Hong Gil Dong – Episode 24 [Finale]

Raja mengirimkan pasukannya untuk menyerang Hwal Bin Dang. Dengan tak adanya kesempatan untuk meloloskan diri dan terkepung di segala sisi, Hwal Bin Dang bersiap untuk menghadapi pertempuran yang tak terelakkan.

Tak menunggu waktu lama, itu akan menjadi pertempuran besar-besaran.

Mendengar bahwa Chang Whe memerintahkan penyerangan, Enok segera berlari untuk menemui Gil Dong. Chang Whe mendengar kepergian Enok dengan hati tawar, tapi percaya kalau Gil Dong akan mengirimnya kembali. Meskipun ini adalah peristiwa yang paling ia takuti, kedua pria yang sangat mencintai Enok tak akan membiarkannya terlukai.
Baca lebih lanjut

Iklan

Hong Gil Dong – Episode 23

Terguncang karena tersingkapnya kepalsuan dari pedangnya, Chang Whe masih menetapkan tujuannya untuk mengambil tahta. Ini tak akan mengubah jalannya, itu hanya akan mengubah maksud dari naiknya ia menjadi Raja. Meskipun ia telah mengumumkan untuk mengundang masyarakat umum ke perayaan pemahkotaannya, ia sekarang memerintahkan anakbuahnya untuk mengumpulkan para bangsawan untuk melakukan ritual itu sekarang juga. Secepatnya. Di tengah malam.
Baca lebih lanjut

Hong Gil Dong – Episode 22

Enok berteriak pada Gil Dong sementara ia diseret pergi, dan Gil Dong mendengarnya, mengenali suara yang dikenalnya, meskipun Gil Dong tak melihatnya. Dia segera pergi mencarinya sedangkan Enok berusaha melawan para penangkapnya dan berhasil meloloskan diri.

Enok sedang bersembunyi di antara bangunan yang dilumuri oleh minyak ketika Gil Dong menemukannya. Enok segera memberitahunya bahwa Raja tampaknya telah mengetahui rencana para pemberontak dan sedang mempersiapkan serangan balik. Gil Dong tiba-tiba melihat adanya minyak yang meleleh turun dari dinding, menyadari kalau raja yang sinting bermaksud untuk membakar habis Istana. Dia dan Enok berpisah, Gil Dong berniat untuk menghadang Raja, dan Enok bertugas memberi peringatan pada para pemberontak agar tidak menggunakan bahan peledak yang sedang dipersiapkan untuk digunakan.
Baca lebih lanjut

Hong Gil Dong – Episode 21

Enok bermimpi …

Ia membawa penjepit rambut yang dibelikan kakeknya, sangat bahagia dengan masa depannya, dia akan segera menikah dengan Gil Dong. Melihat ke bawah, Enok melihat tangannya ternoda darah, dan teringat kalau kakeknya sudah mati. Gil Dong berjalan di depannya dan meninggalkannya di belakang, karena mereka berdua tak bisa bersama-sama lag.

Itu adalah mimpi yang ia alami sementara Chang Whe mengawasinya tidur. Di dalam mimpi dan dalam kenyataan, ia menggumamkan nama Gil Dong. Chang Whe mendengar ini sebelum ia kemudian mencuri sebuah ciuman dari Enok.

Sementara itu, Gil Dong mengingat janji ceria Enok untuk tetap bersama dengannya selamanya, dan berusaha menahan rasa kehilangannya.
Baca lebih lanjut

Hong Gil Dong – Episode 20

Setelah Gil Dong melangkah ke depan ayahnya dan tertusuk, Enok mulai tampak sedikit mendapatkan kesadarannya, menyadari apa yang telah ia lakukan. Gil Dong memberitahunya: “Enok … itu tidak apa-apa!” Tapi Enok merasa ngeri atas apa yang telah ia perbuat pada Gil Dong, dan menyangkal perkataan Gil Dong, melangkah mundur: “Tidak, itu bukannya tidak apa-apa …”

Chang Whe datang tepat pada waktunya ketika Enok roboh pingsan. Dia menangkap tubuh Enok, dan membawanya kembali ke markas Yongmun. Chisu mengartikan peristiwa ini dengan mengira bahwa Gil Dong pada akhirnya tak dapat membunuh ayahnya.
Baca lebih lanjut

Hong Gil Dong – Episode 19

Setelah ciuman itu, Enok menjadi sangat bingung, tak tahu bagaimana harus bereaksi. Pertama dia menutup matanya, terlalu malu untuk menatap Gil Dong yang sedang mengawasinya untuk  menikmati perubahan wajah si Enok, kemudian Enok tidak tahan dan segera pergi keluar dengan terburu-buru menuju ke pos, terbuat dari kayu, terpeleset saat menaiki tangga, dan jatuh ke sebuah mata air … heheheheh …

Yang lain melihat tingkah Enok yang terburu-buru keluar dari ruangan, dan mengira Enok sedang bersedih, mengasumsikan yang terburuk. Tak tahu kalau Enok tertawa mengikik karena senang saat ia sendirian. Su Geun mencaci Gil Dong karena mempermainkan perasaan Enok (mengira kalau Gil Dong tak membalas perasaan Enok). Yang lain juga datang dan mengancam Gil Dong untuk memperlakukan “Enok kami” dengan baik, atau kalau tidak …. Melongo, Gil Dong bahkan tak dapat kesempatan untuk membela dirinya sendiri …. ahahahahaha ….

Berpikir kalau Enok sedang merasa sedih karena perasaanya tak berbalas, Gom memberitahu Enok kalau Gil Dong benar-benar sangat memikirkan Enok. Pada kenyataannya, dia menyimpan kantung kumal, yang dibuatkan oleh Enok,  selama ini dan sering sekali menatap kantung itu. Enok bertanya dengan penuh rasa ingin tahu, “Kantung cantik dengan sulaman bunga itu?” Gom: “Uh … aku tidak bisa menyebut kantung itu cantik … ” Enok dengan konyolnya jsutru  sangat senang mendengar itu.
Baca lebih lanjut

Hong Gil Dong – Episode 18

Gil Dong berusaha menguasai rasa takutnya saat ia dikepung oleh 5 hantu perempuan berambut panjang dan berbaju putih, yang menghunus pedang mereka dan bersiap untuk membunuh Gil Dong. Gil Dong menguatkan hatinya untuk bertarung … tapi tiba-tiba satu hantu melihatnya lebih dekat dan mengatakan: “Uh … bukan dia …”

Pimpinan hantu-hantu itu meminta maaf: “Maaf, kami salah mengira kau sebagai orang lain …” Dengan itu, para hantu wanita itu segera melayang pergi.
Baca lebih lanjut

Hong Gil Dong – Episode 17

Chang Whe terpanah! Para anggota Hwal Bin Dang segera mundur untuk membawa Chang Whe ke tempat aman, sementara para anggota Yongmu nampak shock, dan pejabat pemerintah mencoba untuk menebak siapa itu siapa dan di pihak mana. Menteri Seo, misalnya, tak menyadari dengan jelas pengaruh apa yang akan timbul dari apa yang barusan terjadi sampai Menteri Hong, seperti biasa lebih cerdik, mengenali bahwa orang yang terpanah itu adalah sang pangeran. Dia juga mengenali Enok sebagai anggota dari kelompoknya Hong Gil Dong.
Baca lebih lanjut

Hong Gil Dong – Episode 16

Mencondongkan tubuhnya ke arah Enok, Gil Dong mengatakannya dalam nada yang hangat, sedikit merayunya:

Gil Dong: “Kau tidak merasakan apapun, bahkan seperti ini? Tatapanmu goyah. Ini bukanlah cara seseorang menatap ketuanya dengan rasa hormat.”

Enok: “A-a-apa?”

Gil Dong: “Lihat itu, kau kesulitan bernapas juga. Ayo lanjutkan, bernapaslah. Atau kau memang memerlukan pernapasan buatan? Jika kau menutup matamu, aku akan memberimu sebuah percobaan”

Gemetaran, Enok dengan gugup memberitahu Gil Dong bahwa ia dapat bernapas, ia tak butuh pernapasan buatan …. aaaaaaaaaaaa …. coba jawab iya … adegan ciuman deh … ngarep banget sih … ahahaha … Gil Dong menemukan bahwa usaha berani Enok untuk mengendalikan rasa ketertarikannya sangat lucu, dan melepaskannya. Baca lebih lanjut

Hong Gil Dong – Episode 15

Gil Dong sampai di kamar rahasia Raja, berharap untuk bertemu dengan Mal Nyeo, keduanya telah berencana untuk menemukan pedang itu dalam waktu singkat sementara mereka ada di sana. Chang Whe telah menginformasikan pada Gil Dong bahwa pedang itu seharusnya ada di bangunan ini karena sang raja terlalu paranoid untuk menyimpannya di Istana Utama.

Setelah menguasai keterkejutannya karena melihat kehadiran Enok, dan Enok memberi tanda mendukungnya, Gil Dong meneruskan rencananya semula. Mengetahi betapa terobsesinya Kwang Whe terhadap adik tirinya, Chang Whe, Gil Dong memberikan umpannya pada Raja dengan mengatakan bahwa ia tahu di mana sang Pangeran bersembunyi. Maka dari itu Raja terpecah perhatiannya, cukup untuk Enok mengamati area tersebut untuk mencari pedang, sementara Gil Dong bekerja memutuskan tali pengikatnya dengan pisau yang disusupkan padanya oleh seorang pengawal.
Baca lebih lanjut