Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 45

Ohgun menceritakan kejadian yang genting saat Hur June akan dipotong tangannya. Ia memeragakan beberapa kejadian dengan begitu rupa membuat para pendengarnya, keluarga Hur June dan Ilsuh, menjadi seperti sedang mengalaminya sendiri. Nyonya Son menangis di akhir cerita karena tidak menyangka kalau Hur June begitu menderita tapi mereka yang ada di rumah sama sekali tidak mengetahuinya.  Haman menegurnya mengapa menangis di hari yang bahagia. Nyonya Son menjawab kalau dirinya menangis karena bahagia.

Ilsuh berseru mengapa mereka tidak berhenti bicara dan segera membuka kain penutup hidangan supaya dapat melihat makanan macam apa yang dimakan oleh Raja. Dahee membuka kain penutup dan semua orang terpana melihat hidangan di depan mereka yang seumur-umur baru kali ini melihatnya. Semua makanan ini dikumpulkan dari seluruh pelosok negeri dan dari semua lautan. Ohgun mengatakan kalau semuanya ini adalah makanan terbaik dari seluruh penjuru bahkan di Istana hanya Raja yang menyantapnya. Haman segera ingin mencicipi tapi tangannya langsung dipukul oleh suaminya, yang mempesilahkan Nyonya Son untuk mencicipi lebih dulu. Nyonya Son mengajak mereka untuk makan. Haman segera  menyikat beberapa hidangan tanpa sungkan. Singkat cerita Keluarga Hur dan juga keluarga Ilsuh bersantap hidangan yang diberikan oleh Raja.

Haman  melihat sebuah bungkusan besar lain dan bertanya apa isinya. Hur June menjawab kalau itu adalah kain yang dihadiahkan oleh Gong Bin Mama untuk mereka. Yangtae mengatakan kalau mereka menjual kain itu akan cukup untuk menghidupi mereka selama setengah tahun, Ilsuh membantahnya dan me ngatakan kalau itu justru bisa untuk biaya hidup mereka selama setahun. Tapi Hur June memberitahu mereka kalau ia tidak akan menjual kain-kain itu dan akan membuat baju darinya. Nyonya Son bertanya untuk apa mereka memakai pakaian yang mewah. Hur June menjawab kalau Gong Bin Mama ingin bertemu dengan mereka dan mengundang mereka ke Istana dengan memakai pakaian baru dari kain yang dihadiahkan itu…. Semuanya sangat bergembira mendengar berita itu.

Larut malam, Hur June keluar untuk mencari udara segar, ia tak sengaja melihat Dahee dan menghampirinya. Ternyata Dahee sedang menangis bahagia. Hur June merasa hatinya terharu, ia bertanya-tanya apakah ada orang lebih buruk darinya di dunia ini. Seorang anak yang buruk dan suami yang buruk juga seorang ayah yang buruk. Sampai saat ini ia tak bisa memberikan cara hidup yang nyaman bagi Dahee dan keluarga kecilnya, membuat Dahee, ibu, dan anaknya menderita karena dirinya.  Hur June merasa kalau ia tidak punya keyakinan untuk melakukannya, sehingga tak berani menatap Dahee. Tapi Dahee memintanya supaya tidak berkata seperti itu, karena ia tak pernah berpikir kalau Hur June tidak bertanggungjawab atas keluarga. Dahee bahkan mengajari Gyeum bahwa lebih penting menjadi seorang manusia yang seutuhnya daripada mencari penghidupan dan makan. Ia mengajar anaknya untuk mengikuti jejak ayahnya jika mau hidup dengan terhormat. Dan alasan mengapa Dahee mampu mengajari Gyum seperti itu justru karena kehadiran suaminya.  Hur June sangat terharu dan berterimakasih, ia memeluk Dahee. Hur June merasa berterima kasih sekali karena Dahee telah mempercayainya. Saat di Yongchun, ketika ia menjadi seorang pembuat onar, dan menyalahkan status sosial keluarganya, ia bertemu dengan Dahee yang membuatnya ingin hidup sebagai manusia seutuhnya. Dan sampai sekarang, Dahee lah yang telah menjaganya sehingga ia masih bisa hidup seperti itu. Hur June tidak bisa menjanjikan kalau ia akan membuat Dahee kaya, tapi ia berjanji kalau ia tak akan mengecewakan harapan dari Dahee. Selama itu Dahee hanya tersenyum gembira dalam pelukan Hur June.

Keesokan paginya, Hur June kembali bekerja di Hyemin, ia menemui rekan-rekannya di kantor. Lee Myung Won mengatakan kalau Hur June tak akan dapat membayangkan betapa banyak kekacauan yang ditimbulkan oleh Jang Hak Do selama Hur June absen.Jang Hak Do menyahut kekacauan apa, ia berpikir kalau dirinya akan mati, karena selama ini Hur June lah yang menemui sebagian besar pasien, jadi sangat besar sekali perbedaannya ketika Hur June absen. Lee Myung Won segera menimpalinya itu artinya kalau Jang yang absen maka tidak ada seorangpun yang menyadarinya. Jang pura-pura memarahi Lee tapi kemudian mereka bertiga tertawa terbahak-bahak. Kim Mangyung datang menemui mereka dan sangat senang ketika melihat Hur June sudah bertugas lagi. Kim mengajak Hur June keluar ke halaman untuk menemui seseorang, Hur June heran …

Ahn Kwang Ik, Sanghwa, Soo Yeon dan Ye Jin sedang menunggu kedatangan Hur June. Hur June sangat senang ketika mengetahui kalau Ahn bertiga datang menemuinya.  Ahn seperti biasa tertawa besar dan dengan bergurau menyindir Hur June kalau sekarang seorang dari desa terlihat begitu keren setelah menghasilkan uang.

Hur June dan Yejin berbincang di tempat tersendiri dengan Ahn bertiga. Ahn mengatakan walaupun masih dalam tahap awal, tapi tetap saja bukan perkara mudah menyembuhkan Banwee. Ahn memujinya telah melakukan kerja bagus. Gurunya yang terkubur di Gunung Chunwang pastilah sangat gembira.  Ye Jin menanyakan kabar rahib Samjeuk. Ahn tertawa dan menjawab kalau Samjeuk masih tetap sama saja, dan atas permintaannya pula maka ia membawa Sanghwa dan Soo Yeon untuk diserahkan pada Hur June untuk dididik menjadi perawat dan dokter. Ahn sudah menyerahkan semua hal mengenai administrasi pada Mangyung jadi Hur June hanya harus menerima mereka saja. Jika saja mereka berdua tertarik pada pengobatan maka itu adalah kehendak dari Samjeuk supaya mereka belajar dari Hur June. Hur June kaget dan merasa kalau dirinya tidak pantas. Ahn menyelanya kalau Hur June akan menjadi guru terbaik bagi keduanya. Seperti Yoo Wee Tae dan Samjeuk, Hur June harus mengarahkan mereka dengan sebaik-baiknya. Hur June mengawasi Sanghwa dan Soo Yeon. Lee Myung Won datang menemuinya dan memberitahu kalau ibu Hur June sudah datang.

Nyonya Son, Dahee, dan Gyum sudah berpakaian indah, hadiah dari Gong Bin Mama, mereka mengawasi Hyemin dan terkagum-kagum dengan semua pemandangan di sana.

Ye Jin menemani Hur June menemui keluarganya. Kedua wanita itu saling memberi hormat. Kedua wanita ini adalah dua orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan Hur June, Dahee lah yang memberi tujuan hidup dan yang mendorong Hur June dari belakang saat di rumah. Sedangkan Ye Jin adalah orang pertama yang menolong Hur June untuk menguasai ilmu pengobatan dan wanita yang dengan segenap hatinya mendukung dan memberi dorongan saat Hur June bertugas. (Andy: menurutku sih Hur June juga ada perasaan pada Ye Jin, hanya saja dia khan orangnya sangat taat pada aturan yang berlaku dan juga tidak mau menyakiti istrinya, Dahee, jadi tidak bisa menikahi Ye Jin. Coba Hur June bujangan atau istrinya meninggal lebih dulu, pasti ntar jadian deh 😀 )

Hur June membawa keluarganya berkeliling Hyemin sambil menunjuk ke sana kemari memberi penjelasan pada keluarganya. Ye Jin melihat itu semua dari kejauhan, Dahee melihatnya dan memberi hormat dari jauh dan dibalas oleh Ye Jin. Hati Ye Jin sangat senang tapi juga sedikit iri dengan kebahagiaan keluarga kecil itu. Hur June membawa mereka ke Paviliun Jinsook, sambil menunjukkan ini itu dan menjelaskannya pada keluarganya saat menuju ke sana.

Saat Hur June dan keluarganya datang, Dayang Kepala Kim menyambut Hur June dan mengatakan kalau Gong Bin Mama sudah menanti kedatangan mereka. Hur June dan keluarganya segera masuk.

Saat di dalam mereka dipersilahkan masuk dan duduk oleh Gong Bin Mama. Hur June dan keluarganya memberi hormat terlebih dahulu baru duduk. Nyonya Son membuka suara dengan gemetar dan senang, mengucapkan rasa terima kasihnya karena sudah mengundang mereka yang memiliki status sosial rendah ke kediamannya. Gong Bin menyahut kalau dia sudah menerima kebaikan besar dari Hur June. Gong Bin kemudian memandang Dahee dan bertanya pada Hur June apakah ia itu istri Hur June, Hur June mengiyakannya, Dahee member salam pada Gong Bin. Gong Bin mendengar kalau watak dan dukungan  dari Dahee sangat baik, ia meminta Dahee supaya terus melakukan itu sehingga Hur June dapat memenuhi tugasnya di masa depan dengan baik. Dahee berterima kasih. Gong Bin melihat anak Hur June dan mengatakan kalau anak Hur June terlihat cerdas mirip dengan Hur June. Gyum segera memperkenalkan namanya dengan hormat.

Gong Bin kemudian berkata pada Hur June kalau dirinya sudah menyuruh orang untuk melihat bagaimana kehidupan Hur June, dan mendengar kalau Hur June dan keluarganya tinggal di rumah yang ditinggalkan oleh orang-orang dari Samgae. Jadi untuk membalas Hur June, Gong Bin mempersiapkan rumah baru beratapkan jerami dan menyuruh Hur June sekeluarga untuk pindah ke sana. Hur June menyahut kalau Gong Bin sudah memberikan cukup banyak hadiah pada dirinya dan keluarganya jadi Hur June meminta supaya Gong Bin menarik kembali hadiah rumah itu. Tapi Gong Bin menimpali kalau Raja sudah mengetahui dan menyetujuinya jadi Hur June diminta oleh Gong Bin untuk menerimanya tanpa berpikir lagi. Gong Bin memerintahkan pada dayang Kim untuk mengajak keluarga Hur June berkeliling Istana dan memberikan santapan di tempat lain. Gong Bin sendiri ingin bicara berdua dengan Hur June.

Dayang Kim segera membawa keluarga Hur June untuk berkeliling, dan Hur June berdua saja dengan Gong Bin tapi tak berapa lama kemudian dokter Raja datang menemui Gong Bin Mama yang memanggilnya. Gong Bin Mama kemudian mengatakan kalau adiknya sudah kembali ke rumah dan berlaku baik. Bahkan sekarang dirinyalah menjadi orang pertama yang mengikuti instruksi dari dr. Hur sehingga ayahnya sangat senang karena anak kecil yang dulunya sangat manja telah menjadi dewasa sekembalinya dari Istana.

Gong Bin Mama juga memuji dr. Yang atas hasil kerjanya dan berterima kasih karena telah merawat kesehatan adiknya. Dr. Yang sedikit terkejut tapi kemudian segera berterima kasih. Ternyata tujuan dari Gong Bin Mama memanggil dr. Yang dan berbicara pribadi dengan Hur June adalah untuk mempromosikan Hur June menjadi dokter Istana dan juga memberinya tanggungjawab untuk merawat kesehatan kedua pangeran, anak dari Gong Bin. Gong Bin merasa dengan keahlian dan watak dari Hur June maka ia merasa kesehatan anak-anaknya akan terjamin. Dr. Yang tidak dapat menentangnya, apalagi ia sendiri merasa “kalah”.  Karena itu adalah keinginan dari Gong Bin maka dr. Yang sendiri yang akan mengangkat Hur June menjadi dokter Istana dan memberinya tanggungjawab untuk merawat kesehatan para pangeran.

Gong Bin bertanya apakah Hur June bersedia. Hur June merasa kalau dirinya tidak pantas untuk menerima peranan itu, Gong Bin segera menyelanya bagaimana ia bisa berkata tidak pantas. Hur June memang terlalu rendah hati. Tapi Hur June segera menyahut kalau dirinya bukan bermaksud untuk merendah tapi di Rumah Sakit Istana masih banyak dokter yang memiliki keahlian yang hebat di bidang pengobatan sehingga Hur June merasa adalah sepatutnya kalau mempercayakan tanggungjawab itu pada para dokter itu. Sedangkan Hur June sendiri lebih suka merawat para pasien di Hyemin. Gong Bin khawatir kalau nanti keahlian Hur June yang berharga justru membusuk di Hyemin. Hur June dengan hormat menjelaskan kalau ia merawat para pasien di Hyemin bukan berarti dirinya akan membuat keahliannya terbengkalai. Justru ia sendiri bekerja keras meningkatkannya sambil merawat para pasien di Hyemin. Hur June sekali lagi meminta Gong Bin Mama untuk membatalkan perintahnya ini.

Gong Bin bertanya apakah Hur June akan menolak tawarannya. Hur June mengiyakannya. Dr. Yang terkejut. Gong Bin masih tidak menyerah, akhrinya ia berkompromi dengan memenuhi keinginan Hur June untuk merawat para pasien di Hyemin sesuka hatinya, tapi jika para pangeran sakit maka Hur June harus segera datang untuk merawat mereka. Hur June kaget dengan kegigihan Gong Bin untuk memintanya merawat anak-anaknya. Gong Bin berkata kalau untuk sekarang ia akan mengalah kali ini tapi ia meminta Hur June agar tidak menolak permintaannya lain kali. Hur June berterima kasih.

Hur June dan dr. Yang keluar dari Paviliun Jinsook. Hur June berpamitan pada dr. Yang dan mau pergi, tapi dr. Yang meminta berbicara berdua dengannya.

Dayang Kim sedang meminpin keluarga Hur June berkeliling Istana. Doji dan dr. Chung sedang melintas dan melihat mereka dari jarak cukup jauh.  Nyonya Son melihat Doji, menjawil Dahee dan bersama-sama memberi hormat pada Doji. Doji membalas hormat. Keluarga Hur June pergi mengikuti dayang Kim. dr. Chung heran dan bertanya apa Doji mengenal mereka. Doji menjawab kalau mereka itu adalah keluarga dari Hur June. Dr. Chung bertanya-tanya kalau begitu apakah Gong Bin Mama yang mengundang mereka. Doji terkejut baru menyadarinya…

Dr. Yang sendirian di kantor  Departemen Medis. Ia mengingat perkataan Hur June saat disidang olehn diriya mengenai tindakan Hur June membedah tubuh gurunya atas permintaan gurunya sendiri supaya Hur June menemukan semua peneyebab penyakit di dunia ini, dan juga dengan demikian maka nama dari Yoo Wee Tae akan hidup selamanya.

Kembali ke masa kini, Hur June menemui dr. Yang di kantornya.  Dr. Yang mengatakan kalau sudah 20 tahun berlalu. Saat ia dan Yoo Wee Tae melakukan pertandingan kekanakan akupungtur, yaitu permainan “9 jarum”. Waktu itu dirinya kalah telak dan dengan terpaksa menyebutkan kalau dokter terhebat di Korea adalah dr. Yoo Wee Tae. Tak pernah seumur hidupnya ia dipermalukan seperti itu dan masih tidak bisa menerima kekalahannya. Tapi sekarang …  dr. Yang menghirup napas dalam-dalam dan menutup matanya …. Sekarang, dokter terhebat di Korea adalah dr. Yoo Wee Tae.  Hur June kaget…. Dr. Yang mengakui kalau dr. Yoo Wee Tae bukanlah dokter desa sembarangan tapi dokter terbaik di Korea. Dr. Yang masih mengingat perkataan Hur June di lain hari, “Bahwa seorang dokter seharusnya hanya melihat penyakit dari pasien bukan jabatannya”. Juga kalau Hur June bersumpah di depan makam gurunya kalau ia akan bekerja untuk mencari cara penyembuhan dan tidak menginginkan kehormatan sebagai imbalannya. Karena dr. Yoo Wee Tae telah menyerahkan tubuhnya kepada Hur June untuk mempelajari semua penyebab dari penyakit di dunia, maka Yoo Wee Tae adalah dokter sampai waktu matinya. Dr. Yang membenarkan tindakan Hur June saat mengobati Yejik, yang memutuskan untuk mengobati penyakit Banwee nya dahulu dan juga dengan teknik pengobatan yang ia lakukan untuk menyembuhkan penyakit itu. Hur June memang benar. Hur June terkejut lagi. dr. Yang melanjutkan kalau sekarang wajar baginya untuk mengakui bahwa dr. Yoo Wee Tae, yang mendidik murid seperti Hur June, adalah dokter terbaik di Korea. Hur June merasa kalau dr. Yang sudah berubah jauh … ia memandang dr. Yang, dr. Yang memandangnya kemudian tersenyum lepas dan menyuruh Hur June meninggalkannya. Hur June berpamitan padanya. (Andy: mulai saat ini semua sakit hati, dendam hilang dari hati dr. Yang dan ia memandang Hur June dengan pandangan kagum dan menyayangi bakatnya yang besar)

Hur June keluar dari kantor Departemen Medis mengingat kata-kata dari dr. Yang barusan. Dr. Yang membenarkan tindakan Hur June saat mengobati Yejik, yang memutuskan untuk mengobati penyakit Banwee nya dahulu dan juga dengan teknik pengobatan yang ia lakukan untuk menyembuhkan penyakit itu. Hur June memang benar. Dan sekarang wajar bagi dr. Yang untuk mengakui bahwa dr. Yoo Wee Tae, yang mendidik murid seperti Hur June, adalah dokter terbaik di Korea. Hur June sangat senang dan penuh percaya diri karena ia telah menerima pengakuan dari dr. Yang, ia melangkah dengan mantap dan wajah senang.

Doji terkejut saat mendengar kalau Gong Bin Mama meminta sendiri agar Hur June merawat kedua pangeran, dan walaupun kemudian Hur June menolak, tapi Gong Bin meminta Hur June yang menangani pangeran saat mereka sakit, sedangkan sehari-hari diserahkan ke dokter lain, yakni Doji. Itu artinya kalau Gong Bin sudah tidak mempercayai keahlian dari Doji, hanya namanya saja ia dokter di Paviliun Jinsook. Doji sangat galau dan masygul. Sehee melihat kegalauan Doji.

Hadong bercerita pada nyonya majikannya, ibu Doji, kalau ibu Gyum, nenek Gyum, dan Gyum sendiri dipanggil ke Istana atas undangan Gong Bin Mama, dan mereka semua dihadapkan pada Gong Bin sendiri. Nonya Oh bertanya apa itu benar. Yuwol mengiyakannya, bahkan Gong Bin Mama juga menghadiahkan sebuah rumah baru pada dr. Hur jadi mereka akan segera pindah. Sukjoong sangat senang mendengarnya, Nyonya Oh tidak enak hati. Tiba-tiba ada seruan kalau Doji sudah pulang.

Nyonya Oh keluar dan menemui Doji bersama dengan Sukjoong. Nyonya Oh bertanya apakah benar keluarga Hur diundang ke Istana oleh Gong Bin Mama. Doji menunduk. Ibunya bertanya lagi bukankah Doji yang bertanggungjawab di Paviliun Jinsook tapi bagaimana kejadiannya sehingga Hur June membuatnya keluar dari sana. Doji semakin masygul hatinya, ia tidak menjawab, sebaliknya ia memohon diri pada kedua wanita di hadapannya dan pergi beristirahat dalam kamar.

Hur June dan keluarganya serta keluarga Ilsuh dan juga Yangtae mengemasi barang-barang mereka dari rumah lama ke rumah baru hadiah dari Gong Bin Mama.  Rumah ini lebih luas dan lebih baik daripada rumah lama mereka. Semua orang sangat senang, mereka melihat-lihat keadaan rumah baru itu. Yangtae mengucapkan selamat pada Hur June karena masa-masa sulitnya sudah berakhir. Hur June sendiri sangat senang.

Menteri Sung menemui para dokter Istana dan bertanya pada dr. Yang apakah benar dr. Hur menolak permintaan Gong Bin Mama untuk mengangkatnya sebagai dokter Istana. Dr. Yang membenarkannya dan menjelaskan kalau itu adalah keinginan dr. Hur sendiri yang ingin merawat para pasien di Hyemin. Menteri Sung menyebut Hur June sebagai orang yang sangat aneh dan sulit dimengerti, tapi biarlah karena itu yang dimintanya. Tapi untuk menghargai usaha kerasnya, maka paling tidak mereka harus menaikkan tingkatnya. “Jika dokter merawat para pasien dengan kesungguhan hati maka kesuksesan akan mengikutinya” jadi Menteri Sung mengharapkan agar para dokter Istana tidak mementingkan diri mereka di depan para pasien dan melaksanakan tugas mereka dengan baik demgan menjadikan tindakan dr. Hur sebagai contoh mereka. Para dokter mengiyakannya. Menteri Sung menatap Doji dengan tajam, Doji menyadarinya dan hatinya terasa bergetar dan tidak enak.

Doji ke gudang obat Istana dan duduk di tempat biasanya, ia mengingat kata-kata dari Menteri Sung, bahwa “Jika dokter merawat para pasien dengan kesungguhan hati maka kesuksesan akan mengikutinya” jadi Menteri Sung mengharapkan agar para dokter Istana tidak mementingkan diri mereka di depan para pasien dan melaksanakan tugas mereka dengan baik demgan menjadikan tindakan dr. Hur sebagai contoh mereka.

Suara Doji: Dia (Menteri Sung) sebenarnya di dalam pikirannya menujukan kata-kata itu padaku.  Bukan saja aku kehilangan kepercayaan dari Gong Bin Mama, sekarang aku juga kehilangan rasa suka dari Deputi Menteri. Apa yang harus aku lakukan? ….Apa yang dapat kulakukan? ….

Sehee menemui Doji dan berusaha menghiburnya, kalau seorang dokter bisa saja berbuat satu kesalahan dan seharusnya tidak terlalu memikirkan itu karena Gong Bin Mama sangat mempercayai Doji jadi nanti Gong Bin Mama pasti mencarinya. Doji justru tidak merasa terhibut dan menyuruh Sehee keluar karena ini bukanlah urusannya. Sehee mengatakan bagaimana ia tidak merasa gelisah saat melihat Doji dalam kesulitan. Doji semakin marah dan membentaknya untuk segera keluar. Sehee terperanjat …

Doji mengakui kalau insiden saat itu adalah kesalahannya saat mabuk. Tapi dirinya justru tidak merasa nyaman dengan kepedulian Sehee padanya. Doji meminta agar Sehee tidak menemuinya lagi.  Doji segera pergi meninggalkan Sehee yang tertegun. Sehee kemudian menyusul Doji, yang kaget melihat tindakan nekat dari Sehee. Sehee memberitahunya kalau dirinya tidak bisa melakukan apa yang Doji inginkan. Sehee tidak peduli apakah itu adalah suatu kesalahan, tapi yang jelas Doji telah memeluknya dan Sehee telah memberikan segalanya untuk Doji. Doji menyuruhnya minggir, tapi Sehee nekat dan meminta agar Doji tidak membuangnya seperti ini. Doji berusaha pergi tapi dihadang lagi oleh Sehee yang memperingatkannya dengan bertanya apakah Doji tahu nasib apa yang dialami oleh seorang dokter yang ketahuan memiliki affair dengan perawat. Doji kaget. Sehee meminta Doji agar tidak membuangnya seperti ini, agar tidak memperlakukannya seperti ini. Doji menjadi sangat kebingungan.

Malam hari, tanpa menyalakan sebuah lilin pun, Doji mondar-mandir dengan gelisah dan kebingungan di kantornya. Ia mengingat pertanyaan Sehee, apakah ia tahu apa yang akan terjadi pada seorang dokter yang ketahuan punya affair dengan perawat. Doji kemudian memutuskan sesuatu dan menemui rekannya, dr. Chung di kamarnya untuk meminta bantuannya mengenai masalahnya dengan Sehee.

Sehee sendiri ada di kamarnya sedang merenung. Onji menegurnya mengapa Sehee begitu tergila-gila pada Doji, padahal Doji tidak berdarah bangsawan. Sehee menyuruhnya diam saja kalau tidak mengerti. Ia menyukai Doji bukanlah hanya untuk menaikkan penghidupannya. Onji hanya mencibir saja.

Dr. Chung Tae Un menceritakan kejadian sebelum Doji, ketika seorang dokter bernama Choi tertangkap basah memiliki affair dengan perawat dan dicela, ia sebelumnya sudah dalam situasi yang tidak baik. Jika masalah ini tersebar luas, maka kehormatan Doji akan mengalami kerusakan yang parah.  Jadi sebelum itu terjadi maka Doji harus melakukan sesuatu lebih dahulu sebelum Sehee. Doji bertanya apa yang harus ia lakukan. Dr. Chung menjawab kalau ia yang akan menanganinya.

Doji mengawasi dari tempat agak jauh saat dr. Chung bercakap-cakap dengan Sobi. Mereka berdua kemudian berpisah, Sobi kembali ke tempatnya, dr. Chung menemui Doji. Dr. Chung mengatakan kalau dirinya bisa menyalahkan Sehee akan sesuatu sehingga nantinya dia akan dibawa ke kantor disiplin. Doji sedikit lega hatinya.

Di Hyemin, para dokter sedang sibuk merawat para pasien yang hari itu sangat banyak. Para perawat membantu para dokter. Di bangsal seseorang pasien yang duduk tiba-tiba jatuh telentang dan terlihat kesulitan bernapas, So Hyun dan Ye Jin yang saat itu ada di sana segera menghampiri pasien itu. So Hyun segera menyuruh Ye Jin untuk memanggilkan dokter dan Ye Jin segera pergi. So Hyun memijat-mijat tubuh pasien itu, tapi tiba-tiba pasien itu tak sadarkan diri karena kehabisan napas. So Hyun sangat terkejut dan berusaha membangunkan pasien itu dan memijat-mijat lebih sungguh lagi.

Ye Jin datang, So Hyun bertanya mengapa ia sendirian.  Ye Jin menjawab kalau semua dokter sedang merawat pasien gawat, dan dr. Hur berjanji kalau ia akan datang secepatnya. Tapi melihat kondisi pasien, Ye Jin mengatakan kalau ia akan membuka batang tenggorokannya dengan akupungtur, tapi So Hyun mengatakan kalau ia yang akan melakukannya. Ye Jin segera menyerahkan jarum pada So Hyun.  So Hyun melakukan akupungtur pada pasien itu, yang kemudian dapat bernapas kembali dengan lega. Ye Jin dan So Hyun sendiri juga menjadi lega melihat pasien itu dapat bernapas.

Tiba-tiba dokter Song menegur mereka, bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Dr. Song melihat pasien itu dan tampak jarum akupungtur, sehingga ia bertanya pada So Hyun apakah So Hyun melakukan akupungtur. So Hyun ragu-ragu. Dr. Song mulai marah dan bertanya lagi dengan nada tinggi apakah dia melakukan akupungtur. So Hyun memohom maaf dan  menjawab kalau pasien dalam kondisi gawat tapi tiba-tiba ia ditampar oleh dr. Song. Ye Jin dan So Hyun sangat terkejut. Dr. Song mencela So Hyun karena telah melakukan akupungtur sebagai perawat Hyemin.

Hur June datang dan terkejut melihat tingkah laku dr. Song. Dr. Song memanggil orang dan menyuruh menyeret So Hyun keluar untuk dihukum, tapi Hur June segera menghalangi dan meminta untuk mendengarkan cerita dari So Hyun dahulu. Dr. Song menyuruhnya tidak usah ikut campur dan memerintahkan petugas untuk membawa So Hyun. Hongchun masuk dan melihat itu, ia segera menemui dr. Song dan bertanya apa yang terjadi. Dr. Song menjawab kalau dua orang perawat itu melakukan akupungtur. Hongchun kaget dan berusaha membela mereka mungkin saja dr. Song salah paham … dr. Song menyahut kalau ia sendiri yang menyaksikannya.  Bagaimana bisa seorang perawat Hyemin mencoba untuk menangani jiwa orang tanpa berpikir. Hal ini sungguh tak bisa dibenarkan. Tapi So Hyun menyahut kalau ia melakukannya karena ia bisa. Ye Jin menyambung kalau ia tahu adalah salah melanggar peraturan yang mana perawat tidak boleh melakukan akupungtur tanpa ijin, tapi sungguh tidak layak mengatakan kalau menyebut tindakan itu tanpa berpikir. Hur June segera memeriksa pasien itu. Ye Jin  masih menjelaskan kalau saat itu situasinya sudah genting, jika mereka tidak melakukan sesuatu langsung pada saat itu maka jiwa pasien itu dalam bahaya.

Hur June berseru kalau para perawat itu benar. Karena tindakan mereka melakukan akupungtur pada saat yang tepat maka jiwa pasien itu terselamatkan. Kalau saja saat itu mereka hanya menunggu kedatangan dokter, maka pasien itu sudah mati sekarang.  Tapi dr. Song masih bersikukuh kalau mereka telah melanggar aturan. Hur June segera menyahut untuk siapa sebenarnya aturan itu dibuat, bukankah itu untuk menyelamatkan jiwa para pasien. Dr. Song tetap saja bertahan pada pendiriannya dan menyuruh Hur June untuk tidak ikut campur. Hur June masih mau mendebat tapi dr. Yang datang dan bertanya ada apa…. Semua orang segera berdiri menghoramati dr. Yang yang datang bersama dengan dr. Kim Eun-taek, yang kemudian melihat pasien dan memandang pada semua orang terutama pada Hur June.

Pertemuan di kantor Hyemin, Hur June dan Kim Mangyung berhadapan dengan dr. Song dan dr. Kim sementara itu dr. Yang duduk. Dr. Kim Eun-taek bertanya apa yang mereka lakukan, bagaimana bisa seorang perawat Hyemin melakukan akupungtur.? Bagaimana mereka bisa menegakkah kewenangan dokter dalam situasi seperti ini. Kim Mangyung menyindir jika dua orang yang diserahi tanggung jawab Hyemin melalaikan pasien, bagaimana mereka bisa berbicara mengenai kewenangan dokter. Dr. Song dan dr. Kim berpandangan dan salah tingkah, dr. Song bertanya apa maksud dari Kim Mangyung. Kim Mangyung bertanya apa ia salah … seorang perawat memegang jarum justru lebih baik daripada seorang dokter yang hanya duduk di belakang meja. Dr. Yang menatap Kim Mangyung, sedangkan dr. Song dan dr. Kim gelisah tak karuan. Dr. Yang memberitahu kalau ada aturan di Istana, dan itu adalah jelas-jelas salah bagi seorang perawat yang belum mempelajari dasar pengobatan untuk merawat pasien. Hur June segera menyahut justru karena tindakan mereka berdua sehingga pasien itu selamat. Dr. Song menimpalinya kalau itu hanyalah keberuntungan belaka, mereka menirukan tindakan dokter dan ketahuan. Hur June segera membantahnya kalau itu tidak benar, So Hyun memiliki keahlian medis yang baik sebaik dokter. Ia sendiri yang melatih mereka dan mereka hanya kekurangan pengalaman klinis, tapi mereka banyak mengetahui buku-buku pengobatan dasar. Dr. Yang memandang Hur June, yang menjelaskan kalau pasien itu menderita Junhoopoong dan dalam kondisi udara tidak bersikulasi. Jika saja perawat So  Hyun tidak membuka batang tenggorokannya dengan akupungtur, pasien itu bisa saja kehilangan nyawanya.

* Junhoopoong adalah penyakit gawat yang dapat menyebabkan peradangan akut, sakit bengkak pada tenggorokan, demam, kedinginan, dan sulit bernapas.

Ye Jin dan So Hyun dibawa ke asarama perawat. Duk Geum menegur kecerobohan mereka, apakah mereka tidak tahu kalau hanya perawat dari Rumah Sakit Istana saja yang boleh melakukan akupungtur tanpa seijin dokter. Hongchun menyesali tindakan mereka dan menyebut keduanya sebagai orang-orang bodoh, sekarang mereka berdua akan dianggap mengabaikan kewenangan dokter dan akan mendapatkan hukuman berat. Bisa-bisa keduanya diusir dari tempat ini. So Hyun dan Ye Jin saling berpandangan, Ye Jin membela So Hyun, yang melakukannya untuk menyelamatkan pasien. Hongchun menjawab kalau itu tidak ada gunanya, karena dokter Raja sendiri yang mengetahuinya, maka sekarang hal ini tidak akan berakhir dengan tenang.

Tiba-tiba Chae Sun datang memberitahu kalau dokter Raja memanggil So Hyun dan Ye Jin, yang langsung pucat wajahnya. Duk Geum dan Hongchun menjadi gelisah.

Dr. Yang, dr. Song, dr. Kim, Hur June, dan Kim Mangyung sedang menunggu, ketika Duk Geum dan Hongchun masuk bersama-sama dengan Ye Jin dan So Hyun. Dr. Yang keheranan dengan kehadiran dari Duk Geum dan Hongchun. Duk Geum memintakan maaf bagi kedua anak asuhnya, karena mereka masih belum dapat berpikir dengan benar, Duk Geum memohon agar tidak mengusir keduanya keluar dari Hyemin demi dirinya. Dr. Yang dengan nada bertanya mengatakan apakah ia terlihat akan mengusir mereka keluar. Hongchun dan Duk Geum berpandangan heran. Dr. Yang mengalihkan pandangannya pada So Hyun dan bertanya apa ia tahu kondisi penyakit dari pasien itu. So Hyun menjawab kalau pasien itu menderita Junhoopoong. Dr. Yang bertanya lagi mengenai kondisi pasien. Ye Jin menjawab kalau itu disebabkan oleh hawa panas yang terpusat di tenggorokan dan dadanya akan terasa sesak pada awalnya, kemudian tidak bisa bernapas dan kaki dan tangan menjadi dingin. Jika pernapasannya berhenti, maka pasien dapat kehilangan nyawanya seketika itu juga. Dr. Yang menguji mereka lagi dengan bertanya kalau begitu apa yang harus mereka lakukan. So Hyun menjawab kalau mereka dapat menggunakan Hae Dok Woong Hwang Won Woong Hwang San, tapi ketika tenggorokan seseorang tiba-tiba tersumbat dengan mendadak, penyebab penyakit itu memiliki penyebaran yang sangat cepat, jadi pengobatan utama yang paling dibutuhkan adalah dengan melakukan akupungtur dan membuang darah yang menyumbat.

* Hae Dok Woong Hwang Won Woong Hwang San digunakan pada saat genting karena disebabkan oleh junhoopoong

Dr. Yang sangat terkejut melihat kemampuan kedua perawat di hadapannya. Duk Geum dan Hongchun saling berpandangan dengan senang. Dr. Yang mengatakan kalau itu usaha yang sangat bagus bagi seorang perawat di Hyemin mengetahui sebanyak itu. Dr. Yang memuji mereka berdua. Lagipula karena tindakannya itu dapat menyelamatkan nyawa seorang pasien maka dr. Yang tidak akan memperpanjang lagi, tapi tetap harus diingat kalau aturan perawat tidak dapat melakukan pengobatan pada pasien tanpa seijin dokter  masih tidak berubah. Ye Jin dan So Hyun mengiyakan, mereka berdua sangat lega. Dr. Song cemberut wajahnya, Kim Mangyung dan Hur June tersenyum senang. Dr. Yang bangkit dari duduknya dan mau pergi, tapi berbalik dan berkata pada Duk Geum mengapa ia menyimpan orang yang berguna di Hyemin sampai sekarang, jika ada kesempatan kirim saja ke Istana. Duk Geum mengiyakannya dan sangat senang. Dr. Yang dan duo sirik meninggalkan ruangan.  Keempat perawat itu sangat senang karena lolos dari hukuman, justru pujian yang didapat. Hur June tersenyum mengawasi tingkah mereka.

Sehee dan Onji di ruangan ramuan untuk mengambil ramuan obat, tiba-tiba Sobi dan Dayang Kepala Istana datang menghadang jalannya. Sobi bertanya siapa yang mengantarkan ramuan kepada Raja. Sehee menjawab kalau ia yang melakukannya. Dayang Kepala kemudian melarangnya masuk dan mendekati ruangan ramuan lagi.  Sobi terkejut dan tidak mengerti apa kesalahannya. Sobi mengatakan kalau ada Mangcho dan Daehwang di ramuan Raja, jika Sehee membaca resepnya maka ia akan tahu, tapi Sehee telah meletakkan air madu yang seharusnya tidak diperbolehkan karena akan bercampur dengan Mangcho dan Daehwang maka ramuan itu akan bersifat dingin dan justru akan menjadi racun. Apakah ia tak tahu akan hal seperti itu.

* Erigeron Canadensis (Mangcho)  adalah obat dengan efek dingin, untuk mendinginkan demam dan mengobati tumor.

* Rhubarb (Daehwang) adalah obat yang memiliki efek untuk membersihkan racun dan darah yang menggumpal.

Sehee menjawab kalau ia hanya disuruh seorang dayang yang mengatakan kalau itu untuk mengurangi rasa pahit dari ramuan. Sobi bertanya siapa orangnya, yang dijawab kalau seorang dayang mengatakan kalau ia sudah mendapatkan ijin dari dokter. Dayang kepala menegurnya karena mau menyalahkan pada orang lain. Sehee memohon mereka untuk percaya padanya, tapi Dayang Kepala mengusirnya keluar dari ruang ramuan dan akan mengirimnya ke kantor disiplun dan tidak mengijinkan Sehee untuk mendekati ruangan ramuan lagi. Dayang kepala pergi, Sehee meminta bantuan Sobi, tapi Sobi segera pergi. Sehee merasa kalau ini tidak adil karena bukanlah kesalahannya. Doji dan dr. Jung mengawasi dari jauh.

Dr. Chung menemui Sehee dan mengatakan kalau ia melihat kejadian di ruang ramuan dan kelihatannya kalau Sehee akan diperlakukan tidak adil di kantor disiplin. Sehee kaget. Dr. Chung ingin mengusulkan sesuatu. Onji datang dan mengawasi mereka berdua yang sedang berbincang-bincang. Dr. Chung memintanya untuk berjanji tetap diam dan tidak membeberkan apa yang terjadi antara dirinya dan dr. Yoo, maka dr. Chung akan membiarkannya tetap tinggal di Istana. Sehee baru mengetahui ternyata peristiwa itu direncanakan oleh dr. Chung atas perintah dr. Yoo. Sehee ingin menemui dr. Yoo sendiri dan bertanya padanya, tapi dr. Chung menyuruhnya untuk tetap diam jika tidak mau diusir dari Istana. Dan semuanya harus disimpan dalam hati sampai ke dalam kuburan. Dr. Chung pergi. Onji mendatangi Sehee dan bertanya apa yang dibicarakan dr. Jung pada Sehee. Sehee sangat geram dan bersumpah kalau ini tidaklah semudah yang Doji harapkan.

Ohgun memasuki gudang obat dan melihat para staf sedang menggosipkan sesuatu, seorang staf medis segera membisikkan kabar mengenai Doji dan Sehee, Ohgun terkejut, staf itu menyuruhnya untuk memastikan kalau gosip ini beredar luas. Ohgun mau memberitahu seorang staf medis lain ketika melihat Doji, mereka segera berpura-pura sedang sibuk, Doji merasa aneh tapi tidak tahu apa penyebabnya.

Sehee mengambil ramuan, para perawat dan staf medis berbisik-bisik di belakangnya. Sehee tetap tenang dan melakukan tugasnya. Ia sedang menanti rebusan ramuan ketika bertemu dengan Doji di ruangan tersebut, mereka berdua sama-sama kaget tapi Sehee berhasil menguasai diri dan segera melenggang pergi tanpa melihat pada Doji, yang membuat dr. Jung dan Doji keheranan.

Dr. Jung Jak menemui dr. Yang dan memberitahunya kalau ada rumor yang memalukan beredar di Rumah Sakit Istana. Dr. Yang heran …

Para dokter sedang melepaskan celemek kerja mereka sambil bercakap-cakap. Lee mengatakan kalau sebentar lagi pertemuan para dokter yang biasanya 4 bulan sekali akan berlangsung, apa yang akan terjadi pada saat itu. Jang segera menyahut pasti dr. Hur yang akan dipromosikan. Kim Mangyung setuju dan memang Hur June pantas mendapatkannya setelah usaha keras yang ia lakukan.  Lee menyatakan kalau sekarang Hur June akan menjadi dokter spesialis. Jang memintanya supaya jangan pernah memandang rendah pada rekan-rekannya. Hur June meminta mereka berhenti bergurau karena bisa-bisa nanti mereka terlambat mengikuti pertemuan dokter. Kim Mangyung menyuruh Hur June untuk membusungkan dadanya. Mereka semua tertawa.

Pada pertemuan dokter Istana, Hur June dinaikkan tingkatnya ke tingkat 7 (Jikjang) atas talenta dan kerja kerasnya selama ini ( Andy: terutama karena telah berhasil menyembuhkan adik ipar Raja). Doji sangat kaget, karena dengan kenaikan tingkat ini, maka Hur June setingkat di bawahnya. (Doji di tingkat 6 – Jubu -). Di lain pihak, semua rekan-rekan Hur June di Hyemin bergembira atas promosi ini. Setelah itu Yoo Doji ditugaskan menjadi dokter yang mengantarkan pesan pribadi ke negara Myung (? – Mungkin Ming / Tiongkok – ?). Doji terkejut, dr. Jung segera bertanya bukankah tugas itu biasanya diberikan pada dokter tingkat rendah. Dr. Yang menjawab kalau tidak selalu seperti itu, hal ini sudah diputuskan jadi tidak usah berdebat. Doji bertanya mengapa dr. Yang memperlakukannya dengan begitu kejam.  Dr. Yang segera menyemprotnya, apakah Doji tidak tahu kalau ada rumor memalukan di Istana yang melibatkan Doji. Pikirkan betapa beruntungnya Doji masih boleh tinggal di Rumah Sakit Istana. Doji kaget demikian juga dengan dr. Chung, Hur June tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada Doji, ia heran dan menatap Doji …..

Iklan

28 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 45

  1. Lega….akhirnya yang ditungggu2 datang juga, mkacih koh andy, pasti kupingnya gatal digaruk2 sama penggemar ya, he.he… Lanjut 46 boss

  2. Mampus lu ! Yoo Do Ji ……. sombong banget. Tidak berperasaan…..!
    Kok saya yang sewot ? ……………………………………………………………
    Mudah-mudahanan keluarga Huh Joon semakin sejahtera, ilmu kedokterannya tambah mantap… melayani pasien di Hyemin dan menjadi dokter favourite keluarga kerajaan.
    ( Koh Andy……percaya nggak ya….. setiap sinopsis selesai terbit, seolah olah saya membaca script yang akan saya perankan…..saya baca berulang-ulang sampai budek…… ha…. ha…….ha…… ) Thanks ya Koh Andy………. Selanjut….nya : 46…………

  3. Ini para pemirsa pd trkesima pd drama huh joon, ampe segitunya…hebat yg bikin nih drama plus yg merangkai kata2 dlm sinopsisnya jg donk…bgt mengesankan, mengharukan, inspiratif, apalg y? Ada yg usul??? Hehe

    • huh joon nda pernah membedah, karena pembedahan dilarang pada masa itu, dia hanya sekali saja membedah, yaitu jenazah gurunya, hanya untuk mengetahui bentuk dan fungsi dari organ dalam tubuh manusia, dll. 😀

      • oo begitu.. aq kira dia mmg jd Dr. spesialis bedah / dokter pertama yg melakukan pembedahan pd pasien.. bukan bedah mayat.. ok dech.. tq ya info nya

  4. inilah episode yg kutunggu2..ngeliat doji kalah dg huh joon..apalagi ngeliat ibunya yg paling sombong sedunia jd malu dg dahee dan ibu huh joon..dilanjut episode berikutnya koh andy..

  5. Tanggapan untuk Fina :
    Kalau tidak salah pembedahan dimaksud ada di episode 30 ( tolong Koh Andy koreksi kalau ada yang keliru …………… ). Bukan pembedahan pada pasien tapi Huh Joon membedah jasad gurunya sendiri agar ilmu kedokteran Huh Joon menjadi lengkap untuk kemaslahatan manusia. Ini merupakan wasiat paling berguna dari dr. Yoo Wee Tae dan sangat berat / terpaksa dilakukan oleh Huh Joon ( pembedahan tersebut disaksikan oleh Ahn Kwan Ik dan rahib Samjeuk / dua guru Huh Joon lainnya ………).
    Dalam kejadian abad ke 16 tersebut ( sekitar Tahun 1571-1572 sebelum ujian nasional Huh Joon tahun 1573 ) pembedahan terhadap manusia ( untuk pembelajaran ) sangat langka atau mustahil boleh dilakukan waktu itu dan hanya sering dilakukan terhadap hewan/binatang saja……………………………
    Ada pesan yang menarik di episode ini : ….. Nantinya Fina yang membaca lengkap :
    Entah dunia menghargai seorang dokter atau tidak, tugasnya sangat berharga karena berurusan dengan nyawa manusia. Tapi betapapun berharganya seorang dokter nantinya, kau bukanlah seorang dokter yang sejati jika kau tidak menyadari satu hal yang terakhir, yaitu cinta kasih ………..etc……………( maksudnya keiklasan seorang dokter merawat penuh kasih dan cinta untuk kesembuhan pasiennya ) ……………….

    Terima kasih Koh Andy …. sinopsisnya dikutip kembali … karena benar-benar menyentuh perasaan ……………………………………………………………………..

    • makasih bgt penjelasannya mas.. jd slama ini aku slh duga.. krn aq bnr2 nunggu episod huh joon akan melakukan op / pembedahan pd pasien nya.. ternyata gk ada..

      Salut juga bwt mas ali.. bisa menangkap pesan / makna yg terkandung di sinop ini..

      • 당신을 다시 보게
        Yang benar adalah Mas….. Alika saya artikan Cinta atau Kasih.
        Saya benar-benar menghargai usaha Koh Andy yang membuang banyak waktunya untuk menyusun Sinopsis Drama Koreanya…terutama Sinopsis Hur June karena sangat membantu Fans nya untuk menghayati Drama tersebut.
        Dibandingkan dengan Sinetron Indonesia Kejar tayang, dimana alur cerita terkesan dipaksakan ( apalagi bertaburan dengan bintang-bintang blasteran ), …….. saya cenderung angkat jempol untuk Drama Korea karena antropologistnya dramanya sangat mirip dengan budaya Indonesia. Coba kita amati …. Masih sangat sering kita jumpai casting pemerannya yang menggambarkan rasa malu……tenggang rasa dan saling menghormati. Ciao………

  6. Kenapa dulu aku ga jadi dokter yah …….????
    Mulia sekali kalo ada dr seperti kang mas HJ itu …….
    dan ….. drama yang spti ini musti wajib di tonton sama calon dr-dr kita ……..

    • Sebenarnya ini dilema ………. Kalau proses penerimaan mahasiswa kedokteran murni dan ditunjang kepintaran mahasiswanya, saya kira no problem………akan ada dokter-dokter kita di Indonesia seperti Hur June . Tapi kalau sudah melibatkan sejumlah uang untuk lolos ke fakultas kedokteran … sampai resmi menyandang titel dokter, saya kira tinggal harapan …… apalagi untuk ditempatkan didaerah terpencil….. jauh panggang dari api.

    • waktu huh joon mulai tayang di lbs, aku masih buat sinopsis Seo Dong Yo. Jadi saat aku dah selese buat SDY langsung loncat ke episode yang ditayangkan sama LBS .. gitu ceritanya … makanya 1-13, 15-19 ga ada 😀

  7. Jadi tetap balapan sama lbs dong, awas kesalip lbs…makanya mending 3-4 episode duluan dr lbs…ntar kl kompinya keok lg kan msh ga keburu lbs…hehehe maunya sih…

  8. Mas andy, aku kan nonton Joon mulai eps 9, jd tolong bikinin sinopsnya mas, jgn nunggu tamat dulu biar ceritanya ngga gantung. Trus mo nanya gebrakan Joon di bid kedokteran apa? Di eps brp? Cerita dong!

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s