadar, apa katamu tadi? Apa yang dilakukan Lee Sun Joon? Apa yang dilakukan Menteri Perang? Apa anak itu mengaku kalau dia adalah Hong Byuk Seo? Jae shin berusaha bangun tapi tidak bisa.

Yong Ha : Tetap berbaring! kau sudah kehilangan banyak darah. Ini adalah solusi yang terbaik, karena jika kau dibawa ke penjara maka akan sangat berbahaya.
Jae Shin marah tapi tidak bisa apa-apa, dia hanya bisa memukul kasur.

Yong Ha kesal karena pasukan istana menyerbu SKK, ia akan membuat perhitungan dengan mereka. Yoon Hee tanya apa itu mungkin?
Yong Ha : Percayalah padaku, aku Gu Yong Ha.

Jae shin tanya lalu bagaimana dengan Geum Deung Ji Sa? Keduanya diam saja. Nihil.

In soo bersama ayahnya. Menteri Ha kesal, jadi Geum Deung Ji Sa tidak ada di Jongmyo kan. Menteri Ha marah karena Menteri Lee memperlakukannya seperti kriminal dan ia akan membalasnya.
In Soo berkata tapi Sun Joon bukanlah Hong Byuk seo.

Menteri Ha : Maka kita akan membuatnya sebagai Hong Byuk Seo.

Menteri Lee mengunjungi putranya di penjara, Sun Joon berdiri menghormat.
Menteri Lee : Apa kau ingin mengungkit peristiwa lalu? Ayahmu tidak bersalah dalam peristiwa itu.

Sun Joon : Tapi ayah membantunya, berarti ayah terlibat.
Menteri Lee : Dalam pemberontakanmu melawanku, kau sudah memilih jalan yang sulit.

Sun Joon : Saya hanya mengikuti jalan yang sudah ayah ajarkan pada saya. Tidak mencari keuntungan diri sendiri, tapi mengejar keadilan. Mendapatkan teman melalui kesetiaan. Tidak ragu-ragu bahkan untuk berkorban nyawa demi kebenaran. Ini adalah tanda seorang pria terhormat.

Malam itu, Kim Yoon Hee tidak bisa tidur, ia mencemaskan Sun Joon.

Paginya, para siswa membaca selebaran kalau Hong Byuk Seo ditransfer ke Uigyeombu. Yoon Hee dan Yong Ha juga membacanya dan Yoon Hee gelisah. Sahyung, putra menteri Keadilan terbunuh waktu itu, kalau dia memiliki ganjalan…

Tiba2 Jae Shin muncul, tidak akan ada yang terjadi!

Yoon Hee dan Yong Ha mendekati Jae shin. Jae shin berkata tidak akan terjadi apa-apa dengan Lee Sun Joon, siapa yang akan percaya kalau orang kikuk itu Hong Byuk Seo, apalagi karena Hong Byuk Seo asli berdiri di sini.

Jae shin akan pergi, tiba2 Yoon Hee merentangkan tangannya menghalagi Jae shin. Apa kau pikir kau akan mengaku? dengan badan yang terluka seperti itu?

Ada yang sudah berkorban demi dirimu…bagaimana bisa menghianati ketulusan seperti itu, aku tidak akan memaafkanmu. Karena kalau demi dirimu, aku juga akan melakukan hal yang sama.

Jae shin tersentuh tapi ia tetap ingin pergi, aku harus pergi agar aku bisa mengatakan pada ayahku kalau 10 tahun lalu di malam itu, orang yang membunuh kakak-ku bukanlah Menteri Kiri Lee.

Yoon Hee tertegun, ia baru tahu ini, Sahyung?
Yong Ha juga baru tahu, apa itu benar, Gul-oh?

Jae Shin : Apa aku kelihatan seperti mengarang cerita? Jadi kalau mengenai masalah itu, kau tidak perlu khawatir lagi. (maksudnya Yoon Hee tidak ada dendam dengan keluarga Lee Sun Joon dan bebas bersama Sun Joon.)

Jae shin jalan pergi, tapi lalu menoleh lagi, sekarang ke Yong Ha.

Jae shin : Dan kau!
Yong Ha melihat ke arah Jae shin.
Jae shin : Jangan lupa dengan apa yang kau bualkan kemarin malam! Pastikan kau menangkap mereka yang memenuhi SKK dengan pasukan kerajaan.

Yong Ha senyum : tentu saja..
Jae Shin : Sampai aku kembali, bersiaplah.

Yong Ha : Aku…

Jae Shin : Yeah, kau Gu Yong Ha.
(hahaha…cute boys, I can feel love in the air hahaha)


Menteri Moon bersiap akan ke Uigyeombu, Jae shin menghentikan ayahnya. Lepaskan Lee Sun Joon, dia tidak bersalah.Hong Byuk Seo itu, ayah tahu persis siapa dia.
Jae Shin : Menteri Kiri Lee bukanlah orang yang melakukan itu kepada kakak..bukan dia! Ayah juga mendengar kesaksian petugas Yoon.

Ayahnya tidak mendengarnya, apa perbedaannya sekarang?

Jae shin kaget, jadi ayah akan melakukan hal yang sama yang dulu mereka lakukan? Ayah tidak akan bisa karena aku akan mengaku!

Jae shin membuka bajunya di depan ayahnya untuk menunjukkan lukanya yang masih segar.
Jae shin : Bukti sebagai Hong Byuk Seo masih terukir segar di tubuhku!

Jae shin jalan pergi, ayahnya memerintah pelayan-nya menahan Jae shin. Dalam 10 tahun terakhir, setiap kali aku mengenakan seragamku, aku menantikan datangnya hari ini, jadi kau tidak boleh ikut campur!

Sementara di kamarnya, Yong Ha dengan khidmat mulai mengenakan seragam dewan siswanya.

Yong Ha didukung ketua siswa Soron, Myung Sik dan sebagian besar siswa untuk melakukan protes pada ketua siswa Ha In Soo.

Yong Ha : Dewan siswa akan melakukan protes karena kejadian semalam karena kelancangan pengawal istana melanggar masuk ke wilayah SKK tanpa ijin, dan mencemari Daeseongjeon/ ruang ujian dan Myungryundang (ruang kuliah). Dan karena salah menangkap pelajar Sungkyunkwan di dalam kampus. Kami akan mengumumkan kalau seluruh pelajar SKK marah karena ketidakadilan ini dan menerima permintaan maaf dari Menteri Perang serta surat pernyataan dari Baginda kalau hal seperti ini tidak akan terulang kembali.

Yong Ha melanjutkan, pasukan istana masuk ke SKK dibawah ijinmu. Tapi jika kau menolak meminta maaf dan tetap memilih mempertahankan keterlibatanmu dalam masalah ini…

Myung Sik melanjutkan : Kami akan minta Ketua untuk banding (sidang), juga karena membuka pintu SKK untuk pengawal istana.

In soo tidak tergoyahkan sedikitpun kali ini. Ia berkata pada Yong Ha : Kau tidak akan punya pilihan untuk membuat keputusan itu.

In soo mendekat ke arah Yong Ha dan berbisik, karena aku juga, berniat untuk menyelidiki kredibilitasmu.

In Soo : Gu Yong Ha, lahir dan dibesarkan di jalan Woonjong dalam keluarga yang kaya raya. Kenyataan-nya hanya seorang anak dari pedagang kelas Jongin (bukan bangsawan kelas menengah) Mempertahankan kebangsawanan-mu dengan pakaian mewah, berapa lama kau berencana menutupi ini semua?

In Soo mengancam Yong Ha dengan satu hal yang paling ditakuti Yong Ha. In Soo pergi meninggalkan Yong Ha yang termangu.

Yoon Hee, Ahn Do Hyun, Woo Tak, Hae Won lari mendekati Yong Ha. Sahyung ada apa? Myung Sik juga menegaskan, kita pasti kan, nanti berkumpul di Myungryundang untuk protes? Yong Ha diam saja dan jalan pergi, membuat semua rekannya bingung.

Yong Ha syok dan ia menyendiri di bawah pohon ginko, bergumam : semua berkembang menjadi menarik…Yong Ha tersenyum getir.

Ha In Soo berkumpul bersama anak buahnya. Byung Choon ketawa dan berkata apa kalian lihat, tadi wajah Yeorim jadi pucat, benar kan Go Bong? Tapi Go Bong cuma diam dan cemberut. Lalu In Soo berkata ia tidak akan membuat Raja melepaskan Sun Joon karena protes para siswa.

Dan Kang Moo yang tidak pernah bicara akhirnya membuka mulut : Ketua, jika anda ingin menggunakan pasukan kerajaan, anda seharusnya mengerahkan kita. Ada beberapa siswa yang terluka semalam dan tidak baik melihat pasukan kerajaan di dalam kampus.

Go Bong : Ketua, melihat buku2 yang berharga itu dirusak benar-benar…

In Soo marah dan dengan tajam berkata kalau ia tidak ingin mendengar pendapat atau pikiran mereka.

Yong Ha memberikan uang pada penjaga untuk mengirim pesan pada Jae Shin. Penjaga itu janji akan langsung menyampaikan jawaban Jae Shin pada Yong Ha. Yoon Hee mencari Yong Ha dan menemuinya.

Yoon Hee tanya apa ada berita dari Gul-oh Sahyung?

Yong Ha berkata, Daemul, Gul-oh dikurung di rumahnya, dia tidak bisa keluar selangkahpun dari sana. Masalah dengan menteri Keadilan sepertinya tidak semudah itu.

Yoon Hee berkata kalau demikian hanya bergantung pada protes kita saja? Tapi kalau kita bisa membuktikan kalau Sun Joon tidak bersalah, ia bisa dikeluarkan, ya kan?

Tapi Yong Ha hanya menghela nafas, tidak semudah itu, daemul. Yong Ha memegang bahu Yoon Hee, Daemul, aku…
Yoon Hee : Sahyung?
Yong Ha : Aku benar2 minta maaf. Aku mungkin tidak bisa ikut protes.

Yong Ha melipat kembali seragam hitam dewan siswa-nya dan mengenakan seragam siswa SKK biasa. Yong Ha teringat kembali kata2 Sun Joon ketika akan menyerahkan diri dan juga kata Jae Shin untuk menyiapkan segalanya. Yong Ha lalu keluar menghadapi In Soo.

Di dalam pertemuan siswa, In Soo berkata pada Yong Ha : Aku tidak akan meminta maaf. Dibawah kekuasaanku sebagai ketua, aku membantu menangkap Hong Byuk Seo. Aku tidak punya niat memicu demonstrasi.

Yong Ha : Kalau demikian, mundurlah dari jabatan Ketua! Kami tidak bisa mengakui Ketua yang tidak menghormati Sungkyunkwan.

In soo : Kau tidak berhak melakukan ini. Kau mungkin bisa membeli agar bisa masuk SKK, tapi kau tidak punya hak bergaya sebagai bangsawan/yangban diantara para yangban yang lain. Lebih lagi ada dalam dewan eksekutif seperti itu.

Semua bingung, apa maksud In Soo.

Byung Choon membagikan kertas, itu berisi silsilah Yong Ha. Semua mengambil satu termasuk Yoon Hee dan kaget sekali ketika membacanya. Semua jadi tertegun.

In Soo merasa di atas angin. Tapi Yong Ha sudah menetapkan hati dan ia maju selangkah, menghadapi semua rekannya. Narasi Gu Yong Ha yang paling menyentuh,

Yong Ha : Aku bukan yangban. Keluargaku berasal dari keturunan pedagang dengan sejarah yang panjang. Aku tidak pernah memiliki kakek yang pernah menjabat sebagai Menteri Keadilan dan Penghukuman. Ayahku ingin memberikan pada anaknya kebanggaan sebagai keturunan bangsawan dan membeli silsilah bangsawan. Persisnya, dia membeli sebuah kepura-puraan sebagai bangsawan. Orang yang kalian lihat di depan kalian adalah orang itu.

Alasan mengapa kita ada di sini adalah mengadakan protes siswa untuk pelanggaran dari Menteri Perang dan membebaskan Lee Sun Joon. Aku akan menyerahkan tugas yang akan kulakukan pada Kim Yoon Shik.

Yoon Hee kaget, sahyung…

Yong Ha : Alasan mengapa aku tidak berhak bukanlah karena aku bukan bangsawan, tapi karena aku malu dengan diriku sendiri. Jadi mulai sekarang, aku tidak ingin hidup seperti itu.

Yong Ha menghadap In soo dengan air mata di pelupuk matanya, Aku akan mengatakan kalau ancaman-mu tidak akan berhasil lagi padaku, Ha In soo. Ini Sungkyunkwan dan aku adalah Gu Yong Ha.
whoa! standing ovation for Yeorim….!!!

Bahkan In soo pun tidak bisa berbicara lagi.

Yong Ha kembali ke kamarnya, ia harus meninggalkan Sungkyunkwan. Para siswa yang kesal membuang barang2 Yong Ha yang mahal di tanah. Yong Ha mengambil baju dengan lukisan Min In Do-nya dan ngomel, dasar brengsek! Mereka tahu juga barang2 mahal dari Qing!

Yoon Hee membantu Yong Ha membereskan barang2nya.

Yoon Hee berkata pasti sangat berat selama ini bagi Yong Ha, hidup dengan rahasia seperti itu. (Yoon Hee biarpun miskin, ia keturunan Yangban, ayahnya Profesor SKK dan ibunya putri keluarga Yangban). Yong Ha berkata itu harga yang harus dikeluarkan untuk hidup di dunia ini.

Yong Ha : Ini mungkin adalah alasan mengapa aku sangat ingin menemukan-nya. Geum Deung Ji Sa, melihat sebuah dunia dimana kelas sosial tidak ada lagi artinya bagi nilai seseorang.
Yong Ha minta maaf pada Yoon Hee dan berkata satu-satunya harapan untuk membebaskan Lee Sun Joon sekarang tinggal kau, Kim Yoon Shik.

Yoon Hee ragu, ia berkata tidak punya pengalaman dan tidak punya kualifikasi untuk melakukan ini. Yong Ha memegang bahu Yoon Hee dan berkata, kau punya tekad yang kuat. Di antara semua orang, tidak ada yang sangat ingin membebaskan Lee Sun Joon seperti kau, Kim Yoon Shik. Itu kualifikasimu.

Yoon Hee mulai membawa petisi dan mendatangi rekan2nya. Ia melihat ke arah Yong Ha yang memberinya semangat dari jauh. Yoon Hee mendatangi ketua siswa Soron, Myung Sik dan beberapa siswa yang main bola. Yoon Hee berkata kalau Sun Joon bukan Hong Byuk Seo dan ia sangat membutuhkan tanda tangan mereka.

Myung Sik dengan dingin bertanya apa Gu Yong Ha yang menyuruhmu melakukannya, bagaimana kami bisa percaya padanya setelah kebohongannya itu?

Yoon Hee tidak menyerah dan terus meminta tanda tangan dari teman lainnya. Ada yang memberikan tapi sebagian besar tidak. Yoon Hee mendatangi Ahn Do Hyun dkk. Do Hyun dan Woo Tak menandatangani, tapi Hae Won ragu, setelah menandatangani ini apa kami bisa lolos? Apa kau yakin Lee Sun Joon bukan Hong Byuk Seo?

In Soo mendekati mereka dan merobek kertas petisi itu. In Soo menantang semua, siapa yang mau menentang aku silahkan saja, tapi akibatnya kalian akan seperti Gu Yong Ha.

Yoon Hee membalas : Dimana ada tekad, disitu ada jalan.

Woo Tak dari jauh menghela nafas, saat seperti ini, Konfusius pun memilih pergi. Woo Tak jalan pergi.
Yoon Hee melihat rekan2nya menghilang karena ketakutan dengan ancaman In Soo. In soo mengancam Yoon Hee, Bukanlah dimana ada tekad disitu ada jalan, tapi yang kuatlah yang membuat jalannya.

Yoon Hee benar2 tidak kenal takut, Maka aku akan mendapatkan kekuatan itu. Aku akan memastikan, kau akan bertanggung jawab karena menyerahkan Sungkyunkwan ke tangan pasukan Menteri Perang. Wow..

Sun joon dibawa menghadap Jeongjo.
Jeongjo : Kalian benar2 anak-anak yang menyusahkan! Satu melanggar perintah kerajaan dan menjadi Hong Byuk Seo. Satunya lagi ditangkap menggantikannya dan membuatku dalam kesulitan. Sekarang, kecuali Hong Byuk seo asli tertangkap, kau akan selamanya dianggap sebagai Hong Byuk seo dan aku harus membayar harganya. Apa itu tidak masalah bagimu? Benar2 persahabatan yang mengagumkan!

Sun Joon : Ini bukanlah sesuatu yang ingin saya lakukan sejak semula. Jika ada jalan yang mudah dan jalan yang sukar, maka pilih jalan yang sukar. Maka meskipun kau tidak selalu berhasil, kau tidak akan memiliki penyesalan. Ayah saya mengajarkan ini.

Jeongjo menghela nafas, apa kau kesal denganku karena aku sudah membuat hubungan kalian ayah dan anak menjadi sulit?

Sun Joon : Meskipun ada kalanya saya merasa kesal, hati saya tidak mengijinkan saya menyerah. Ayah yang memberikan saya kehidupan (ayah biologis) dan ayah yang memberikan saya perintah (Raja, sebagai ayah seluruh bangsa), adalah sama.

Jeongjo merasa kagum pada Sun Joon. Bagaimana ia bisa kehilangan orang dengan kualitas seperti ini.

Yoon Hee dan Yong Ha bertemu di perpustakaan, Yoon Hee kesal, bagaimana mereka bisa percaya kalau Lee Sun Joon itu adalah Hong Byuk Seo? padahal selama ini mereka menghabiskan waktu bersama Lee Sun Joon.

Yong Ha berkata, meskipun demikian tidak ada yang tahu isi hati seseorang meskipun mereka sering bersama. Sudah manusiawi.

Tiba-tiba Direktur Choi ikut nimbrung. Kalau demikian kalian harus menunjukkan bukti yang tidak bisa dibantah kalau Lee Sun Joon bukanlah Hong Byuk Seo! Yoon Hee dan Yong Ha saling berpandangan, mereka mendapat ide.

Dalam satu ruangan gelap, Yong Ha terus saja berkata kalau ia tidak suka bajunya.

Yong Ha : Aku tidak bisa menerima ini! Daemul, apa aku harus sejauh ini? Kulitku terlalu putih sehingga aku tidak cocok dengan baju warna gelap seperti ini! Lihat!

Yong Ha mengenakan topi warna hitamnya dan membuat gaya mengerikan seperti harimau akan menerkam, apa aku tidak terlihat seperti mesin gilingan kusam (not sure with the sub ^_^, grim reaper, what’s that?)

Yoon Hee geli dan susah payah menahan ketawa : Sahyung, baju itu cocok sekali denganmu. Hari ini warna rambutmu sesuai dengan bajumu (ya iya, kan warna hitam, sarua hehe)

Yong Ha tersanjung: yah, bagaimanapun, aku ini pria paling gaya di seluruh Joseon dan Yong Ha berpose 🙂

Soon Dol muncul dan ia puas juga dengan bajunya, ia merasa seperti ninja dan bisa menyelamatkan tuan mudanya.
Yoon Hee : Jadi Sahyung, pertama-tama kita harus pergi ke rumah Gul-oh sahyung?

Jae Shin dikurung oleh ayahnya di gudang. Ia murka dan membuang barang2. Ayahnya merasa cemas dan masuk.

Hentikan! Ayahnya cemas karena Jae shin masih luka dan kalau terus seperti itu justru akan memperparah lukanya.

Jae shin terus berkata kalau Lee Sun Joon bukanlah Hong Byuk Seo. Membalas dendam pada Menteri Lee tidak akan menghidupkan kembali kakak! Jika ayah memikirkan kakak, ayah tidak seharusnya diam saat ini. Ayah selalu memilih bersikap pengecut dan terus saja sampai saat ini.

Menteri Moon : Bersikap diam adalah satu-satunya cara melindungimu! Karena aku tetap diam, aku bisa melindungimu dan kekuatanku. Sekarang, waktu menggunakan kekuatan itu sudah tiba.
Menteri Moon beranjak dan Jae shin menangis, ia meminta maaf pada ayahnya.

Jae shin : Ayah aku salah. Selama ini aku bersikap sepertinya aku yang paling terluka lebih daripada ayah atas kematian kakak. Aku salah karena aku merasa lebih mencintai kakak daripada ayah. Maafkan aku, kumohon lepaskan Lee Sun Joon karena aku dan dia…kami belum punya kesempatan untuk memulai dengan benar. (persahabatan)

Kumohon tolong aku, agar aku tidak harus membencimu lagi, Ayah. Tidak akan pernah…aku tidak akan pernah ingin hidup dalam neraka seperti itu lagi.

Menteri Moon tergetar hatinya, tapi ia tetap diam dan jalan keluar. Meninggalkan Jae shin duduk menangis dalam gudang.
Menteri Moon masuk ke ruang tengah dan minum sendirian.

Yong Ha dan Soon Dol muncul dari balik tembok 🙂 Mereka mengintip dan memeriksa keadaan penjaga yang menjaga gudang tempat Jae shin dikurung. Yong Ha berkata mereka harus membuat pengalihan agar penjaga pergi. Soon Dol minta Yong Ha menggunakan otaknya, sambil menggerakkan tangan di dekat kepalanya, membuat Yong Ha gemas. Yong Ha langsung mendorong Soon Dol dan teriak, pencuri!

Soon Dol kaget setengah mati dan ia langsung lari karena para penjaga langsung mengejarnya. Yong Ha keluar dari balik tembok, yah aku sudah menggunakan otakku!

Yoon Hee muncul. Yong Ha dan Yoon Hee langsung masuk ke gudang tempat Jae shin dikurung, dengan bangga Yoon Hee berkata kami datang untuk menangkap Hong Byuk Seo, Sahyung!. Yong Ha langsung meraih wajah Jae Shin, Gul-oh!

Jae shin berusaha melepaskan diri, kau mulai lagi!

Tapi Yong Ha tidak melepaskan Jae shin, justru memeluknya dengan erat! kau tidak tahu..hari ini adalah hari yang luar biasa panjang untukku. (Seperti curhat dengan kekasihnya saja, Gu Yong Ha ini hehehehe)

Jae shin heran dan melihat ke arah Yoon Hee. Yoon Hee senyum, Yeorim sahyung benar2 mengagumkan hari ini.

Jae shin berusaha melepaskan Yong Ha, tapi Yong Ha sama sekali tidak berniat melepaskan pujaan hatinya hahahaha….

Pelayan Menteri Moon tergopoh-gopoh melapor, ada beberapa orang yang menerobos dan membawa Tuan muda pergi. Menteri Moon menghela nafas, biarkan saja mereka. Tidak perlu menangkap mereka.

Yoon Hee dan Yong Ha menyiapkan kertas-kertas merah. Jae shin duduk dan mulai menulisinya.

Suara Direktur Choi terdengar, kalau Lee Sun Joon bukan Hong Byuk seo, Baginda tahu dan aku juga tahu itu. Tapi kalian harus punya bukti nyata, jadi jika Hong Byuk seo muncul saat Lee Sun Joon didalam penjara, maka dengan sendirinya akan membuktikan kalau Lee Sun Joon bukan Hong Byuk Seo.

Mereka menyebarkan pesan merah dan orang-orang mulai memungut kertas2 itu. Ketiganya merayakan kesuksesan rencana mereka.

Ketiganya jalan pulang ke kampus. Yong Ha berkata sekarang tinggal mengajukan protes pada Baginda. Yoon Hee bertanya-tanya apa para pelajar akan muncul untuk demonstrasi besok. Yong Ha yakin mereka pasti akan muncul, kalau tidak buat apa aku menyiksa diri dengan busana seperti ini? Kecuali mereka takut dengan In soo, mereka akan muncul.

Jae shin : Bukankah seharusnya Lee Sun Joon tahu apa yang terjadi hari ini?

Yong Ha menepuk bahu Jae shin, kita dalam perjalanan menemui anak itu untuk mengabarkan berita baik ini.

Yoon Hee kelihatan sekali tidak bisa menyembunyikan kegembiraan-nya, apa benar Sahyung?

Yong Ha berkata iya, meskipun aku tidak tahan mengenakan baju seperti ini, kalian pergi saja dulu, aku ingin ganti baju.

Yong Ha mulai jalan tapi berbalik dan dengan wajah cemas berkata tapi kalian jangan masuk dulu, aku..belum pernah ke tempat seperti itu (Uigyeombu), aku takut masuk sendirian. Lalu Yong Ha pergi. Jae shin hanya bisa menggelengkan kepalanya dan Yoon Hee senyum geli.

Jae Shin dan Yoon Hee jalan berdua ke Uigyeombu. Yoon Hee tanya apa yang mungkin terjadi pada Sun Joon. Jae shin sadar, Yoon Hee dan Sun Joon perlu waktu sendiri dan ia berkata ini tidak akan berhasil, dia pasti tidak ingin menemuiku, aku merasa malu ..bertemu dengannya, kau masuk saja sendirian. (Jae shin ngarang alasan.)

Yoon Hee mengangguk dan akan masuk ke dalam ketika Jae shin memanggilnya sekali lagi, Kim Yoon shik, Apa aku pernah mengatakan apa yang akan kukatakan padamu? Terima kasih.

Yoon Hee heran, untuk apa?

Jae shin : Terima kasih untuk dirimu.

Yoon Hee tersenyum, itu konyol sahyung! dan berbalik untuk menemui Sun Joon. Jae shin akhirnya menyerahkan Yoon Hee pada Sun Joon.

Hyo Eun juga bertekad untuk menemui tuan mudanya bersama pelayan-nya. Pelayan Hyo Eun merasa cemas, akan ada kegemparan di rumah nona, jika para tetua mengetahui kalau anda menemui Lee Sun Joon.
Hyo Eun menjelaskan kalau hatinya tidak tenang kalau harus duduk saja di rumah tanpa melakukan apapun.

Yoon Hee sudah di depan sel Sun Joon.
Ia melihat Sun Joon tidur. Yoon Hee jadi sedih dan ia akan pergi ketika Sun Joon terbangun dan memanggil Yoon Hee. Keduanya tersenyum.

Yoon Hee menyentuh wajah Sun Joon, wajahmu ..kau pasti menderita.

Sun Joon meraih tangan Yoon Hee dan menyadari cincin di jari Yoon Hee. Yoon hee berkata ia sudah mendengar semuanya.

Sun Joon : Aku tidak percaya kalau kau bisa memaafkan ayahku sepenuhnya. Aku ingin minta maaf atas namanya.

Yoon Hee : Kau yang bilang kalau kita tidak bisa memilih orang tua kita. Aku tidak bisa memberikan pengampunan, tapi hanya hati seorang wanita yang mencintaimu. Aku juga menginginkan bukan hati orang bersalah melainkan hati seorang kekasih yang mencintaiku.

Keduanya tidak menyadari kehadiran Hyo eun dan pelayan-nya. Hyo Eun mendengar semuanya dan ia harus menutup mulutnya karena syok. Hyo Eun baru tahu kalau Kim Yoon Shik adalah seorang wanita!

Diluar penjara, Jae shin jalan pelan2 dan bertemu Yong Ha yang sudah kembali mengenakan busana berwarna hehehe…

Yong Ha tanya, kau memintanya masuk sendirian? Jae shin diam saja.
Yong Ha : Lupakan (Yoon Hee). Jika kau terus melakukannya, itu akan menjadi kebiasaan. Lihat saja (padanya), anggap ini terakhir kali hanya melihatnya.
Yong Ha merangkul Jae shin dan keduanya jalan pulang ke kampus.

Paginya, Yoon Hee menanti rekan2nya dan Yong Ha memberi semangat, Kim Yoon Shik! mereka pasti akan keluar untuk mulai mogok makan, tenang saja!
Yoon Hee mengangguk dan tersenyum.

Benar saja, satu persatu rekannya keluar. Aku dengar Hong Byuk Seo muncul semalam, aku percaya Lee Sun Joon sejak kemarin. Hae won berkata aku tidak menyukai Lee Sun Joon, tapi aku lebih tidak suka makanan pagi ini. Aku hanya bergabung denganmu! Yoon Hee tersenyum mendengarnya.

Woo Tak berkata : Ada pepatah, jangan bertindak dan kau akan menyesalinya. Tapi lebih baik menyesalinya setelah bertindak, iya kan?
Yoon Hee : Apa itu perkataan Kong Hu Cu?
Woo Tak membuka kacamatanya dan berkata bukan, itu perkataan Prof Kim Woo Tak yang brilian. Dan Woo Tak mengedipkan mata ke Yoon Hee! hahaha

Myung Sik dan para siswa Soron juga muncul. Yoon Hee senang sekali. Myung sik merasa dia harus melindungi Sungkyunkwan dan membela Sun Joon, maafkan aku mengenai kejadian kemarin. Yoon Hee terharu.

Yong Ha heran, mana Gul-oh, mana anak itu? semua heran, benar kalau membela Lee Sun Joon, Gul-oh harus ikut, dia kan teman sekamarnya.
Yong Ha tersenyum dan menunjuk, lihat siapa itu!

Semua menoleh dan melongo…Moon Jae shin mengenakan busana bangsawan yang rapi dan mewah dan jalan dengan muka sedikit malu hahaha…

Yong Ha dan Yoon Hee mengagumi penampilan Jae shin, wow ..Sahyung…aku tidak pernah melihatmu seperti ini. Yong Ha komen, kita akan protes di depan Raja, bahkan Gul-oh juga harus tampil rapi.

Yoon Hee memandang Jae shin dari bawah ke atas hahahahaha (jangan2 Yoon Hee nyesel ya hehehe..)

Jae shin jadi sedikit salah tingkah dan berkata apa yang kalian tunggu? Sudah, ayo kita berangkat.

Semua bersorak-sorai, ya ayo kita berangkat!

Mereka mulai berangkat ke istana ketika bertemu dengan In soo dan rombongan. In soo menahan mereka, ia mengancam, kalian berani menentangku?

Yoon Hee : Kukira aku sudah mengatakannya padamu. Kami akan pergi menghadap Baginda untuk memohon pembebasan pelajar Lee Sun Joon dan meminta Menteri Perang untuk minta maaf karena sudah menerobos Sungkyunkwan. Sebagai Ketua siswa Sungkyunkwan, apa kau akan memimpin kami?

In Soo tentu saja menolak. Yoon Hee berkata, kalau begitu, kami akan meminta kau diturunkan dari posisimu sebagai ketua siswa dan kami tidak akan mengakuimu sebagai ketua lagi. Mereka jalan.

In soo teriak : Tidak satupun dari kalian, yang akan lolos karena melawanku!
Tapi mereka cuek dan tidak menghiraukan In Soo.

Yong Ha berkata pada In soo, aku sudah mengingatkanmu kalau semua siswa melihatmu. Kami tidak meninggalkanmu. Kau yang terlebih dulu membuang Sungkyunkwan. Jangan lupa itu. Yong Ha menepuk bahu In soo lalu pergi.

Go Bong membuka mulut, ketua, aku harus mengikuti mereka. Byung Choon kaget dan mencoba menutup mulut Go Bong, tapi Go Bong tetap bicara, biarkan aku bicara. Ketua, kau benar2 tidak mengerti ya?

Go Bong : Bahkan orang sebodoh aku juga tahu kalau kau melakukan kesalahan, tapi kau tidak menyadarinya. Jika aku tetap ada di sampingmu, aku pikir aku akan menjadi lebih bodoh.

In Soo kesal dan ia ingin menghantam Go Bong. Tapi Kang Moo lebih dulu menahan tinju In soo, Aku tidak tahan lagi melihatmu jatuh semakin dalam. Akhirnya Go Bong dan Kang Moo ikut dengan rombongan Yoon Hee. Hanya tinggal Byung Choon yang wajahnya kelihatan ingin sekali ikut. Tapi ia tidak berdaya.

Para siswa SKK berkumpul di depan istana dan memohon agar Lee Sun Joon segera dibebaskan.

Pengawal : Pelajar Sungkyunkwan disini untuk menyampaikan pendapat.

Para Siswa dipimpin Yoon Hee membungkuk ke arah istana dan berlutut. Yoon Hee berdiri dan menyerahkan petisi mereka pada seorang petugas, berisi permintaan agar Lee Sun Joon dibebaskan dan menuntut Menteri Perang meminta maaf pada kampus Sungkyunkwan. Karena sudah memasuki kampus tanpa ijin bersama pasukan. Mohon sampaikan petisi ini pada Baginda.

Yong Ha geli dan berbisik pada Jae shin, Daemul, anak itu benar2 istimewa, ya?

Jae Shin senyum tipis, Bagaimanapun ia seorang siswa Sungkyunkwan.
Sepertinya sekarang ada kebanggaan seorang kakak di mata Jae shin untuk Yoon Hee.

Yoon Hee berbalik dan Yong Ha tersenyum manis padanya. Yoon Hee juga tersenyum.

Jae Shin memimpin : Mohon bebaskan pelajar Lee Sun Joon. Para Siswa mulai membungkuk lagi dan berseru, kami mohon bebaskan Lee Sun Joon!

Yoon Hee jalan ke tempat duduknya, ia memandang rekan2nya dan dalam hati berkata pada ayahnya…

Yoon Hee : Ini benar-benar hebat ayah, bertemu dengan teman baik dan berbagi pemikiran, dan kemudian meraih tujuan kami. Aku melihat harapan yang tidak ada dalam buku-buku.

Yoon Hee membuka kembali tangram milik ayahnya dan berkata dalam hati : Ayah pernah bertanya, apa benar menanamkan mimpi dalam benak seorang anak perempuan yang tidak bisa mewujudkan mimpinya di dunia ini? Aku juga berharap bisa bertanya pada ayah. Apakah keinginan dalam hatiku ini benar? Joseon baru yang ayah impikan, dunia seperti apa itu? Di tempat itu..apakah keinginan di dalam hatiku tidak dianggap sebagai kejahatan?

Yoon Hee melihat ada ukiran di sudut tangram, dan ia mencoba menggabungkan puzzle itu. Yoon Hee ingat ketika kecil ia dan ayahnya memainkan tangram itu dan ayahnya berkata : Ya, itu kau dan juga harapan.

Yoon Hee memandang puzzle yang sudah jadi, seperti tulisan “pintu, atau men (chinese)” Pintu Sungkyunkwan!

Lalu Yoon Hee mengingat lagi surat ayahnya, Tempat dimana pengajaran menuju..dimana negara berawal. Lalu kata-kata Jae shin, Pintu Sungkyunkwan terbuka untuk rakyat paling rendah, Banchon. Kakak-ku mengajariku. Yoon Hee menyadari sesuatu.

Yoon Hee berlari dan akhirnya berdiri di depan gerbang Sungkyunkwan yang mengarah ke Banchon, berlutut di depan pintu dan mulai menggali.

Sementara itu In Soo duduk merenung di rumah. Hyo eun dan pelayannya jalan masuk. Pelayan Hyo eun membicarakan masalah Kim Yoon Shik, bagaimana ini bisa terjadi, bagaimana seorang wanita bisa masuk ke Sungkyunkwan?

Hyo eun : aku juga merasa ada yang aneh dengan pelajar Kim Yoon Shik itu.

In Soo tertarik, apa yang kalian bicarakan?
Hyo Eun dan pelayannya terperanjat.

Yoon Hee menggali tanah di depan gerbang dan menemukan sebuah kotak. Yoon Hee mengeluarkan kotak itu.

Ha In soo menghantam tempat duduknya, apa kau bilang? Kim Yoon Shik…adalah seorang wanita?
Yoon Hee mulai membuka kotak itu dan menemukan surat-surat Raja Yeongjo, itu Geum Deung Ji Sa!

Yoon Hee : Geum Deung Ji Sa…aku menemukannya, Ayah.

sumber: kadorama-recaps.blogspot.com

Sung Kyun Kwan Scandal – Episode 18

Yoon Hee dan Sun Joon menikmati momen istimewa di dalam lift, sayangnya hanya sesaat. Keduanya dikejutkan dengan suara Gu Yong Ha.

Yong Ha : Apa?
Jae Shin : Pelankan suaramu!

Yong Ha : Jadi maksudmu..dalang semua insiden ini adalah Menteri Kiri Lee? Ayah Lee Sun Joon? Apa yang terjadi pada Prof Kim Seung Heun dan Ketua Siswa SKK Moon Young Shin..maksudku, semua insiden penghancuran Geum Deung Ji Sa…Menteri Kiri adalah dalangnya? Aku tanya padamu!!
Jae shin : Sudah kubilang pelankan suaramu!

Yoon Hee dan Sun Joon masuk ke ruangan itu, keduanya terperanjat. Yong Ha dan Jae shin masih tidak menyadari mereka.


Yoon Hee mendekat dan minta penjelasan, Apa yang kau katakan Sahyung, siapa katamu dalang dibalik semua insiden ini? aku harus mendengarnya. Yoon Hee jelas syok. Jae Shin jalan keluar.

Yong Ha tidak enak dan minta maaf, tapi ini semua belum confirm.

Sun Joon langsung meraih surat bukti pemilikan tanah itu Apa aku bisa mengambil dokumen ini Sahyung? Apa benar jika kita bisa memastikan siapa pemilik dokumen ini, maka kita akan tahu siapa dalangnya?

Yong Ha balik bertanya apa kau sanggup? Sun Joon menjawab, jika ayahku memang dalangnya, maka bukankah aku yang seharusnya melakukannya? (memeriksa kebenarannya)

Sun Joon jalan keluar dan memegang bahu Yoon Hee.

Jae shin minum bersama Yong Ha. Atau tepatnya Yong Ha merampas arak Jae Shin dan meminumnya 🙂 Keduanya tampak tertekan. Yong Ha tanya apa alasan mengapa kau tidak meneruskan penyelidikan adalah karena daemul? Karena kau takut Kim Yoon shik akan terluka karena Lee Sun Joon? Kau ini benar-benar…

Jae Shin mengambil araknya kembali dan Yong ha tanya sejak kapan mereka berdua..tidak, sejak kapan kau tahu? Sun Joon pergi ia menemui ayahnya dan ingin tahu mengenai surat tanah itu.
Jae shin diam saja sepanjang waktu itu. Yong Ha merasa kasihan pada Jae shin.

Sun Joon menghadap ayahnya dan menunjukkan surat itu. Menteri Lee heran, apa ini? sun Joon berkata justru saya ingin tahu.

Sun Joon : Pemilik tanah Baek Dong Soo adalah manajer rumah tangga kita, tapi pemilik tanah yang sebenarnya adalah kau ayah. Tolong, katakan mengapa tanah ini jatuh ke tangan petugas patroli 10 tahun lalu.

Menteri Lee : Hentikan apapun yang kau lakukan skr
Sun Joon : apa saya tidak diijinkan karena ayah tidak bisa terus terang

Menteri Lee : Kau mencari Geum Deung Ji Sa kan? peristiwa malang tentang PM Sado th 1762 tahun Imo, aku tidak pernah merasa bersalah. Penghargaan terhadap mendiang Raja (Yeongjo) tidak akan berubah. Untuk meraih apa yang benar kadang ayah dan anak bisa menjadi musuh dan juga ada pemenang dan pasti ada yang kalah.
PM Sado hanya pihak yang kalah, tidak lebih, tidak kurang.

Sun Joon : Jika ini adalah keputusan yang benar, mengapa ayah takut dengan Geum Deung Ji Sa?

Menteri Lee : Aku tidak takut dengan Geum Deun Ji Sa, aku lebih takut dengan hukum moral keluarga, hati mendiang Raja (Yeongjo) terbelenggu dengan kerinduannya terhadap putranya yang ia bunuh sendiri dan Raja sekarang (Jeongjo) terganggu karena kehilangan ayahnya di usia yang belia, Jika kekuasaan dipegang oleh orang dengan hati lemah, maka akan ada pertumpahan darah lagi di negara ini. Kesetiaanku tetap selamanya dan sejarah yang akan membuktikannya, jadi jangan mencari lagi. Kau tidak boleh terlibat dalam pencarian Geum Deung Ji Sa, karena idealismemu, keluarga Lee Jin Sung bisa tersapu habis.

Sun Joon : Demi mempertahankan keluarga Lee Jin Sung, maka ayah mengorbankan Prof Kim Seung Heun dan Ketua siswa Moon Young Shin dan memusnahkan Geum Deung Ji Sa?
Menteri Lee : Tidak!
Sun Joon : Saya tidak bisa menerima kata-kata ayah seperti yang dulu saya lakukan karena dokumen di depan ini mengatakan kebenaran yang tidak terbantahkan.

Sun Joon berdiri, memberi hormat dan memunggungi ayahnya. Menteri Lee marah, berhenti! Beraninya kau memunggungi ayahmu! (Sesuai tradisi, kalau seorang anak akan keluar ruangan, dia harus jalan mundur, tidak boleh memunggungi ayahnya. )

Sun Joon menoleh dan berkata bukankah ayah berkata kalau ayah dan anak bisa menjadi musuh? sekarang saya menjadi musuh ayah. Sun Joon menghormat dan pergi. Menteri Lee syok.

Yoon Hee menenggelamkan diri di perpustakaan dan mencari buku2. Tapi berhenti kalau ingat lagi kata-kata Yong Ha mengenai Menteri Lee. Yoon Hee menyentuh cincin-nya dan termenung. Selama ini Jae shin mengamatinya. Tiba-tiba sebuah tangan menutup bukunya. Tangan Jae shin!

Jae shin : Ini sudah malam, jika kau tidak tidur kau tidak akan tumbuh tinggi.
Yoon Hee memaksakan senyuman.

Jae Shin dan Yoon Hee jalan kembali ke kamar mereka. Yoon Hee menanyakan Geum Deung Ji Sa, dari buku2 yang kita peroleh dari toko buku, itu muncul dalam sejarah klasik, aku mengerti kalau partai Noron takut. Dan juga, untuk ayahku..

Jae shin memotongnya, pelan-pelan saja, satu persatu. Masuklah kedalam dan tidur. Aku tidur dengan Yeorim untuk menghindari kebiasaan tidurmu yang jelek itu. Lalu Jae shin menyadari cincin Yoon Hee. Jae shin beranjak pergi.

Yoon Hee memanggilnya, Sahyung, apa kau pikir semua ini benar?
Jae shin menghiburnya, jangan cemas berlebihan, kita akan tahu setelah Sun Joon kembali.

Paginya, Yoon Hee dan Yong Ha menunggu di basement Tuan Hwang. Yoon Hee tidak sabar menunggu Sun Joon. Sahyung, aku akan keluar memeriksa.

Yong Ha berkata agar Yoon Hee tenang saja, Sun Joon pasti akan datang, peristiwa 10 tahun lalu itu sudah terjadi, kau pergi keluar pun tidak bisa mengubah apapun. Lagipula ada seseorang yang sudah keluar untuk menemui Sun Joon.

Jae shin sudah menunggu Sun Joon lebih dulu. Begitu melihat Sun Joon ia berseru, hei! ayo kita bicara. Keduanya pergi ke tempat sepi.

Jae shin : Jangan lakukan. kau tidak menemukan apapun mengenai surat tanah itu. Itu tidak ada hubungnnya denganmu, katakan saja itu Aku juga berencana menghentikan penyelidikan

Sun Joon : Mengapa? bukankah kita tidak bisa memecahkan kodenya? penjahatnya adalah satu2nya petunjuk menemukan Geum Deung Ji Sa, jadi mengapa harus berhenti . Lebih lagi demi menangkap penjahatnya kau sudah..(maksudnya sampai jadi Hong Byuk seo)

Jae shin : Benar, Aku yang melawan mereka, aku juga akan tetap diam. Aku memutuskan untuk diam. Jika kau berkeras menjadi orang yang jujur dan lurus dan terhormat dan pamer seperti itu..
Sun Joon : Sahyung!
Jae shin : Orang menjadi pengecut karena ia memiliki seseorang yang harus ia lindungi, bukankah Kim Yoon Shik adalah orang seperti itu bagimu?

Sun Joon jalan pergi dan Jae shin menahannya, apa kau pikir anak itu akan bisa memaafkanmu?

Sun Joon : Sebelum meminta maaf, penjahatnya harus membayar kejahatannya, itu yang aku percayai. Dan Kim Yoon Shik bukan satu2nya orang, dimana aku perlu meminta maaf.(masih ada Jae shin yang perlu ucapan maaf dari keluarga Lee/Noron) Aku akan melakukan yang terbaik agar tidak menyakiti Kim Yoon Shik.

Sun Joon perlahan melepaskan tangan Jae shin dan Jae shin menyadari cincin Sun Joon.

Yoon Hee menjatuhkan bukunya, apa katamu? Sun Joon diam, Yong Ha keluar dan menepuk bahu Sun Joon.
Sun Joon : Tanah yang ada nama petugas Hanseong itu benar milik ayahku.
Yoon Hee terpukul, apa yang kau katakan? Sun Joon berkata aku pikir benar jika aku mengatakan-nya padamu.

Yoon Hee tidak tahan dan keluar. Sun Joon menahan tangannya. Yoon Hee : Cukup, apa kau ingin aku mendengarnya terus? Ini terlalu kejam. Yoon Hee jalan keluar dan menangis.

Yoon Hee lari keluar, Sun Joon menyusulnya. Yong Ha ingin menyusul tapi tangannya ditahan Jae shin.

Sun Joon menyusul Yoon Hee, jika mungkin, aku ingin minta maaf atas nama ayah, tapi jika kau tidak bisa memaafkanku, aku akan menerima itu. Aku ingin minta ijin melakukan apa yang aku bisa untuk mengungkap kasus ini dan menemukan Geum Deung Ji Sa.

Yoon Hee tidak mengerti bagaimana mengungkap semuanya seperti ini. Geum Deung Ji Sa? bagaimana semua bisa berubah dengan menemukannya?
Yoon Hee akan pergi, Sun Joon menahan tangannya, bagaimana dengan aku?

Yoon Hee berkata aku perlu waktu sendirian dan jalan pergi.

Yong Ha dan Jae shin keluar dan melihat Sun Joon yang terpukul. Yong Ha mendekati Sun Joon dan mengajaknya minum. Ketiganya sepakat minum-minum. Yong Ha langsung merangkul Sun Joon dan Jae shin.

Saat ketiganya akan naik ke lantai atas, Yong Ha menggoda Jae shin dan menepuk pantat Jae shin! astaga…dan Jae shin melotot ke arah Yong Ha. Yong Ha langsung mengkerut 🙂 Lumayan..sedikit melepas tegang.

Petugas Yoon Hyung Goo menemui Byung Pan di Moran gak. Menteri Ha memberikan uang dalam jumlah banyak untuk Yoon dan memintanya membayar hutang dan pergi sembunyi di lokasi terpencil.

Cho Sun menuang teh dan mendengar semuanya.

Yoon Hee pulang ke rumah dengan mengenakan baju wanita. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, bagaimana cara ayah meninggal dunia?

Ibu Yoon Hee : aku tidak ingin membicarakannya karena alasan kematian-nya, aku takut kau marah pada dunia, pada apa yang terjadi. Dunia..dan mereka yang melawannya, dunia selalu menunjukkan kekuatan pada mereka. Inilah bagaimana aku kehilangan ayahmu. Jadi, kau tidak akan menemukan apa-apa dariku.

Yoon Hee : Tapi ibu..kau berkata kalau ayah meninggal dengan cara seperti itu dan membuat aku marah pada dunia, apakah tidak lebih baik, jika kau mengatakan ini sejak awal..

Yoon Hee duduk di beranda rumahnya bersama Kim Yoon Shik dan membicarakan ayah mereka.
Yoon Hee : Orang seperti apa ayah kita itu? Yoon shik, setiap kali aku memikirkan ayah, aku merasa ada angin dingin di dalamku. Karena setiap kali dia membaca untukmu dengan kau di pangkuan-nya, tempatku selalu saja di luar. Itulah mengapa ketika aku memikirkan ayah, aku tidak bisa mengingat wajahnya. Aku hanya ingat bayangan dari balik pintu.

Yoon shik menoleh : Noona, apa kau benar2 tidak mengetahuinya? Ayah…dia selalu membaca buku sekeras yang ia bisa tepat di depan pintu.

Yoon Hee tertegun dan ia menoleh ke arah ruang belajar ayahnya.

Flashback
Prof Kim Seung Heun memangku Yoon Shik kecil dan membacakan buku untuk…Yoon Hee yang ada di luar. Sementara Yoon shik hanya main2 saja.


Yoon Shik : Ayah membacakan buku2 yang terlalu sulit untuk-ku, ayah membacanya untukmu kak. Kau benar2 tidak tahu ini?

Kim Seung Heun : Sangat menyakitkan bagiku melihat putriku yang semakin pintar. Sebagai guru bakat anak itu sangat membanggakan, tapi sebagai anak perempuan yang tidak bisa berkembang dalam masy, apa benar mengajarinya mengenai harapan se-ambisius itu? Ayah yang tidak berdaya ini yang tidak mampu memberikan pendidikan untuk putri berbakatnya hanya bisa menahan nafas mendengarnya belajar dan sekali lagi menangis dalam hati.

Yoon Hee membaca buku milik ayahnya dan menangis. Yoon shik menghela nafas. Yoon Hee memeluk buku ayahnya dengan perasaan hangat.

Paginya Yoon Hee menghadap Prof Jung dan menyerahkan buku ayahnya itu. Guru, saya punya pertanyaan, Jika ayah meninggalkan surat rahasia, apa berarti dia tahu ada yang ingin mencuri Geum Deung Ji sa, dan orang itu ingin membunuh ayah? apa ayah tahu kalau nyawanya terancam? tapi mengapa ia tetap saja menempuh resiko?

Jung Yak Yong menghela nafas, mendiang Raja (Yeongjo) ingin menyimpannya di Jongmyo, tapi ayahmu diam2 memindahkan-nya di kuil di pegunungan Wolchool. Karena ia percaya Geum Deung Ji Sa adalah permulaan Joseon baru yang diimpikan Baginda. Bagi ayahmu agar putrinya yang pintar bisa berkembang, Geum Deung Ji Sa adalah harapannya. Jadi ia bersedia mempertaruhkan nyawanya.

Jalgeum kuartet berkumpul. Yoon Hee membuka sekali lagi wasiat ayahnya dan berkata GDJS ada di Sungkyunkwan.
Yoon Hee : Kata2 ini, sung, tempat dimana orang-orang berbakat ada. Berarti membangun negara yang penuh dengan orang berbakat. Kyun tinggalkan tradisi lama. Berarti semua sama. Ini bukan surat wasiat atau pengunduran diri

Yong Ha : Sung kyun…ya ini masuk akal, tapi mengapa tiba2..
Yoon Hee : Ini dari seseorang yang dengan tulus berharap agar Sungkyunkwan menjadi tempat yang berharga sesuai namanya, Profesor Kim Seung Heun. Ini ada di catatan kuliahnya.
Yong Ha : Ah kalau begitu, kita tinggal memeriksa peta Sungkyunkwan.

Yoon Hee berusaha mengambil peta di rak tertinggi di perpustakaan, tapi gagal dan Sun Joon membantunya. Sun Joon menyadari kalau Yoon Hee tidak lagi mengenakan cincinnya. Yoon Hee menyembunyikan tangannya.

Yoon Hee : Aku pikir aku harus melakukan ini, aku selalu berpikir kalau ayahku tidak mengacuhkanku, tapi sebenarnya aku yang tidak benar2 melihat pada ayahku. Aku benar2 ingin menemukan-nya. Aku ingin tahu mengapa dia sangat ingin menemukan Geum Deung Ji Sa. Karena ini mungkin yang pertama dan terakhir kalinya aku bisa mengerti dia sepenuhnya. Karena…aku sudah membuatnya kesepian begitu lama..

Yoon Hee mulai menangis dan Sun Joon menghapus air matanya, tidak apa-apa, aku mengerti. Kau tidak perlu menjelaskan seperti itu padaku. Aku janji, apapun yang terjadi, kita akan menemukan Geum Deung Ji Sa.
Sun Joon tersenyum di depan Yoon Hee, tapi ketika berbalik, wajah Sun Joon terlihat muram.

Menteri Lee menerima Byung Pan dan Menteri Ha meyakinkan kalau Menteri Lee tidak perlu mencemaskan Yoon Hyung Goo lagi.
Menteri Lee : Katakan pada putramu (In soo)
Byung Pan : Ya..?

Menteri Lee : Mengenai Geum deung ji sa, Baginda sepertinya sudah memberikan mimpi kosong pada beberapa siswa SKK untuk mencarinya. Minta Ketua siswa mengawasinya.

Menteri Ha : Mengapa tidak meminta bantuan putra anda? Lalu Byung Pan sadar, Ah Putra anda juga..mencari Geum deung ji sa? saya bilang juga apa, kalau saja kita segera menikahkan anak2 kita, dan membawa Sun Joon keluar dari SKK, ini tidak akan terjadi.

Menteri Lee kesal, apa katamu Menteri Perang, pernikahan? Apa kau tidak tahu sumber semua masalah ini? jangan menyebutkan tentang pernikahan ini lagi. Aku tidak akan pernah menjadi keluargamu. (Menteri Lee kesal karena Byung Pan membunuh Kim Seung Heun dan Moon Young shin dan mengawali masalah ini.)

Menteri Ha marah, ia merasa terhina. Beraninya menghina putriku dan keluargaku, apa ia lupa siapa yang membuatnya bisa meraih posisi ini. Menteri Ha marah2 dan minum ditemani Cho sun.

Menteri Ha ingin Cho sun melakukan sesuatu, ia mencengkeram tangan Cho sun, tepat saat itu In soo masuk, Anda memanggil saya, ayah?

Sun joon melacak Petugas Hanseong Yoon, tapi nihil. Ketiga rekannya menunggu dan Yong Ha berkata tidak biasanya Sun joon terlambat, aku mengerti pasti berat untuknya.
Jae shin berkata tunggu sebentar lagi, dia bukan tipe orang yang suka melanggar janji.

Yong Ha berkata bukankah manusiawi melanggar janji? Tidak peduli sehebat apapun, impian Baginda, tidak mudah bagi seorang anak mengungkap kejahatan ayahnya sendiri.

In soo bertemu anak buahnya, jadi sekarang Lee Sun Joon mencari cetak biru dan peta Sungkyunkwan?
Byung Choon : Mereka sepertinya mencari sesuatu.

Yong Ha, Jae shin, dan Yoon Hee harus mulai tanpa Sun Joon, mereka memeriksa peta, Yong Ha menjelaskan, tempat dimana pengajaran berasal, mengacu pada ruang belajar/ Myungryundang lalu Jongkyun-gak/perpustakaan.
Jae shin : Bagaimana dengan Daeseongjeon ( ruang ujian negara)..
Yong Ha merasa ada masalah, ketiga tempat itu tidak mungkin digali,
Jae shin : Masih ada petunjuk lain, dimana negara dimulai..

Yoon Hee diam2 menyelinap ke ruang kuil malam hari, dan dikejutkan oleh Jae shin yang sepertinya punya pikiran sama. Mereka mencari di bawah altar, karena Myunryundang, Jongkyun-gak, dan Daesungjeon masing2 pasti punya altar dan siapa tahu di bawah altar sembahyang ada Geum Deung Ji Sa.

Ternyata biarpun Yong Ha sudah mengeluarkan uang untuk menyuap penjaga SKK agar diijinkan masuk ke daesungjeon, tetap saja tidak menemukan apa-apa.

Paginya, ketiganya bertemu lagi dan kali ini Yong Ha pusing, masalahnya, Geum Deung Ji Sa tidak ada di SKK, tempat dimana pengajaran mengarah dan negara berawal, dimana tempat itu…Apa kita harus menjungkir balik-kan setiap ruangan di SKK?
Yong Ha usul, ah bagaimana kalau kita…

Jae Shin memotongnya, tidak! ini perintah rahasia! Yong Ha berkata iya aku tahu, cuma bercanda, kau membuatku malu saja.

Yoon Hee memutuskan untuk kembali ke perpustakaan dan memeriksa melalui buku2 karena mungkin saja ayahnya meninggalkan petunjuk lagi.

Malamnya, Gu Yong Ha jalan dengan berputar-putar, mengenakan hanbok dengan pola lukisan Min in do karya Shin Yunbok 🙂 Tiba2 In soo dkk menemuinya, Kenapa kau terperanjat, Gu Yong Ha? Kau membuat kesalahan? Apa kau masih main dengan Lee Sun Joon dan Moon Jae shin?
Yong Ha : Ya, dan aku semakin menyukainya.

In Soo : Kalian memeriksa dokumen dan peta Sungkyunkwan, apa kalian main perburuan harta karun?
In soo memperingatkan Yong Ha, kau tidak cocok dengan mereka, mengingat masa lalu kita, aku ingin memberimu peringatan. Belum terlambat.

Yong Ha kesal dan berkata apa kau tahu kalau aku adalah orang yang paling fashionable di Joseon? aku kasih tahu satu rahasia, menggabungkan beberapa macam baju yang tidak cocok adalah gaya yang berani, dan busanamu sekarang…Yong Ha mengerenyit, tidak gaya.

Yong Ha berlalu dengan berputar-putar, Anak buah In soo kesal, tapi In soo berkata biarkan saja, karena ini hari terakhir untuk pelajar Gu Yong Ha, biarkan ia menikmatinya.

Sun Joon masuk ke tempat perjudian dan membawa lukisan Yoon Hyung Goo, tapi justru ia mengganggu orang yang sedang asyik judi, sehingga dipukuli habis-habisan.

Sementara Yoon Hee ada di perpustakaan, memeriksa setiap buku. Tiba-tiba ada yang meletakkan makanan di depan Yoon Hee, it’s Jae shin!

Yong Ha masuk dan panik, Gul-oh, gul-oh,…Jae shin dan Yoon Hee kaget, Yong Ha melanjutkan Lee Sun Joon mengakibatkan masalah.

Yong Ha, Jae Shin dan Yoon Hee masuk ke rumah judi. Gisaeng senior pemilik rumah judi melihat Yong Ha dengan wajah kesal, sementara Sun Joon duduk di meja. Tempat itu porak poranda.

Yong Ha dan Yoon Hee duduk di depan Sun Joon yang babak belur, Jae shin berdiri bersandar ke tiang dan Yong Ha heran, kau mencari Petugas Yoon?

Yong Ha : Bertindak mendahului pikiran, seperti bukan Lee Sun Joon yang kukenal?
Sun Joon membenarkan, daripada duduk pusing dengan teka teki, lebih baik mencari Yoon. Yong Ha tanya ini semua demi menemukan Geum Deung Ji Sa atau membuktikan kalau ayahmu tidak bersalah?

Sun Joon : Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di malam itu, sepuluh tahun silam.
Yong Ha : Dengar, Lee Sun Joon, aku ingin tanya satu hal, jika kita menemukan Geum Deung Ji sa, maka kau mungkin tidak akan bisa menjadi anak menteri Kiri lagi.

Sun joon melihat ke arah Yoon Hee dan berkata itu lebih baik, daripada menjadi anak seorang kriminal yang membunuh kakak dan ayah teman-nya.
Kata-kata Sun Joon membuat Jae shin tersentuh, tapi Yoon Hee tidak tahan dan keluar. Sun Joon menyusulnya. Yong Ha hanya bisa memandang Jae shin. Sun Joon membuatnya syok.

Sun joon mengejar Yoon Hee. Yoon Hee minta Sun Joon berhenti, jika ini karena aku, kumohon hentikan. Aku sudah sangat menderita karena ayahku, yang wajahnyapun aku tidak bisa mengingatnya, dan kau juga, ayahmu juga lebih lagi, jadi kumohon hentikan. Kau bisa menghentikannya, aku tidak tahan lagi melihatnya.

Yoon Hee pergi tapi kali ini Sun Joon memeluknya dari belakang.

Sun Joon : Aku..aku ingin pengampunan. Aku ingin membayar kembali..untuk semua waktu yang kau habiskan karena harus menyamar sebagai pria, menjaga adik lelakimu karena ayahmu tidak ada..untuk waktu-waktu dimana kau harus kedinginan dan kelaparan..aku ingin mengatakan padamu..kalau aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, karena menghabiskan waktuku dengan membaca di kamarku yang hangat,

tanpa sadar apapun…kalau aku bisa mengembalikan waktu..aku akan memberikan padamu segala yang kumiliki..jadi apa kau bisa memaafkan aku..aku ingin mengatakan itu padamu.
(ok Sun Joon, sekarang aku rela kau menjaga Yoon Hee hehe…dan Jae shin sepertinya juga sudah merelakan Yoon Hee)

Yong Ha dan Jae shin duduk di dalam. Yong Ha bingung, Lee Sun Joon itu sungguh mengejutkan, semakin kau mengenalnya, semakin mengejutkan, dia akan melawan ayah yang sangat ia hormati.

Yong Ha : kau tahu dengan baik seperti apa rasanya melawan ayahmu sendiri, seperti hidup di neraka.

Ya, Jae shin tahu itu dengan pasti.

Sementara Menteri Lee main catur sendirian, ia terngiang kata-kata Sun Joon, kalau ia memilih menjadi musuh ayahnya. Menteri Lee menghela nafas.

Jeongjo bertemu Jung Yak Yong.
Jeongjo : Apa ada masalah dengan pemecahan kode Prof Jung?
Prof Jung : Mereka tidak mencari saya untuk bertanya jadi sepertinya tidak ada masalah, Cheon Na.

Jeongjo : Aku pikir kode rahasia itu adalah pelajaran terakhir yang ingin diajarkan oleh Prof SKK, Kim Seung Heun. Dimana pengajaran mengarah dan dimana negara berawal. Aku sungguh ingin tahu apa yang ingin diajarkan Prof Kim Seung Heun, Prof Jung.

Sun Joon menemukan Yoon. Tapi Hong Byuk Seo palsu ingin membunuhnya. Sun Joon berusaha melindungi Yoon.
Tiba-tiba Moon Jae Shin datang dan melawan Cho Sun. Jae shin berkata Sun Joon jalan cepat sekali, dia kesulitan menyusul Sun Joon.

Cho sun melarikan diri dan Jae shin mengejarnya. Dalam beberapa jurus, Jae shin berhasil mengunci Cho sun dan membuka maskernya. Tapi Cho Sun berhasil membebaskan diri dan lari.

Jae shin terkesima, jadi itu benar Cho Sun! (Anehnya mengapa Jae shin tidak cegukan ya…padahal belum sembuh lo kebiasaan-nya itu)

Yoon Hee memeriksa surat ayahnya lagi dan beberapa peta, ia ingat kata2 Prof Jung, kalau mendiang Raja awalnya menyimpan Geum Deung Ji Sa di kuil di Jongmyo. Tempat dimana pengajaran mengarah. Tempat dimana negara dimulai. Disitulah Geum Deung Ji Sa disembunyikan. Yoon Hee bergegas pergi.

Byung Choon dan Go Bong terus mengamati Yoon Hee. Mereka lapor pada In soo kalau Kim Yoon Shik memeriksa peta kota dan tiba2 lari. Kebetulan In soo tadi melihat Yoon Shik.

In soo masuk perpustakaan dan ingin mencari apa yang dicari Yoon Hee, hanya saja Yoon Hee merobek halaman bukunya. In Soo menemukan tujuan Yoon Hee, Jongmyo!

Yoon Hee sudah tiba di kuil di Jongmyo.

Sun Joon dan Jae Shin menyudutkan Yoon Hyung Goo. Ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi 10 tahun lalu, katakan!

Yoon cengengesan dan berkata apa boleh buat, sudah jadi kebiasaan anjing pemburu, tidak akan membuka mulut sebelum diberi makanan. Yoon minta uang.

Jae shin mencengkeram bajunya, Tapi kau hampir terbunuh oleh Cho Sun dari Moran-gak!

Yoon : Cho Sun dari Moran-gak? hmm menarik..

Yong Ha mengajak beberapa polisi minum2 lagi dan mengorek informasi kejadian 10 tahun lalu. Yong Ha harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan info. Salah seorang polisi berkata kalau Yoon terlihat bersama Byung Pan.

Di saat bersamaan, Sun Joon terus memaksa apa yang sebenarnya terjadi, katakan apa kau menerima tanah dari ayahku, Menteri Kiri Lee!

Kali ini Sun Joon yang mencengkeram baju Yoon. Yoon teriak aku tidak bisa bicara kalau dicekik seperti ini! Jae Shin dan Sun Joon akhirnyamendengar dari Yoon Hyung Goo kalau Menteri Kiri Lee, benar-benar memerintah untuk merampas Geum Deung Ji Sa, tapi tidak membunuh. Justru Menteri Ha yang merusak rencana dan membunuh Prof Kim dan juga Moon Young Shin.

Menteri Lee tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menutup mulut para pengawal, ia memberikan tanah untuk Yoon untuk “mendiamkannya”.

Yoon : Tapi, semua menjadi menarik karena Byung Pan sudah mengirim Cho sun untuk menghabisiku.

Yong Ha melihat In soo dan pasukannya yang bergegas ke kuil di Jongmyo.

Sun Joon dan Jae shin menunggu Yoon Hee di perpustakaan. Sun Joon lega sekarang, ayahnya bukan pembunuh ayah Yoon Hee dan juga kakak Jae shin.

Jae shin : Kau belum menemukan Kim Yoon Shik? Apa yang kau lakukan dan bukannya pergi mencarinya. Bukankah orang yang harus tahu pertama kali tentang kebenaran ini adalah dia? Kalau Byung Pan dalang semuanya. Aku senang, demi kau dan demi diriku sendiri. Akan melelahkan untuk membencimu selama hidupku.

Gu Yong Ha masuk ke perpustakaan dengan terburu-buru, apa kalian belum menemukan Kim Yoon shik? In soo dan pasukannya menuju ke kuil di Jongmyo.
Yong Ha menyimpulkan atau jangan2 daemul ke Jongmyo? berarti dia dalam bahaya!

Yoon Hee jalan di aula dan berdiri di depan salah satu altar.
Sementara In soo dan pasukan menuju ke kuil. In soo mengatakan pada ayahnya ini mungkin kesempatan kita untuk memusnahkan Geum Deung Ji sa.

Byung Pan memerintahkan untuk menghancurkan Geum Deung Ji Sa.

Jae Shin mengamati penjaga bersama Sun Joon dan ia ingin mengalihkan perhatian pasukan dengan menembakkan beberapa panah ke kaki mereka.

Jae Shin berkata pada Sun Joon : kau janji kalau Kim Yoon shik tidak akan terluka.
Sun Joon : Sahyung!
Jae Shin memegang bahu Sun Joon, aku akan berusaha keras untuk mengalihkan perhatian pasukan.

Yoon Hee tidak berhasil menemukan Geum Deung Ji Sa.

Jae shin langsung bertempur dengan pasukan, meskipun Jae shin hebat tapi kali ini Jae shin kalah jumlah.
Sun Joon berhasil masuk ke dalam kuil.

Jae Shin berhasil menahan pasukan dengan beberapa jurus, lalu ada seseorang yang berhasil menahan pedang Jae Shin, Kepala pasukan !
Jae shin harus bertarung dengan kepala pasukan dan pedangnya terlepas dari tangannya…

Di dalam kuil, Sun Joon lari memeluk Yoon Hee.

Diluar…terdengar suara paling mengerikan…suara pedang kepala pasukan yang menebas dada Moon Jae Shin.
Jae shin roboh ke tanah….

sumber: kadorama-recaps.blogspot.com

Sung Kyun Kwan Scandal – Episode 17

Jae Shin, Yong Ha, Sun Joon dan Yoon Hee saling bertatapan heran. Tiba-tiba seseorang datang, ternyata Baginda.

Semua berdiri menghormat. Jeongjo tersenyum, mereka memperlakukan ke-4 teman baikku dengan kasar,ya? Kalian mau memaafkanku?
Ke-4nya menunduk diam, Jeongjo menghela nafas, bagaimana ini..Prof Jung sepertinya murid2mu tidak mau menerima permintaan maaf dari seorang Raja.

Seorang pria mendekat, semua terperanjat, ternyata Prof Jung Yak Yong.
Jeongjo memberi perintah rahasia pada Jaegeum Kuartet, Terima perintahku, segera mulai Joseon baru! Ke-4 anak itu terperanjat.

Jeongjo menunjukkan sebuah peta pada mereka, sebuah kota yang ingin ia bangun, yang merupakan impian mendiang ayahnya (Sado seja) dan sekarang menjadi impian-nya. Sebuah kota dimana partai politik dan kelas sosial tidak akan memisahkan rakyat.

Jeongjo : Aku akan membangun sebuah kota baru di tempat ini, Benteng Hwaseong. Aku akan memberikan tempat berdagang untuk mereka yang ingin berdagang. Untuk mereka yang ingin mengolah tanah, aku berikan ladang, kota hebat di Timur tanpa partai politik, tanpa budak atau bangsawan, dimana kekayaan dan kemiskinan dibagi bersama, dan dimana perbedaan kelas ditiadakan.

Hwaseong akan menjadi ibukota baru untuk memulai Joseon baru. Jeongjo memberikan sebuah amplop pada mereka, ini kunci benteng itu. Jeongjo ingin menemukan surat yang ditinggalkan oleh mendiang Raja (Yeongjo) dan melakukan sesuatu yang besar.

Prof Jung menjelaskan, 10 tahun lalu di suatu malam, Profesor SKK Kim Seung Heun dan Ketua Siswa Moon Young Shin menerima perintah dari Raja untuk membawa sebuah kotak (berisi surat) kembali ke istana, tapi keduanya tewas saat dalam perjalanan membawa kotak itu ke istana. Kotak berisi surat itu menghilang setelah kejadian itu.

Jae shin dan Sun Joon menoleh ke arah Yoon Hee yang baru pertama kali ini mendengar mengenai kematian ayahnya.

Jeongjo : Ini surat pengunduran diri Kim Seung Heun dan wasiatnya, gunakan ini sebagai petunjuk. Apa kalian mau membantuku menemukan surat itu dan membantuku mewujudkan impian dan keinginan-ku?

Baginda dan Prof Jung pergi meninggalkan ke-empatnya sendirian.

Yoon Hee yang pertama bersuara : Aku ingin menemukannya! Tidak, aku harus menemukannya. Meskipun aku tidak bisa mengingat wajah ayahku secara jelas, aku berharap bisa mengenal seperti apa ayahku itu. Jika aku mencari di dalam surat wasiatnya…jika aku mengikuti jejak terakhirnya, mungkin aku bisa mengerti sedikit…siapa ayahku dan bagaimana ia hidup..aku ingin tahu. Kumohon, bantu aku Sahyung.

Yong Ha tanya pada Jae shin, bagaimana denganmu?
Jae shin : Moon Young shin, Aku juga ingin tahu apa yang di-impikan orang bodoh itu.
Yoon Hee : Sahyung..
Jae Shin : Dia kakakku..orang menyedihkan itu..
Sun Joon tampak kaget, ini pertama kali ia tahu. Yong Ha menepuk bahu Jae shin.

Jeongjo mengadakan diskusi dengan Perdana Menteri Che Je Gong dan Prof Jung.
PM Che Jegong : Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik lebih pas untuk menjalankan perintah rahasia ini dibanding yang lainnya. Tapi, Cheon Na, saya tidak mengerti mengapa Lee Sun Joon, putra Noron, dan yang lain, yang bukan seorang Namin atau Soron…

Jeongjo memotong : Gu Yong Ha…Gu Yong Ha, tepat seperti anak menyenangkan itulah Joseon baru yang ingin aku bangun.

Prof Jung : Apa anda percaya kalau anak-anak itu bisa mengungkapkan misteri ini?
Jeongjo : Tentu saja, aku percaya mereka bisa.

Kembali pada Jalgeum kuartet, Yoon Hee membuka surat wasiat ayahnya.
Yong Ha berkata itu surat pengunduran diri yang sekaligus adalah surat wasiat, disitu berarti mengandung petunjuk. Yoon Hee membaca isi surat ayahnya.

Isinya sangat puitis dan Yong Ha memotong, tunggu..tunggu, itu mengesankan sekali. Yoon Hee heran, apa kau mengerti, Sahyung.
Yong Ha berkata dengan yakin : Tidak, aku tidak mengerti apa artinya. Tapi itu pasti sandi rahasia yang hebat sekali..Bwa…
Yoon Hee mengeluh, sahyung…Yong Ha senyum lebar 🙂

Yong Ha mulai mencoba mengulas kembali apa yang terjadi di malam itu, 10 tahun yang lalu, dan ada flashback saat Baginda memberikan tugas itu pada Prof. Kim.

Sun Joon dan Yoon Hee menyadari kalau ini adalah kode, ayah Yoon Hee suka sekali dengan permainan kata dengan menggunakan karakter Cina. Keduanya menemukan ada kaitan kata antar kalimat. Jae shin tidak terlalu semangat, sepertinya ia tahu temuan ini akan mengarah ke siapa. (Partai Noron, ayah Sun Joon)

Sun Joon menunjuk karakter2 yang bisa dipakai dalam paja, wang, yi, in, wol,sil, sa dan keduanya sampai pada kesimpulan, Geum Deung…
Yong ha : Geum deung adalah peti penyimpanan dari logam (geum= jin = emas)..lalu Yong Ha menoleh lagi pada si real-brainiac, Moon Jae shin

Jae shin : itu adalah kalimat yang muncul dalam “sejarah klasik”. Dari Dinasti Zhou, kerelaan untuk memberikan hidupmu sendiri demi menyelamatkan raja…
Jae Shin : Geum Deung Ji Sa.

Yoon hee kaget, sahyung! apa selama ini kau sudah tahu? Lalu Yoon hee sadar, Jae shin adalah Hong Byuk Seo dan apa yang selama ini diributkan Hong Byuk seo? Geum Deung Ji Sa. Bingo!
Semuanya tanya, apa kau tahu dimana Geum Deung Ji Sa?

In Soo menemui ayahnya dan lapor kalau Hong Byuk Seo adalah Moon Jae shin. Kita harus mengirim pasukan ke SKK untuk menangkap Jae Shin. Tapi Menteri Perang ragu-ragu, hanya dengan bukti gelang tidak kuat.
Menteri Ha : Jadi, Hong Byuk seo adalah putra menteri Keamanan…tapi kita tidak punya bukti kuat.
In Soo : Kita bisa mengirim pasukan ke SKK besok pagi untuk menangkapnya dan mengirimnya ke Uigyeombu.

Menteri Ha punya rencana lain dan setelah ayahnya pergi, In Soo berkata pada kepala pengawal kalau ayahnya terlalu berhati-hati, dan ia minta beberapa orang pada kepala pasukan untuk menangkap Hong Byuk seo sendiri.

Jae Shin berkata kalau kita akan bisa menemukan dimana GDJS dengan melacak kembali jejak 10 tahun lalu. Kalian teruskan saja memecahkan kode di surat itu, aku benci dengan hal-hal yang membuat kepalaku sakit.
Jae Shin akan pergi dan Yong Ha tanya, bagaimana denganku?

Jae shin berbalik dan kelihatan sebal, menurutmu? lalu Jae Shin menyeret Yong Ha. Yong Ha tentu saja senang sekali, hore..main dengan Jae shin…:)

Saat keduanya sudah diluar, Yong Ha tanya, apa sebenarnya Geum Deung Ji Sa itu. Jae shin menjelaskan apa yang ia tahu, kalau partai Noron Byeokpa ada di balik pembunuhan kakak-nya dan juga ayah Yoon Hee. Karena isi GDJS bisa membuat mereka yang terlibat dalam kematian Sado seja terungkap.

Yong Ha : Kenapa kau diam saja dan baru mengatakan-nya sekarang?
Jae shin hanya melotot ke arah Yong Ha (kau pikir kenapa?) tapi mereka tiba-tiba dikepung oleh In soo dan pasukannya.

In soo : senang bertemu kalian disini, karena Hong Byuk seo sudah muncul lagi.

Yong Ha dan Jae Shin sedikit terperanjat.

Yong Ha : Kau seharusnya mengatakan padaku lebih cepat, jadi aku bisa melihatnya.

In soo mengeluarkan lukisan Hong Byuk Seo dan mendekatkan-nya ke wajah Jae shin, Yong Ha komen, kalau kau menggunakan bukti lemah itu untuk menangkap Hong byuk seo, maka yang kelihatan mirip lukisan itu adalah kau! sambil mendekatkan lukisan itu ke wajah In soo ..bwa hahaha..I love u Yong ha..

In soo : Aku ingin tahu apa kalian masih bisa bercanda setelah melihat ini. Ini bukti yang kau tinggalkan semalam ketika keluar sebagai Hong Byuk seo. Jika aku perlu saksi untuk mengatakan apa gelang ini milik Moon Jae Shin, aku bisa membawa siapa saja dari SKK.
Seorang petugas meraih tangan Jae shin dan sim salabim…Jae Shin mengenakan gelang!

Jae shin : Apa ini yang kau cari?

Yong Ha menunjukkan pergelangan tangannya, atau sesuatu seperti ini?

In soo speechless dan seperti ingin menelan Yong Ha hidup2.

Yong Ha : Ah kita harus menghadiri kuliah Prof Yoo, jadi kita harus bergegas. Hei, kau tidak membutuhkan ini lagi kan? Yong Ha mengambil gelang Jae shin dari tangan In soo, Daemul kami selalu ingin sesuatu seperti ini, kita harus saling berbagi hal-hal yang tidak kita perlukan lagi kan? kau harus mencobanya.

In soo bagai tersihir dan membiarkan saja Yong Ha mengambil gelang itu dan melenggang pergi bersama Jae shin. Keduanya jalan setengah berlari kecil sambil tos! Jae shin ketawa lebar…(meskipun aku ngga tahu kapan Yong Ha ngeronce manik2 tapi that’s really cool..hehe)

Yong Ha : Hei kau lihat kan? Aku Gu Yong Ha

Jae shin serius lagi, aku berniat mencarinya, jika aku bisa menemukan Geum Deung Ji sa yang menghilang, aku mungkin akan bisa bertemu orang2 yang melakukan itu pada kakakku dan aku berniat menunjukkan pada mereka apa yang harus mereka takutkan.
Yong Ha : jadi aku bisa membantu apa?

Sementara Yoon Hee jadi ragu, lokasi dimana Geum Deung ji sa berada adalah dimana negara kita mulai, apa aku bisa menemukannya? Aku tidak pernah melakukan hal sebesar ini dan aku tidak tertarik masalah politik atau masalah negara kita. Dan aku juga tidak pintar, aku bahkan tidak bisa menebak apa yang dipikirkan ayahku dan impian-nya dan aku juga…

Sun Joon berlutut dan menggenggam tangan Yoon Hee, aku akan disini. Saat kau mulai merasa semua menjadi rumit dan sulit, aku akan ada di sisimu. Saat kau menyesal karena memulai tugas berbahaya ini, aku akan ada di sampingmu. Saat kau tidak ingin melanjutkan-nya dan ingin menyerah, saat kau mulai tidak percaya dengan kemampuanmu, saat kau merasa frustrasi dan jika kita tidak bisa melakukan apapun, tangan kita kosong dan gagal, Kim Yoon Hee, aku akan selalu ada di sisimu.

Prof Jung bertemu dengan Jae Shin, kau mengingatkanku dengan kakakmu. Raja punya permintaan untukmu, Jangan datang lagi sebagai Hong Byuk seo dan menyebarkan pesan-pesan seperti itu lagi.

Jae shin kaget, anda tahu?
Prof Jung : Meskipun ayahmu adalah Kepala Uigyeombu, jika kau tertangkap oleh Menteri Perang sekarang, dia tidak bisa menyelamatkanmu.
Jae shin : Saya tahu itu. saya percaya dia tidak punya kekuatan atau keinginan melakukannya..

Prof Jung : Kakakmu juga adalah penulis yang baik. Lewat tulisanmu, aku melihat kakakmu, itu sungguh menyenangkan. Apa kau bekerja begitu keras agar tulisanmu mirip dengannya?

Jae shin tersentuh dan membalas Prof Jung dengan ini : Mencintai rakyat tanpa mencemaskan negara bukanlah puisi. Merasa sakit untuk jaman tanpa memiliki kemarahan pada dunia bukanlah puisi. Menjunjung tinggi kebajikan tanpa mengontrol kejahatan bukanlah puisi.

– dari buku yang sangat saya suka, sebuah buku puisi dan ditulis oleh siswa Sungkyunkwan beberapa waktu lalu, Pelajar Jung Yak Yong. (kalau aku jadi Prof Jung, dah aku kasih nilai A+++ buat Jae Shin the brainiac hehe, but not Jung Yak Yong..)

Jung Yak Yong : Meskipun demikian, jika kau jarang hadir, kau sekali lagi akan gagal dalam kelas Analek Konfusius tahun ajaran ini. Ha! (oh ayolah Profesor…)
Keduanya senyum.

Sun Joon dan Yoon Hee pergi ke toko buku Tuan Hwang, mereka memakai lift manual dan Sun Joon kesulitan mengoperasikannya. Yoon hee menggodanya, apa karena Soon Dol yang biasa melakukannya untukmu? maksudnya karena Sun Joon terbiasa dengan kehidupan enak dan pelayanan. Yoon Hee mencoba menariknya, tapi salah arah dan liftnya tergoncang, membuat Yoon Hee jatuh ke pelukan Sun Joon!

Tuan Hwang mengetok lift, apa kalian baik2 saja? apa mesin-nya rusak? panas sekali di dalam ya…hehehe

Setelah keduanya keluar, Sun Joon berkata bagus juga kalau liftnya rusak. Aku pikir karena mungkin kau ini kuat, jadi kau sengaja membuatnya bergoncang.
Yoon Hee heran, apa maksudmu?

Sun Joon menggodanya, apa kau tidak ingat..kemarin..di perpustakaan..apa aku harus mengatakannya?

Yoon Hee kaget, Aku tidak percaya ini..itu tidak akan pernah terjadi lagi, jadi jangan cemas, dan Yoon Hee langsung pergi dengan kesal dan terhina hahaha

Sun Joon bingung dan mengejarnya..tidak..maksudku..(hahaha…Sun Joon pikir Yoon Hee sengaja menggoncangkan lift agar bisa menciumnya lagi, dan ini membuat Yoon Hee terhina, ya iyalah…)

Keduanya sampai di halaman SKK, dan Jae shin melihat keduanya dari kejauhan.
Sun Joon berkata kalau Yoon Hee tidak konsisten (saat kompetisi memanah, ia membiarkan Jae shin menyentuh pipinya dan tidak mengijinkan Sun Joon!)

Yoon Hee tidak percaya ini dan berkata aku janji mulai sekarang aku tidak akan melakukan itu lagi. Yoon Hee pergi dan Sun Joon mengikutinya.

Jae shin melihatnya, lalu mendengus dan tersenyum getir. Ya ada suara hati yang terluka.

Yoon Hee dan Sun Joon masuk perpustakaan, sebenarnya untuk mencari petunjuk tentang GDJS, tapi Lee Sun Joon meninggalkan beberapa “catatan” (baca : surat cinta) untuk Yoon Hee di beberapa buku.

Yoon Hee membuka yang pertama dan langsung senyum, senyum sekali, lebih muda sekali, marah sekali, lebih tua sekali. Kemudian, jika kau ketawa sekali, kau lebih muda setahun, dan jika kau marah sekali, kau mendapatkan kerutan.

Yoon Hee senyum2 sendiri, dan berikutnya, itu hanya lelucon, jadi kumohon jangan marah lagi.

Yoon Hee membuka surat berikut, mereka yang kekuatannya tidak mencukupi akan menyerah ditengah jalan. Sekarang kau membatasi dirimu. Ini adalah analek Konfusius. Melepaskan sesuatu yang sudah kau mulai bukanlah yang dilakukan oleh seorang pelajar Konfusius, kenali musuhmu dan dirimu sendiri, dan kau akan menang dalam ratusan pertempuran..apa kau benar2 tidak mengerti hatiku?

Yoon Hee geli dan ketika akan membuka buku terakhir, Myung Sik (ketua siswa Soron) mengambilnya. Sun Joon panik dan langsung merebut buku itu.

Myung Sik marah, apa kau baru saja merebut buku dari tangan seniormu? Sun Joon bingung, Yoon Hee geli, Ahn Do Hyun, Woo Tak, dan Hae Won mendekat.

Sun Joon minta maaf dengan tulus dan membungkuk, lalu menyarankan Myung Sik membaca buku yang lain. Myung Sik berkata pada Ahn dkk, kalian lihat kan, bagaimana Lee Sun Joon minta maaf padaku?

Myung Sik pergi dengan puas. Ahn Do hyun berkata jangan libatkan aku dan mereka bubar. Sun Joon berkata pada Yoon Hee, di situ ada sesuatu yang ingin aku katakan tapi tidak bisa secara langsung, kau baca saja sendiri. Sun joon bergegas pergi setelah mengembalikan buku di rak.

Yoon Hee membuka buku itu, menemukan kertasnya dan melihat, itu adalah sebuah kata dengan 13 goresan yang paling indah : Ai, cinta.
Suara Sun Joon : Aku mencintaimu. (oya, kertasnya warna pink)

Yong Ha di kantor polisi, ia mentraktir mereka minum-minum dan makan. seorang polisi merasa tidak enak, tapi Yong Ha berkata ringan, kalian adalah abdi negara itu pantas untuk kalian, ayo minum..minum..
Yong Ha membuka tumpukan dokumen2 lama, berisi catatan kepolisian tentang apa yang terjadi 10 tahun lalu. Dia mencari surat dengan tanggal hari pertama bulan ke-12 tahun Sinchook 1781. Gu Yong Ha mengibaskan debu 🙂

Yong Ha menemukan hal penting, saat itu ada catatan mengenai utusan Qing yang datang. Yong ha berpikir, kalau ada tamu penting, ibukota pasti dijaga ketat, tidak mungkin ada penjahat. Satu-satunya yang bisa mengawal Prof Kim seung heun dan Moon Young Shin yang membawa Geum Deung Ji Sa dari gunung Wolchul ke istana adalah pasukan Hanseongbu.

Yong Ha memeriksa catatan petugas Hanseong dan kaget karena lima dari petugas itu tidak menulis laporan. Yong Ha sadar pasti ada yang menerima uang sogokan.

Yong Ha membawa buku catatan itu dan mendekati polisi, lalu tanya dari nama-nama ini, siapa yang menghilang malam itu atau tiba2 berubah kehidupannya/karena kaya mendadak. Tapi tidak ada yang memberikan jawaban semua gugup, kau sebenarnya siapa?

Yong Ha menunjukkan lencana : Penyelidik rahasia dari Baginda.

Yong Ha mendapat satu nama, Petugas Yoon, yang sedang berjudi. Yong Ha mengamatinya dan melihat orang itu kalah terus. Ia sudah ketagihan judi. Seorang gisaeng senior/pemilik tempat judi, berkata kalau pria itu benar2 gila judi dan bahkan akan mempertaruhkan putri dan istrinya kalau perlu.

Yong Ha komen, benar kata orang, kalau kau ketagihan judi kau tidak akan berhenti sebelum kehilangan pergelangan tanganmu.

Gisaeng senior itu menggoda Yong Ha, bagaimana dengan anda tuan muda, katakan pada kami bagaimana keluar dari kesulitan ini. Yong Ha main2 dengan tangan Gisaeng itu dan sambil tanya ia menyelipkan cincinnya ke jari Gisaeng itu, 10 tahun lalu, aku dengar pria itu nyaris mati, siapa yang menyelamatkannya?

Gisaeng itu berkedip dan senyum, yang terancam nyawanya bukan dia, tapi anda, Tuan Muda. Lalu ia melihat ke arah luar, Yong Ha mengikutinya dan kaget, ternyata ayahnya datang marah2!

Ayah Yong Ha : kau berandal kecil! sungguh memalukan sebagai siswa SKK! Ayah Yong Ha menyeretnya pergi.
Tuan Yoon juga diseret pergi dan ia memperhatikan Yong Ha. (Ayah Yong Ha sangar, pasti Yong Ha mirip ibunya haha)

Di kediaman keluarga Gu, ayah Yong Ha marah2 dan minta Yong Ha segera menikah. Ini ada putri seorang bangsawan, putri Menteri Tenaga Kerja, dia akan memberimu keluarga yang terpandang.
Yong Ha menolaknya, aku tidak akan melakukannya. Ayahnya marah, apa? Apa kau ingin anak2 mu nanti juga setengah bangsawan/Yangban?

Yong Ha : Orang yang menyerahkan putrinya demi uang, tidak akan terpandang di Joseon.

Ayahnya mendengus, kudengar kau berteman dengan putra Menteri Kiri Lee, kau berandal kecil yang tahu bagaimana dunia berputar. Dari dulu kau membuang waktu dengan main2 bersama putra menteri Keamanan Gul-oh atau Gul-in itu. Aku bukannya ingin kau menendang putra Soron, memang saat ini langit ada di atas Noron, tapi siapa tahu angin bertiup dan Soron akan kuat.

Yong Ha kesal dan berdiri, Siapa tahu Namin akan bangkit lagi, aku juga punya teman seorang Namin, kalau ayah belum tahu.

Yong Ha akan pergi dan ayahnya berkata jangan terlalu menonjol, sakit demam untuk yang lain bisa menjadi cacar untukmu. (Sebagai setengah Yangban, Gu Yong Ha harus hati2, krn bagi anak bangsawan mungkin hanya sedikit goncangan, tp bagi Yong Ha bisa fatal, begitu mungkin maksud ayahnya. Ayah Yong Ha ini pedagang sukses dan tuan tanah besar, cuma sepertinya darahnya campuran, bukan murni Yangban/bangsawan.)

Yong Ha meninggalkan rumahnya dengan hati berat.

Ternyata Go Bong dan Byung Choon melihat itu dan lapor ke In Soo. Byung Choon heran mengapa In soo tiba2 ingin memeriksa keluarga Yeorim?

In soo : Para dewa bersedia membantuku, maka aku harus melakukan tugasku sebagai manusia dengan baik juga.

Yong Ha minum-minum bersama Jae shin. Yong Ha berkata misi rahasia dari Baginda sepertinya tidak cocok untuk-ku, yang aku percayai adalah kau Gul-oh, jadi kau harus menemukannya, ok? Aku juga ingin melihat dunia hebat yang dibicarakan Baginda.

Jae shin : Kau ini kenapa? mabuk? atau terjadi sesuatu?

Yong Ha : Ayo kita lakukan.
Petugas Yoon lewat ia mabuk dan berkata : Minum dua kali, gembira dua kali. Dan minum tiga kali, gembira tiga kali.

Yong Ha : Benar, petugas Hanseongbu Yoon Hyung Goo, setelah hari itu, dia langsung membayar semua hutang judinya, jika kita temukan darimana uangnya, kita akan menemukan darimana ia memperolehnya.

Jae shin mendapat ide dan ia segera ke kantor ayahnya. Jae Shin memeriksa semua lemari ayahnya. Jae shin memeriksa surat2. Lalu menemukan sebuah buku laporan yang membuatnya terperanjat.

Ayahnya masuk, apa yang sedang kau lakukan?
Jae Shin kaget dan ia berdiri, menjatuhkan buku itu karena syok. Ayahnya memungut buku itu.

Menteri Min : Ini tempat dimana aku melakukan tugasku, kau memang anakku, tapi tetap saja..
Jae shin : Mengapa buku itu ada di situ? Buku yang mencatat insiden kematian kakak-ku dan juga laporan penyelidikan tentang Menteri Kiri Lee dan Menteri Ha, mengapa ada di dalam lemarimu??

Menteri Min : Apa kau pikir, ayahmu ini benar2 memaafkan mereka yang melakukan itu pada kakak-mu?
Jae Shin : Lalu…apa benar Menteri Kiri Lee dan Menteri Perang pelakunya?

Menteri Min : Ya! Jadi sekarang serahkan padaku untuk menyelesaikan apa yang terjadi pada kakakmu dan jangan terlibat lagi..aku meskipun hidup, tidak benar2 hidup. Aku hanya menahan diri sampai tiba hari pembalasan atas mereka. Jadi jangan mencampuri urusan yang menjadi bagianku.

Jae shin baru tahu itu, dan sepertinya Jae Shin mulai menghargai ayahnya.

Jae shin keluar dari Uigyeombu dengan pengertian baru dan merasa menyesal dengan semua kata2 kerasnya pada ayahnya.

Di asrama, Sun Joon dan Yoon Hee memeriksa buku2 dan mencari mengenai GDJS, tapi Yoon Hee tidak bisa menemukannya diantara buku2.
Sun Joon lebih kacau lagi, dia sama sekali tidak konsentrasi dan hanya menunjuk di tempat dimana ada jari Yoon Hee, jelas Sun Joon ingin memegang tangan Yoon Hee. Yoon Hee tahu itu dan hanya geli.

Yoon Hee membiarkan tangannya dipegang Sun Joon, ini, sudah sekarang? sekarang konsentrasi pada buku. Keduanya saling berpegangan tangan dan mulai membalik2 buku, tapi tetap saja tidak konsentrasi dan senyum geli.

Jae shin pulang dan melihat bayangan mereka, ia tidak tahan dan memutuskan tetap diluar.

Jae shin duduk di beranda asrama dan minum arak. Lalu memanjat pohon dan tidur disana. Ah …Jae Shin aku jadi takut kalau kau kena pneumonia karena sering tidur di luar sigh…

Sementara di dalam, Yoon Hee berkata ia akan pergi ke toko tuan Hwang, mungkin saja akan menemukan sesuatu di sana. Sun Joon sepertinya menemukan sesuatu tapi ditutup dengan tangannya, dan Yoon Hee ingin tahu hanya tidak diijinkan Sun Joon.

Byung Pan/Menteri Ha menemui Menteri Lee dan berkata kalau mereka sebagai orang tua harus mulai turun tangan mengenai urusan pernikahan anak2 mereka.
Menteri Ha : Mereka masih terlalu muda untuk menyadari itu. (pentingnya pernikahan dan kekuatan keluarga)

Tiba-tiba Yoon datang. Mereka tidak mengenal siapa Yoon dan Yoon menjelaskan, pada malam tanggal 1 bulan ke 12 th 1781, saya petugas Hanseongbu saat itu Yoon Hyung Goo, tuan. Yang sudah membantu anda.
Byung Pan marah : Kau sialan!

Petugas Yoon menemui Menteri Kiri Lee dan Menteri Ha, ia lapor kalau ada orang2 Baginda yang mencoba melacak jejaknya, mereka ingin tahu kejadian malam itu, 10 tahun yang lalu. Malam ketika saya membawa Profesor Kim Seung Heun dan Moon Young Shin pada anda.
Byung Pan kaget dan melihat Menteri Lee, benarkah?
Yoon melanjutkan : Bukan itu saja, mereka bahkan memeriksa tanah yang saya terima. Saya cemas kalau ini akan menyusahkan Tuan, jadi saya memutuskan untuk bersembunyi di tempat terpencil.

Menteri Lee : Lalu?
Yoon : saya perlu sedikit uang untuk pondok dan biaya hidup, Tuan.

Menteri Lee : Kelinci sudah lama tertangkap, tapi sekarang anjing pemburu menyalak. Apa yang akan dilakukan tuannya?
Yoon : Setahu saya anjing itu harus terus hidup, sebelum anjing itu diceburkan ke sumur, anjing itu akan menggigit tuan-nya. Jika saya tuannya, saya memilih menenangkan anjing itu.
(Dengan kata lain Yoon ingin kompensasi agar tidak harus “menggigit” menteri Lee)

Setelah Yoon pergi, Byung Pan berkata ingin menghabisi Yoon. Menteri Lee tidak setuju, apa kau tidak sadar, Baginda menyebar orang2nya, apa kau ingin tertangkap basah oleh Baginda? Menyedihkan!
Menteri Lee pergi, Byung Pan kelihatan tidak senang.

Paginya, Sun Joon dan Yoon Hee masih tertidur di meja sambil berpegangan tangan, Sun Joon bangun dan ia melihat Yoon Hee masih tidur, ia memegang tangan Yoon Hee yang satu lagi.

Sun Joon pergi ke perpustakaan dan bertemu Jae shin. Sun Joon ragu sejenak, tapi ia mendekat dan tanya, Sahyung, tentang GDJS di sejarah klasik, kami tidak bisa menemukannya di perpustakaan SKK, seolah-olah ada yang sengaja menyembunyikan-nya, kepedihan karena kematian yang tidak adil tersirat dalam kalimat di Geum deung Ji sa.

Jae shin : Bukankah kau peringkat pertama so gwa (ujian) dan ahli dalam klasik, mengapa tanya padaku?

Sun Joon tidak menanggapi dan meneruskan kalau mendiang Raja menganggap itu sebagai kematian tidak adil dan Raja sekarang ingin mencarinya. Geum Deung Ji Sa, apakah terkait dengan kematian Putera Mahkota Sado ? Apa kau tahu ini, Sahyung?

Jae shin : Sudah kubilang aku tidak tahan dengan hal-hal yang membuatku sakit kepala, urusi bagianmu sendiri, aku akan melakukan bagianku.
Jae Shin pergi. (Jae shin hanya tidak ingin Yoon Hee terluka )

Jae Shin jalan dan Yoon Hee mengejarnya, Sahyung! Jae shin menoleh dan Yoon Hee tanya mengapa semalam tidak pulang (mengapa coba? karena siapa coba…)

Yoon Hee : Urusan yang kau lakukan, apa berjalan dengan baik? Kami tidak bisa menemukan mengenai Geum deung ji sa di perpustakaan SKK, kami berencana akan ke toko buku. Dimana pengajaran mengarah, dimana negara ini dimulai, apa kau mengerti itu Sahyung?

Jae shin tidak berkata apa-apa, hanya menepuk bahu Yoon Hee seperti menguatkan Yoon Hee untuk badai yang akan ia hadapi dan jalan pergi.

Ahn Do Hyun, Woo Tak, dan Hae Won bolos kuliah dan hanya duduk saja di balik tembok sambil mengutip kata2 Kong Hu Cu. Haeng Yoo Yeo Ryeok. Jeuk Yi Hak Moon, setelah kau selesai menjalankan tugasmu sebagai manusia, pakai sisa waktumu untuk belajar.

Woo Tak : bagaimana dengan ini, dihari musim gugur yang indah ini memang tugas kita sebagai manusia untuk keluar dan main. kita seharusnya libur sejenak dari mempelajari Analek Konfusius. Ketiganya ngakak dan berniat membayar joki untuk menggantikan mereka kuliah.

Tapi Direktur/Daesasung Choi menemukan mereka dan marah2 lalu memukul kepala mereka dengan pentungan 🙂

Direktur Choi : Dasar kalian, memang itulah alasan beberapa keluarga tidak berhasil dan memberikan contoh Lee Sun Joon, lihat dia, apa kalian pernah melihat seorang seperti Lee Sun Joon bolos dari kelas? Mereka bertiga mengangguk-angguk dan langsung menunjuk satu arah…yap, Lee Sun Joon jalan keluar bersama Kim Yoon Shik, dating! bukan ..ke toko buku untuk penyelidikan.

Daesasung Choi hanya bisa ternganga…(Scene Ahn Do Hyun dkk plus Direktur Choi ini selalu lucu, tidak lucu dibuat2 spt Hwang JuSik + Young Dal atau keluarga Oh Tae Pung)

Yoon Hee dan Sun Joon jalan di pasar dan membeli manisan labu untuk Yoon Hee. Yoon Hee menawari Sun Joon, awalnya Sun Joon menolak, tapi akhirnya membeli juga dan mungkin ini pertama kali untuk Sun Joon makan jajanan pasar seperti ini.

Yong Ha sekali lagi menemui Gisaeng senior itu dan memberikan banyak perhiasan mahal untuk mendapatkan informasi. Yong Ha mendapat surat yang membuktikan kalau pemberi uang adalah Baek Dong Soo, siapa dia?
Gisaeng senior : Kau masih pemula..apa kau pikir dia akan menggunakan nama aslinya?

Yong Ha senyum sambil mengedipkan matanya 🙂

Di toko buku, Sun Joon menyuruh Yoon Hee masuk dulu, ia ada urusan. Sebenarnya Sun Joon ingin mencari hadiah untuk Yoon Hee 🙂
Di dalam toko, Yoon Hee justru bertemu Hyo eun!

Hyo eun menanyakan kabar Sun Joon pada Yoon Hee tapi Yoon Hee menghindar. Hyo eun justru minta bantuan Yoon Hee untuk mengubah pikiran Sun Joon, bagaimanapun kami akan tetap menikah. Ini menyadarkan Yoon Hee, kalau pertunangan mereka pasti sulit diputuskan karena menyangkut dua keluarga besar dan terpandang.

Sun Joon masuk dan Yoon Hee berkata aku akan meninggalkan kalian. Tapi Sun Joon menahan pergelangan tangan Yoon Hee! Hyo eun sedikit kaget.

Sun Joon berterus terang kalau ada seseorang dalam hatinya dan minta Hyo Eun melepaskan dirinya, lalu menarik tangan Yoon Hee, ayo pergi.

Sun Joon menarik Yoon Hee meninggalkan toko buku dan seseorang mengamati keduanya, Jae shin! dari wajah Jae shin terlihat :
1. Patah hati..lagi.
2. Sepertinya ia sadar Sun Joon sudah tahu kalau Yoon Hee itu wanita.
3. Kasihan pada keduanya, karena apa yang akan mereka hadapi.

Sun Joon menarik Yoon Hee ke sebuah gang sepi, ia kesal, mengapa tadi kau justru ingin meninggalkan aku dan Hyo eun?

Yoon Hee merasa Sun Joon pasti akhirnya akan menikah dengan Hyo Eun, kalau mengenai aku, kau tidak perlu cemas. Aku sudah sangat bahagia dengan hubungan kita saat ini. Aku tidak pernah memikirkan mengenai masa depan kita.

Sun Joon : Kalau begitu mulailah memikirkannya sekarang dengan serius, pikirkan setiap waktu dengan sepenuh hati. Aku selalu memikirkan-nya sampai kepalaku akan meledak rasanya.

Yoon Hee : Kita terlalu berbeda
Sun Joon : Karena kau, aku melakukan banyak hal yang aku pikir tidak akan bisa kulakukan. Tapi kau seperti biasa, tidak pernah melangkah keluar dari duniamu, yang ingin kau singkirkan adalah aku.
Yoon Hee : Lalu aku harus bagaimana? Aku takut..aku sangat menyukaimu, karena aku jadi gembira setiap hari dan aku tidak terbiasa dengan ini.

Yoon Hee akan pergi, tapi Sun Joon menariknya dalam pelukannya. Ia mencoba mencium Yoon Hee tapi terhalang topi sialan itu. Sun Joon bahkan mencoba dari sudut lain, tapi percuma saja

dan akhirnya keduanya tertawa geli. Kita kembali saja ke toko buku, para sahyung sudah menunggu.

Yong Ha menemui Jae shin yang sudah ada di basement toko buku, meletakkan sebuah surat di depan Jae Shin dan berkata kalau orang yang memberikan uang untuk Yoon Hyung Goo adalah pria bernama Baek Dong Joo. Jika kita bisa melacak siapa pemilik tanah itu maka kita bisa menangkap penjahat di balik kematian mereka.
Yong Ha terlihat gembira.

Jae shin ingin menutupi keterlibatan ayah Sun Joon dan berkata kalau tugas kita hanya menemukan Geum Deung Ji Sa dan bukan orang yang bertanggung jawab atas kematian mereka.
Gu Yong Ha mengenal Jae shin selama 10 tahun dan ia tahu, teman-nya itu tidak akan mengatakan ini kalau tidak mengetahui sesuatu, kau tahu kan? Siapa penjahatnya?

Sun Joon dan Yoon Hee sampai ke toko buku dan masuk ke lift. Sun Joon bisa menjalankan lift kali ini, tapi ia sengaja menghentikan lift di tengah jalan untuk memberikan sesuatu pada Yoon Hee. Sun Joon mengeluarkan kantung dan mengambil isinya, ternyata cincin, lalu memasangkan cincin itu di jari Yoon Hee. Sun Joon sendiri sudah memakai cincin sejak tadi.

Sun Joon : Kau bilang saat kita meninggalkan SKK, semuanya akan berakhir. Tidak ada akhir. Aku akan memulai lagi setiap hari.

Sun Joon menjalankan lift lagi dan tiba2 lift tergoncang, membuat Yoon Hee jatuh ke lengan Sun Joon. Ok, it’s time dan kali ini tidak boleh ada topi yang menghalangi! Sun Joon sudah bertekad.

Sun Joon membuka topi Yoon Hee, membuang topi itu, kemudian membuka topinya, lalu keduanya berciuman.

Setelah beberapa saat, mereka melepaskan diri dan masih menikmati momen kebersamaan mereka ketika tiba-tiba keduanya mendengar suara Gu Yong Ha yang keras.

Yong Ha : Apa??
Jae shin : Pelankan suaramu!
Yong Ha : Maksudmu..dalang di balik semua insiden ini, adalah Menteri Kiri Lee? Ayah Lee Sun Joon?


Sun Joon dan Yoon Hee mendengar semuanya dan keduanya berpandangan dengan syok.

sumber: kadorama-recaps.blogspot.com

Sung Kyun Kwan Scandal – Episode 16

Sun Joon teriak mencari Yoon Hee dan tertegun ketika menemukan Yoon Hee di depannya. Sun Joon lari memeluk Yoon Hee dan berkata percuma saja Kim Yoon Shik, sekuat apapun aku mencoba, aku tidak bisa selain mencarimu seperti ini. Dan sekarang giliranmu, larilah dariku Kim Yoon Shik. Sun Joon menjauh.

Yoon Hee minta Sun Joon berhenti, dia ingin memberikan jawaban, tunggu! jawabanku..kau seharusnya mendengarnya sebelum kau pergi. Sun Joon berbalik. Yoon Hee lari mendekatinya, tapi tergelincir dan jatuh ke air. Sun Joon terjun menyelamatkannya, membawanya ke atas, dan membuka baju Yoon Hee lalu syok dengan apa yang dilihatnya!

Sementara Gul-oh main-main dengan Byung Choon dan Go Bong 🙂 keduanya ada di atas tebing batu dan Jae Shin membungkuk di atas mereka, apa yang kalian lakukan, mengendap-endap di belakang-nya (Yoon Hee)?

Byung Choon memelas : Kami hanya ingin mengajaknya main air?
Jae shin : jadi kalian suka main air?

Jae shin memegang jubah mereka dan dengan gaya horor berkata, main air denganku saja..Jae shin menepuk pipi kanan Byung Choon, dan pipi kiri Go Bong, lalu mencubitnya keras2 hahaha keduanya ketakutan.

Sun Joon duduk bengong menunggu Yoon Hee sadar. Yoon Hee mulai sadar dan memuntahkan air. Lalu kaget karena bajunya terbuka, dia cepat2 duduk memunggungi Sun Joon.

Sun Joon : Kim Yoon shik…kau seorang wanita?

Yoon Hee tidak bisa menjawab, hanya memegangi bajunya. Tiba2 dari arah berlawanan, Ahn Do Hyun dkk jalan sambil mabuk, mereka berceloteh ribut. Yoon Hee panik dan berusaha membereskan bajunya secepat mungkin.

Sun Joon menarik Yoon Hee untuk sembunyi di bawah batu besar, sampai mereka lewat. Mereka berhenti di dekat Yoon Hee + Sun Joon, membuat keduanya tegang.

Yoon Hee jengah karena berdekatan dengan Sun Joon dan ingin menggeser badan-nya. Sun Joon mengulurkan tangan untuk menahan Yoon Hee, tapi sadar kalau Yoon Hee itu wanita, dan membiarkan tangannya menggantung di udara. Untung saja rombongan Ahn dkk segera berlalu dan keduanya lega fiuh…

Byung choon dan Go Bong diceburkan ke air oleh Jae shin, sementara Jae shin mendorong mereka dengan ranting pohon, kalian suka main air kan? Kita main sampai hati kita puas, ok?!

Byung Choon : aku sudah puas main!
Go Bong dengan gaya memohon : Apa kita bisa keluar sekarang? kumohon..

Jae shin mendorong mereka lebih dalam lagi dengan ranting pohonnya, (Jae Shin seperti membuat teh celup aja) kalian lebih baik jangan pernah keluar dari air sampai aku kembali! Kalau tidak aku akan menggunakan seluruh batang untuk main dengan kalian!
Byoon Choon dan Go Bong menenggelamkan diri kembali ke air 🙂 Jae shin pergi, dan keduanya ingin berhenti tapi menenggelamkan diri lagi ketika melihat Jae shin menoleh sekali lagi.

Yoon Hee sudah berpakaian rapi dan akan pergi, tapi Sun Joon menahan-nya.
Sun Joon : Kau minta aku melepaskanmu begitu saja? Aku tidak bisa membiarkan kau pergi!

Jae Shin kembali ke batu dimana Yoon Hee tadi duduk. Kim Yoon Sik! ayo turun, kita kembali! Jae shin sampai di batu besar itu dan tidak menemukan Yoon Hee. Itu membuatnya panik seketika.
Jae shin lari sana, lari sini dan mencari Yoon Shik-nya, sampai ke perkemahan mereka dan tanya pada rekan2nya, kalian tidak melihat Kim Yoon Shik? Kemana anak itu pergi?

Yong Ha tiba-tiba datang dan mengetuk bahu Jae shin dengan kipasnya.
Yong Ha : Jangan cemas berlebihan. Anak itu baik2 saja.
Jae shin : Kau yakin? dimana dia?

Yong Ha : Satu per satu …kau harus tanya setiap pertanyaan dengan tenang, temanku. Aku tidak melihatnya langsung dengan mataku, tapi aku yakin sekarang Kim Yoon Shik ada dimana teman sekamarnya tinggal.
Jae shin : Apa??
Yong Ha : Kim Yoon Shik dengan Lee Sun Joon. Jika kau cemas, kau pergi saja sendiri dan memastikan dengan matamu sendiri kalau Kim Yoon Sik aman2 saja.
Yong Ha mengatakan itu sambil memainkan kipasnya di dagu Jae shin 🙂

Jae shin menangkis kipas itu dan berkata dengan kesal : ya sudah! asalkan dia selamat, aku tidak perlu pergi. Jae shin jalan pergi dan Yong Ha tersenyum sendiri.

Di pondok Sun Joon, Yoon Hee berganti baju dan ia mengenakan baju Sun Joon. Yoon Hee berkata sudah selesai dan Sun Joon masuk, aku tidak tahu mulai darimana dan ingin berkata apa, tapi sebaiknya kau istirahat dulu. Aku tidur di luar, kau tidak perlu cemas.
Sun Joon akan keluar ketika Soon Dol membuka pintu.

Soon Dol : Mau kemana Tuan Muda? Pelajar cantik! kau harus meyakinkan tuan mudaku untuk kembali ke SKK. Dia akan menghancurkan dirinya sendiri dengan tinggal dalam kamar ini saja. Meskipun aku harus mati sebagai gantinya, aku tidak bersedia melihat tuan muda menderita dalam kesakitan-nya lagi.

Yoon Hee heran : Kau sakit?
Soon Dol : Dia kena sakit cinta! (ha!) dia tidak makan! dia tidak membaca! dan Dia tidak tidur!
Sun Joon memperingatkan : Soon Dol….
Yoon Hee salah tingkah.

Soon Dol : Dia terus saja duduk bengong memikirkan orang itu!
Soon Dol langsung balik badan dan menutup pintu dan mengganjalnya dari luar! Hahaha..jadi ingat Thio Chui San dan In So So yang dikurung Cia Sun hihi..

Sun Joon kaget dan mencoba membuka pintunya. Soon Dol teriak dari luar : Pelajar cantik! kau harus meyakinkan tuan mudaku, ya?!
Sun Joon berbisik : Soon Dol..disini hanya ada satu selimut!
Soon Dol mengomel, gee..tuan mudaku ini, dimana aku bisa menemukan selimut saat ini? dan kalian berdua tidak harus menjaga jarak kan?
Soon Dol pergi meninggalkan tuan mudanya dan pelajar cantik terkurung di kamar. Hehehehe…

Kembali ke perkemahan siswa SKK. Mereka minum dan tertawa, saling membuat pantun dan bercanda.
Moon Jae Shin tidur atau pura2 tidur di bangku, Yong Ha duduk di sebelahnya dan menggodanya 🙂

Yong Ha menepuk-nepuk dada Jae Shin dan berkata apa untungnya badanmu di sini kalau cuma rangka-nya saja yang ada. Dalamnya (jiwanya) ada disana bersama Daemul, kan?
Yong Ha mengetok dada Jae shin, Dang! dang!

Jae Shin menangkap tangan Yong Ha, Jika kau terus saja bicara berdasarkan asumsi, itu akan jadi kebiasaan dan kau akan kehilangan pergelangan tanganmu!
Yong Ha dengan perlahan menarik tangannya : Kau menyukainya..Daemul.
Jae shin menahan nafasnya sejenak : Lalu bagaimana denganmu? bukankah kau juga sama?
Yong Ha mengakuinya, ya siapa yang tidak menyukai anak bermata indah itu?

Jae shin bangun dan berkata akan tidur. Yong Ha mengikutinya, jangan membuang energimu untuk pura-pura dingin. Pura-pura tidak menginginkan-nya, pura2 tidak cemburu dan yang paling penting, pura2 tidak terpengaruh sedikitpun (Yoon Shik menginap di tempat Sun Joon) seperti ini…pura2 kuat.

Jika aku jadi kau, aku tidak akan membuang energiku berpura-pura, tapi akan menggunakan seluruh kekuatanku untuk menjadikan-nya milikku. Karena sekarang, kau masih diatas angin, kata Yong Ha sambil kedip-kedip lalu ia mendekat dan berbisik di telinga Jae Shin, dia, Lee Sun joon tidak akan bermimpi selama jutaan tahun apa rahasia Daemul. (oh tidak..sekarang sudah tahu..hahaha)

Jae shin pergi ke tempat sepi dan berbaring. Ia merenung.

Dikurung di kamar seperti itu oleh Soon Dol ^_^, membuat Sun Joon dan Yoon Hee jadi kikuk. Yoon Hee main2 dengan selimut dan berkata kalau lampunya harus dimatikan jika mau tidur.
Sun Joon yang biasanya tidur dengan lampu mati sekarang tidak bisa tidur dan berkata aku belum selesai membaca. Abaikan saja aku dan tidurlah. hahahaha

Yoon Hee berbaring tapi langsung duduk lagi, ia juga kikuk, aku tidak bisa tidur juga, aku akan baca juga. Yoon Hee mulai mencari buku untuk dibaca.
Sun Joon terus menunduk 🙂 dan tanya ketika di sungai sebelum jatuh ke air, sebenarnya apa yang ingin kau katakan?

Sun Joon tidak melihat kalau Yoon Hee menemukan buku merahnya! wah Soon Dol pasti mengangkut semua tanpa lihat2 hehehe Yoon Hee kaget dan melihat Sun Joon dengan tampang kesal.
Sun Joon merasa kalau Yoon Hee melihatnya dengan tajam dan ia nervous hahaha

Yoon Hee : Pelajar Lee Sun Joon! kau sepertinya menikmati buku seperti ini.
Sun Joon akhirnya melihat Yoon Hee dan ia kaget setengah mati dan jadi malu. Buku itu..Gu Yong Ha yang memberikannya padaku, mengapa ada di sini?

Sun Joon berusaha merebut buku itu dari Yoon Hee. Keduanya rebutan buku.
Yoon Hee : Aku kira kau hanya membaca buku yang benar2 penting. Kau membacanya setiap hari kan? Yoon Hee terjatuh ke atas selimut sambil tetap berusaha menahan buku itu.

Sun Joon : Buku itu! siapa coba yang mengakibatkanku membacanya? Sun joon menahan Yoon Hee di atas selimut, ia terperanjat sendiri dan langsung menjauh dari Yoon hee dan duduk.

Mereka akhirnya mematikan lampu, dan menyelimuti Sun Joon dengan selimut. Sun Joon menolaknya, aku pria dan kau wanita, kau baru saja jatuh ke air..

Yoon Hee menggodanya, siapa pria yang langsung jatuh sakit hanya karena basah sedikit waktu di pulau? Aku tidak apa-apa.
Yoon Hee menggulung dirinya dalam matrasnya menjadi kimbap Yoon Hee. Yoon Hee nyengir, aku bisa tidur seperti ini.

Sun Joon ketawa, kapan kau mulai menyembunyikan fakta kalau kau seorang wanita dan mengenakan pakaian pria? Jika terlalu sulit, jangan menjawabnya.

Yoon Hee berkata bukankah dulu aku pernah cerita kalau aku punya saudara yang sakit kan? karena aku tidak punya uang untuk membeli obat, aku membayar tabib dengan hasil tulisanku. Tabib itu mengenalkan Yoon Hee dengan tuan Hwang dan akhirnya Yoon Hee selalu mendapat pekerjaan dari Tuan Hwang. Itu sekitar …2 tahun setelah ayahku meninggal..aku berusia sekitar 12 th.

Sun Joon : Apa kau meminjam nama adik lelakimu?
Yoon Hee : Ya, begitulah ceritanya.

Sun Joon : Lalu siapa nama aslimu?
Yoon Hee : Kim Yoon Hee. Kim Yoon Hee adalah namaku.
Sun Joon : Kim Yoon Hee.

Di kediaman Menteri Ha,
In Soo menemui adiknya dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku tahu Lee Sun Joon lebih baik dari pada dirimu. Ada sesuatu diantara kalian berdua, katakan. Aku hanya bisa membantu jika kau jujur.

Hyo eun berkata kalau ia tahu kakak-nya tidak suka dengan apa yang dilakukan Lee Sun Joon, jadi bisakah kakak pura-pura tidak tahu. Hyo Eun tahu Lee Sun Joon itu seorang yang lurus, pria bertata krama, dia tidak akan membatalkan pertunangan selama Hyo Eun tidak membatalkannya.
Hyo eun akan menunggu dan mencoba menjadi orang yang sempurna untuk Sun Joon.

In soo murka, karena Sun Joon tidak menginginkan adiknya. Hyo Eun mencoba menjelaskan pada kakaknya, kalau ini bukan kesalahan Sun Joon tapi karena kekurangan-nya. Tapi In Soo tidak mau tahu dan pergi keluar dengan wajah marah.

Paginya, Yoon Hee tidak percaya apa yang ia dengar. Sun Joon ingin Yoon Hee keluar dari SKK.
Sun Joon : Itu sudah jelas kan? kau melanggar hukum.
Yoon Hee : Apa karena pria dan wanita tidak sejajar dan ini melanggar hukum?
Sun Joon : Kau tahu kalau situasi ini tidak mungkin terjadi.
Yoon Hee : Apa kau sudah lupa siapa yang membuatku melupakan hal yang tidak mungkin dan memimpikan keajaiban untuk diriku sendiri?
Sun Joon : itu…

Yoon Hee : Apa karena aku wanita? si Namin yang miskin…semua bisa memiliki mimpi, tapi bagi seorang wanita, apa kau akan mengatakan kalau itu tidak boleh? Seperti kondisiku dalam kehidupan, menjadi seorang wanita adalah sesuatu yang tidak bisa kupilih. Aku tidak takut dengan hukum atau hukumannya.

Yoon Hee pergi dan Sun Joon menghentikannya, apa kau tidak mengerti apa yang kutakutkan? Kau bisa terluka dan kehilangan nyawamu.

Yoon Hee : Aku tidak ingin hidup ketakutan untuk sesuatu yang belum terjadi, meskipun aku harus meninggalkan SKK, aku akan tetap berpakaian seperti ini dan bekerja sebagai penulis/penerjemah. Atau demi kelangsungan hidup keluargaku, aku harus melakukannya, menikah dengan seseorang (Sun Joon terkejut dengan ini hahaha).

Bagiku, hari esok yang kau katakan tidak ada. Aku..aku hanya ingin menikmati saat ini, dengan sepenuh hatiku dan sepenuh kekuatanku karena waktu2 ini tidak akan pernah terjadi lagi padaku.

Yoon Hee kembali ke perkemahan siswa SKK dan rekan2nya tanya kau kemana saja. Ah kau menghabiskan malam dengan wanita ya 🙂 Yoon Hee membantah, tentu tidak.
Yoon Hee bertemu Yong Ha dan Jae shin. Ia minta maaf karena tidak kembali kemarin malam.

Yoon Hee : Sahyung, kemarin malam…semuanya terjadi begitu saja.
Jae shin kesal dan jalan keluar. Yoon Hee memanggilnya.
Jae shin : Kau..mengapa kau hanya memikirkan dirimu sendiri? Bertindak-lah dengan memikirkan orang lain (baca : aku) yang mungkin mencemaskanmu. Jae shin pergi.

Yong Ha tanya apa Yoon Hee bertemu Lee Sun Joon? Yoon Hee heran, darimana kau tahu? Yong Ha dengan bangga berkata: Aku Gu Yong Ha.

Sun Joon memikirkan kembali kata-kata Yoon Hee dan anak2 mulai pulang ke SKK.

Yoon Hee jalan bersama dua Sahyungnya. Jae shin mencoba membawakan barang2 Yoon Hee 🙂

Beberapa rekan Yoon Hee langsung ribut ketika melihat Cho Sun dan rombongan. Mereka memanggil-manggil Yoon Hee, Daemul!!, Cho Sun ternyata ingin bertemu Yoon Hee.

Cho Sun menjelaskan kalau ia sengaja menemui Yoon hee karena ada yang ingin ia katakan. Siswa lain spt Ahn Do Hyun dkk mulai berpikiran ngeres dan ribut. Yoon Hee berkata kebetulan, ia memang berencana menemui Cho Sun.
Cho Sun menunduk dan senyum senang. Gu Yong Ha sedikit heran, Cho Sun benar2 suka dengan Kim Yoon Shik? Keduanya akhirnya meninggalkan Yoon Hee + Cho Sun.

Yong Ha dan Jae Shin jalan melewati Cho sun, Jae Shin terhenti sesaat karena mencium bau parfum Cho Sun yang khas. Jae shin kelihatan terperanjat.
Setelah Yoon Hee dan Cho Sun berlalu. Yong Ha menyatakan keheranan-nya. Lalu Jae shin yang tidak begitu mengerti wanita tanya apa semua Gisaeng mengenakan parfum seperti ini.

Yong Ha berkata tentu saja tidak, lalu mengendus-endus udara, ah ini parfum yang hanya dikenakan oleh Cho Sun karena hanya dia-lah yang cocok dengan parfum sekuat ini.

Yoon Hee menunggu di Gibang dan beberapa Gisaeng menemaninya dan mengeluh kalau Yoon Hee tidak mengenal wanita, mereka heran bagaimana Cho Sun bisa sangat menyukai Kim Yoon Shik, sepertinya tidak ada yang istimewa dalam diri Kim Yoon Shik. Sampai2 Cho Sun berencana akan berhenti sebagai Gisaeng. Yoon Hee kaget.

Cho Sun masuk dan minta rekan2nya jangan bicara ngawur dan minta mereka keluar. Yoon Hee tanya apa itu benar. Cho Sun menjawab, apa Yoon Hee akan menerima wanita seperti dirinya.

Sementara itu, Jae shin menunggu Yoon Hee diluar Moran gak. Ia teringat ketika bertemu Hong Byuk seo palsu ada wewangian yang khas dan ingat kata2 Yong Ha kalau parfum ini hanya dikenakan oleh Cho sun.

Cho sun menjelaskan kalau ia tidak berharap menjadi istri Yoon Hee, karena sejak kecil ia adalah Gisaeng. Tapi Yoon Hee adalah pria pertama yang menghargainya sebagai wanita dan bukan hanya seorang Gisaeng penghibur. Jika ia bisa ada di samping Yoon Hee, sebagai kekasih atau selir, Cho Sun merasa ia bisa hidup dan menghargai dirinya sebagai wanita.
Cho sun : Apa anda akan memberikan saya ijin untuk hidup, menunggu hari dimana anda bisa membalas perasaan saya?

Yoon Hee serba salah dan berkata kalau ia tidak cukup pantas untuk mengijinkan Cho Sun melakukan itu, ia tidak pantas menerima cinta dari wanita secantik dan selembut Cho sun. Jangan menghiraukan aku lagi.
Yoon Hee akan pergi dan Cho Sun mengikutinya, bagaimana saya bisa melupakan anda, ketika anda menolak saya dengan kata2 yang begitu baik? Yoon Hee minta maaf sampai dua kali, dan yang terakhir menggunakan kata2 resmi.

Yoon Hee keluar dan melihat Jae Shin.
Jae shin : Mengunjungi Gisaeng saat hari pertama pulang ke kampus..kau mau jadi apa nanti kalau tua?
Yoon Hee senyum saja. Jae shin melanjutkan : Cho sun…kukira lebih baik kau menjaga jarak dengannya.

Yoon Hee : Dia orang yang baik..terlalu berharga untuk orang sepertiku.
Jae shin kesal, kau ini tidak bisa mendengar saja kalau dinasihati? Ini pantas untuk anak nakal sepertimu yang masuk dan keluar Gibang.

Yoon Hee : Sahyung, apa kau masih marah denganku? Jangan cemas, aku Daemul..Daemul.

Jae shin : Itulah sebabnya… karena ini kau maka aku cemas.
Jae shin mengambil bawaan Yoon Hee dan jalan pergi, Yoon Hee mengejarnya.

Para siswa sudah sampai di kampus dan menemukan pengumuman ujian Hwang Am Je (ujian dari Raja) dan hadiahnya adalah jeruk yang langka saat itu di Korea. Para pelajar ngiler membayangkan jeruk yang manis dan harum.

Direktur Choi jalan membawa sekeranjang penuh jeruk bersama Baginda. Jeongjo menjelaskan karena ada panen yang bagus tahun ini, makanya ia bawa banyak jeruk untuk para pelajar.
Direktur Choi mengaku ia ingin kembali ke masa itu karena mungkin saja ia bisa mendapatkan jeruk. Jeongjo geli.

Menteri Kiri Lee dan Menteri Ha mendekat, keduanya menghormat dan Direktur Choi juga memberi salam. Jeongjo menyinggung masalah ujian dan ia berkata Menteri Lee bisa mengharapkan hasil yang bagus. (maksudnya Sun Joon pasti berhasil)
Direktur Choi berkata tentu saja Lee Sun Joon akan mendapatkan hasil terbaik, kalau tidak, matahari bisa terbit dari barat.

Menteri Ha memotong dan berkata bukankah Lee Sun Joon belajar di gunung? semua terdiam, lalu Direktur Choi berkata apa Tuan tidak tahu? Lee Sun Joon sudah kembali masuk ke kampus hari ini.
Ayah Sun Joon menjelaskan kalau ia mengirim Sun Joon kembali ke kampus. Menteri Ha kaget.

Menteri Lee berkata kalau anaknya keras kepala, tapi ia merasa SKK adalah tempat yang lebih baik untuk melanjutkan pelajaran anaknya.

Jeongjo mengerti dan ia menyadari ada sesuatu di balik penjelasan Menteri Lee, tapi Baginda tidak mengatakan apa-apa.

Yoon Hee juga membaca tentang ujian itu dan ia masuk ke perpustakaan, melihat seorang siswa yang menghalangi rak, permisi, kata Yoon Hee.
Siswa itu menoleh, apa ini buku yang kau cari? Itu Sun Joon!

Yoon Hee kaget, kau kembali? ke SKK?
Sun Joon : Kalau kau ingin menyiapkan diri untuk ujian itu tidak perlu. Kau benar, Kim Yoon…(Sun Joon tidak melanjutkan karena sebenarnya ia ingin memanggil nama asli Yoon Hee)

Tapi, aku adalah orang yang membuatmu masuk ke SKK, aku akan bertanggung jawab. Sebelum yang lain tahu, aku akan membantumu meninggalkan SKK diam-diam. Aku yang akan melakukannya, jadi tidak akan ada kesalahan.

Yoon Hee : Apa maksudmu, kau kembali ke SKK untuk mengusirku?
Sun Joon : Lalu apa kau melihatku sebagai orang tolol yang akan membiarkan wanita yang ia sukai tetap di SKK, sekolah penuh pria? Aku?
Yoon Hee menghadang Sun Joon, dengan otoritas apa?

Yoon Hee tidak mau keluar dan ia mengajak Sun Joon taruhan, bagaimana kalau ujian Hwang Gam Je? Aku akan jadi yang pertama. Sun Joon mengingatkan, semua siswa akan ikut ujian. Apa kau tahu, ujian itu menuntut ingatan kuat dan juga ada satu lagi.
Yoon Hee : Apa?
Sun Joon : Kau harus mengalahkan aku.
Yoon Hee ketawa karena Sun Joon sombong sekali. Jadi, kalau aku menang, kau janji tidak membahas lagi masalah ini?
Sun Joon : Setuju.

Sun Joon keluar dari perpustakaan dan bertemu rekan2nya yang lain. Mereka heran melihat Sun Joon, kau kembali? Tapi Sun Joon tidak menghiraukan mereka dan jalan terus.

Woo Tak : Kong Hu cu berkata “Yu boong ja won bang lae, bool yuk nak ho” jika teman datang, kau akan merasa gembira. Aku tidak gembira. Aku tidak gembira!! hahaha Woo tak ini mengingatkanku dengan karakter Ha rim-Coffee Prince 🙂
Woo Tak mengeluh, kalau ada dia, dia pasti akan menempati posisi pertama dalam ujian.

Gu Yong Ha sedang menggoda Jae shin, ia memelintir rambut Jae shin dan Jae shin memukul perutnya ^_^, Sun Joon mendekati mereka dan memberi hormat.
Yong Ha : Kau sudah datang. Daemul benar-benar obat manjur, ya?

Jae Shin membuang muka. Ada kesunyian aneh antara Jae shin dan Sun Joon.

Jae shin : Hei Noron! aku sudah bilang jangan membingungkan orang. Jangan datang dan pergi semaumu, itu membingungkanku.
Lalu Jae shin pergi.

Yong Ha menerjemahkan, Itu pertama dalam 10 tahun, orang itu…itu adalah ucapan selamat datang yang hebat.
Sun Joon tersenyum.

Attention : Bedfight….prittttt….!!!!

Malamnya, di kamar asrama harmoni tiga partai 🙂 Sun Joon dan Jae shin siap akan tidur, keduanya mengambil bantal masing2.

Sun Joon sadar kali ini, dia harus bertindak lebih cepat.
Sun Joon : Sahyung, aku akan tidur duluan.

Jae shin melihat ke arah Sun Joon dengan bingung.

Sun Joon langsung meletakkan bantalnya di tengah dan membaringkan diri.

Jae shin tidak percaya ini, Hei Noron! Itu tempatku! katanya dengan menggeram hehehehe
Sun Joon : Tempatmu, tempatku. Tidak ada hal seperti itu. Kau yang bilang dimana kau berbaring, itu berarti adalah tempatmu.

Jae shin kesal dan menendang bantal Sun Joon : Kembali ke tempatmu!
Sun Joon justru semakin kuat bertahan di posisinya, ia meringkuk dan memegang erat bantalnya.

Jae shin mengambil bantalnya dan melemparkan ke bawah (kena kepala Sun joon hahaha, katanya bantal Korea lumayan keras). Jae shin tidak peduli dan langsung tidur.

Keduanya saling beradu punggung dan main dorong2an, atau lebih tepatnya, mendorong pantat Sun joon dengan pantatnya hahaha keduanya saling perang.

Sampai Jae shin merasa capai dan duduk.

Jae shin : Kau..ada apa denganmu malam ini?
Sun Joon duduk juga : itu juga yang ingin kutanyakan. Mengapa kau seperti ini Sahyung?
Keduanya saling melotot dan kelihatan ada perang dalam diam hihi..lalu Yoon Hee masuk setelah selesai cuci muka.

Yoon Hee : Kalian sedang apa?

Jae shin tidak menjawab pertanyaan Yoon Hee dan menepuk bagian di sampingnya, kau juga harus tidur.

Sun Joon protes, tidak! tempat Kim Yoon shik disini, dia menepuk kasur di sebelahnya dengan keras. Jae shin terlihat tertegun, ini tidak biasanya dan Jae shin melotot ke arah Sun Joon.

Sun Joon menghindari tatapan Jae shin dan berkata Kim Yoon Shik punya kebiasaan tidur yang buruk, jadi lebih baik dekat tembok.

Jae shin : Cukup! tidur saja seperti dulu kita biasa tidur! hehehe Jae shin menggertakkan gigi lagi.
Sun Joon : Tidak! sahyung.
Yoon hee memotong keduanya, Tunggu! tempat tidurku, aku yang akan memutuskan.

Keduanya melihat dengan penuh pengharapan pada Yoon Hee. Sun Joon memberikan isyarat mata, beberapa kali, disini..disini saja .
Yoon Hee tetap diam, tidak bisa memutuskan. Sun Joon jadi tidak yakin, apa Yoon Hee menyukainya atau tidak sebenarnya. Saat Yoon Hee masih berpikir…

Gu Yong Ha tanpa diundang..tanpa diduga, langsung masuk ke kamar mereka dengan gemetaran dan panik.
Yong Ha : Suara itu..apa kalian dengar suara itu? Tidak?

Tanpa menunggu jawaban, Yong Ha langsung menyeruak ditengah-tengah Sun joon dan Jae shin, memeluk bantal indahnya dan berkata itu gumiho (siluman rubah wanita ekor 9). Gumiho! Yong Ha ketakutan. Aku berencana tidur di sini malam ini, ya?
Jae shin sebal : hei!
Sun Joon : Sahyung!

Yong Ha cuek dan semakin bergelung dengan memeluk erat bantalnya.
Yoon Hee tersenyum lega, ia punya solusinya, kalau begitu aku tidur di kamar Yeorim sahyung malam ini.

Yoon Hee tidur dengan pulas di kamar Yong Ha yang nyaman dan cozy hehehe bahasa apa itu…

Sementara Sun Joon dan Jae shin tersiksa dengan Yong Ha yang ternyata tidurnya juga tidak karuan, dengan kaki diangkat ke arah Jae shin hahahaha

sweet dream….

Pagi hari yang cerah di SKK. Direktur Choi jalan membawa sekeranjang jeruk diikuti pelayan cilik, Bok Dong bersama teman2nya.
Direktur Choi sengaja memamerkan jeruk itu agar para siswa semangat. Di ruang dosen, para Profesor bersiap untuk menyelenggarakan ujian dan Prof Jung komentar, kita para profesor sungguh kalah dengan jeruk untuk memotivasi siswa giat belajar.

Sun Joon dan Yoon Hee juga belajar bersama di perpustakaan, tapi Sun Joon selalu “terganggu” dengan Yoon Hee, dengan bibir Yoon Hee ketika anak itu menghafal, kaget setengah mati ketika kakinya tidak sengaja menyentuh kaki Yoon Hee 🙂

Sun Joon duduk bergesar dan meletakkan buku-buku di sampingnya, semakin lama semakin tinggi dan akhirnya membuat tembok buku agar Sun Joon tidak perlu melihat wajah Yoon Hee, mengganggu konsentrasi ^_^

Yoon Hee memberanikan diri tanya apa Sun Joon setelah mengikuti ujian sipil/dae gwa maka akan segera menikah? Sun joon berkata aku tidak ingin membohongi diriku lagi, hari itu aku tidak jadi bertunangan.
Yoon Hee senang dan ia tersenyum sendiri.

Hyo eun meminta Yong Ha menemuinya dan ia ingin nasihat, bagaimana caranya agar bisa mendapatkan tuan mudanya kembali.
Hyo Eun : Aku akan melakukan apa saja
Yong Ha menasihati : Jangan menemui pria asing sembarangan, jangan membaca buku roman murahan, jangan menekan yang lebih lemah darimu.
Hyo eun mengangguk-angguk.

Yong Ha akhirnya menyadarkan Hyo eun, kalau ini kisah cinta dalam novel, peranmu dalam cerita bukanlah sang putri yang dicintai pangeran.

Hyo Eun tersinggung, bagaimana kau bisa memperlakukan aku seperti itu? dan berdiri.

Yong Ha : Karena harus ada yang bicara jujur kepada tuan putri.

Cho Sun dan beberapa Gisaeng jalan2 di pasar dan melihat perhiasan dll, Cho sun merasa ada yang mengikutinya, ternyata Jae shin.

Jae shin terus menguntit Cho Sun, tapi di sebuah gang ia kehilangan Gisaeng itu.

Tiba2 sebuah panah melesat, ada pesan dari Hong Byuk Seo. Jae shin mengambil kertas itu dan lari mengejar tapi dihentikan oleh pengawal Uigyeombu.

Kapten memberi hormat : Kami akan mengawal anda, Tuan Muda.
Jae shin dibawa menghadap ayahnya.

Menteri Keamanan Min akan menuang arak, Jae shin mengambil botolnya dan menuangkan arak untuk ayahnya. Sweet 🙂
Menteri Min minta anaknya untuk berhati-hati, apa kau pikir ayahmu ini tidak tahu kalau Hong Byuk seo adalah kau?

Menteri Min berkata kalau Menteri Kiri dan Menteri Perang ingin sekali menangkapmu dan Hong Byuk seo palsu itu juga adalah siasat mereka. Kapan kau akan berhenti?

Jae shin : Jika ayah mengatakan kalau putraku dibunuh karena melindungi Geum Deung Ji sa, bukan oleh penjahat melainkan oleh Noron, saat itu aku akan berhenti.
Menteri Min kesal, Jae shin!

Jae shin berdiri dan masuk kamarnya. Merebahkan diri dan mengeluarkan kertas merah itu.

Jae Shin : Jembatan Gwantong, jadi kau ingin aku ke situ?

Di kamar asrama, Yoon Hee dan Sun Joon harus menghabiskan malam berdua saja. Sun Joon membuat benteng menggunakan selimut Jae shin, jangan melewati batas.
Yoon Hee berkata aku tidak akan melewatinya, kau memohonpun aku tidak akan mau, jangan cemas. hehehe
Sun Joon : Kau tidak tahu bagaimana kacaunya tidurmu. Mengapa Gul-oh Sahyung harus tinggal diluar malam seperti ini?

Yoon Hee : Benar, kamar ini terasa kosong tanpa Gul-oh sahyung. Sun Joon tidak suka, itulah persisnya mengapa kau tidak bisa tinggal di SKK.

Yoon Hee berkata akan mengalahkan Sun Joon besok. Sun Joon : Tidur, ayo tidur saja. Keduanya berbaring dan merasa kikuk.

Sun Joon tanya, sebenarnya apa yang ingin kau katakan ketika di tepi sungai? Tapi Yoon Hee tidak mau menjawabnya dan pura-pura tidur.
Sun joon menoleh dan melihat Yoon Hee menutup matanya, ia juga membaringkan diri dengan sebal, tidur!

Ujian Hwang Gam Je mulai. Jalgeum Kuartet mengikuti ujian, tapi dari hasilnya, terlihat kalau Yoon Hee dan Sun Joon yang mendapat banyak jeruk dan masuk ke ujian final.

Sun Joon dan Yoon Hee mendengar soal ujian dari Prof Jung, ini soal yang diberikan Baginda, tolong jelaskan apa sikap yang benar yang harus dimiliki oleh pejabat negara dalam urusan dengan rakyatnya. Keduanya harus mengingat kalimat dari Ta Xue/Pengajaran Besar – Buku Aturan (LiQi) dan harus merangkai dari karakter2 Cina yang ada di depannya.

Yoon Hee agak lupa, Sun Joon mengingat sebagian tapi ia terlihat ragu. Direktur Choi berkomentar, Baginda sungguh luar biasa, soal yang diberikan juga tidak biasa. Prof Yoo dan Jung setuju.
Ketiga rekan Yoon Hee mengintip dari samping.

Akhirnya Yoon Hee dan Sun Joon memilih karakter dan meletakkan jawaban mereka.
Jung Yak Yong : Buka jawaban kalian!

Sun Joon menjawab : Xin Min (orang baru), kebajikan orang selalu harus diperbaharui secara terus menerus. Pejabat pemerintah harus mendidik rakyatnya dan memperbaharui kehidupan mereka.

Yoon Hee menjawab : Qin Min (dekat dengan rakyat/orang), orang bijak akan menyukai apa yang disukai rakyatnya dan membenci apa yang dibenci rakyatnya. Jadi pejabat pemerintah harus dekat hubungannya dengan rakyatnya.

Direktur Choi berkata jawabannya mirip, tapi punya arti yang berbeda, tapi keduanya bagus.
Prof Jung bersinar matanya, dia berkata siswa yang jawaban-nya seperti berikut, adalah pemenang hwang gam je tahun ini.

Yong Ha dan Jae shin menunggu hasilnya. Bok Dong kecil lari-lari dan berbisik di telinga Yong Ha

Yong Ha senyum dan berkata ini jawaban mereka :

Xin Min dan Qin Min. Lee Sun Joon dengan Xin Min, Kim Yoon Shik dengan Qin Min.

Jae shin tersenyum, pemenangnya sudah ditentukan, katakan pada Sun Joon dan Yoon Shik kalau mereka sudah bekerja keras. Jae Shin sudah tahu siapa pemenangnya. Jae Shin akan pergi, ketika In Soo dkk mendekati mereka.

In soo : Apa ini? kukira Jalgeum kuartet akan menyapu bersih Hwang Gam je, tapi sepertinya kau sengaja membiarkan Lee Sun Joon dan Kim Yoon Shik menang ya?
Jadi benar, Jae shin itu siswa SKK paling pintar, Ha In Soo saja mengakuinya, dan Gu Yong Ha lapor pada Jae shin jawaban keduanya. Memang langka pria seperti Jae shin + Yong Ha hehehe (Yong Ha kelihatan pintar -khusus ttg ajaran filosofi/hafalan- di ep 20 ^_^)

Jae shin : Lalu bagaimana denganmu?
In soo : Daripada ikut ujian yang kekanak-kanakan, aku punya ujian yang sesungguhnya. In soo beberapa kali melihat gelang Jae shin.

Kembali ke ruang ujian, ternyata jawaban-nya Xin Min! Lee Sun Joon menang. Direktur Choi dengan bangga memberikan sekeranjang jeruk pada Sun Joon.

Yoon Hee lemas. Yoon Hee langsung ke perpustakaan dan melihat lagi, ternyata memang benar, Shin Min! Yoon Hee mengeluh.
Sun joon muncul, kau masih punya waktu melihat jawaban-nya? kau sudah harus angkat kaki dari sini. Yoon Hee memohon diberi satu kesempatan lagi, membuat Sun Joon jengah.

Sun Joon : aku masih tidak bisa menerima wanita di SKK. aku tidak pernah bisa tahan dengan orang yang dengan mudah melanggar hukum. Tapi, apa boleh buat, pejabat yang ingin berteman dengan rakyatnya daripada memerintah mereka, aku tertarik menemuinya. Jadi aku harus tetap membiarkan orang itu tinggal di SKK.

Lebih lagi, kalau aku membiarkan wanita yang suka melanggar hukum ini ada di luar sana, tidak tahu kekacauan apa lagi yang akan ditimbulkannya?

Yoon Hee : Apa itu dengan kata lain kau mengijinkanku tinggal? Ah aku lega, tadi aku gugup sekali.

Yoon Hee jalan mencari buku lagi dan Sun joon mengikutinya, ada sesuatu yang ingin aku dengar. Hari itu, di sungai, apa yang akan kau katakan padaku?
Yoon Hee terperanjat dan menghindar, apa?
Sun Joon : Aku yakin kau punya jawaban untukku..

Yoon Hee mencoba menghindar tapi Sun Joon terus mengikutinya. Yoon Hee menyerah, apa aku harus mengatakan-nya?
Sun Joon : Jika kau tidak mengatakan-nya bagaimana aku tahu?
Yoon Hee : Kau benar2 tidak tahu?
Sun Joon : Aku kira aku akan mati frustra…

Yoon Hee berjinjit mencium Sun Joon! whoa…itu cukup membuat si genius diam 🙂

Yoon Hee kaget sendiri dengan tindakan-nya dan ia lari keluar karena malu.

Diluar, Yoon Hee masih mengatur emosinya ketika tiba2 ada bayangan yang langsung menculiknya.

Sun Joon masih di perpustakaan, bengong. Lalu jalan keluar. Dari belakang ada orang yang mengikutinya dan menculiknya.

Sementara Jae shin muncul di atas atap dan siap menembak panah merah dan dikepung. Kali ini Jae shin bisa lolos, ia melewati tembok dan sembunyi di baliknya, tentara melewatinya. Ada bayangan orang, membuatnya terperanjat, ternyata Yong Ha!

Yong Ha : Kaget? makanya kau tidak boleh melakukan hal buruk. Jembatan Gwantong sampai jalan Woonjoong dijaga ketat, kau tinggal di rumahku saja.

Jae shin meraba tangannya, gelangku!

Gelang Jae Shin ditemukan oleh In Soo, yang ingat kalau itu milik Jae shin (disyut 2 kali pasti ada maksudnya ya…)

In Soo ngamuk, si brengsek yang meremehkan keluargaku dan menghina aku, tangkap dia!!

Jae shin tetap ingin pergi, Yong Ha mencegahnya. Bahaya. Jae shin berkeras, itu satu-satunya kenangan dari kakak-ku.

Jae shin melompati tembok dan lari. Ia terhenti tiba-tiba karena ada seseorang di depannya, Jae Shin diculik!

Yong Ha masih berdiri menunggu Jae shin, ia merasa ada yang mendekat dan ketika menoleh, ada bayangan orang. Yong Ha diculik.

Jae shin + Yong Ha dibuka ikatannya, mereka kaget melihat Sun Joon + Yoon Hee yang juga dibuka penutup matanya.

Ke-4nya saling memandang dengan bingung.

Seseorang datang, Baginda!
Ke-4nya berdiri menghormat.


Jeongjo : Mereka memperlakukan ke-4 temanku dengan kasar.
Jung Yak Yong muncul. Yong Ha dll : Profesor!

Jeongjo : Kalian akan menjalankan perintah rahasia dariku! Kalian akan mengikuti perintahku..Untuk memulai Joseon baru!

Jalgeum Kuartet terperanjat.

sumber: kadorama-recaps.blogspot.com

Sung Kyun Kwan Scandal – Episode 15

Setelah Ha in soo mengatakan pidatonya mengenai homoseksualitas yang terlarang bla bla bla dan tanya apa yang dilakukan Jae shin + Yoon Shik malam2 di Hyang gwan chung tapi tidak mendapat jawaban lalu memanggil Lee Sun Joon terhormat sebagai saksi kunci, maka terjadilah peristiwa itu, yang menggemparkan Sungkyunkwan :

Lee Sun Joon : Yang homoseksual adalah…saya.
Ha In Soo : Apa katamu?
Lee Sun Joon : Yang homoseksual adalah saya!

Direktur Choi bagai kebakaran jengot saat mendapat laporan, apa Lee Sun Joon adalah gay? Apa dia baru saja mengaku dengan mulutnya sendiri kalau ia gay?

Direktur Choi langsung pergi sambil ngomel kalau ia sudah tahu Lee Sun Joon pasti akan membuat insiden cepat atau lambat dan tidak tahu apa yang akan dikatakan Menteri Lee dsb dsb

Prof Yoo heran ada homoseksual di SKK? dan banyak?
Prof Jung hanya duduk dan menikmati tehnya sambil ketawa geli. Ia berkata : Lee Sun Joon adalah pria yang menarik. Semakin aku mengenalnya, semakin lucu dan menyenangkan anak itu.

Prof Jung mengajak Pro Yoo untuk melihat jalannya sidang.

Kembali ke Sun Joon : Malam itu di Hyang gwan chung, aku juga ada bersama Kim Yoon Shik dan Moon Jae Shin. Jadi, jika Moon JAe shin dan Kim Yoon shik adalah homoseksual, maka aku juga homoseksual sama seperti mereka.
Para siswa kaget dan mulai kasak kusuk. Gu Yong Ha mengangguk, ya masuk akal…

In Soo : Apa kau sadar apa yang kau akui sekarang? Dengan mulutmu sendiri, kau mengakui kalau kau adalah homoseksual. Kau tidak bisa membela diri jika namamu dihapus.

Sun Joon : Jika itu hukumnya, maka tidak ada yang bisa aku lakukan.
In soo : Ini pengakuan palsumu untuk melindungi Kim Yoon shik dan Moon Jae Shin, iya kan?
Sun Joon : Ada saksi lain malam itu yang bisa membenarkan kalau aku ada di Hyang Gwan Chung, yaitu Ahn Do Hyun, Kim Woo Tak, dan Bae Hae Won.
In Soo : Apa itu benar?

Sun Joon melanjutkan mengapa aku tidak dimasukkan dalam rumor ini bersama Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik, ini berarti rumor itu tidak benar.
Siswa SKK yang hadir mulai mempertanyakan sebenarnya ini benar atau tidak sih..

Sun joon : Apa penuduh benar2 melihat dengan mata kalian sendiri perilaku tidak pantas Moon Jae shin dan Kim YoonShik.

Salah seorang pelajar berkata ia tidak melihatnya tapi ia mendengar dari rekannya dan ia menunjuk temannya itu. Lalu orang yang ditunjuk kaget dan tidak mau tanggung jawab dan menunjuk yang lain lagi, mereka yang bilang kalau Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik itu gay.

Sekarang jelas terlihat kalau semua ini ngaco.
Gu Yong Ha senang dengan perkembangan-nya.

Lee Sun Joon lalu tanya pada Ahn Do Hyun dkk, apa kalian benar2 melihatnya? Dan mereka serempak menggelengkan kepala. In Soo kesal sekali.

Sun Joon tanya apa saling memperhatikan antara pria itu adalah hal yang buruk?

Ketua siswa Soron, Myung sik ingin membela diri tapi Sun Joon memotongnya dan mengutip : Dalam Neo Konfusianisme, prinsip tertinggi adalah memperhatikan sesama dengan tanpa batas. Tidak mementingkan diri, kebenaran, kesopanan, kebijaksanaan, dan kepercayaan. Itu semua adalh prinsip yang harus dijunjung tinggi oleh setiap pelajar Kong Hu Cu, tapi bukannya melihat fakta-fakta, kalian melihat apa yang ingin kalian lihat dan percaya pada apa yang ingin kalian percayai, dengan demikian kalian tidak memiliki kebijaksanaan.

Tanpa menyadari kalau kecurigaan kalian yang tanpa dasar sudah membuat yang lain dalam masalah dan juga adalah dosa besar, kalian hanya tertawa dan menikmati semuanya, maka kalian tidak memiliki kebenaran dan kesopanan.

Dan tidak mempercayai rekan kalian, maka kalian tidak memiliki kepercayaan dan tidak bisa dianggap sebagai pelajar Kong Hu cu sejati. Tidak ada seorang pun disini yang punya hak untuk menuding orang lain. Jika ini cara Konfusius, maka aku lebih memilih jadi homoseksual.

Gu Yong Ha tersenyum dan bergumam : Jadi seperti ini, Sun Joon.

Direktur Choi dan kedua Profesor kembali ke kantor mereka dengan lega. Pelayan tanya apa ini berarti Lee Sun Joon bukan gay. Para profesor yakin Sun Joon bukan gay.

In Soo masih belum selesai dan ia tanya sekali lagi pada Jae Shin dan Yoon Hee, apa yang kalian lakukan malam itu di Hyang Gwan Chung? Berdua saja di malam selarut itu.

Yoon Hee terlihat gugup. In Soo melanjutkan kalau malam itu adalah malam dimana Hong Byuk Seo dilaporkan melompati tembok SKK. Hong Byuk seo terluka dan mungkin mencari tempat untuk merawat lukanya, mungkin saja dia masuk ke Hyang Gwan Chung, lokasi yang paling pas untuk kebutuhannya itu. Hong Byuk Seo mungkin bertemu dengan kalian yang dilaporkan sedang berpelukan.

Sun Joon mengingat kembali saat ia masuk ke Hyang Gwan Chung dan melihat Jae shin dan Yoon Hee yang berdekatan.

In Soo tanya apa Hong Byuk Seo adalah alasan sehingga kalian tidak bisa dengan bebas mengatakan apa yang terjadi malam itu di Hyang Gwan Chung?

Sun Joon ingat ketika ia tanya pada Yoon Hee apa yang sebenarnya terjadi dan Yoon hee tidak bisa menjawab dan mohon untuk mempercayainya saja, demi Jae shin. Sun Joon mulai curiga, apa jangan-jangan Moon Jae shin adalah Hong Byuk seo…?
Para pelajar sebaliknya justru mengira kalau Kim Yoon Shik adalah Hong Byuk Seo!

In Soo menegaskan kalau dirinya sudah memberikan cukup waktu untuk Moon Jae shin dan Kim Yoon shik untuk membersihkan nama mereka. Lalu In Soo dengan otoritas Ketua siswa SKK minta keduanya membuka baju atasan mereka! Buka baju kalian untuk membuktikan kalau kalian tidak bersalah!

Semua tertegun, apalagi Yoon hee! Bahkan Gu Yong Ha yang dari dulu ingin membuka baju Yoon Hee juga terlihat cemas.

Jae shin : Apa kau akan puas kalau hanya aku saja yang membuka bajuku? Bukankah itu yang kau inginkan sejak awal?

Yoon Hee tidak setuju, Gu Yong Ha juga. Lee Sun Joon melihat ke arah In Soo : kau harus menjawab pertanyaan Moon Jae shin!

Sun Joon : Apakah sejak awal, kau menggunakan jaehwe sebagai alasan untuk menangkap Hong Byuk Seo? Kau berarti mengakui kalau kau tidak percaya ada skandal homoseksual. Tidak seorangpun bisa terlibat dalam jaehwe bahkan Baginda sekalipun, itu karena agar sidang ini tidak digunakan untuk kepentingan politik. Tapi kau, sebagai Ketua siswa, sudah melanggar aturan itu.

Jika kau membuka baju Moon Jae shin dan tidak menemukan luka, kau harus bersiap untuk menanggung konsekuensinya.

Siswa lain setuju. Myung Sik ketua siswa Soron tanya langsung pada In soo, apakah kau mengadakan ini tahu benar kalau tuduhan homoseksual itu palsu? Myung sik marah dan minta In Soo mengakuinya.

Sun Joon tanya apa Ha In soo setuju untuk menarik tuduhan, dan siswa lain akan mengampuni kesalahan In Soo.

Gu Yong Ha menambah garam diatas luka dan sengaja berkata mengapa kita harus menghentikannya? Ayo kita selesaikan saja apa yang sudah kita mulai dan membuka baju Moon Jae Shin!

Tentu saja ini membuat siswa lain yang hadir dalam sidang tidak setuju dan menuntut agar sidang dihentikan saja.
Sun Joon melihat ke arah In soo dan berkata ia akan mengerti ini adalah cara In soo membubarkan sidang.

Gu Yong Ha berdiri dan berkata masih ada yang harus diputuskan, Apakah Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik bersalah atau tidak?

Semua siswa termasuk Byung Choon dan Go Bong, mau tidak mau memilih : Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik tidak bersalah!
Jae Shin + Yoon Hee lega.

Sun Joon segera meninggalkan sidang dan ngomel sendiri, kau menyedihkan! Sebenarnya apa yang kau pikirkan, salah mengerti situasi seperti itu? Sun Joon bergegas pergi.

Yoon Hee keluar dari ruangan sidang dan mencari Sun Joon. Tidak mempedulikan Ahn Do Hyun dkk yang menunggunya untuk minta maaf.

Sementara itu, Moon Jae shin melihat ke arah Yoon Hee, ia seperti ingin bicara dengan Yoon Hee tapi hanya melihat Yoon Hee dari jauh dan sadar kalau Yoon Shik mencari Sun Joon. Apalagi ketika rekan2nya tanya apa Yoon Shik akan mengabaikan mereka dan Yoon Hee hanya menjawab, apa kalian melihat Lee Sun Joon?
Ahn dkk : dia ada tadi. Kau belum bertemu dengannya?

Jae shin melihat ketika Yoon hee kecewa dan Jae shin tersenyum getir, jelas baginya, Kim Yoon Shik hanya tertarik pada Lee Sun Joon. Hanya Lee Sun Joon. Pasti ini menyakitkan bagimu, ya Moon Jae shin? Tapi Moon Jae shin..kau pasti bisa mengatasinya! tenang, ada Cheong Byuk seo menantimu.. hehehe

Ha In Soo duduk sendirian di ruang sidang yang sudah gelap. (mengingatkanku pada Jang Hee bin)

Lee Sun Joon sudah ganti baju dan akan meninggalkan SKK. Yong Ha mendekatinya.
Gu Yong Ha : benar2 kejadian menarik mendengar pria mulia seperti Lee Sun Joon berkata kalau ia seorang homoseksual.
Sun Joon : Aku hanya…

Yong Ha : Ah ya, kau hanya menegakkan apa yang benar kan. Jika kau sungguh menegakkan kebenaran, kau tidak seharusnya berbohong. Berkata kalau kau bersama dengan Kim Yoon Shik dan Moon Jae shin saat di Hyang Gwan Chung adalah bohong..kebohongan yang sama sekali tidak seperti dirimu.

Sun Joon : Apa kau tahu kejadian malam itu juga?

Yong Ha tidak menjawab dan terus menggoda Sun Joon, Sun Joon jalan dan Yong Ha mengikutinya, Apa yang akan terjadi? aku dengar kau akan tunangan besok, dan dengan adik perempuan Ha In Soo. Apa ini karena kau perlu seseorang yang sepadan dengan keluargamu?

Atau kau hanya perlu seseorang…sepertinya kau melarikan diri dari sesuatu. Tapi, apa kau bahagia, Ga rang? lihat sini, lihat sini. Kau tidak bisa bohong sekarang. Bagaimana kau bisa terus bohong? Demi siapa kau melakukan ini semua? hahaha dasar Gu Yong Ha…

Direktur Choi kalang kabut lagi, kali ini karena Lee Sun Joon tiba2 keluar dari SKK. Dia mengeluh panjang pendek, dan Prof Yoo berkata kalau Lee Sun Joon itu bukan pelajar bodoh tapi pelajar yang bisa berpikir cermat sebelum memutuskan apa yang akan ia lakukan.

Jung Yak Yong juga heran mengapa tiba2 Lee Sun Joon keluar dari SKK. Seorang pelayan berkata kalau ia dengar Lee Sun Joon berencana belajar di suatu tempat sunyi di pegunungan. Ini membuat semua terkejut.

Yoon Hee menghabiskan waktu di perpustakaan. Tapi sebenarnya ia menunggu Lee Sun Joon yang tidak kunjung muncul. Sampai perpustakaan akan tutup. Yoon Hee tanya petugas apa dia melihat Lee Sun Joon. Petugas itu heran dan tanya, apa kau belum mendengar-nya?

Gu Yong Ha dan Jae Shin duduk di kamarnya dan Yong Ha berkata hanya ada satu hal yang menyenangkan setelah sidang selesai, maksudnya minum2. Yong Ha mulai menikmati araknya. Jae Shin juga mengambil minuman-nya. Yong Ha merampasnya.
Jae Shin : Hei, apa yang kau lakukan?
Yong Ha : Lukamu..belum sembuh benar. (so sweet Yong Ha hehehe)

Tiba-tiba Yoon Hee masuk ke dalam, kelihatan linglung, apa kalian tahu? Aku baru saja mendengar kalau Lee Sun Joon meninggalkan SKK.
Yong Ha : Bukankah dia sudah meminta ijin pergi untuk upacara pertunangan? Apa yang ia lakukan? Ia pasti tidak tersinggung karena kata-kataku kan?

Yoon Hee : Pertunangan itu..besok pagi kan? jika ia pergi tanpa pamitan pada senior, apa itu namanya orang yang menjunjung sopan santun dan moral. Dia benar2 tidak berguna.

Semua tahu Yoon Hee pura2 ngomel tapi sebenarnya panik. Yoon Hee keluar. Yong Ha mengamati Yoon Hee dan bergumam Lee Sun Joon, apa sebenarnya yang kau pikirkan?

Malam itu berarti tinggal Jae shin dan Yoon Hee yang ada di asrama ^_^ but…no! it’s not Jae shin’s style 🙂 Moon Jae shin tidak akan berani sekamar dengan Yoon Hee berdua saja, ia pasti memilih tidur di luar.

Benar saja, malam itu Jae shin berhenti di depan pintu kamar mereka dan memilih duduk di beranda depan kamar sementara di dalam, Yoon Hee duduk terpuruk di dalam kamar dan menangis terisak.

Jae Shin diluar menjaganya, sepertinya Jae shin mendengar kalau Yoon Hee menangis. Sementara ada tangisan yang tidak terdengar..tangisan dari dalam hati Moon Jae shin.

Sementara itu, Lee Sun Joon jalan dan ingat percakapan-nya dengan Yong Ha, terutama ketika Yong Ha tanya, apa kau bahagia Ga Rang? kau bahkan tidak bisa bohong sekarang.

Soon Dol menggoda majikannya apa Tuan tidak bisa tidur karena akan tunangan besok? saya pasti tidak bisa tidur kalau akan menikah, dan Soon Dol ketawa geli sendiri, lalu ia menguasai diri lagi ketika Tuan mudanya tidak ketawa. Soon Dol bilang kalau Tuan Besar mencarinya.

Sun Joon menghadap ayahnya. Menteri Lee mengulas urut-urutan acara pertunangan tapi Sun joon tampak tidak tertarik. Ia berhenti. Apa kau mendengarnya?

Sun joon berusaha memperhatikan. Menteri Lee melanjutkan dan berkata kalau ia sudah berdiskusi dengan Menteri Ha untuk segera melanjutkan pertunangan ke jenjang pernikahan.
Menteri Lee : Begitu kau menikah dengan keluarga Byung Pan, maka dia akan menjadi kekuatan besar untukmu di masa depan, dan bisa memiliki keluarga yang kuat.

Sun Joon : Apa ayah bahagia? Hidup dengan cara seperti ini?
Menteri Lee ketawa dan berkata pertanyaanmu tidak perlu kujawab.

Sun Joon : Apa kau bahagia?

Menteri Lee : Aku tidak percaya kau bertanya pertanyaan seperti itu, yang lebih pantas keluar dari mulut orang rendahan, diucapkan olehmu? Aku tidak pernah membuang waktu untuk memikirkan hal tidak berguna seperti itu.

Paginya, para siswa bergegas masuk kelas. Yoon Hee jalan dan berhenti di pohon dan ingat ketika Sun Joon melatihnya kekuatan lengan. Di dalam kelas, Yoon Hee mendengar teman2nya membicarakan Lee Sun Joon yang pergi dari SKK tanpa berpamitan dengan mereka, dia sungguh kasar.

Satu pelajar berkata ada rumor yang ia dengar, kalau Sun Joon setelah menikah berencana untuk belajar di desa terpencil diatas gunung. Yang lain berkata kalau mereka tidak akan bertemu Lee Sun Joon lagi. Mereka melihat Yoon Hee dan tanya, apa Lee Sun joon tidak mengatakan apapun padamu juga?

Yoon Hee kesal dan ia keluar kelas. Diluar ia ditahan Jae shin yang heran melihat Yoon Hee menangis, apa yang terjadi? Tapi Yoon Hee tidak bisa menjawab dan langsung jalan pergi.

Di kediaman Menteri Ha, Hyo Eun sedang merias diri untuk upacara pertunangan-nya.
Hyo eun berkata pada Beo deul : cepat, tuan muda akan segera datang.

Beo deul berkata kalau Tuan muda Lee akan berpikir kalau nona sungguh cantik. Hyo eun : benarkah dia akan berpikir begitu? Aku akan menjadi istri yang sempurna untuk Lee Sun Joon!

Ternyata Yoon Hee juga ada di sekitar kediaman Menteri Ha, ia melihat Sun Joon dari balik pohon. Sun Joon jalan diiringi Soon Dol yang membawa banyak hadiah pertunangan dari keluarganya untuk Keluarga Menteri Ha.

Sun Joon berhenti di depan pintu dan menoleh melihat ke arah Yoon Hee. Yoon Hee langsung menyembunyikan diri. Lalu Yoon Hee mengintip lagi dan kelihatan oleh Sun Joon lagi hahaha…

Yoon Hee untuk kesekian kalinya sembunyi dan mengintip Lee Sun Joon lagi, tapi kali ini Sun Joon sudah berdiri di depannya. Ha!

Sun Joon : Aku benar, aku pikir aku berhalusinasi lagi.

Yoon Hee : Ah kebetulan sekali! haha…apa yang membawamu kesini? Aku sedang dalam perjalanan ke toko buku karena dia mengirim pesan untuk menemuiku pagi ini.

Sun Joon tahu Yoon Hee bohong. Yoon Hee mengaku : Aku tahukebohongan seperti ini pasti tidak akan luput dari pengamatanmu. Aku tidak punya kesempatan untuk berterima kasih padamu atas apa yang terjadi saat sidang. Yah..aku pikir kita harus mengucapkan selamat tinggal satu sama lain. Mungkin ini adalah saat terakhir kita…kalau aku tidak akan melihatmu lagi…aku ingin menemuimu satu kali lagi.

Itulah mengapa aku menunggumu. Sebagai teman-mu, sebagai teman sekamarmu, atau bahkan hanya salah satu dari banyak orang yang kau jumpai di jalan…apapun pikiranmu tentang aku, aku hanya ingin melihatmu Lee Sun Joon, untuk terakhir kalinya. Sekarang, setelah aku melihatmu, segalanya akan baik-baik saja.

Sun Joon menahan perasaan-nya: Hari ini, sebaiknya kau tidak datang.
Yoon Hee : Apa aku melakukan kesalahan lagi?
Sun Joon : Pergi. Sebaiknya kita tidak perlu bertemu lagi.

Itu menyakitkan hati Yoon Hee, membuatnya menangis lagi dan Sun Joon perlahan jalan pergi meninggalkan Yoon Hee masuk ke kediaman Hyo Eun. Padahal Sun Joon tidak kalah sakit hatinya.

Yoon Hee jalan pergi sambil menghapus air matanya.

Sun Joon berhenti sejenak sebelum membuka pintu Hyo eun.

Di dalam ruang tengah, Hyo eun sudah menunggu Sun joon dengan dandanan paling cantiknya.

Hyo eun langsung lari memeluk Sun Joon dan berkata aku sudah menunggu tuan muda sepanjang hidupku dan aku akan menjadi istri yang sempurna untuk tuan muda.

Sun Joon tertegun dan ia seperti blank, tidak merasakan apapun pada Hyo eun dan Sun Joon tiba-tiba menurunkan tangan Hyo Eun : Aku takut, aku tidak akan bisa menepati janjiku padamu. Lalu cepat-cepat pergi, bertemu dengan Menteri Ha saat akan keluar, tapi tetap pergi keluar.

Sun Joon mencari belahan jiwanya..Kim Yoon Shik, ia lari dan mencarinya sepanjang jalan di tengah pasar. Dan ah! itu dia..Kim Yoon Shik! Sun Joon langsung meraih pundak Yoon hee, membalikkannya dan meletakkan kedua tangannya di pundak Yoon Hee.

Sun Joon : Aku…menyukaimu, Kim Yoon Shik. Di masa lalu, jika tidak ada jalan, aku tidak pergi…jika sesuatu tidak benar, aku tidak melakukannya..Aku pikir dunia hanya berputar di sekitar hukum dan keadilan…tapi, aku mulai menyukaimu, seorang pria.

Ini adalah alasan mengapa aku tidak bisa berteman atau menjadi teman sekamarmu. Karena jika ada di dekatmu, aku tidak punya keberanian untuk menipu diriku sendiri dan terus melanjutkan hidup seperti ini bersama denganmu. Jangan cemas, Kim Yoon Shik, aku tidak akan melakukan apapun yang melukaimu.

Karena perasaanku, aku tidak akan mengijinkanmu dimusuhi oleh masyarakat. Ini kali terakhir aku akan muncul di depanmu. Sekarang hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu.

Lee Sun Joon menangis dan ia jalan pergi, meninggalkan Yoon Hee yang tertegun dan juga menangis….

Sementara itu di kediaman Menteri Ha terjadi kegemparan.

Ha Hyo eun pura-pura jatuh sakit dan cemas kalau ia sudah mengacaukan pertunangan karena ia sakit. Ayahnya tidak menyadari kalau Lee Sun Joon sudah memutuskan pertunangan dan berkata kalau ayah berlutut dan minta maaf pada Menteri Kiri Lee, ayah yakin kalau pertunangan ini akan berlanjut. Kau istirahat saja.

Tapi Ha In Soo masuk ke kamar adiknya dan ayahnya mengatakan untuk membiarkan adiknya istirahat. In Soo tanya apa yang terjadi. Menteri Ha menjelaskan kalau Hyo eun pingsan dan Sun Joon lari mencari tabib.

Menteri Ha berkata karena ini salah putrinya, ia malu muncul di depan ayah Lee Sun joon. Tapi In soo berkata jika Lee Sun Joon pergi mencari tabib, maka aneh sekali kalau sampai sekarang tidak ada tabib muncul dan bahkan Sun Joon tidak kembali untuk menjenguk Hyo Eun.

In Soo berkata mungkin Lee Sun Joon tidak menghargai pertunangan ini atau terjadi sesuatu yang hanya diketahui oleh kedua orang itu.

Hyo Eun bangun dan duduk. Beo deul minta nona-nya untuk berbaring saja, jika nona tidak hati-hati, akan ketahuan kalau nona pura2.

Hyo eun berkata ia tidak percaya Lee Sun joon memutuskan pertunangan. Ia mengingat lagi percakapannya dengan Sun joon.

Sun Joon : janji ini..sepertinya aku tidak bisa memenuhinya. Apa kau bersedia memutuskan pertunangan ini dari pihakmu?
Hyo eun kaget : Apa saya sudah melakukan kesalahan? Apapun itu, akan saya perbaiki.

Sun Joon : Kesalahan ada padaku. Dan juga orang yang tidak berhak atas pertunangan ini adalah aku. Tidak seperti pria normal, aku tidak bisa memberikan hatiku pada seorang wanita.

Hyo eun berdiri dan frustrasi, Lee Sun joon terlalu kejam! bagaimana ia bisa begitu membenciku? dia mencoba memutuskan pertunangan dengan alasan yang mengada-ada. Aku tidak bisa memutuskan pertunangan seperti ini. Dia tidak akan bisa memutuskan pertunangan ini begitu saja.

Sun Joon pulang dan Menteri Lee tanya apa penyakit Hyo Eun serius? Sun joon tertegun, penyakit? Menteri Lee berkata daripada menunda pertunangan, lebih baik mempercepat pernikahan.

Sun Joon : Apa Hyo eun tidak mengatakan apa-apa? kalau kami sudah memutuskan untuk membatalkan pertunangan?

Menteri Lee marah : Membatalkan pertunangan?! Semua ini berawal dari tindakanmu yang tidak dipikirkan. Kau harus bertanggung jawab!

Sun Joon minta maaf tapi memutuskan pertunangan adalah cara terbaik untuk bertanggung jawab atas situasi ini. Sun Joon tetap tidak akan meneruskan pertunangan.

Sun Joon kembali ke kamarnya dan melihat Soon Dol mengemasi barang2nya. Soon Dol minta tuan muda-nya istirahat besok mereka akan jalan jauh. Soon dol berkata kalau Nyonya mencari anda, tuan. Sun Joon mengambil jubahnya yang ditulisi oleh Yoon Hee waktu ujian saat itu.

Soon Dol menghadap Menteri Lee, apa Tuan bertanya mengenai tuan Kim Yoon Shik?
Menteri Lee : Apa Sun joon dan Kim Yoon Shik bertemu sebelum Sun Joon masuk ke kediaman Hyo Eun?
Soon Dol membenarkan dan menambahkan kalau mereka teman sekamar.
Menteri Lee : Teman sekamar?

Soon Dol : Pelajar Kim Yoon Shik adalah orang yang diusahakan untuk masuk ke SKK oleh Tuan muda, sudah takdir..
Menteri Lee menegaskan, jadi maksudmu, Sun Joon memaksa Kim Yoon Shik mengikuti ujian?
Soon Dol membenarkan dan menceritakan semuanya.

Menteri Lee : Katamu nama teman sekamar Sun Joon adalah Kim Yoon Shik?
Lalu ada flashback, saat Menteri Lee tanya Direktur Choi mengenai latar belakang Kim Yoon Shik. Direktur Choi berkata kalau dia adalah putra mendiang Prof Kim Seung Heun.
Menteri Lee : Takdir apa ini…

Yoon Hee kembali ke kampus, masuk ke perpustakaan dan duduk di sebuah kursi, setengah linglung dan ingat apa yang dikatakan Sun Joon padanya kalau ia menyukai Yoon shik dan karena keadaan masyarakat, ia tidak akan muncul lagi di depan Yoon Hee.

Yoon Hee meletakkan tangan di dadanya : Aku pasti dihukum…untuk kesalahan karena hidup dengan sesukaku tanpa menghargai aturan masyarakat. Yoon Hee menghela nafas.
Tiba-tiba Jae shin muncul sampingnya : serius sekali? daripada pusing, apa kita pergi saja dari tempat ini..

Yoon Hee : Sahyung! apa aku boleh tanya sesuatu?
Jae shin pindah duduk di depan Yoon Hee, meletakkan lengannya di punggung kursi.

Yoon Hee : Buku2 ini semua, kau bilang kau sudah membacanya kan?
Jae shin senyum. Yoon Hee melanjutkan, maka dalam situasi seperti ini, apa jawabannya? Aku berbohong dengan seseorang, dan karena kebohonganku, orang itu sekarang memikul beban berat..sangat berat sampai ia harus melepaskan impian-nya yang sudah ia impikan sejak lama.

Jae Shin : terus ?
Yoon Hee : Aku ingin mengatakan yang sebenarnya padanya, agar ia bisa melepaskan beban beratnya, tapi aku takut itu sudah terlambat, kalau ia tidak akan bisa memaafkan. Aku takut. Apa yang seharusnya kulakukan?

Jae shin : Apa yang harus dikhawatirkan? pergi dan katakan padanya yang sebenarnya. Katakan, aku sudah membuat kesalahan dan aku minta maaf. Sama seperti kau mengatakan-nya padaku, lakukan yang sama padanya.

Yoon Hee : Kebohongan yang aku katakan itu, sangat besar dan dia mungkin tidak akan bisa memaafkan aku dengan mudah, jika aku mengatakan yang sebenarnya, dia mungkin akan membalikkan punggungnya dariku selamanya. Aku takut.
Jae shin : Orang ini…apakah dia orang yang kau sukai?

Yoon Hee : itu…
Jae shin : Siapa dia? Cho sun?

Yoon Hee tersenyum lemas dan Jae shin jalan pergi, Jae Shin tahu benar siapa orangnya, ia menoleh sekali lagi dan melihat Yoon Hee memegang dadanya.

Direktur choi memeriksa peta dan berkata kalau ia sudah memutuskan lokasi perjalanan wisata : pegunungan walchusa, tempat dimana Lee Sun Joon berada.

Gu Yong Ha tidak setuju, tidak menyenangkan pergi ke pegunungan. Tapi Direktur Choi tetap ingin pergi ke walchusa. Ini adalah cara Direktur Choi membujuk Lee Sun Joon kembali ke SKK. Jika Lee Sun joon melihat rekan2nya, ia mungkin tergoda untuk kembali ke kampus.

Gu Yong Ha setuju, baiklah walchusa, dan ia juga ingin ketemu Lee Sun joon.

Pegunungan walchusa, di kamar Lee Sun Joon.
Sun Joon hanya duduk dan bengong, tangannya membuka lembar demi lembar buku tanpa dibaca. Soon Dol mencemaskan tuan mudanya.

Kalau malam, Sun Joon tetap duduk, diam saja dalam kegelapan.

Paginya, Soon Dol main catur dengan tuan muda yang kosong pikiran-nya.

Lalu saat makan, Soon Dol melihat kalau tuan mudanya hanya mengaduk-aduk nasinya dalam sup. Ok, cukup..selamatkan tuan muda.

Jeongjo juga main catur dengan Menteri Lee, ada Menteri Ha juga dan berkata ia dengar Lee Sun Joon meninggalkan SKK. Jeongjo mengingatkan kalau Sun Joon masuk ke SKK adalah di bawah perintah Raja jadi sebaiknya Menteri Lee memanggil Sun Joon untuk kembali ke SKK.

Menteri Lee mengaku kalau putranya sangat keras belajar dan ia tidak tahu bagaimana meyakinkan putranya untuk kembali ke SKK.

Menteri Ha menambahkan kalau Lee Sun Joon hanya mencoba untuk belajar untuk menyiapkan diri mengikuti jejak ayahnya melayani negara ini.

Jeongjo : Aku juga berencana untuk menjadi anak yang berbakti pada ayahku dan memindahkan ibukota ke tempat yang direncanakan ayahku. Skak! Jeongjo benar2 mengalahkan Menteri Lee dalam catur kali ini, hehehe..(keturunan Sukjong, Dong Yi, Jeongjo, dan Sado, ya pasti pinter hehe..)

Menteri Ha marah2 dan mengeluh tentang rencana Baginda. Memindahkan ibukota ke Hwa seong berarti membuang partai Noron!

Menteri Lee berkata dengan lebih tenang kalau ini mungkin saja jika Baginda menemukan Geum Deung Ji Sa.
Menteri Ha : Geum Deung Ji Sa sudah dibakar 10 tahun lalu bersama Kim seung Heun dan Moon Young Shin! Sudah lenyap selamanya! Tuan tahu itu!

Menteri Lee : Kita perlu orang kita sebagai mata-mata, orang yang dipercaya oleh Baginda.

Jeongjo berkata dia akan menunggu sampai Lee Sun Joon kembali, belum terlambat untuk menunggu.

Perdana Menteri Seo tidak setuju, Cheon Na anda tahu setiap detik sangat berharga, kita harus segera menemukan Geum Deung Ji Sa secepatnya. Lee Sun Joon adalah putra ketua partai Noron.

Jeongjo : itulah mengapa aku memerlukan Lee Sun Joon, yang ingin kupulihkan bukan hanya buku itu melainkan masa depan negeri ini. Aku harus berhasil menarik putra Noron ke sisiku, kalau tidak pertempuran ini tidak akan berakhir.

Pelajar SKK menikmati perjalanan wisata ke Walchusa.

Direktur Choi minta Gu Yong Ha membawa kembali Lee Sun Joon ke SKK.
Gu Yong Ha : Apa saya bisa?
Direktur Choi memuji Yong Ha, dibanding orang lain, tentu saja Yong Ha yang paling bisa. Yong Ha melihat Jae Shin dan Yoon Hee dan ia berkata akan pergi dulu. Direktur Choi teriak, aku serahkan semuanya di tanganmu!

Yong Ha merangkul Jae shin dan Yoon Hee : Daemul! kau masih sedih? bukannya senang karena main justru kau terlihat seperti sapi dibawa ke pembantaian.

Yong Ha ke Jae Shin : Oh Gul-oh, hati-hati dengan kepalamu. Dan berkata pada Yoon Hee, gembiralah! bahkan Moon Jae Shin yang tidak pernah ikut perjalanan wisata sekolah, bersedia ikut untuk menghiburmu! (Jae shin mendorong muka Yong Ha untuk menutup mulutnya.)
Jae Shin : Apa kau mau berkata omong kosong pagi-pagi?
Yong Ha : Aku sudah menyiapkan sesuatu, tidak apa-apa. Ayo kita main!

Para siswa mulai main di sungai, mandi2 makan2. Mereka mengajak Yoon Hee main air, tapi Yoon Hee menolaknya dan berkata ia tidak bisa berenang. Teman2nya berkata tidak masalah, kami akan mengajarimu berenang. Yoon Hee bertahan dan berkata tidak apa-apa, aku disini saja. Teman2nya menyerah dan Yoon Hee lega, ia mengambil buku dan pura2 membaca 🙂

Byung Choon dan Go Bong menyadari ini dan mereka merasa kalau Yoon Shik adalah si Hong Byuk Seo. Dia pasti punya bekas luka sehingga takut membuka bajunya. Mereka bertekad menangkap Yoon Shik untuk menyenangkan Ha In Soo. Byung Choon yang mendorongnya ke air dan Go Bong yang membuka bajunya. Setuju!

Jae Shin memanggang kentang dan memberikan-nya pada Yoon Hee.
Jae Shin bahkan meniup-niup kentang agar tidak panas.

Yoon Hee : Sahyung! kau pasti akan jadi suami yang baik.
Jae shin sedikit malu haha.

Yoon Hee membagi kentang itu dan mulai makan, lalu mengotori pipinya (kapan tokoh cewek drama Korea ngga makan berantakan ya hahaha).

Jae shin mengulurkan tangan untuk membersihkan pipi Yoon Hee, membuat Yoon Hee kaget dan Jae Shin malu lagi, lalu berkata mana Gu Yong Ha ya..Jae shin pergi mencari Yong Ha.

Yong Ha ada di tempat yang paling nyaman di sekitar gunung. Entah bagaimana atau memang instingnya atau memang karena ia adalah si Gu Yong Ha. Yong Ha duduk di suatu rumah ditemani para gisaeng cantik, minum arak, dan menikmati makanan kecil. Lalu ia mengulurkan tangan untuk memberikan uang pada…Soon Dol!

Yong Ha : Yang harus kau lakukan adalah membawa Lee Sun Joon ke sungai, aku janji akan menyembuhkan sangsabyung (sakit cinta) Lee Sun Joon.

Soon Dol menemui Tuan mudanya dan berkata kalau Ibu Sun Joon datang.

Rekan Yoon Hee masih menggodanya, bagaimana bisa kau membaca di tempat seperti ini? Kau harus masuk ke air. Yoon Hee dengan cepat melarikan diri dan sembunyi di balik batu.

Byung Choon berkata ia berencana mendorong Yoon Shik ke air dan Go Bong berkata akan membuka baju Yoon Shik, mereka lalu mengikuti Yoon Hee. Membuat Ahn Do Hyun dkk heran, mau apa kedua orang itu mengikuti Kim Yoon Shik? Tapi ketiganya tidak menggubris dan sepakat cari arak.

Jae shin kembali dan melihat buku Yoon Hee, lalu tanya apa ada yang melihat Kim Yoon Shik? Mereka berkata melihat Yoon shik bersama Byung Choon dan Go Bong. Jae shin merasa cemas.

Soon Dol membawa tuan mudanya ke sungai kecil, lalu ia memeluk pinggang majikannya dan mengaku kalau ia sudah bohong. Soon Dol bersedia dihukum masuk neraka asalkan bisa menyembuhkan penyakit majikannya.

Sun Joon heran. Soon Dol mengaku kalau di sekitar sini pelajar SKK sedang berwisata, dan salah satu dari mereka berkata untuk membawa Tuan ke sini jika saya ingin menyembuhkan Tuan.
Sun Joon kesal : kau sudah melakukan hal yang bodoh dan tidak berguna! Lalu berbalik dan akan pergi.

Soon Dol teriak : itu pelajar Kim Yoon Shik!
Sun Joon terperanjat tapi memutuskan untuk kembali. Ia tidak melihat Byung choon dan Go Bong.

Yoon Hee duduk di atas batu besar. Jae shin kalang kabut mencari Yoon hee.

Sun Joon berhenti dan berkata pada Soon Dol untuk pulang duluan.

Byung Choon dan Go Bong mendekat dan ingin mendorong Yoon Hee ke air.

Tapi Moon Jae shin datang tepat pada waktunya, ia menarik kedua cecunguk itu dan menyeret mereka pergi.

Yoon Hee merasa ada yang aneh dan bergegas berdiri tapi ia menjatuhkan sepatunya ke air.

Sun Joon melihat ada sepatu terapung, itu sepatu Kim Yoon Shik dan mulai diserang rasa panik, apa yang terjadi dengannya? Sun Joon takut Yoon Shik jatuh ke air, Kim Yoon Shik!! Sun Joon berteriak memanggil Yoon Hee.

Sun Joon terus mencari Yoon Hee lalu akhirnya ia berhadapan dengan Kim Yoon Shik, yang terpana melihatnya dengan mata besarnya.

Sun Joon tanpa berpikir lagi langsung lari dan memeluk erat Yoon Hee. Dan pemandangan-nya…wow..wonderful 🙂

Sun Joon : Tidak akan berhasil Kim Yoon Shik (mirip kata2 Jae shin ya). Bagaimanapun aku mencobanya, aku terus saja mencarimu. Sekarang giliranmu, larilah dariku.

Sun joon berpaling dan akan pergi. Yoon Hee menghentikannya, tunggu! tunggu! kau harus mendengar jawabanku! Yoon Hee berusaha mengejar Sun Joon tapi justru terpeleset diantara batu2 dan jatuh ke dalam air.

Sun Joon kaget setengah mati, langsung terjun dan mengeluarkan Yoon Hee dari air.

Yoon Hee pingsan. Sun Joon ketakutan dan teriak : Kim Yoon Shik! Kim Yoon Shik! Lalu Sun Joon berpikir untuk melonggarkan baju Yoon Hee agar bisa bernafas.

Sun Joon membuka baju Yoon Hee dan tertegun dengan apa yang dilihatnya! whoa!

Sun Joon syok!
sumber: kadorama-recaps.blogspot.com

Sung Kyun Kwan Scandal – Episode 14

Jarang ya lihat mereka seperti ini..hehehe

Jae Shin : Bagus…aku masih hidup…

Yoon Hee syok.

In Soo dan anak buahnya bertekad mencari Hong Byuk Seo. Dia terluka dan sembunyi di SKK.

Byung Choon : Jika Hong byuk Seo sudah terluka, ia pasti tidak jauh.

Sun joon juga mencari Yoon Hee. Dia mencari kesana-sini dan tiba2 melihat Yoon Hee. Tapi Sun Joon tidak memanggilnya karena heran dengan gerak gerik Yoon Hee.
Yoon Hee tampak menghapus jejak di tanah dengan sapu. Sun Joon heran dan ia mengikuti Yoon Hee.

Yoon Hee masuk ke Hyang Gwan Chung. Jae Shin duduk bersandar dan luka parah. Dengan gemetar Yoon Hee mencoba membuka baju Jae shin tapi ditahan oleh Jae shin.
Jae shin : tidak apa-apa..pergilah…

Yoon Hee ketakutan, tapi pura2 ngomel: benar2 hebat! Hong Byuk Seo orang menyedihkan itu, aku tidak menyangka kalau itu senior!

Yoon Hee langsung saja membuka baju Jae Shin, membuat Jae shin kesakitan.

Jae shin nyengir, ia mencemaskan Yoon Hee dan ingin Yoon Hee pergi, tapi ada Yoon Hee disini membuatnya tenang.
Jae shin : Teriakanmu hanya kamuflase, apa itu reaksimu melihat luka?
Jae shin menggenggam tangan Yoon hee dan menghibur, tidak apa-apa…

Yoon Hee tidak tahan dan ia menahan air matanya, tapi jatuh juga. Yoon Hee merobek bajunya dan membalut luka Jae shin.
Jae Shin mengulurkan tangan untuk menghapus air mata Yoon Hee, tapi rasa sakit menyerangnya dan ia meraih baju Yoon Hee.

Jae shin menahan sakit, Yoon Hee memeganginya. Saat itulah Sun Joon perlahan-lahan masuk ke Hyang Gwan Chung.

Sun Joon menoleh dan kaget melihat Yoon Hee dan Jae shin yang berdekatan, posisinya tidak menguntungkan sehingga menimbulkan salah paham.

Sun Joon langsung pergi keluar, ia syok, cemburu, dan terluka.

Sun Joon justru bertemu Ahn do Hyun, Woo Tak, dan Hae Won yang ingin masuk ke Hyang gwan chung untuk mencari petunjuk dari arwah si gadis yang bunuh diri agar nilai mereka naik.
Sun joon pergi dan trio itu langsung masuk.

In Soo dkk juga menuju ke Hyang Gwan Chung.

Yoon Hee mencoba mencari abu atau apa saja untuk menghentikan pendarahan Jae shin ketika ia dikejutkan dengan seseorang yang masuk dengan mata tertutup. Yoon Hee kaget sampai menjatuhkan guci.
Ternyata Gu Yong Ha muncul dari balik orang itu, jangan cemas..aku membawa tabib.

In Soo dkk bertemu dengan tabib itu. In soo langsung menahannya.
Anak buah In Soo memeriksa Hyang Gwan Chung tapi tidak menemukan siapapun. Tapi, Go Bong menemukan kipas milik Gu Yong Ha.

Anak buah In soo berkata apa Gu Yong Ha sengaja pura2 sebagai playboy untuk menutupi kalau ia Hong Byuk Seo
In Soo ingat kata2 tabib, kalau ia tidak melihat pasien-nya, hanya orang itu terluka di perut bagian kiri.

In soo dan Kang Moo masuk ke kamar Gu Yong Ha. Yong Ha sedang duduk santai baca buku merahnya. Tapi terasa ada ketegangan di udara
Yong Ha : Apa yang kau lakukan disini di jam seperti ini, dan tidak tidur?

In soo dengan dingin berkata :Aku ingin mengatakan sesuatu padamu…ini cerita menyenangkan yang mungkin kau akan menyukainya.
Yong Ha : benarkah? aku ingin tahu.
In soo : Hong Byuk seo ditikam oleh pengawal kerajaan dan datang untuk sembunyi di SKK
Yong Ha : oh begitu

Yong Ha melirik ke bawah pembatas ruangan-nya dan melihat baju Gul-oh tersembul, ia berdiri dan menghalangi In soo.
In soo : Aku bertemu tabib yang pergi terburu-buru, ia bilang ia merawat orang dengan luka tikam di Hyang Gwan Chung.

In soo mengulurkan kipas milik Yong Ha, dan kipasmu ditemukan di dalam Hyang Gwan Chung. Yong Ha sedikit terkesiap. Tapi tetap tenang.
In soo : Mengapa kau pergi ke hyang gwan chung, yeorim?

Yong Ha membungkuk : aigoo, aigoo..

Yong Ha membukakan bajunya, lihat disini..dan tidak ada luka. In soo agak jengah, hentikan!

Yong Ha tertawa, apa kau pikir, aku Gu Yong Ha si yeorim adalah Hong Byuk seo? Aku akan mengakuinya..paling tidak hari ini, kau sungguh menghibur. Apa kau bisa terus melanjutkan-nya di masa depan?

In soo diam saja. Yong Ha melanjutkan : Aku memberikan ini (kipasnya) pada pelayan untuk digunakan menyalakan api. Pasti begitu caranya sampai bisa ada di Hyang Gwan Chung. Mengapa kau tidak mengakhiri petak umpet-mu dan istirahat?

Pikiranmu yang hebat tidak akan bekerja dengan baik karena kau sangat serakah untuk mempertahankan posisimu kembali sebagai Ketua siswa.

In soo : Aku akan memberimu sedikit nasihat, mengingat kisah lama kiya, aku akan dengan senang hati melepaskan ini, Gu Yong Ha. Tapi, kau tidak seharusnya menghinaku lagi, Gu Yong Ha.

Kau tahu aku tidak akan pernah memberikan kesempatan kedua pada siapapun, Gu Yong Ha.

In soo keluar. Yong Ha diam saja.

In Soo dkk yakin, kalau Hong Byuk seo pasti salah satu penghuni kamar tiga partai, tapi ketika dicek, kamar mereka kosong dan gelap, baik Sun Joon, Yoon Shik, apalagi Jae shin tidak ada. Kemana sebenarnya mereka?

Byung Choon menyarankan kembali ke Hyang Gwan Chung. Tapi In soo tidak setuju, ia yakin Yong Ha menyembunyikan Hong Byuk seo di balik pembatas ruangannya.

In soo dkk akan kembali ke kamar Yong Ha ketika bertemu dengan Profesor Yoo yang sedang patroli bersama anak buahnya.

Prof Yoo menegur mereka karena masih diluar selarut ini, tapi mereka beralasan mencari Hong Byuk Seo yang katanya sembunyi di SKK. Prof Yoo berkata SKK kekurangan penjaga,

Jung Yak Yong datang. Jadi, dimana persembunyian Hong Byuk Seo?

In Soo dan Kang Mo masuk lagi ke kamar Yong Ha, jadi kau masih mencurigaiku? Lalu kedua penjaga SKK juga ikut masuk. Mereka langsung membuka pembatas kamar Yong Ha dan menemukan tumpukan buku2 merah. Ha!

Yong Ha : Hong Byuk seo dan aku sama sekali tidak ada hubungannya, berapa kali aku harus mengatakannya?

Jung Yak Yong memanggil In soo dkk.
Prof Jung : kecuali ada perintah dari Baginda, tidak seorangpun boleh menggeledah kamar pelajar di SKK. Meskipun jika orang itu adalah guru SKK. Itu karena Sungkyunkwan adalah tempat aman dimana orang belajar mengenai Konfusianisme. Dan yang ingin mempelajari tradisi Joseon.

In soo : Saya punya hak karena saya ketua siswa SKK
Prof Jung : Ketua siswa, yang sayangnya sedang kosong sekarang. Karena kesalahanmu sendiri. Ingat pelajar Ha In Soo, mulai sekarang sampai kemudian, kau tidak dapat memanfaatkan posisimu sebagai ketua siswa, jika kau melanggar, aku berencana menggantimu selamanya.

Yong Ha melihat keluar, sudah lumayan aman sekarang, dan ia langsung menyingkirkan buku2 merahnya, lalu membuka lemari rahasia,

dan voila..Daemul dan Gul-oh ada di dalamnya!

Mereka membaringkan Jae shin di tempat tidur Yong Ha, Yoon hee mengucapkan terima kasih.
Yong Ha berkata sebaliknya, aku yang seharusnya berterima kasih padamu, Daemul.

Yoon hee tersenyum, tapi bagaimana kau bisa tahu? kalau Gul-oh sahyung adalah Hong Byuk seo? dan juga apa yang terjadi hari ini?

Jae shin : Si brengsek itu adalah Gu Yong Ha. Si brengsek itu…sudah mengikutiku dan menjadi bayanganku selama 10 tahun.
Yong Ha mengacungkan tinjunya, katakan satu kata lagi dan aku akan memukuli lukamu sampai lukamu terbuka kembali.

Yong Ha lalu mengambil tangan Jae Shin, bagaimanapun aku menghargainya, karena usahamu untuk kembali dengan selamat dan mengusapkan tangan Jae shin di pipinya, ah enak sekali.

Jae shin menarik tangannya, dasar kau! apa itu ..?

Yong Ha bicara serius : Daemul, tidak ada orang yang boleh tahu kejadian malam ini, karena orang ini adalah penjahat yang penangkapannya ditentukan oleh perintah Baginda dan bahkan ada hadiahnya. Lee Sun Joon juga tidak terkecuali. Demi keselamatan-nya.

Yoon Hee mengangguk, Aku mengerti.

Sun Joon justru minum2 karena sakit hati, cemburu, dan stress.

In Soo juga. Tapi Kang Moo menahannya. Ketua, akan ada kesempatan berikutnya.
In soo : Mengapa? apa kau takut aku akan kehilangan posisiku sebagai Ketua?

Di suatu tempat tersembunyi, Cho Sun juga merawat lukanya dari Jae shin. Menteri Ha menyarankan agar Cho sun istirahat dulu dan tidak bekerja di Moran gak.
Cho Sun : Tuan, tolong tepati janji anda. Saya ingin hidup dengan layak sebagai manusia.

Menteri Kiri Lee menahan marah, ia mengetuk2 tangannya ke meja, lalu tiba2 menghantam meja. Membuat kaget Menteri Ha.
Menteri Ha : Tuan, anda lihat, kami hampir saja mendapatka Hong Byuk Seo, lalu tiba2 ada 2 pendekar pedang muncul.

Menteri Lee : Maksudmu, mereka adalah orang suruhan Baginda?

Menteri Ha : Bagaimana anda tahu?
Menteri Lee : Baginda ingin melindungi Hong Byuk seo
Menteri Ha : Tapi apa alasannya ?
Menteri Lee : Baginda ingin mencari Geum Deung Ji Sa, yang ditulis oleh mendiang Raja (Jeongjo) karena berduka atas kematian Putera Mahkota Sado. Jika Geum deung ji sa ditemukan, kita, Noron yang akan disalahkan.

Menteri Ha : Tuan, Geum Deung Ji Sa sudah lama hilang, bagaimana anda tahu?
Menteri Lee : Hong Byuk Seo yang terus saja bicara mengenai Geum Deung Ji sa adalah siswa SKK, ia (Baginda) mengirim Jung Yak Yong ke SKK, dan sering diam2 mengunjungi SKK, apa kau perlu penjelasan lagi?

Jung Yak Yong menghadap Jeongjo dan menggelar cetak biru (Hwaseong Fortress, dirancang oleh Jung Yak Yong) dihadapan Baginda.
Jeongjo : aku perkirakan untuk membangun Hwaseong fortress akan memakan waktu 10 tahun. Tapi ini akan mengurangi waktunya menjadi tiga tahun?

Jung Yak Yong : Benar, Yang Mulia.
Jeongjo : Aku takut aku bisa membuatmu sakit.

Jeongjo meramu rokoknya dan Jung Yak Yong menyadari kalau ada bahan tertentu di dalam rokok Jeongjo.
Jung Yak Yong : Yang Mulia apa ini opium poppy (opium, untuk penahan sakit)? Sejak kapan?

Jeongjo tertegun dan ia tersenyum tipis sambil terus melinting rokoknya.
Jung Yak Yong cemas, sejak kapan kesehatan Yang Mulia terganggu. Apa kondisi anda semakin memburuk sampai ke titik dimana anda tidak tahan lagi dengan sakitnya dan harus mengkonsumsi penahan sakit?

Jeongjo : aku akan ketahuan cepat atau lambat, bukankah aku sudah bilang, aku tidak punya banyak waktu, apa aku harus menunggu lama untuk anak2 itu, Prof Jung ?

Jung Yak Yong menghela nafas, jika suatu hari anda menemukan kesalahan mereka, saya harap anda hanya menyalahkan saya, Cheon Na.
Jeongjo berjanji, mereka tidak akan disalahkan apapun yang terjadi, aku janji.

Jung Yak Yong : Cheon Na, berikan pada mereka perintah Kerajaan untuk menemukan Geum Deung Ji sa.

Paginya…
Jae shin terbangun dan melihat Yoon Hee tidur di sebelah kepalanya. Sedang Gu Yong Ha tidur di dekat kakinya.

Yoon Hee terbangun, Jae shin pura2 tidur lagi dan Yoon Hee mengecek dahi Jae shin sebelum ia keluar kamar.
Jae shin membuka mata dan senyum tipis…hehe senang ya…

Yoon Hee kembali kekamar mereka. Sedikit ragu untuk masuk. Di dalam Sun Joon sadar dari mabuknya dan ia langsung merapikan diri. Yoon Hee masuk dan mengambil guci arak Sun Joon, kau bahkan tidak tahan alkohol.
Sun Joon tetap dingin. Yoon Hee berkata aku tahu hubungan kita tidak bisa seperti dulu lagi, tapi bisakah kita berdamai dan tetap sebagai teman sekamar?

Yoon Hee akhirnya keluar dan kaget karena Soon Dol ada di depan pintu. Soon Dol dengan ramah berkata ia punya makanan yang disiapkan untuk pertunangan Tuan Mudanya.
Yoon Hee menanggapi biasa saja dan pamit pergi.

Sun Joon keluar dan Soon Dol berkata, pelajar cantik itu adalah yang ke-23. Berapa banyak teman Tuan muda yang tidak tahan dengan karakter anda, dan pergi satu persatu? Apa kekurangan pelajar cantik itu sehingga Tuan muda bersikap seperti itu?

Sun Joon : Bukan karena dia punya kekurangan, tapi hatiku yang tidak keruan.

Yoon Hee pergi ke perpustakaan, dan ia terkejut dengan sesosok pria yang berdiri di rak di depannya, it’s Jae shin! Baju Jae shin kali ini keren hehehe..kaya bajunya Kwee ceng 🙂

Yoon Hee senang. senior! kau sudah baikan?
Jae shin tidak menjawab dan jalan. Yoon Hee menyusulnya, dan dari arah berlawanan ada dua petugas perpus jalan membawa tumpukan buku. Jae Shin otomatis menarik Yoon Hee ke pelukannya agar tidak tertabrak.

Jae shin meringis kesakitan, Yoon Hee melepaskan diri, ah! kondisimu! Jae shin kaget dan menarik Yoon hee lagi lalu berbisik, apa kau ingin mengumumkan pada semuanya kalau Hong Byuk seo ada di sini? Ayo tangkap dia…?
Yoon Hee tersenyum, maaf. Lalu ia nyengir. Jae shin menarik Yoon Hee pergi.

Dan semua itu disaksikan dengan heran oleh Ahn Do Hyun, Woo Tak, dan Hae won. Mereka heran, mengapa Daemul dan Gul-oh seperti itu? apa mereka ada “hubungan” seperti itu? Ah..apa itu yang semalam dilihat Lee Sun Joon? sampai seperti melihat hantu?

Lalu para siswa yang lain mendekat, Lee Sun Joon melihat apa?

Kemudian gosip menyebar bagai api. Kalau Daemul dan Gul-oh adalah hik! pasangan. Jae shin jalan dan dengar beberapa siswa SKK bergosip, ia menoleh dan mereka kabur.

Yoon Hee masuk kelas dan dengar, Lee Sun Joon berkata dia melihat mereka, Lee Sun Joon melihat mereka bersama, mereka sangat mengerikan.

Kemudian, Direktur Choi masuk ke toilet dan ketika duduk, ia menemukan selebaran di kanan-kiri dinding. Apa ini? homoseksual?

Direktur Choi marah2 dan membawa selebaran2 itu di depan Prof Yoo dan Prof Jung. Apa ini? apa kalian bisa menjelaskan, bagaimana ini bisa terjadi, disaan aku jadi direkturnya?
Jung Yak Yong berkata tapi ini juga tidak jelas, Tuan.

Kemudian gosip meruncing ke masalah partai, dasar si Soron. Nah mulai bawa2 partai. In Soo menengahi, kita harus selesaikan ini dengan aturan SKK.

Para siswa menghadap Direktur Choi dan para profesor dengan membawa petisi. Mereka ingin kekuasaan Ketua siswa dikembalikan dan diadakan sidang siswa SKK (jaehwe), untuk menentukan apakah pelajar Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik bersalah atau tidak.

Direktur dan juga para profesor tersudut dan tidak punya pilihan kecuali menyetujuinya.

Jaehwe diumumkan dan jika pelajar Moon Jae shin dan Kim Yoon shik terbukti bersalah, mereka akan dikeluarkan dari SKK dan tidak akan pernah bisa mengikuti ujian negara dan menjadi pejabat.

In Soo dan rombongan sedang jalan, Jae shin lari dan menghadangnya.
Jae shin : Hentikan ini semua.

In Soo : Jika kau mau mengatakan padaku apa yang kau lakukan di Hyang Gwan Chung malam itu, aku akan dengan senang hati membatalkan sidang ini. Pasti ada yang tidak bisa kau katakan, apa itu Gul-oh?

Jae shin kesal dan ingin memukul In soo. Tapi tangannya ditahan oleh ketua siswa Soron, pelajar Moon Jae shin, datanglah di sidang dan jelaskan semuanya di depan semua orang. Reputasi Soron bergantung pada masalah ini.
Jae shin tidak bisa apa-apa lagi.

Yoon Hee ketemu Sun Joon di perustakaan. Sun Joon mau jalan pergi, tapi Yoon Hee menghadangnya, apa benar kau melihat kami semalam di Hyang Gwan Chung?

Sun joon diam saja. Yoon Hee menegaskan, dia dan Jae shin tidak punya hubungan seperti itu, aku bukan gay! Itu tidak mungkin. Tapi sebenarnya itu menyakiti hati Sun Joon yang mengira kalau dirinya adalah gay!

Sun Joon : Aku mengerti, menyukai sesama pria adalah terlarang, jadi jaga sikapmu agar tidak membuat orang lain salah paham.

In soo masuk dan mendekati keduanya, ia memanggil Lee Sun Joon sebagai saksi di persidangan. Karena kau adalah teman sekamar Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik dan kau melihat mereka, apa ada saksi lain yang lebih cocok?

In soo bertemu Gu Yong Ha. Yong Ha memujinya, karena sidang mempunyai Lee Sun Joon yang terkenal mulia dan jujur sebagai saksi, maka sidang akan memiliki kredibilitas.
In soo : Benar, akan rugi kalau kehilangan kau sebagai teman, kita sudah saling cocok.
Yong Ha : Apa kau percaya kalau Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik adalah pasangan?

In soo ingin tahu mengapa keduanya berpelukan malam itu di Hyang gwan chung, ada dua alasan, mereka sedang merawat luka, atau memang benar sepasang kekasih.
In Soo : Moon Jae shin dan Kim Yoon shik harus dikeluarkan dari SKK, dan Lee Sun Joon harus menikam punggung mereka.

Yong Ha : Lee Sun Joon?

In soo : Lee Sun Joon adalah orang yang agung, ia tidak akan mengotori dirinya dengan hal itu, dan jika itu terjadi Yeorim..maka tidak ada lagi yang tinggal di sisimu.

Tujuan In Soo memecah Jalgeum Kuartet, membuat Jae shin dan Yoon shik dikeluarkan, membuat Sun Joon menghianati mereka dan membuat Yong Ha terisolir.

Jae shin merobek coret2an yang ditempel di dinding, dan ia melihat Sun Joon. Jae Shin tanya apa Sun Joon melihat Yoon Shik, apa kau melihatnya?
Jae Shin : Kemana dia? membuatku cemas seperti ini?

Sun Joon : Apa begini caramu melindunginya? Jika kau peduli dengan seseorang, maka hal seperti ini tidak akan terjadi!

Jae shin : Jangan mencampuri urusan kami!
Sun joon : Kalau begitu lakukan dengan benar! Agar aku tidak perlu mengurusi kalian lagi!

Yoon Hee dipanggil Jung Yak Yong yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apa kau tahu, homoseksual adalah masalah serius diantara para pelajar? Jika kau mengatakan yang sebenarnya, aku mungkin bisa membantumu.

Jung Yak Yong : Kau bisa dikeluarkan dan kau tidak bisa menggunakan nama Kim Yoon Shik untuk mengikuti ujian negara. Kau juga tidak bisa duduk di pemerintahan. Jadi katakan yang sebenarnya.

Yoon Hee sudah janji, jadi ia hanya berkata kalau mereka tidak melakukan hal yang salah semalam.

Yoon Hee balik ke kamarnya dan mendengar Yong Ha dan Jae shin di dalam.
Yong Ha marah : Apa kau akan mengikuti keinginan Ha In Soo?
Jae shin : Jangan berlebihan. Itu bukan hal besar.

Yong Ha mencengkeram baju Jae Shin : mengakui kalau kau adalah Hong Byuk Seo berarti kau akan mati sebagai pembunuh, pembakar, dan pencuri, apakah itu caranya memenuhi wasiat kakakmu? Jika kau mengaku dalam sidang besok, aku akan membunuhmu sendiri dengan tanganku!

Jae shin balik menahan tangan Yong Ha, dengan tinju mungil ini?

Jae shin : Aku sedang berpikir apa yang terbaik untuk dilakukan dalam sidang besok.
Yong Ha : ..maksudmu adalah apa yang terbaik untuk Daemul?

Yoon hee mendengar dari luar dan ia menjadi resah.

Sun Joon menghadap Direktur Choi, yang panik karena mendengar Sun Joon akan menjadi saksi, ia ingin membatalkannya.

Tapi Lee Sun Joon tidak ingin melanggar aturan. Direktur Choi wanti2 berpesan agar Sun Joon tidak terseret dengan keduanya.

Yoon Hee jalan dan beberapa siswa SKK melempari dan mengutukinya,

Sun Joon keluar dari ruangan Direktur dan menghalangi mereka lalu mengajak Yoon Hee pergi. Jae shin melihatnya.

Yoon Hee menjelaskan sekali lagi kalau ia dan Gul-oh sahyung tidak punya hubungan terlarang.
Sun Joon ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya, tapi Yoon Hee tetap tidak bisa menjelaskan. Apa kau tidak bisa percaya saja padaku? demi Gul-oh?

Sun Joon : Apa kau mengerti situasinya sudah semakin gawat? Jika ada yang salah, kau bisa menghabiskan hidupmu dalam penderitaan dan kau masih mencemaskan Moon Jae shin daripada dirimu sendiri.
(Lee Sun Joon pasti sangat menderita hahaha)

Yoon Hee : aku mengerti kau meragukanku, orang selurus Lee Sun Joon tidak akan mengerti. Tapi, aku harap kau percaya padaku kali ini?

Sun Joon : Sejauh apa? sejauh mana kau ingin aku melakukannya? Kim Yoon shik karena kau, berapa banyak lagi yang harus kulakukan? Apa aku harus melakukan ini? Hal menyedihkan dan bodoh yang tidak pernah kulakukan?

Sun Joon pergi dan ia tidak mendengar kata2 Yoon Hee : Lalu aku bisa apa? kaulah satu-satunya orang yang kupikirkan bisa menolongku, hanya kau Lee Sun Joon.

Jae Shin mendatangi teman2nya yang mengejek Yoon Shik dan mulai memeluk erat salah satu dari mereka,

sekarang pergi dan sebarkan gosip kalau Gul-oh dari SKK punya perasaan denganmu! Kalau kalian cari perkara dengan Kim Yoon Shik lagi maka aku tidak tahu satu dari dua lenganmu yang akan kena akibatnya!
Jae shin pergi.

Gu Yong Ha mulai melobi teman2nya, ia menjamu mereka minum-minum dan makan bersama para Gisaeng, Daemul dan Gul-oh tidak memiliki hubungan seperti itu, ayo minum! minum!

Semua mulai minum2, Yong Ha terus saja berkata kalau Daemul dan Gul-oh tidak ada hubungan terlarang,Go Bong dan Byung Choon datang, mereka berkata apa ini? Apa kau ingin menyuap mereka untuk sidang besok? Tapi mereka berkata kami tidak berani melawan ketua siswa.

Byung Choon merangkul Yong Ha :Kim Yoon shik dan Moon Jae Shin akan dikeluarkan dari SKK selamanya..orang2 yang seharusnya kau traktir minum adalah mereka..minum untuk menghibur.

Lee Sun Joon mengisi absen, ia ijin keluar dan petugas berkata kalau anda pasti akan sibuk menyiapkan pertunangan? Yoon Hee lewat dan mendengarnya, hatinya berat dan ia jalan pergi lalu masuk kelas. Jae shin melihat mereka dari atas pohon.

Yoon hee duduk membaca di kelas, Jae Shin muncul dan mengambil bukunya, lalu duduk di depan Yoon Hee.
Jae shin : Aku tidak ingin bicara dengan siapapun jadi jangan cari perkara denganku. Kau punya buku yang bertuliskan : pergi!!
Yoon Hee : Aku membaca karena menyenangkan.

Jae Shin : Jika kau terus berkata bohong maka akan jadi kebiasaan. Ada sesuatu yang lebih baik 20 kali dari buku ini.

Jae shin membawa Yoon Hee bertengger di atas pohonnya. Yoon Hee senang dan menggoda, 20 kali lebih baik? kalau kau terus bohong, itu akan menjadi kebiasaan. Ini ratusan kali lebih baik! Jae shin senyum malu-malu.

Yoon Hee : Mengapa kau melakukan itu? menjadi Hong Byuk seo? itu bahaya dan kau bisa mati, mengapa? untuk apa?

Jae shin : Aku tidak pernah memikirkannya. Karena aku tidak tahan dengan perasaan ini, jika aku tidak melakukannya, aku tidak bisa hidup. Aku melakukannya untuk hidup. Bagaimana denganmu, bukankah kau juga sama?

Ada yang pernah bilang kalau kau diatas sini kau bisa mendengar suara nafas ban-goong (institusi pengajaran atau Sungkyunkwan), ada yang bilang sesuatu seperti itu, kalau pintu Sungkyunkwan seharusnya terbuka untuk rakyat paling miskin di ibukota, banchon. Bukan untuk istana Raja.

Yoon Hee melayangkan pandangannya: Itu benar senior.

Jae shin : Aku pikir karena orang itu, mungkin karena aku ingin orang tahu kalau orang itu pernah hidup di atas bumi ini.

Yoon Hee : Siapa orang itu?
Jae shin : Kakak-ku, Moon Young Shin. Kim yoon shik!
Yoon Hee : Ya?

Jae Shin : Kim.Yoon.Shik..pasti ada caranya tidak menodai nama itu. Aku minta maaf, aku ingin mengatakan ini padamu sebelum hari ini berakhir.
Yoon Hee terharu. Aku juga …


Sun Joon menemui Menteri Ha. Untuk memberikan tanda pengikat pertunangan.
Menteri Ha : Hari ketika aku Ha Wo Kyu menjadi besan Menteri Kiri Lee, adalah hari yang tidak terlupakan.

Menteri Ha : Lee Seobang (menantu Lee), aku tidak ingin besanan dengan sedemikian mudah, kau hebat tapi terlalu idealis, aku mengatakannya karena kau adalah menantuku sekarang. Apa baiknya dengan menantang dunia? Aku akan memberikan nasihat rahasia untuk sukses. sebagai hadiah pernikahan.
Menteri Ha mengundang Sun Joon minum tehnya.

Hyo eun mengantar Sun Joon pulang dan merasa sangat bahagia, dan mengusulkan agar menikah di saat salju pertama turun atau awal musim semi.

(perhatikan Soon Dol yang menggoda Beo deol dibelakang Sun Joon dan Hyo Eun, lucu dan mencuri perhatian.)

Hyo eun menggandeng lengan Sun Joon tapi perlahan Sun Joon melepaskannya. Maafkan aku.

Sun Joon menghadap ayahnya. Menteri Lee berkata itu bukan wajah calon pengantin pria.
Menteri Lee : Kau sudah merasakan sulitnya hubungan perbesanan, berarti kau sudah menjadi pria dewasa. Aku tahu kau tidak menyukai Menteri Ha, yang serakah dan menginginkan banyak hal dengan segala cara. Kau pasti menganggapnya busuk.

Sun Joon : Lalu mengapa?
Menteri Lee : Karena ia akan melakukan apa saja untukmu, itu bagus untuk ayah mertua.

Sun Joon : Ayah, setelah pertunangan, saya ingin keluar dari SKK. Saya merasa banyak kekurangan dan belum siap duduk di pemerintahan.

Menteri Lee : Karena itu keputusanmu, aku tidak akan tanya alasannya. Lakukan saja.

Sun Joon pulang ke kampus dan merenung.

Paginya, sidang dengar pendapat siswa Sungkyunkwan.
Jae Shin dan Yoon hee duduk sebagai terdakwa di tengah, diantara para siswa. Petugas minta semua berdiri.

In Soo, Yong Ha, dan Ketua Soron masuk. Ketiganya duduk di kursi hakim. Yong Ha tampak kurek2 telinga, sebenarnya ia tegang sekali. Sun joon ada di bagian saksi sebelah kanan.

In soo : Hari ini kita akan menentukan skandal homoseksual Kim Yoon shik dan Moon Jae shin. Hubungan seperti ini tidak boleh terjadi.
Kalian akan didiskualifikasi dari ujian negara dan dari posisi di pemerintahan. Dan dikeluarkan dari Sungkyunkwan.
Semua koor setuju. Yoon Hee memegang tangan Jae shin untuk menenangkannya.

In soo : Aku tanya apakah Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik benar terlibat hubungan tidak pantas malam itu?

Yoon Hee : Tidak, itu tidak benar. percayalah pada kami Ketua.
In soo : Kalau begitu, jelaskan apa yang terjadi malam itu pada kami semua, dihadapan sidang.

Yoon Hee terbata-bata : kami..kami hanya..
Jae shin melihat In soo seperti akan merobek-robek In soo.

In soo : Sidang memanggil saksi untuk didengar kesaksiannya.

Sun Joon maju dan duduk di depan.
In soo tanya : Pelajar Lee Sun Joon. Apa kau melihat Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik malam itu di Hyang Gwan Chung ? Mereka jelas gay atau bukan?

Lee Sun Joon : Yang homoseksual adalah…saya
In soo : Apa katamu?
Sun Joon : Yang homoseksual adalah saya!

Semua terperanjat.

sumber: kadorama-recaps.blogspot.com

Sung Kyun Kwan Scandal – Episode 13

Cho Sun : Tapi bukan saya yang ada dalam hati Tuan muda, apa saya boleh menebak siapa yang disukai Tuan Muda?
Cho Sun bangkit dan jalan mengitari meja. Berdiri di samping Sun Joon dan dengan anggun membungkuk lalu mencium pipi Sun Joon!

Yoon Hee syok, Hyo eun murka! Hyo eun langsung teriak pada Cho Sun. Membuat Sun Joon dan Yoon Hee bengong dan melihat heran ke arah Hyo eun.

Hyo eun menguasai dirinya lagi dan kembali menjadi gadis bangsawan anggun dan pura2 pingsan di pelukan Sun Joon.

Cho Sun tersenyum tipis dan berkata : Nona, saya mohon hentikan. Saya tidak tertarik dengan pria bermartabat seperti Tuan Muda (Sun Joon)

Hyo Eun membuka matanya lagi dan perlahan duduk tegak kembali. Cho Sun meminta maaf, ia beralasan melakukan ini karena ia cemburu. Melihat Tuan muda Kim Yoon Shik memandang Nona, saya jadi cemburu dan ingin membalas Tuan Muda Kim.
Cho Sun dengan anggun berpamitan dan berkata pada Sun Joon kalau Sun Joon berkunjung ke Moran-gak, ia akan menyajikan arak untuknya. Lalu Cho sun pergi.

Yoon Hee lari menyusul Cho Sun.
Yoon Hee : Cho sun!
Cho sun berhenti dan membungkuk. Yoon hee balas membungkuk sedikit dan berkata ia minta maaf : maafkan aku cho sun, ini semua salahku.

Cho Sun : Saya tidak bisa mengendalikan perasaan hati seseorang, tidak ada yang perlu disalahkan. Saya tidak menyalahkan tuan muda karena tidak mencintai saya, jangan khawatir. Saya ebih mencemaskan anda, karena merindukan seseorang yang tidak bisa anda miliki, jika seperti itu anda akan terluka dan akan melukai orang-orang di sekitar anda. Tapi anda tidak bisa melupakannya dan anda akan merasa bagaikan di neraka setiap hari. Itulah cinta pertama. (Cho Sun tahu benar Yoon Hee sepertinya menyukai Sun Joon, tapi ia pikir Yoon hee gay haha..)

Yoon Hee tertegun : cinta pertama?

Hyo Eun percaya saja kalau kata2 Cho sun tadi sungguhan dan ia dengan malu2 berkata bagaimanapun ia adalah milik Tuan Muda Lee Sun Joon, bagaimana Tuan Muda Kim yoon shik bisa memiliki perasaan seperti itu?
Hyo Eun mengambil saputangan-nya dan mengelap pipi Sun Joon. Yoon hee sudah datang lagi dan melihatnya, ia berbalik, tapi ia mendatangi Sun Joon lagi.

Yoon Hee : Maafkan aku, sebenarnya..
Sun Joon : Tidak apa-apa, tinggalkan kami.
Yoon Hee pedih hatinya dan ia mengangguk lalu bergegas pergi. Sun Joon langsung menenggak arak, stress.

Yoon Hee bertemu dengan Ahn Do hyun dkk, mereka mengajak Yoon Hee minum sambil ngobrol. Yoon Hee yang sedang kalut minum saja. Bercawan-cawan arak diminum habis oleh Yoon Hee.

Sun joon terus melihat dengan cemas. Hyo Eun masih saja salah paham kalau Yoon hee minum karena patah hati dengan-nya. Tiba2 Yoon Hee hampir jatuh terjengkang karena mabuk, tapi ia berhasil duduk lagi. Rekan2nya dengan cemas teriak, Daemul!! mereka membantu Yoon Hee duduk.

Sun Joon tidak tahan dan ia mengajak Hyo Eun pulang. Yoon Hee minum terus dan Ahn Do Hyuk dkk mengendap-endap meninggalkan-nya pergi, mereka tidak mau menggendong Yoon Hee pulang haha..

Ahn Do Hyun dkk kembali ke asrama dan berkata Yoon Hee sepertinya sudah patah hati karena dia ditolak Cho Sun. Jelas Cho Sun lebih memilih Sun Joon. (semakin kacau saja salah pahamnya.)

Di atas pohon, bertenggerlah Moon Jae shin…yang mendengar percakapan ketiganya dan nyengir geli, Kim Yoon Shik menyukai Cho Sun? yeah..benar2 menarik.

Sementara Yoon Hee terus minum2, ia akan mengambil cawannya ketika sebuah tangan menahan-nya, tangan Jae shin. Hentikan!

Yoon Hee mengacungkan botol araknya dan nyengir, masih ada ini..

Jae shin langsung merampasnya dan meminum isi botol itu sampai habis. Lalu meletakkan botol itu ke meja, kau mau apa?
Yoon Hee teriak, hei! senior..itu minumanku!

Yoon Hee bangun dan mendekati Jae shin, dan langsung jatuh pingsan di pelukan Jae Shin. Jae shin tertegun, tapi ia langsung menggendong Yoon Hee.
Sun joon ternyata kembali dan melihat keduanya dengan pandangan jealous.

Jae shin menggendong Yoon Hee kembali ke asrama mereka. Yoon Hee memukul dada Jae shin : kau brengsek!
Jae Shin heran : Apa?
Yoon Hee : Meskipun orang lain mengutukimu, bagiku kau adalah orang yang pantas disyukuri…aku selalu hanya menerima darimu. Kau bahkan tidak tahu bagaimana perasaanku…bagaimana kau bisa..

Jae shin salah paham : Apa kau benar2 memanggil seniormu yang mulia dengan panggilan brengsek?

Jae shin geli. (Jae shin salah paham, ia pikir Yoon Hee bicara tentang dirinya, tp sebenarnya tentang Sun Joon..)

Sementara itu Byung Choon memohon Agar Go Bong membantunya membereskan Kim Yoon shik, karena selama ada Lee Sun Joon dan Moon Jae Shin di samping Kim Yoon Shik, mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan In Soo pasti akan menendangnya.

Jae shin membaringkan Yoon Hee perlahan di kasurnya, menahan kepala Yoon Hee dengan satu tangan. Tangan lain meraih bantal dan meletakkan di bawah kepala Yoon Hee.

Gerakan itu membuat wajah Jae shin menjadi dekat dengan wajah Yoon Hee. Jae shin meihat ke arah wajah Yoon Hee dan tertegun lalu hik! hik! lalu Jae shin langsung kabur keluar hahaha…

Di luar, Jae shin ingin menenangkan diri dan justru bertemu Sun Joon yang kembali dari tempat makan. Jae shin langsung mendekatinya : Apa yang kau lakukan dan membiarkan dia minum begitu banyak? melebihi yang bisa diterima oleh tubuh kecilnya? Apa kau tidak cemas?

Sun Joon menjawab dingin, mengapa aku harus cemas? Jika kau sangat mencemaskannya, maka kau bisa menjaganya.

Jae shin kaget, sekaligus kesal, ia menarik baju Sun Joon, kau!
Sun joon : Aku tidak ingin mendengar nama Kim Yoon shik dari mulutmu lagi.


Jeongjo membaca petisi dari Menteri Ha yang berisi permintaan untuk membawa Hong Byuk Seo ke pengadilan, karena akhir2 ini Hong byuk seo membunuh dan juga mencuri dari orang2.

Jeongjo : Meniru Hong Gil Dong dan merampok kantor pemerintahan dan kalangan bangsawan, dan mengancam kehidupan rakyat serta mengganggu keamanan negara. Kau bisa menangkapnya.

Hanya, Jeongjo meragukan Hong Byuk seo yang ini, bukankah dulu ia berbicara tentang kebenaran Geum Deung Ji Sa, mengapa sekarang mencuri dan membunuh? Lalu ada laporan kalau Hong Byuk seo akan muncul di Un Jong-ga. Jeongjo heran, tapi menteri Ha berkata Hong Byuk seo sudah mulai sombong. Jeongjo menyindir, kalau sudah tahu seperti itu dan kau gagal menangkapnya, maka pengawal kerajaan akan mendapat malu. Tapi menteri Ha memastikan ia pasti bisa menangkap Hong Byuk seo.

Setelah Menteri Ha menghadap Baginda, ia masuk ke rumah rahasia dimana Hong Byuk seo palsu bersembunyi, si Hong Byuk Seo asli pasti akan tertangkap dan ia janji akan menepati janji yang dibuatnya pada Hong Byuk seo palsu itu.

Paginya, siswa SKK siap2 bertanding hoki. Pintu SKK terbuka untuk umum. semua datang, Menteri Lee dan Ny, Menteri Ha dan Hyo eun, para gisaeng, dll
Menteri Ha dengan yakin berkata pada Menteri Lee kalau salah satu siswa SKK adalah Hong Byuk Seo. Menteri Lee hanya berkata, jangan sampai omong kosongmu ini membuatmu malu.

Jalgeum kuartet terpecah dua, Sun Joon dengan Yong Ha sedangkan Jae Shin dengan Yoon Hee. Byung Choon juga satu tim dengan Yoon Hee dan In soo memberinya peringatan untuk “membereskan” Yoon Shik dengan benar kali ini.

Sun joon berhadapan dengan Yoon Hee tapi kelihatan dingin. (Sun Joon masih stress dan mengira dirinya gay hahaha..jadi dia marah tanpa sebab pada Yoon Hee). Seperti ketika Yoon Hee mengambil sarung tangan Sun joon, bukannya berkata terima kasih, tapi justru pergi begitu saja.

Yoon Hee menyusul Sun Joon dan tanya apa ini karena peristiwa semalam? Yoon Hee minta maaf dan berkata ia sama sekali tidak tertarik dengan Hyo Eun, yang ada di hatinya hanya Cho Sun seorang! (hahaha Yoon Hee juga ngaco, ia pikir Sun Joon benar2 cemburu dan percaya kalau ia naksir Hyo eun)

Sun Joon dengan dingin berkata kalau perasaan Yoon Hee bukan urusan-nya.

Yoon Hee menahan sakit hatinya dan ketika Jae shin mendekat ia berkata kalau ia benar2 harus berusaha sendiri.
Jae Shin : Mengapa? Noron itu mengatakan sesuatu?
Yoon Hee : Selama ini kami selalu ada di sisi yang sama, tapi sekarang aku ingin menunjukkan kalau aku bisa melakukan sesuatu sendiri dengan baik.

Jae Shin yang selama ini melihat kalau Yoon Hee belum juga bisa mengikat sarung tangannya, langsung menarik tangan Yoon Hee dan membantu mengikat-kan sarung tangan Yoon Hee, sambil berkata : Kau tidak sendirian.

Gong dibunyikan dan direktur Choi memberi tanda dimulai pertandingan hoki, kedua tim timur dan barat bersiap. Kedua suporter mulai meneriak-kan yel2 mereka.

Gu Yong Ha ada di pinggir dan Prof Jung heran, Yong Ha berkata ia tidak sehat dan mengulurkan tangannya untuk dicek pada prof Jung, saya terlalu bersemangat semalam.

Prof Yoo meletakkan bola pertama dan disambut In Soo yang mengarahkannya pada…Yoon Hee! Yoon Hee tentu saja senang, tapi sebenarnya ini taktik In Soo untuk membereskan Yoon Shik.

Yoon Hee berusaha membawa bola ke gawang, Jae Shin berusaha membantu Yoon Hee biarpun dihalangi oleh lawan. Byung Choon ternyata ada di dekat gawang dan menunggu Yoon Hee siap untuk memukulnya dengan bergaya seperti akan membantu Yoon Hee, justru Sun Joon menerjang dan merebut bola Yoon Hee.

Yoon Hee mengejar Sun joon dan sekali lagi membuat Byung choon jatuh. Sun Joon berhadapan dengan Yoon Hee, tapi kali ini keduanya tidak ada yang mengalah. Sun Joon menerjang Yoon Hee dan membuat Yoon Hee jatuh. Sun Joon dengan mudah membawa bola ke arah gawang dan langsung mencetak skor, 1-0 untuk tim Noron!

Jae Shin kesal dan membantu Yoon Hee bangun. Sun joon melihat saja (sebenarnya cemas, tapi menahan dirinya), Jae shin langsung mendatangi Sun joon dengan marah. Sun Joon tidak menghiraukan Jae shin dan pergi, Jae Shin membanting tongkat hokinya dan menghadang Sun Joon, membuat semua terperanjat melihat tingkah laku keduanya.

Jae Shin menarik baju Sun Joon. Sun Joon menahan tangannya. Gu Yong Ha melihat keduanya dengan exciting. Ini benar2 menarik, kata Yong Ha. Prof Yoo yang akan memisah tidak dihiraukan.

Jae Shin : Apa yang kau lakukan?
Sun joon : Kita ada dalam permainan, bersenggolan itu biasa.
Jae shin : Kau harus melihat siapa lawanmu! jika kau melakukan itu lagi maka aku akan…
Sun Joon kesal : Jangan mengurusi Kim Yoon shik lagi! lalu mengayunkan tinjunya untuk memukul Jae shin, semua terperanjat

Tiba-tiba sepasang tangan dengan sigap menahan tangan Sun Joon, it’s Yoon Hee’s! wow..keren!

Yoon Hee : Apa yang kau pikir kau lakukan? menggunakan tinju selama pertandingan, apa kau tidak malu dengan dirimu sendiri?

Yoon Hee melepaskan tangan Sun Joon dan berkata pada Jae shin, jangan pedulikan dia senior, dia tidak pantas dihiraukan! wow..it’s harsh girl..Yoon hee jalan pergi, Jae shin mengikutinya.

Tangan Sun Joon gemetaran, ia seperti menyesal karena hampir memukul Jae Shin.

Pertandingan hoki dilanjutkan, kali ini Jae shin dan Sun Joon rebutan bola. Soron vs Noron.

Gu Yong Ha berkomentar, sekarang lihat, ini bisa dikatakan perang tanpa pedang, bagaimana bisa seperti itu? Direktur Choi cemas, bagaimana ini, apa harus berkelahi seperti itu?

Yong Ha senyum, biarkan saja, bagaimanapun keduanya adalah pria berdarah panas. Prof Jung yang dari tadi hanya mendengar komen pada Yong Ha : Bagaimana dengan dirimu? Kau selalu ada di pinggir lapangan mengawasi, saat pertandingan panahan itu juga sama, kau takut bertempur atau takut kalah?
Gu Yong Ha terperanjat sedikit lalu menjawab : Mungkin dua-duanya.

Sementara Jae shin dan Sun joon masih adu otot, bola direbut oleh Gobong dan dioper ke In Soo yang dengan sengaja mengoper ke Yoon Hee. Yoon Hee tanpa curiga menggiring bola ke arah gawang, dimana Byung Choon sudah menanti, siap memukul Yoon Hee.

Tapi ini membuat Yong Ha curiga, ia kenal Ha In soo, ia berkata pada Prof Jung, ini aneh, pemimpin siswa tidak pernah membuat kesalahan seperti ini. Jung Yak Yong juga mulai cemas.

Jae shin melihat Yoon Hee dan Byung Choon yang siap2 menyambutnya. Jae shin melepaskan diri dari Sun joon dan lari untuk membantu Yoon Hee. Go Bong membantu Byung Choon. Yoon Hee berusaha untuk terus lewat dan menggiring bola.

Bencana mulai terjadi ketika In Soo melihat Cho Sun yang bersorak memberi semangat pada Yoon Hee. In Soo cemburu dan ia memutuskan untuk menghadang Yoon Hee, siap dengan tongkat hokinya untuk memukul Yoon Hee dengan kamuflase merebut bola. Jae shin tidak berdaya karena dipersulit oleh Go Bong dan Byung Choon.

Yoon Hee pasrah, ia tahu tidak bisa mengelak dari hantaman In Soo dan memejamkan matanya, In soo mengayunkan tongkatnya sekuat tenaga, semua ketakutan dan tepat saat itu..Lee Sun Joon muncul dan menahan pukulan In Soo dengan punggungnya, membuat Sun Joon dan Yoon Hee jatuh bersama-sama. wow…speechless

In Soo tidak bereaksi, semua menteri kaget. Menteri Ha ketakutan dan ia bingung bagaimana minta maaf pada Menteri Kiri Lee. Direktur Choi…tidak bisa dikatakan lagi bagaimana stressnya beliau satu ini. Yoon Hee bangun dan terperanjat melihat Sun Joon pingsan di sebelahnya.

Menteri Lee kelihatan kesal tapi ia hanya berkata semua ini terjadi dalam pertandingan dan jangan dipikirkan. Lalu Menteri Lee pergi diikuti istrinya. Menteri Ha menghela nafas dan berkata pada putrinya, pembicaraan pernikahan-mu tidak bisa diteruskan, Hyo eun. Hyo eun terpukul sekali.

Permainan dihentikan 15 menit. Gu Yong Ha mendekati In Soo.
Yong ha : Aku tahu kau mengincar Kim Yoon Shik sejak awal. Ini sama sekali tidak seperti dirimu…mengotori tanganmu seperti ini. Tidak masuk akal.

In soo : Apa yang masuk akal dengan mereka (Sun Joon+Yoon Shik+Jae shin). Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi, siapa sebenarnya Kim Yoon Shik itu, sehingga putra Menteri Kiri Lee melemparkan tubuhnya demi dia?

Direktur Choi berusaha dengan sekuat tenaga meminta maaf dan menghibur Menteri Kiri Lee. Tapi ayah Sun Joon justru tanya, siapa Kim Yoon shik itu? Anak seperti apa dia?

Yoon Hee duduk termangu, ia syok dengan apa yang terjadi. Jae shin datang membawa air minum, tapi Yoon Hee tidak mengambilnya dan berkata ini semua salahku, aku yang membuat Sun Joon terluka dan langsung lari untuk menemui Sun Joon.

Jae shin berdiri termangu, patah hati.

Sementara Sun joon terbaring di klinik dan mulai sadar. Samar2 ia melihat Prof Jung dan para tabib mondar mandir menyiapkan obat, lalu ia melihat seraut wajah yang paling ia rindukan, wajah Daemul 🙂 bahkan Sun Joon merasakan Yoon Hee menggenggam tangannya.

Sun Joon membuka matanya lagi dan ternyata Ha Hyo eun yang ada di sampingnya, memandang dengan cemas dan ketakutan.

Sun Joon segera melepaskan tangan Hyo Eun. Hyo eun melihat Sun Joon sudah sadar dan bisa duduk maka ia pamit keluar.

Hyo Eun : Tentang pertunangan, kami tidak akan membebani Tuan muda lagi, jaga diri anda.

Hyo eun akan keluar ketika Yoon Hee masuk. Yoon Hee mencemaskan Sun joon, matanya berkaca-kaca, Hyo Eun jadi salah tingkah.

Sementara Sun Joon ingin “menormalkan” dirinya. Maka Sun Joon di depan Yoon Hee sengaja menahan tangan Hyo Eun, tanpa berpikir ia melamar Hyo eun : Maukah kau menikah denganku? menikahlah denganku!

Sun Joon berkata pada Hyo Eun tapi sebenarnya ditujukan pada Yoon Hee : Sampai sekarang, aku tidak pernah gagal meraih apa yang sudah kutetapkan, dan melakukan yang menjadi tujuanku. Aku tidak pernah melanggar janji yang kubuat dan akan melakukannya di masa depan. Jika kau tidak keberatan dengan orang seperti diriku..

Yoon Hee tidak tahan dan perlahan keluar dari klinik, di luar Yoon Hee menangis dan lari, tanpa sadar kalau Jae Shin ada di dekat tembok dan melihatnya lari.

Jae shin jadi ingin tahu ada apa di dalam ruangan dan ia mengintip ke dalam. Ia melihat Sun Joon dan Hyo Eun dan tiba2 sadar, kalau “si brengsek” yang dipanggil Yoon Hee bukan dirinya melainkan Lee Sun joon! Jadi selama ini adalah Lee Sun joon. Patah hati lagi.

Jae shin mencari Yoon Hee dan menemukannya menangis sendirian. Jae shin mendekatinya dan menarik tangan Yoon Hee mengajaknya kembali ke lapangan, pemain terbaik tim Barat tidak boleh seperti ini.

Jae shin : Ada waktu dimana apapun yang dikatakan orang, semua itu tidak bisa menghiburmu. Tapi meskipun kau tidak merasa lebih baik, kau dapat membuat dirimu melupakannya. Kau hanya perlu mengusirnya keluar dari dalam tubuhmu…itu cukup berguna dan aku pikir aku akan mencobanya untuk pertama kalinya, kau seharusnya mencobanya juga.
(hahaha Jae shin ini suka menasihati juga, tapi tunggu waktu menasihati si blue messenger…ditinggal kabur.)

Paruh kedua pertandingan hoki dimulai. Kali ini tanpa Lee Sun Joon yang cedera dan Ha In Soo yang dihukum karena sudah main kasar. Yoon Hee dan Jae Shin sepakat main keras untuk melepaskan stress mereka. Keduanya dengan kompak mempecundangi Go Bong dkk dari tim Noron. Jae shin berhasil menyamakan kedudukan, 1-1.

Tidak lama, tim Jae shin berhasil unggul, 2-1. Lalu Yoon Hee menutup dengan satu gol lagi dan membuat skor bertahan 3-1 untuk kemenangan tim SOron+Namin. Semua bersorak sorai dan menyerukan Daemul! Daemul! hahaha
Yoon Hee dan Jae shin bertukar pandang dan senyum. Lalu semua mengangkat Yoon Hee dan melambungkannya. Jeongjo juga datang diam-diam dan tersenyum menyaksikan pertandingan ini.

Sun Joon melihat kemenangan mereka dan pelayannya berkata mengapa Tuan melihat dengan pandangan seperti itu? Tuan yang luka tapi kenapa justru tampak cemas.

Soon Dol : Tuan sudah berubah, bagaimana tuan bisa melakukan hal2 seperti itu, akhir-akhir ini saya heran, apa benar anda adalah tuan muda saya. Anda mabuk dan seperti anak anjing, dulu anda rapi sekali. Saya ingin tahu akan seperti apa di masa depan.

Sun Joon : Itu semua..adalah masa lalu.

Menteri Lee dan istrinya jalan pulang. Ny. Lee berkata dulu ia pikir anaknya adalah kutu buku saja, tapi melihatnya hari ini, ia tidak cemas lagi. (di novel, salah satu pendukung pernikahan Yoon Hee + Sun Joon ya maminya Sun Joon ini)

Tapi Menteri Lee tidak setuju : Itu justru yang membuatku khawatir, istriku. Dia terlalu impulsif dan emosional, tidak seperti putera kita.

Yoon Hee akhirnya bertemu Sun Joon. Awalnya agak kikuk, lalu Yoon Hee memaksakan senyum dan berterima kasih dengan tulus. Sun Joon berkata tidak perlu karena dia akan melakukan untuk siapapun dan bukan hanya karena Yoon Hee.

Keduanya akan pergi, lalu Yoon Hee berkata : Kalian berdua…

Sun Joon berhenti dan Yoon Hee melanjutkan : tampak serasi bersama, aku ucapkan selamat. Sun Joon tidak menjawab dan jalan pergi.

Yoon Hee dengan galau jalan melewati rekan2nya yang sedang asyik mandi, lalu Yong Ha langsung menyongsongnya lengkap dengan kain untuk menggosok badan, sini..sini Daemul, ayo aku bantu mengguyur badanmu.

Yoon Hee bingung dan berkata tidak perlu. Yong Ha masih membujuk, aku janji, aku akan mengguyurkan air yang segar untukmu, jangan bilang kau tidak mau mandi setelah keringatan ya..

Tiba2 ada yang menutupkan kain ke kepala Yong Ha.

Yong Ha dengan sebal menoleh, ternyata Moon Jae shin datang menyelamatkan Yoon Hee dan memerintah Yoon Hee mengambil tongkatnya yang ketinggalan di lapangan,

ayo sana, cepat pergi! Yoon Hee menunduk dan pergi. Masih kelihatan linglung.

Jae shin memandang kepergian Yoon Hee. Yong Ha kedip2 di dekat Jae shin dan Jae shin mendorong muka Yong Ha : Aku tidak sedang ingin tertawa denganmu.

Yoon Hee jalan ke lapangan dan duduk sendiri.

Jeongjo menemui Prof Jung. Prof Jung kaget tiba2 Baginda datang, mengapa tidak memberi tahu sebelumnya, Yang Mulia?
Jeongjo : Jika memberi tahu bagaimana bisa dikatakan diam-diam?

Jeongjo menyerahkan selebaran dari “Hong Byuk Seo”, aku tahu ini jebakan. Jeongjo juga percaya kalau Hong Byuk Seo adalah pelajar SKK, maka ia memerintah Jung Yak Yong untuk menyelamatkan Hong Byuk Seo.

Jeongjo : jangan sampai ia pergi ke tempat itu, jika ia sampai tertangkap oleh Menteri Perang, maka tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari Raja menyedihkan ini (karena bagaimana bisa menjadi Raja kalau melindungi seorang pelajar yang mencari keadilan saja tidak mampu?)
Jung Yak Yong : Cheon Na!
Jeongjo : Jika bisa, bawa dia mengadapku, dia mungkin mengetahui keberadaan Geum Deung Ji Sa.

Jae Shin juga membaca pesan palsu dari Hong Byuk Seo dan ia tahu ini undangan untuknya. Semua siswa SKK membicarakan tentang Hong Byuk Seo. Semua sepakat, Hong Byuk Seo seharusnya ditangkap saja, ia cuma pencuri dan pembunuh.

Menteri Ha dan In soo bertemu dan Menteri Ha yakin bisa menangkap Hong Byuk Seo, dan akan melukainya, setelah itu kau yang akan mengurusnya. In soo ingin tahu siapa Hong Byuk seo palsu tapi ayahnya tidak mengatakan apa-apa.

Saat makan siang, semua teman Yoon Hee membicarakan Hong Byuk Seo. Jae shin menoleh ke arah Yoon Hee dan tanya apa kau setuju, kalau Hong Byuk seo hanya seorang pencuri dan pembunuh?
Yoon Hee : Aku yakin ia siswa SKK. Semua pesan dari Hong Byuk Seo ditulis dengan bagus.

Jae shin tersenyum bangga, tapi Yoon Hee melanjutkan : tsk..tsk..tsk orang ini sungguh menyedihkan. Jae shin tertegun.

Yoon Hee : Maksudku, dia menulis semua pesannya dalam huruf Cina yang indah, apa ia berharap orang2 yang tidak berpendidikan yang hanya menguasai Hangeul akan bisa membacanya? Dia sama sekali tidak punya pikiran. Bagaimana ia bisa mengungkapkan kebenaran? Bagaimana sebenarnya pikirannya, bagaimana ia akan bisa mengubah dunia?

Jae shin memandang Yoon Hee dengan tajam. Yoon Hee berhenti mengunyah, dan Jae shin ketawa ngakak. Kau benar! Hong Byuk Seo..orang menyedihkan yang bodoh itu. Jae shin ketawa lebar, Yoon Hee juga ikut ketawa.

Dari seberang meja, Yong Ha memainkan sendoknya dan Sun Joon tampak terbakar cemburu. Sun Joon membanting sendoknya dan keluar. Diikuti Yong Ha.

Sun Joon ke perpustakaan. Yong Ha mengikutinya dan menyindir, tidak menghabiskan makan dan sembunyi di perpustakaan bukan ciri2 orang yang akan bertunangan tapi justru orang sedang patah hati.

Yong Ha melambai dan berkata : aku mengerti, orang seagung dirimu tidak akan jatuh dalam emosi seperti..cemburu? Iya kan?

Jika orang yang kau sukai ternyata menyukai orang lain aku yakin bahkan Kong Hu Cu juga akan cemburu. Beliau akan merasa iri, dan cemburu. Karena itu berarti dia adalah manusia.

Yong Ha : Apakah Lee Sun Joon sedang menipu diri sendiri? …aku hanya ingin tahu.

In Soo bertekad akan menangkap Hong Byuk seo, tapi sebelumnya ia dipanggil Direktur Choi.
Direktur Choi berkata akan menghukum In soo selama 15 hari karena sudah berbuat kasar dalam pertandingan hoki.

In soo sama sekali tidak merasa bersalah dan berkata apa karena saya hanya anak Menteri Perang rendahan dan berani memukul anak Menteri Kiri Lee?

Jung Yak Yong menjawabnya : Itu benar, apalagi karena kau anak Menteri Perang dan terlebih Pemimpin siswa. Ini untuk peringatan, agar semua tahu bahwa setiap pelajar SKK yang salah akan dihukum, tanpa kecuali. Jangan lupa, orang yang makan, mencuci baju dan mengajarmu di SKK bukan orang tuamu melainkan rakyat negeri ini, di depan mereka kau mempermalukan SKK, itu kesalahan besar yang kau lakukan.

In Soo diam dan memandang Jung Yak Yong dengan tajam sambil mengepalkan tangan.

Malam tiba…

Semua sibuk berjaga. Menteri Ha mengerahkan pasukannya di jalan. Prof Jung memerintah semua pintu keluar di SKK ditutup rapat. Penjaga keamanan kampus dikerahkan dan Jung Yak Yong memerintah, kalau ada yang keluar, tangkap dan bawa menghadapku.

Jeongjo menunggu di Daejeon.

Jae shin sembunyi dan melihat semua pintu di gembok. Ia lompat tembok dan sembunyi lagi ketika seorang penjaga patroli. Penjaga itu merasa ada sesuatu tapi ia membiarkan saja. Sepertinya penjaga ini anak buah In soo.

Jae shin terus lari melompati tembok dan ia mendarat di rerumputan. Ketika akan berdiri ada orang yang menahannya. Gu Yong Ha berdiri di depan Jae shin : Mau pergi ke suatu tempat, Gul-oh?
Yong Ha : Jika mau main judi, aku bisa jadi tandinganmu, jika mau minum2 aku punya banyak di kamarku.

Jae shin tidak menanggapi dan terus jalan. Yong Ha menahannya, itu jebakan! Mereka akan menagkapmu.
Jae shin tertegun : kau…

Yong Ha tertawa getir : Apa kau pikir aku ini idiot yang tidak mengenali tulisan tangan teman-nya sendiri selama 10 tahun?

Jae Shin senyum dan tetap akan pergi. Yong Ha menahan-nya, jangan pergi, apa kau tidak takut? Kau bisa mati!
Jae shin : Mati? mengapa aku harus takut mati? hidup bagiku tidak lebih menyenangkan.

Yong Ha murka dan memukul Jae Shin! wow! fantastis..Gu Yong Ha…
Yong Ha : Jika hidup tidak lebih baik daripada mati..lalu apa artinya aku? Pergi! Pergi sana dan hiduplah seperti yang kau inginkan dan menghilanglah.

Jae shin : Lalu apa aku hanya melihat saja kalau hidup kakak-ku di nodai oleh pencurian dan pembunuhan? Kakak-ku mengorbankan nyawanya sendiri di depan mataku, terlebih, karena aku! Hidup seperti itu…apa pantas dikatakan sebagai hidup?

Yong Ha marah dan sedih, air matanya keluar tanpa dapat ditahan.

Jae shin : Gu Yong Ha kau tidak perlu cemas, aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh rambutku. Aku akan kembali dengan selamat.

Hong Byuk Seo palsu mulai merampok dan ketika keluar, ia berhadapan dengan Hong Byuk Seo asli! Keduanya terlibat pertempuran. Jae Shin berhasil melukai Hong Byuk Seo palsu.

Hong Byuk Seo palsu lari menyembunyikan diri dan membuka topengnya, it’s Cho Sun! (nice…)

Pasukan Menteri Ha mengepung Hong Byuk Seo dan mereka berhasil melukai Jae shin. Jae Shin terdesak dan pasti akan tertangkap kalau saja tidak datang dua pria misterius yang membantunya.

Jae shin bisa melarikan diri. Menteri Ha dan pengawalnya bingung, siapa mereka?
Kapten : Saya..saya tidak yakin, Tuan.

Kedua pria misterius itu memiliki ilmu beladiri tinggi dan dengan mudah mengalahkan pasukan menteri Ha. Mereka adalah pengawal pribadi Jeongjo yang sengaja dikirim Baginda untuk menyelamatkan Hong Byuk Seo.

Jeongjo senang ketika mendapat laporan dari Perdana Menteri Seo Jung Je kalau Hong Byuk Seo lolos, Jeongjo hanya bergumam : dasar orang bodoh.

Sun Joon masih di perpustakaan dan Yoon Hee masuk. Yoon Hee tanya apa Sun Joon menghindarinya.
Sun Joon : Benar2 imajinasi yang mengejutkan, apakah Kim Yoon Shik cukup penting bagiku, sehingga harus kuhindari?

Yoon Hee : Apa kau masih marah atas kejadian malam itu? Apa semuanya tidak berarti bagiu? saat yang kita alami bersama..apa itu semua tidak berarti dan akan hancur hanya karena kesalah pahaman kecil? Atau apa karena kau sangat mencintai gadis itu?

Sun Joon mencoba menghindar dari pertanyaan itu dan Yoon Hee menekankan : Aku mau bilang. Setelah kita meninggalkan SKK, kita tidak akan bertemu lagi satu sama lain. Sampai dengan saat itu, tidak-kah kita bisa berteman sebagai rekan sekamar? Apa aku tidak bisa mengharapkan itu? Jawab aku!

Sun Joon : dengar baik2 Kim Yoon Shik, aku tidak berniat kembali ke saat2 itu.

Yoon Hee sakit hati, ia menangis dan langsung keluar perpustakaan. Yoon hee lari.

Sun Joon masih berdiri termangu di perpustakaan, lalu merasa menyesal dan ia lari menyusul Yoon Hee. Sun Joon mencari Yoon Hee kemana-mana.

Sementara Yoon Hee yang masih lari dikejutkan dengan sesosok pria bertopeng yang jatuh kesakitan di depannya. Yoon Hee ketakutan, tapi memberanikan diri mendekat.

Ha In Soo juga mendapat laporan kalau Hong Byuk seo terluka dan lari ke SKK.

Pria itu meraih Yoon Hee, Yoon Hee sadar dia si Hong Byuk Seo, sambil memeluk Yoon Hee berkata : Ini bagus, aku berhasil tetap hidup.
Yoon Hee terbelalak ia kenal suara itu!

Jae shin membuka topengnya dan tersenyum melihat ke arah Yoon Hee.

sumber: kadorama-recaps.blogspot.com

Sung Kyun Kwan Scandal – Episode 12

Yoon hee memukul Sun Joon sampai terjatuh ke air dan di seberang sungai, Jae shin memukul Yong Ha sampai berdarah!

Jae shin : Apa yang kau lakukan? apa yang sudah kau lakukan?? Apa ini hanya permainan bagimu?
Gu Yong Ha teriak, memangnya kenapa, apa pantas kau memukulku?

Gu Yong Ha : ketahuan kau sekarang! (maksudnya perasaan Jae Shin pada Yoon Shik) Kau cemas seperti kekasihnya saja.

Jae shin tidak tahu lagi harus berkata apa. Tiba-tiba terdengar tangisan Hyo Eun.

Hyo eun jatuh terduduk di dermaga dan menangis putus asa. Tolong aku, semua ini salahku, aku menyiapkan semuanya, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan tuan muda-ku?

Di pulau, Yoon Hee dan Sun Joon kembali ke tenda.
Yoon Hee : Kau seharusnya minggir waktu aku minta kau minggir. Kau tidak akan basah kuyup.

Sun joon mulai bersin-bersin. Yoon Hee menggodanya, bagaimana bisa seorang pria sakit hanya karena jatuh ke dalam air? (Analisisku, Sun Joon ini sudah stress lama dan ini hanya pemicu saja, dia pasti akan demam hehehe)
Lalu hujan benar2 turun. Sun Joon dan Yoon Hee bergegas masuk ke dalam tenda untuk berteduh.

Sementara itu, Yong Ha mengajak Hyo Eun minum. Hyo Eun berkata kalau dia bisa dikurung oleh ayahnya karena membuat kekacauan ini, aku seharusnya tetap bersabar menunggu tuan muda datang padaku (dan tidak mengikuti saran Yong Ha yang “gila” hehehe)

Yong Ha menghiburnya, Yong Ha tidak mengerti apa yang dilihat Hyo Eun dari pria sekaku Sun joon tapi Yong Ha dengan lembut meletakkan sendok di tangan Hyo Eun dan berkata agar Hyo eun makan sesuatu yang hangat, kau akan merasa lebih baik setelah makan.

Di dalam tenda, Yoon Hee berkata kalau hujan sudah berhenti. Tapi ketika menoleh, ia melihat Sun Joon tertidur. Yoon Hee menggoyang badan Sun Joon agar bangun tapi justru kepala Sun Joon jatuh ke pundaknya.

Yoon Hee kaget dan ia sadar kalau ternyata Sun Joon mulai demam. Wajahnya pucat dan juga kedinginan. Yoon Hee membaringkan Sun Joon dan menghangatkan tangan Sun joon dengan menggosok-gosoknya, lalu Yoon Hee membuka jubah luarnya untuk menyelimuti Sun Joon. Yoon Hee tiba-tiba memperhatikan bibir Sun Joon hehehe

Yoon Hee memutuskan untuk keluar mencari ranting2 dan membuat api. Tapi membuat api dengan ranting basah itu tidak gampang. Yoon Hee menyalakan api dengan bantuan lilin dan batuk2 karena asapnya. Yoon Hee menoleh ke arah Sun Joon takut Sun Joon terganggu oleh asap tapi Sun Joon tetap tidur.

Yoon Hee mengumpulkan lebih banyak ranting dan akhirnya berhasil membuat api yang lumayan stabil. Wajah Yoon Hee kotor dan tangannya luka.

Yoon Hee menyentuh dahi dan kaki Sun Joon untuk memastikan tetap hangat. Lalu Yoon Hee berbaring memeluk Sun Joon agar Sun Joon tetap hangat whoa…

Di seberang sana, Jae shin mendatangi sekelompok tukang perahu yang sedang istirahat dan minum2, ia melemparkan uang pada mereka, aku memerlukan perahu! Tukang perahu menolaknya, bukan masalah uang, tapi cuaca sangat buruk, tidak ada yang bersedia membawa perahu ke sana.
Jae Shin terus mencoba mendatangi tukang perahu lain, tapi semuanya sama, mereka tidak bersedia keluar di cuaca buruk seperti ini.

Jae Shin akhirnya menyerah dan memutuskan menunggu di dermaga (oh…mengapa rasanya sakit sekali hehehe…)

Gu Yong Ha mendatanginya. Mengapa kau begitu mencemaskan kedua “pria” itu. Tidak akan ada apa-apa dengan mereka. Atau justru karena mereka pria, itu yang membuatmu cemas?
Jae Shin diam saja.

Yong Ha menepuk pipi Jae shin dan berbisik di telinganya, meskipun ini menjengkelkanku, karena sahabat lamaku selama 10 tahun menipuku, aku ada di pihakmu. Aku akan membantumu mencari perahu, demi dirimu.

Sun Joon terbangun dan menemukan Yoon Hee berbaring di sampingnya. Sun Joon memandangnya dan menyentuh pipi Yoon Hee, membuat Yoon Hee terbangun.
Sun Joon : aku tidak melakukan apa-apa! hahahaha

Yoon Hee tidak menanggapinya dan menyentuh dahi Sun Joon, lalu dahinya sendiri untuk perbandingan dan bersorak karena demam Sun Joon sudah hilang.

Sun Joon meraih tangan Yoon Hee dan sadar kalau tangan Yoon Hee luka-luka.
Sun Joon marah karena cemas : Apa kau jadi kotor dan luka2 hanya karena ingin menyalakan api? Apa kau berniat membakar seluruh pulau? Bagaimana jika kau tergelincir dan jatuh?

Yoon Hee hanya tersenyum dan ketawa, bagus..berarti demam-mu sudah benar2 hilang. Aku sangat takut kalau kau tidak akan sembuh semalaman. Sun Joon hanya memalingkan wajahnya.

Jae shin masuk ke kamar asramanya. Sendiri, gelap, dan sunyi…

Jae shin berbaring dengan resah, tidak bisa memejamkan mata sekejap saja. Ia teringat kata2 Gu Yong Ha, kau ketahuan! Kau bertingkah seperti kekasih Kim Yoon Shik saja.

Jae Shin ngomel : Dasar orang gila!
Tapi ia mulai menyadari arti Kim Yoon Shik baginya.

Yoon Hee menggigit apel dan membagi setengahnya dengan Sun Joon, lalu memberanikan diri bertanya tentang Hyo Eun. Yoon Hee memuji Hyo eun, kalau dia cantik dan baik dan cocok dengan Sun Joon.
Sun Joon setuju, kau benar.
Yoon Hee : Apa yang kau suka dari Hyo Eun?
Sun Joon : Aku tidak pernah memikirkan-nya.

Yoon Hee : Itu mudah kan, seseorang yang membuat jantungmu berdebar, membuat kau memikirkan-nya dan membuat harimu cerah atau berawan.
Sun Joon : Kau pasti memiliki seseorang seperti itu dalam hidupmu.
Yoon Hee : Apa kau akan bertunangan dengan-nya?
Sun Joon : Itu keinginan ayahku dan aku tidak tertarik dengan masalah itu.

Yoon Hee senang dan tersenyum lalu ia meraih apel dan akan memberikannya pada Sun Joon ketika Yoon hee melihat belalang diatas apel. Yoon Hee kaget dan teriak, melempar apel itu ke arah Sun Joon dan menutup wajahnya.
Sun Joon ketawa : Apa ini benar Daemul yang takut dengan serangga kecil
Yoon Hee membalas : Apa ini benar Lee Sun Joon bercanda seperti ini?

Sun Joon menggoda Yoon Hee dan berkata kalau belalang ini rasanya enak dan Yoon hee harus memegangnya paling tidak sekali. Yoon Hee teriak2 dan akhirnya keduanya ketawa lebar.

Pagi-pagi, di tengah udara berkabut ibukota. Gu Yong Ha memacu kudanya dan menemui Hyo Eun. Yong Ha mengajak Hyo Eun ke dermaga, dengan gentle membantu Hyo Eun naik ke atas kuda dan berkata untuk memegang-nya erat-erat. Yong Ha membawa Hyo Eun menemui Sun joon.

Sun Joon minta Yoon hee tidur saja, tapi Yoon Hee menolaknya. Sun Joon minta maaf karena membawa Yoon Hee kesini.
Sun Joon : Ini karena aku tidak bisa mengendalikan emosiku dan kau adalah teman sekamarku, sehingga kau harus menderita seperti ini.

Yoon Hee setengah mengantuk : Aku baik2 saja dan aku senang bisa melakukan sesuatu seperti ini untukmu.

Sementara kepala Yoon Hee bersandar di lututnya dan ia mulai tertidur.

Sun Joon memandang Yoon Hee dan fokus pada bibirnya, lalu mulai mendekat…sampai hanya tinggal beberapa milimeter saja, lalu Sun Joon sadar dan mengepalkan tangannya dan bangkit berdiri.

Sun Joon berjalan ke arah pantai, bingung, dan syok dengan apa yang hampir dilakukannya, ia memukuli dadanya sendiri (mirip Choi Han Gyul-syndrome…) mencoba menenangkan jantungnya sendiri.

Tiba-tiba terdengar panggilan Hyo Eun, dan ketika Sun Joon menoleh, Hyo Eun sudah berlari dan memeluknya. Aku merasa aku hidup kembali sekarang karena aku tahu kau tidak apa-apa.

Hyo Eun begitu cemas dan ia meraih wajah Sun Joon dengan tangannya, untuk memastikan kalau Tuan Mudanya baik2 saja.

Tentu saja saat itu Yoon Hee muncul dan melihat keduanya.

Yong Ha melihat Yoon Hee dan tanya apa semuanya baik2 saja? Yoon hee tidak menjawab dan jalan pergi.
Gu Yong Ha curiga : Apa ini berarti terjadi sesuatu semalam atau tidak?

Yong Ha tanya pada Sun Joon : Apa semuanya baik2 saja karena kalian berdua tampak pucat sekali.
Sun Joon melihat ke arah Yoon Hee, dan menyadari kalau Yoon Hee jalan pergi, ia ingin menyusul Yoon Hee tapi berhenti dan mengepalkan tinjunya.

(Sun Joon tahu menyukai Yoon Shik itu terlarang, dan dia akan menyiksa dirinya untuk tidak memikirkan Yoon shik, mirip Han Gyul yang tanpa alasan yang kuat langsung memecat Eun Chan dan dingin padanya hahaha)

Di SKK, para profesor menyiapkan event besar, Turnamen hoki. Para profesor mencemaskan perang antar partai yang biasanya akan dibawa ke lapangan juga.
Semua siswa mulai mendukung asrama partai Soron, mereka berpikir Jalgeum kuartet akan memenangkan turnamen, mereka adalah kesayangan Baginda.

Ha In Soo juga mendengar ini dan ia tida suka. In soo memikirkan satu cara untuk mulai memecah belah Jalgeum Kuartet.

Sun joon mengantar Hyo Eun pulang. Hyo Eun berkata ingin mengunjungi Sun joon saat turnamen di SKK, tapi Hyo Eun langsung berubah pikiran dan berkata dia tahu Sun Joon tidak ingin dia masuk ke SKK.

Sun Joon : Tidak apa-apa, karena itu adalah hari yang istimewa. SKK akan dibuka untuk umum karena turnamen dan kau tidak melanggar hukum.

Hyo Eun jalan pulang dengan gembira. Pelayan Hyo Eun mencibir dan mengulang kata2 Sun joon, karena itu tidak melanggar hukum. Pelayannya heran, sebenarnya ia ingin Nona datang atau tidak?
Hyo Eun dengan yakin berkata pasti Tuan muda ingin ia datang.
Beo deul : kapan dia mengatakan-nya?
Hyo Eun : Dia mengatakan dari matanya…(benar2 mimpi)

Sun Joon jalan pulang dan masih dihantui oleh bayangan saat ia hampir mencium Kim Yoon Shik. Sun Joon jalan tanpa menghiraukan orang di sekelilingnya dan dihentikan oleh Soon Dol yang memeluknya dari belakang.

Soon Dol mencemaskan tuan-nya yang terlihat sangat pucat, apa Tuan melihat hantu di pulau itu?
Sun Joon sepertinya ingin tanya sesuatu pada Soon Dol tapi ia mengurungkannya.

Gu Yong Ha jalan kembali ke SKK bersama Yoon Hee dan menjelaskan kalau akan ada turnamen di kampus. Dan acara ini adalah alasan mengapa Gu Yong Ha tetap bertahan di kampus ini.
Yong Ha : saat itulah para wanita bisa masuk ke kampus dengan bebas. Sun Joon pasti akan mengundang Hyo Eun.

Wajah Yoon hee berubah dan Yong Ha mulai ck..ck..ck, ia tahu ketiganya terlibat cinta segitiga.

Yong Ha berkata pada Yoon hee, ada seseorang yang menunggumu sampai hampir kering darahnya…

Moon Jae Shin, tidak tidur semalaman, wajahnya juga pucat, tapi memutuskan melampiaskan keresahannya dengan berlatih hoki hahahaha…

Jae shin memukul bola berkali-kali dan ia teringat saat Yoon Hee berkata kalau julukannya tidak pas dan tersenyum padanya dan semua kenangan manisnya dengan Yoon Hee.

Jae shin stress dan gelisah, dan melampiaskan-nya dengan latihan hoki. Kemana anak nakal itu…yang sudah menguasai pikiran dan jiwaku…hehehe

Gu Yong Ha mendatanginya, ah coba lihat dirimu, kau tidak tidur ya..Yong Ha menyentuh wajah Jae Shin.

Jae shin menggerakkan kepalanya, menyingkirkan tangan Yong Ha, siapa yang tidak tidur? ah..such a denial.

Yong Ha menghela nafas dengan dramatis dan berkata ada sesuatu yang buruk terjadi, aku tidak bisa menemukan Daemul dimanapun di pulau itu.

Jae shin kaget bukan kepalang, tanpa berpikir lagi ia langsung lari secepat angin, ia ingin mencari Yoon Shik.

Tiba-tiba sebuah suara menghentikannya. Kim Yoon Shik memanggilnya, Sahyung! kau mau kemana, kenapa terburu-buru?

Jae shin berhenti dan terperanjat, ia melihat Yoon Shik di depan-nya dengan pandangan blank dan kemudian melihat ke arah Yong Ha

yang dengan penuh cinta meniupkan ciuman pada Jae shin lalu jalan melenggang …

hahahahaha…….

Yoon Hee : Maafkan aku karena membuatmu cemas.
Jae Shin : Siapa yang cemas? keu kelihatan pucat, istirahat sana..Yoon Hee membungkuk dan jalan pergi. Jae shin juga jalan ke arah berlawanan.

Setelah beberapa langkah, Jae shin berhenti, ia harus mengatakan-nya..Jae shin berbalik dan lari menyusul Yoon Hee, membalikkan badannya dan berkata,

Kim Yoon Shik, ini tidak akan berhasil.

Jae Shin : Kau…kau anak kecil…mulai sekarang, kau harus tetap dalam jangkauan penglihatanku sepanjang waktu. Kemanapun kau pergi, apapun yang kau lakukan, tetap di depanku. Karena kupikir aku akan gila.

Yoon Hee bingung dan melihat Jae shin, tidak tahu harus berkata apa.

Yong Ha membuka pintu kamarnya dan guess what? Lee Sun Joon menantinya! wa…ia mencari counselor cinta …
Yong Ha menggoda Sun joon karena tidak mematuhi hukum yang melarang orang masuk ke kamar orang lain dengan sembarangan.

Sun Joon tanya mengenai hukum universal, apa pria selalu menyukai wanita.
Yong Ha : Itu bukan hukum, tapi alamiah. Secara alamiah pria menyukai wanita.

Sun joon : Karena aku tidak terlalu mengenal wanita, apa wajar kalau aku lebih nyaman bersama dengan teman2ku sesama pria?

Yong Ha : Jadi kau ingin menyentuhnya lebih lagi dan melihatnya lebih lagi?

Sun Joon terperanjat, tapi Yong Ha mengakui kalau ia merasakan hal yang sama, terutama dengan Jae shin. Yong Ha berkata setiap kali ia merasakan perasaan seperti itu pada Jae shin, ia selalu mempertanyakan maskulinitasnya.
Tapi, kata Yong Ha, aku bisa melawannya dengan membaca buku merahnya (porn).

Yong Ha memberikan buku merah itu pada Sun Joon dan minta Sun Joon membacanya kalau kau sendirian disaat kau ingin menangis.
Yong Ha : Kejahatan adalah membenci seseorang bukannya mencintai seseorang, siapapun orang itu.

Sun Joon kembali ke kamarnya dan mengintip isi buku merah itu. Sun Joon kaget dan cepat2 menutupnya karena ia melihat gambar2 heboh.

Ha In Soo menghadap para profesor dan berkata kalau ia ingin para pelajar memilih tim mereka dengan cara undian. Direktur Choi menolak dan berkata kalau biasanya para pelajar satu tim dengan parpolnya.

In Soo beralasan bukankah ini caranya mempromosikan harmoni diantara partai politik?

Setelah diundi, ternyata Kim Yoon Shik satu tim dengan Moon Jae shin. Sedangkan Sun Joon dan Yong Ha satu tim bersama In Soo.

Yong Ha bertemu In Soo dan heran, apa sebenarnya niat In soo melakukan ini. In Soo berkata kalau Yong Ha benar, ia punya rencana.
Yong Ha tanya mengapa aku ada di tim biru? In Soo berkata karena Yong Ha adalah miliknya (orangnya)

Yong Ha membalas dengan mata berkilat : Siapa bilang? Aku Gu Yong Ha. Aku tidak punya rencana jadi orang siapa-pun.

Tapi Yong Ha melunak dan berkata : Kalau kau tetap ingin aku di dekatmu, kau harus membuat semuanya lebih menyenangkan, karena sekarang kau sangat membosankan. hehehe…Yong Ha ini lihai juga.

Di lapangan, para siswa mulai latihan. Jae shin tentu saja harus melatih Yoon shik. Yoon Hee tidak bisa memegang tongkat hokinya dengan benar, Jae shin marah dan teriak2 pada Yoon Hee. Yoon Hee terlihat menyesal dan Sun Joon melihat keduanya.

Jae Shin melunak dan menunjukkan cara memegang tongkat hoki dengan benar, Jae shin memegang tangan Yoon Hee untuk menunjukkan caranya yang benar.

Yoon Hee melihat Jae shin dan tersenyum, apa aku sudah benar?
Jae shin mulai fokus pada bibir Yoon Hee dan ia menelan ludah dan menjawab, ya sudah benar. Panic attack!

Sun Joon melihat keduanya dan mulai cemburu. Beberapa pelajar Soron mendekati Sun joon dan berkata, meskipun kita lawan politik, mari kita singkirkan perbedaan itu dulu dan bekerja sama dalam turnamen ini.
Ketua pelajar Soron mengulurkan tangan-nya, tapi Sun Joon terlalu fokus pada Jae shin dan Yoon Hee, sehingga mengabaikan mereka.

Sun Joon mengayun tongkat hokinya dengan marah dan terus saja mendengar suara Yoon Hee yang minta bantuan Jae Shin, Sahyung, apa aku sudah benar? Dan keduanya tertawa bersama, lalu toss kalau sukses. Ok, sudah cukup!

Sun joon meninggalkan arena latihan. Yoon Hee melihat Sun Joon pergi. Sun Joon jalan menjauh dan ingat kata2 Yoon Hee di pulau, bagaimana jantungmu berdebar kalau kau memikirkan seseorang, merindukan orang itu, ingin melihat orang itu lagi dan lagi.
Sun Joon juga ingat kata2 Yong Ha apa kau lebih suka pria daripada wanita?

Sun Joon cepat2 sembunyi dari pandangan Yoon Hee dan menenangkan hatinya 🙂

Seseorang yang mengenakan busana seperti Hong Byuk Seo membunuh penjaga dan membagikan kertas merah di seluruh kota. Ia mencuri uang dan membagikan pada rakyat.

Jeongjo bertemu dengan Perdana Menteri Seo dan Prof Jung. Baginda tahu ini tidak seperti Hong Byuk Seo yang biasanya. Dulu, Hong Byuk Seo hanya ingin menemukan wasiat Putera Mahkota dan pernyatan-nya, tapi Hong Byuk Seo ini sudah membunuh dan mencuri, ini sudah diluar jalur.

Jeongjo tahu ini dua orang yang berbeda, tapi bagaimanapun, Hong Byuk Seo harus ditangkap.

Menteri Ha bertemu Menteri Kiri Lee. Menteri Ha berkata ia tidak akan mencari Hong Byuk seo yang asli lagi, tapi akan memancing Hong Byuk seo asli dengan Hong Byuk seo palsu.
Menteri Lee minta Menteri Ha tenang karena emosi bisa menyebabkan kecelakaan dan salah penilaian dan juga kemarahan.

Menteri Ha : Apa anda tidak mempercayai saya?
Menteri Lee : Kepercayaan tidak dibangun dengan kata-kata. Jika kau mengharapkan sesuatu maka kita lupakan saja masalah pertunangan anak2 kita.

Menteri Ha ketakutan : Maafkan saya, saya tidak ingin menjadi ayah yang menghalangi pernikahan anak-anaknya.
Menteri Lee : Kepercayaan tidak dibangun hanya dari kata-kata. Setelah Hong Byuk seo tertangkap, maka kita akan membahas masalah pertunangan lagi.

Jae Shin membaca koran pagi (koran ala Joseon), kalau Hong Byuk seo sudah membunuh orang. Dia mendengus. Gu Yong Ha masuk dan berkata kalau Hong Byuk Seo tidak akan pernah membunuh.

Jae shin terlihat cemas. Yong Ha menghiburnya, tidak ada waktu untuk cemas, hari ini adalah hari turnamen hoki, semua akan datang.

Hari itu, semua orang, terutama para gadis memenuhi SKK. Tuan Hwang mendekati Hyo Eun dkk dan ingin menjual informasi tentang para pelajar, misalnya kamar mereka, parpol, nilainya, dsb. Hyo eun tidak tertarik karena ia sudah punya pilihannya dan jalan pergi.

Semua pelajar mulai mencoba menarik perhatian para gadis, tapi itu semua berakhir ketika Gu Yong Ha muncul. Semua gadis berbondong-bondong mengikuti Yong Ha!

Ada satu pengunjung istimewa, Ibu Yoon Hee! Ny. Kim mencari Prof Jung dan Prof Jung melihat istri mendiang gurunya itu. Keduanya bicara di ruang pribadi prof Jung.

Ibu Yoon Hee ingin membawa Yoon Hee pulang dan memohon agar Prof Jung mengampuninya dan mereka akan bersembunyi.

Prof Jung : Saya mengagumi dan ingin Yoon Hee tetap tinggal karena ia membuktikan kalau wanita dan pria itu sama, mereka sama-sama pemikir yang hebat. Mungkin suatu hari di Joseon…

Ibu Yoon Hee : Mengapa harus putri saya yang menjalani jalan ini. Saya tidak ingin putri saya jalan di dunia yang akan menolaknya. Kehilangan ayahnya sudah cukup bagi saya.

Ny. Kim akan beranjak pergi ketika Prof Jung berkata kalau karena Yoon Hee-lah…karena kepandaian-nya, putri berbakatnya, maka Prof Kim ingin menemukan buku Putera Mahkota. Dia ingin membukakan dunia untuk putrinya yang cerdas dan berbakat ini. Dimana Yoon Hee akan bisa menggunakan bakatnya.

Ibu Yoon Hee menemui Yoon Hee di kantin SKK dan membawakan beberapa makanan untuknya. Yoon Hee tanya mengapa ibunya tidak pernah cerita kalau ayah adalah profesor di SKK, lalu…tapi Ibu Yoon Hee memotongnya dan berkata itu adalah masa lalu.

Ibu Yoon Hee meraih tangan putrinya dan mendesaknya untuk tidak berpikir lain selain menyelesaikan sekolah dengan selamat dan kembali ke rumah. Kita bisa menceritakan ini sebagai pengalaman.

Cho Sun dan para gadisnya juga tiba di kampus. Dia berdiri di depan kamar Yoon Hee, tapi nihil, justru anak buah In Soo datang dan mengundang Cho sun menemui In Soo. In Soo mengundang Cho Sun minum teh di asrama-nya yang mewah, tapi Cho Sun berkata ia harus pergi, bukan In Soo yang ingin ia temui.

In Soo menahan pergelangan tangan Cho Sun. Aku sudah berusaha meraih hatimu. Cho Sun berkata kalau ia merasa kasihan dengan In Soo yang berpikir semua yang ada di bawah langit adalah miliknya. Cho Sun minta apa kali ini ia bisa sendiri?

Setelah Cho Sun pergi, In Soo bergumam, ia ingat kalau saat itu pun Cho sun mengenakan busana warna merah yang mirip dengan yang ia kenakan hari ini, seperti ketika aku melihatnya ketika ia datang menemui ayah. In Soo merencanakan sesuatu.

Yoon Hee ada di perpustakaan dan memikirkan kata-kata ibunya.
Tiba-tiba Jae shin masuk mencarinya : Apa yang kau lakukan disini? Kau punya nama Daemul untuk dibanggakan (diluar)

Yoon Hee gembira dan heran melihat Jae Shin masuk perpustakaan. Jae Shin berkata aku sudah membaca semua buku yang ada di sini.

Yoon Hee tidak percaya ah tidak mungkin..dan dia memeriksa catatan peminjaman buku dan ternyata memang ada nama Moon Jae Shin di semua buku!

Yoon Hee memandang Jae Shin dengan kagum, wow..ternyata…

Jae Shin : Ayo keluar, kita makan.

Keduanya duduk di meja. Yoon Hee menggoda Jae shin karena tidak ada gadis yang mengajaknya kencan dan makan bersama. Yoon Hee berkata Jae shin bahkan tidak punya gadis yang ia sukai.

Jae shin : Ya, itulah mengapa aku makan denganmu. Ah…

Yoon Hee tiba-tiba berubah wajahnya, ia melihat Sun Joon bersama Hyo Eun dan dua temannya, Seom-seom dan Aeng-aeng. Coba lihat sorot mata Jae Shin…

Dan sorot mata Sun Joon…hahaha love triangle attack!!
Teman2 Hyo Eun melihat mereka dan mengenali sebagai teman sekamar Sun Joon. Seom-seom dan Aeng-aeng langsung meluncur ke arah Jae Shin dan duduk di sebelah kanan-kiri Jae Shin. Membuat Jae shin mulai ..hik! hik! hiccup panic attack!

Yoon Hee ketawa geli. Jae Shin minta agar Yoon Hee meneruskan makan dan menganggap ia sudah makan.

Jae Shin kabur ketakutan. Seom-seom dan Aeng-aeng mengikutinya. Yoon Hee tersenyum melihatnya. Kedua teman Hyo Eun terus mengejar Jae shin, Jae Shin sembunyi di atas pohon sehingga mereka kehilangan jejaknya. Kedua gadis itu meneruskan pencarian mereka. Jae Shin diatas pohon, mencoba menghentikan cegukannya.

Yoon Hee akan pergi tapi Hyo Eun justru mengundangnya makan bersama mereka. Sun Joon berkata tidak benar menghalangi orang yang ingin pergi. Yoon Hee jadi sedih, tapi membenarkan Sun Joon.

Ketika Yoon Hee akan pergi, Cho Sun mencarinya. Cho Sun tanya apa kedatangan-nya membuat Yoon Hee tidak nyaman?

Yoon Hee : Aku menunggumu.

Ke-empatnya duduk makan bersama. Hyo Eun membuka percakapan dengan minta maaf atas insiden di pulau. Ini kesalahan-nya, sehingga Yoon Shik dan Sun Joon terperangkap di pulau sendirian.

Cho Sun melihat ke arah Yoon Hee dengan heran dan kemudian ke arah Sun Joon.
Hyo Eun meneruskan : Kim Yoon Shik adalah teman sekamar Sun Joon yang berharga.
Sun Joon dengan dingin menjawab : semua teman sekamar sama.

Yoon Hee setuju : Kami hanya teman sekamar.

Hyo Eun mulai menyuapkan makanan pada Sun joon. Tapi karena tidak hati2 justru menumpahkan air ke bajunya sendiri. Sun Joon mencoba membantu mengeringkan baju Hyo eun, dan Yoon Hee cemburu melihat itu semua.

Yoon Hee membalas dan berkata kalau Cho Sun adalah tamu istimewa dan ia sudah mengabaikannya. Yoon Hee memberikan makanan untuk Cho Sun.
Sun joon berkata ia tahu alasan mengapa Yoon Hee tidak ingin pergi ke pulau, karena Yoon Hee tertarik pada Cho Sun.

Yoon Hee menjawab kalau Sun Joon berkata tidak tertarik dalam pertunangan dan itu adalah urusan ayahnya.

Yoon Hee melihat Hyo Eun hancur hatinya dan menambahkan : aku bisa melihat sekarang, kalau hatimu pasti bergetar karena Hyo Eun sangat cantik dan baik.

Selama ini, Cho Sun diam dan mengamati saja. Hyo Eun berbunga-bunga dan berkata ini lebih bagus daripada membaca novel.

Tiba-tiba Cho Sun berdiri dan berkata : saya tidak seharusnya berada di meja ini karena tuan muda Yoon Shik tidak tertarik pada saya. Apa saya boleh menebak siapa yang disukai Tuan muda…

Ini membuat semua orang jadi gugup. Cho sun jalan memutari meja dan berdiri di samping Sun Joon, dengan anggun membungkuk sedikit dan mencium pipi Sun Joon.

Membuat Yoon Hee syok!

sumber: kadorama-recaps.blogspot.com